Thursday, April 11, 2019

Sinopsis Top Star Yoo Baek episode 1 part 1


*all content from tvN

Sebuah mobil ngebut di jalanan. Dia menyalip beberapa mobil di depannya. Kayaknya dia lagi buru-buru. Di belakangnya ada sekotak kue. Tangan pengendaranya terluka. Ponselnya bunyi tapi ia mengabaikannya. Ada polisi yang sedang berpatroli di depan. Pengendara ini melewatinya begitu saja. Polisi yang sedang bertugas mengejar mobil itu. Polisi meminta mobil itu untuk berhenti tapi sengaja diabaikan oleh pengendaranya.


Di tempat lain akan ada acara penghargaan. Seorang pria panik karena Yoo Baek belum juga datang. Pria berbadan gembuk bertanya pada pria itu kenapa dia yakin Yoo Baek akan dapat penghargaan? Acaranya saja belum mulai. Pria itu yakin kalo Yoo Baek akan memenangkan penghargaan karena Yoo Baek telah bermain dalam banyak drama.


Seseorang tiba-tiba membuka pintu. Pria tadi mengira kalo itu Yoo Baek. Lah, ternyata Nam Jo. Nam Jo datang untuk berbelasungkawa. Dia berharap bisa melihat wajah Yoo Baek di koran. Pria itu menyuruh Nam Jo untuk diam. Dia mrnuindir Nam Jo sebagai orang yang ingin terlihat hebat tapi nggak dapat penghargaan. Nam Jo merasa kalo itu adalah kesempatan langka. Ia ingin menyapa para sutradara. Siapa tahu dia akan memenangkan penghargaan. Pria tadi minta agar Nam Jo jangan mimpi. Melihat ambisinya yang sangat besar harusnya dia bisa lebih sukses dari Yoo Baek. Tapi sayang keberuntungan selalu melewatinya. Nam Jo kesal mendengarnya. Pria yang gembul tadi memberitahu kalo telponnya Yoo Baek mati. Pria tadi makin pusing dan pergi. Nam Jo bercermin. Dia senang karena kali ino dia bisa menggantikan Yoo Baek untuk nerima penghargaan.


Sebuah mobil berhenti di depan karpet merah. Dia adalah prngendara yang dikejar sama polisi, Yoo Baek. Yoo Bark melempar kemejanya pada seorang staf dan berjalan dengan pedenya. Polisi memanggilnya dan mau menangkapnya. Tapi Yoo Baek malah nyuruh polisi itu untuk nunggu lima menit. Dia mau nerima penghargaan dulu. Polisi nggak ngerti maksudnya apaan. Yoo Baek memperkenalkan diri kalo dia adalah top star Yoo Baek.


Yoo Baek datang ke kantor polisi bersama managernya. Seorang wanita gemuk di sebelahnya senyum mulu saking senangnya bisa lihat Yoo Baek. Polisi mengira Yoo Baek melepas kemejanya karena kena alkohol. Yoo Baek menyangkal. Kemejanya kotor jadi dia membuangnya. Polisi itu menawari Yoo Baek segelas kopi. Yoo Baek nggak mau. Manager menyarankan untuk ngasih kopi yang tertutup rapat. Mereka takut kalo ada racunnya. Lah, dia kan polisi, siapa yang mau meracuninya? Manajer lalu memberitahu kalo Yoo Baek punya penyakit. Berita sebelumnya... .


Yoo Baek nyuruh manajernya untuk diam. Polisi ngerti dan memulai interogasinya. Apa Yoo Baek nyetir sambil mabuk? Yoo Baek bilang enggak. Terus kenapa Yoo Baek nggak mau bekerja sama dengan polisi? Manajer Yoo Baek bantu jawab dengan memperlihatkan penghargaan Yoo Baek. Yoo Baek menambahi kalo dia bisa telat. Polisi nggak habis pikir. Yoo Baek nggak mau diperiksa cuman buat nerima penghargaan? Apa itu masuk akal? Menurut Yoo Baek itu sangat masuk akal. Karena semua orang duduk di depan TV menunggu penampilannya. Kalo dia nggak datang siapa yang mau bertanggung jawab pada kekecewaan penonton? Manajer dan wanita di sebelah Yoo Baek membenarkan. Dia mau minta foto sama Yoo Baek tapi dilarang sama manajer.


Polisi bertanya lagi, buat mengobati rasa kecewa penonton Yoo Baek rela ngebut dan naik panggung untuk memberi sambutan. Apa itu perilaku orang waras? Yoo Baek membuka jasnya dan memperlihatkan tubuhnya. Citra baiknya adalah yang diinginkan penggemar. Apa yang salah dengan sambutannya?

Flashback...


Yoo Baek naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan sebagai pencium hebat. Yoo Baek bilang terima kasih lalu berniat turun dari panggung. Pembawa acara menahannya. Biar pemirsa bisa melihatnya lebih lama. Ini adalah hari baik untuknya. Yoo Baek mengulangi, hari baik? Untuknya? Pembawa acara membenarkan. Ia meminta Yoo baek untuk memberikan sambutan lagi. Yoo Baek seolah meremehkan kalo dia cuman dapat penghargaan sederhana itu tiap kali dia syuting. Kalopun aktingnya bagus, sulit buat pura-pura bahagia. Dia mau akting sepanjang hidupnya sampai bisa pura-pura bahagia. Dia minta agar trofi itu disimpan dan dikirimkan padanya. Itu ongkos kirimnya.

Flashback end...


