Selamat menunaikan puasa Ramadan bagi yang menjalankan. Semoga ibadah kita diterima.

Sinopsis PERSONA episode Walking at Night part 2


All content from NETFLIX


IU dan pria itu duduk di sebuah kafe pinggir jalan.

"Aku sangat suka tempat ini. Apa menurutmu tempatnya masih ada?"

"Entahlah"

IU menanyakan apa pria itu ingat apa yang mereka makan? Pria itu mengiyakan.



"Mereka menjual segelas anggur seharga 3.900 won. Ia mengaku mengingat semuanya. Ia ingat lukisan aneh yang digantung di dinding batu, dan pria mabuk yanh duduk di sebelah mereka. Ada meja di seberang mereka. Dan musik indah yang dimainkan dari dalam restoran.

Semua kenangan itu mendadak hidup dan kembali muncul. IU merasa kalo musiknya memang aneh. Dan musik itu juga kembali mengalun dan membangkitkan memori mereka.


IU dan pria itu melangkah melewati kafe itu. IU membenarkan kalo memang itu lagunya. Ia menghela nafas lalu duduk di tempat dimana mereka duduk dulu.

"Aku juga ingat kalo anggurnya nggak enak"

"Tapi aku suka"

"Rasanya nggak enak"


IU meminum anggurnya dan emang rasanya nggak enak. Pria itu terus menatap IU tapi IU malah melihat hal lain.

Ia melihat wanita dan pria yang duduk di sebelah mereka. Tiba-tiba lampunya mati.


IU menatap pria itu dan menanyakan apa dia nggak penasaran gimana dia bisa mati?

Pria itu menunduk. Nggak guna juga. Toh dia nggak akan ingat apa-apa pas bangun nanti.

IU nampak kecewa. Ia menggoyang-goyangkan gelas anggurnya. Dan lampu kembali menyala.



Pria itu menurut dan bertanya kenapa IU mati? IU menatap pria itu dan mengaku kesepian.

Cahayanya kembali meredup. Pria itu menatap IU lekat-lekat.

"Kesepian yang kurasakan nggak berujung. Aku nggak bisa lihat ujungnya"


Mata pria itu mulai berkaca-kaca.

"Apa aku membuatmu merasa kesepian?"

"Enggak! Kamu selalu ada untukku. Ada orang yang mengenalku dan ada yang enggak. Kamu termasuk orang yang mengenalku dan ada orang-orang selain kamu. Orang-orang selain kamu yang membuatku kesepian. Ada banyak orang yang mengenalku selain kamu. Tapi cara mereka memperlakukanku membuatku kesepian. Kamu yang selalu ada untukku tapi aku menderita sampai mati."

Pria itu nggak tahan lagi. Ia menangis dan memejamkan matanya. IU menatapnya dan menanyakan apa yang ia lakukan?


Pria itu mengaku ingin mengingat semuanya saat ia terjaga. IU hanya menatapnya saja sampai pria itu membuka matanya.

Ia mengaku nggak pernah berhenti untuk menyalahkan diri sendiri. Ia mungkin menghabiskan seumur hidup untuk mencari tahu perbuatannya yang telah menewaskan IU.

IU meminta maaf dan membelai pipi pria itu.

"Aku juga ingin mengingatkanmu kalo ini bukan salahmu."

Pria itu malah jadi nangis lagi sementara IU hanya bisa menundukkan wajahnya.


Mereka kembali berjalan. IU bertanya apa pria itu melihat gimana dia mati?

Pria itu bilang enggak. Dia hanya mendengarnya. IU memberitahu kalo dia jatuh dari tempat tinggi tapi nggak langsung mati. Untuk sesaat dia sadar. Orang-orang berkumpul di sskitarnya dan ia menutup mulutnya dengan sekuat tenaga.

Ia nggak bisa bernafas dari hidung karena darah, tapi ia juga nggak bisa membuka mulutnya. Tapi ia nggak ingat gimana caranya mati.


IU bertanya pada pria itu apa ia mati dengan mulut terbuka apa tertutup? Pria itu menggeleng. Dia juga nggak ingat.

"Aku penasaran"

"Kamu masih penasaran meski sudah mati?"

"Mungkin begitu. Entah dimana saudariku dan kemana aku pergi. Bahkan saat aku mati, aku terus merasakan sensasi menghilang. Hanya itu yang tersisa"

Pria itu mengangguk. Nggak ada yang bisa ia ketahui.


IU melihat sekitarnya. Ia ingat kalo saat itu musim panas. Ia mendengar suara serangga. Dan tiba-tiba suara serangga terdengar.

Pria itu nggak memalingkan pandangannya dari wajah IU. IU menyadarinya dan menatap pria itu.

"Mimpi dan kematian nggak mengarah kemanapun. Nggak akan berakhir kemanapun. Dan akhirnya akan dilupakan"




Pria itu memaksakan senyumnya di depan IU, pura-pura buat kuat. Dia maju dan menghapus air mata IU.

IU menarik wajah pria itu dan menciumnya.

IU melepaskan ciumannya lalu memeluk pria itu. Kekasihnya.

"Kita disini tapi nggak akan ada yang kita ingat."


Kita lalu di bawa kembali ke kenangan yang mereka lewati. Kafe. Kosong.

"Semua sirna. Yang tersisa hanya malam."


Jalan yang mereka biasa lewati. Lengang.

"Selamat tinggal"

T A M A T
Previous
Next Post »