Friday, April 19, 2019

Sinopsis My First First Love episode 1 part 1


All content from NETFLIX


Ah, aku syok!!! Ngiranya durasinya bakal pendek kayak webdrama. Eh, nggak tahunya panjang. Hampir sejaman. Mulai pelan-pelan aja, ya. Ok! Ok! Ok! ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜



Tae O lagi makan bareng ayah, ibu dan adiknya. Adiknya nyanyiin lagu selamat ulang tahun buat dia tapi dianya nyantai banget. Kompakan sama ayah dan ibunya.

Selesai nyanyi adiknya Tae O minta ayah dan ibunya untuk ikut tepuk tangan sama kayak dia. Ayah dan ibu tepuk tangan dengan setengah hati.

Adik Tae O mendesak Tae O untuk segera tiup lilin. Tae O sebenarnya malas. Tapi dia nggak bisa nolak.


Makanan mereka datang. Tae O menyindir orang tuanya.

"Ini hari ulang tahunku tapi nggak ada yang ngasih kartu ucapan apa hadiah"

Ayah yang merasa tersindir langsung menatap Tae O. Tae O mengaku kecewa. Ayah mengingatkan kalo Tae O punya kartu kredit ayah. Ayah memberitahu kalo dia punya sesuatu untuk dibicarakan ketimbang hadiah.


Pesanan ayah datang. Ayah mengingatkan kalo Tae O sudah 20 tahun dan sudah waฤทtunya mandiri.

Tae O seneng banget. Ia bertanya apa ayah bakal ngasih dia rumah? Ibu memberitahu kalo cuman apartemen kecil.

Ayah mengingatkan kalo kemandirian harus dimulai dari dasar. Tae O protes. Ayah aja langsung mulai dari atas berkat kekayaan kakek.


Ayah membentak Tae O. Lah, ayah kaget lihat makanannya terbakar. Dia nggak jadi marahin Tae O tapi malah marahin pelayan.

"Aku mau makan! Bukan jadi steik!"

Pelayan meminta maaf. Ayah menyuruh mereka untuk pergi. Tae O sok menasehati para pelayan agar berhati-hati lain kali.

Ayah kesal lihat steiknya yang masih berapi-api. Tae O meniupnya sampai apinya padam. Ayah kembali duduk.


Tae O bilang ke ayah kalo dia minta ayah memberikan rumah kakek padanya. Menurutnya ayah perlu orang untuk membersihkannya. Lagian rumah yang dirawat bakal tahan lebih lama. Kan lebih baik kalo putra ayah yang merawatnya.

Ayah nggak masalah. Lebih baik daripada dibiarkan kosong. Ibu melarang. Menurut ibu Tae O belum siap untuk mandiri.

"Kalo Tae O bawa pulang gadis dan menghamilinya gimana?"

Ayah terpengaruh dan berubah pikiran. Dia nggak jadi ngasih rumah itu. Itu terlalu cepat.


Tae O merubah rencananya dan mengungkit tentang ayah yang menghamili ibu dan menikahinya. Adik Tae O kaget. Jadi dia anak yang lahir tanpa rencana? Woah!!! Daebak!!! Dia menghargai tekad ayah sama ibu.  ๐Ÿคฆ‍♀️๐Ÿคฆ‍♀️

Ibu marahin Tae O yang bohong sama adiknya. Ayah teriak marah.

"Cukup!!!"

Ibu, Tae O sama adiknya kaget dengar ayah marah. Seketika kereka bertiga terdiam.


Ayah mengatakan kalo dia akan mampir mendadak tiap akhir pekan.

"Tapi harus rumahnya kakek. Rumah lain aku nggak mau"

Ayah mengajukan syaratnya. Kalo sampai ada sehelai rambut wanita maka Tae O harus balik lagi ke rumah. Ngerti???"

Tae O setuju. Demi nyawanya dia nggak akan bawa pulang wanita. Dia bahkan sampai mengetuk meja pakai pisau saking semangatnya.

"Kamu mau menodongkan pisau ke ayah?"

Tae O tersenyum dan meletakkan pisaunya. Ia lalu mengambil udang dan menyuapi ayah. Ayah nggak mau tapi Tae O terus merengek sehingga ayah nggak bisa nolak lagi.



Singkat cerita Tae O sudah tinggal di rumah kakek dan sekarang lagi mencuci skuternya.

"Katanya ayah mau mampir tiap akhir pekan, tapi sudah sebulanan nggak datang juga. Aku juga nggak keberatan. Itu juga yang aku inginkan."

Tae O selesai mencuci skuternya dan duduk sambil nunggu skuter kesayangannya kering. Menurutnya pria umur 20 tahun itu nggak boleh kesepian.

Dia mau tinggal sama... . Andai dia bisa tidur sama pacar.