Polisi menunjukkan berita di ponselnya tentang sikap arogan Yoo Baek saat menerima penghargaan. Orang mengira kalo Yoo Baek mabuk dan kata-katanya sudah membuat kekacauan. Yoo Baek nggak merasa begitu. Dia cuman ngomong fakta. Manajer Yoo baek panik dan meminum kopi dari polisi.


Seorang polisi lainnya datang membawa hasil pemeriksaan. Konsentrasi alkohol dalam darah Yoo Baek dinyatakan 0,00%. Yoo Baek sungguh nggak lagi mabuk. Yoo Baek dan manajernya bangkit dan melenggang dari kantor polisi. Wartawan berkerumun menyambutnya di luar. Mereka langsung melontarkan pertanyaan ke Yoo Baek. Manajer mengumumkan kalo Yoo Baek nggak minum. Ia melarang mereka untuk sembarang mengambil gambar. Ia juga akan memilah artikel yang akan diterbitkan di koran dan majalah. Seorang wartawan nggak habis pikir. Kalo Yoo Bark nggak minum kenapa dia mesti kabur? Yoo Baek langsung menatapnya.


Pria gembul menyingkirkan para wartawan dan membuka jalan untuk Yoo baek. Mereka masuk ke mobil. Yoo Baek melihat ada sepotong gimbab di sebelahnya. Manajer mengambil gimbab itu dan memakannya. Lah, ternyata gimbabnya sudah basi.


Manajer Yoo Baek membaca berita dan nggak habis pikir. Dari urutan 1 sampai 10 semuanya diambil sama Yoo Baek. Manajer mengomeli Yoo Baek. Kenapa mesti datang kalo cuman mau ngomong seperti itu? Kenapa dengan bajunya? Kenapa tangannya terluka? Apa dia berantem sebelum datang kesana? Apa Yoo Baek masih minum obat yang membuatnya bahagia? Apa Yoo Baek punya pacar? Bukan Li Yalang, kan? Yoo Baek malah nggak ngerti. Siapa itu Li Yalang? Padahal Li Yalang adalah lawan mainnya di drama. Manajer nggak habis pikir. Jadi Yoo Baek nggak tahu nama pemain yang syuting satu drama dengannya? Yoo Baek santai. Apa dia mesti tahu nama semua aktor? Nggak heran kalo orang-orang ngomongin Yoo Baek.


Yoo Baek nggak tahan lagi. Dia ngajak manajernya berkelahi. Tapi ujung-ujungnya ia memasukkan tinju manajernya ke mulutnya sendiri dan ngajak pulang. Manajer kesakitan padahal nggak diapa-apain juga. Rupanya dia mau BAB.


Manajer ikut Yoo Baek pulang ke rumahnya. Dia sudah nggak tahan lagi tapi Yoo Baek malah nggak juga menekan kode pintunya. Setelah masuk manajer malah berputar-putar. Yoo Baek nyuruh Shanni untuk memutar musik. Shanni memutar lagu Yoo Baek yang masih berada di peringkat pertama. Yoo Baek heran, apa, sih yang dilakukan penyanyi lain, kok lagunya ada di peringkat pertama terus?


Yoo Baek duduk di sofanya dan bertanya pada Shanni. Siapa aktor paling terkenal di Korea sekarang? Shanni menjawab Si Bintang Serigala Langit Yoo Baek. Yoo Baek membenarkan.


Yoo Baek berolahraga sambil menonton filmnya sendiri. Manajer kembali dari kamar mandi. Hampir aja dia BAB di celana. Dia bertanya-tanya kenapa Yoo Baek terus menonton filmnya? Yoo Baek harus nonton film lain juga. Sekarang ada banyak pendatang baru. Yoo baek seolah nggak peduli. Baginya saingan Yoo Baek adalah dirinya sendiri. Manajer mematikan TV. Dia melarang Yoo Baek olahraga lagi dan menyuruhnya istirahat. Dia melihat kopi di meja. Dia meminta Yoo Baek untuk mengurangi kafein dan juga obat tidur.


Yoo Baek menanyakan mobilnya. Manajer memberitahu kalo Nam Jo akan mengantarnya. Yoo Baek meletakkan barbelnya dan minta supaya mereka nggak gampang percaya pada Nam Jo. Gimana bisa dia meminjamkan mobilnya ke Nam Jo?


Nam Jo ada di mobilnya Yoo Baek. Dia janji akan menghindari reporter dan memarkir mobil di tempat parkir. Nam Jo menutup telponnya. Dia kesal pada Yoo Baek yang menjadi penghalang baginya. Tapi mobilnya keren. Mereka akan jalan-jalan.


Yoo Baek berendam di bak mandinya. Dia nggak tenang dan meminum obat tidur (apa obat penenang?)


Yoo Baek ingat apa yang terjadi padanya hari ini. Dia nonjok tiang listrik sampai tangannya berdarah. Yoo Baek nyetir sambil nangis. Sepanjang jalan dia melihat dirinya sendiri yang membintangi iklan. Yoo Baek merasa frustasi dan mulai ngebut. Di depan ada polisi dan Yoo Baek memilih melewatinya.


Hari sudah pagi dan Yoo Baek masih nggak bisa tidur. Dia melihat sebuah lukisan pantai.


Tiba-tiba lukisannya jadi nyata. Seorang penyelam menyelam sampai ke dalam. Dia melewati penyu besar. Ia lalu mengambil cumi-cumi dari balik batu dan memasukkannya ke dalam keranjang. Dia juga mengambil beberapa kerang.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Top Star Yoo Baek episode 1 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email