21 TAHUN

Tae O memutar piring hitam dan menari mengikuti irama musik. Sekarang dia siap buat menikmati hidup bebas. Yang dia butuhkan hanya gadis cantik.

Seseorang tiba-tiba bangkit dari sofa sambil membawa segelas minuman.

"Kamu nyiapin semua ini buat aku? Makasih banyak"

Tae O buru-buru mengambil gelas minumannya. Mahal, nih.

"Ngapain kamu disini? Gimana dengan sekolahmu?"

"Aku berhenti dan orang tuaku ngusir aku"


Choe Hun bangkit dan tersenyum menatap Tae O. Boleh nggak dia nemenin Tae O malam ini?

Ih, Tae O jijik lihatnya. Choe Hun meluk Tae O dan mengungkapkan rasa sayangnya. Tae O ogah dan berusaha mendorong Choe Hun.

"Jiwa mudaku datang membalas dendam padaku"



22 TAHUN

Tae O habis mandi dan masuk ke kamarnya sambil mengeringkan rambut pakai handuk. Dia duduk dan kaget lihat Di Hyeon duduk santai di tempat tidurnya.

"Ngapain kamu kesini nggak ngasih kabar?"

"Dapur kami direnovasi jadi aku nggak bisa konsentrasi"

Tae O ngasih tahu kalo dia ada ujian dua hari lagi. Do Hyeon malah nyuruh Tae O untuk ke ruangan lain.

"Kebangetan!!!"

Tae O kesal banget dan melempar handuknya ke Do Hyeon. Nggak mempan. Tae O meratapi nasibnya. Yang dia inginkan adalah gadis cantik tapi yang ia dapatkan malah teman yang nggak berguna.


23 TAHUN

Tae O mandi dengan gaya yang seksi banget. Dia sama sekali nggak mau nyerah.

Ponsel Tae O bunyi. Dia akan kencan buta jam 19 nanti.

Tae O melanjutkan acara gosok giginya sambil senyum. Nyemprot parfum. Ah, seksi banget dah.

"Kini sesaat sebelum kencan buta yang kunantikan, seorang gadis tiba-tiba muncul dalam benakku."


Song I masih tidur. Pesan dari Tae O membangunkannya. Ia mengambil ponselnya dan membacanya. 30 menit lagi Tae O akan sampai di depan. Song I tersenyum lalu meregangkan tubuhnya.

Ia melihat seisi kamarnya yang dipenuhi stiker warna merah. Semua barang adalah barang sitaan.


Tae O mengendarai skuternya menuju rumah Song I.

TEMAN DEKAT YANG HANYA SEKEDAR TEMAN



Song I mencuci rambutnya. Dia mau membilasnya tapi semua botol yang ia ambil pada kosong. Lah, Song I keramas pakai air mineral?

Habis keramas ia mencoba menghubungi ibunya tapi nggak diangkat. Song I nggak ngerti kenapa ibunya selalu menghindari telponnya padahal putri tunggalnya hidup tanpa air.

Dia bahkan memakai toilet restoran dekat rumahnya. Apa pantes gadis 23 tahun melakukan itu? Song I memasukkan botol minum kosong ke dalam tasnya lalu keluar.


Ia memakai sepatu. Di dekatnya ada banyak kertas pemberitahuan pengusiran. Song I bilang ke ibunya kalo stiker merahnya nampak sangat mengerikan. Pengadilan terus mengirim surel tentang lelang dan jumlah transfer yang dia nggak ngerti.

Song I memberitahu ibunya kalo dia ketakutan dan meminta ibunya untuk menjawab telponnya.


Tae O sudah sampai di depan rumah Song I dan membunyikan klakson berulang kali. Dia buru-buru memakai sepatunya dan melepas handuk di kepalanya lalu keluar.

"Aku nggak tuli tahu!"

Tae O kaget lihat Song I. Nggak bisa ya ngeringin rambutnya dulu? Kayak hantu, tahu! Song I malah ingin jadi hantu. Dia mengambil helm di belakang Tae O dan mau memakainya.

Tae O meminta Song I untuk mendengarkannya baik-baik kalo ini adalah hari terakhirnta ngasih tumpangan buat Song I.



Song I nggak ngerti. Kenapa emang? Tae O mau bilang kalo dia akan kencan buta tapi susah. Song I terus menanyakan alasannya. Selama ini kan Tae I yang selalu menjemputnya.

Song I mendekatkan wajahnya san bilang kalo dia akan terus naik skuter Tae O sampai dia lulus. Tae O seolah tersihir. Dia tersenyum dan mengangguk setuju.

Song I memakai helmnya dan membonceng. Dia memeluk Tae O dan bertanya, nggak berangkat?

Tae O mengiyakan. Dia menyalakan skuternya dan pergi dari sana.


Lucu...๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€
Menurut cingu gimana???

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis My First First Love episode 1 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar: