Friday, May 31, 2019

Sinopsis When Time Stops episode 11 part 2


All content from KBS World


Asisten dewa menatap Joon Woo dan bilang kalo gelang itu membuat dewa sakit kepala. Dewa menyuruhnya untuk membawanya. Tapi dengan kemampuan waktu Joon Woo membuat hubungannya terlalu berbahaya.

Menurutnya yang terbaik adalah membuatnya menghilang. Ia menatap Sun Ah dan meminta agar ia nggak terlalu membencinya.

Asisten dewa menghampiri Sun Ah dan pelan-pelan mengangkat tangannya. Joon Woo sendiri hanya bisa menatapnya marah.

Dewa melepaskan genggaman tangannya dan seketika ahjussi bisa bergerak lagi. Ia meminta maaf pada ahjussi. Ia mengatakan kalo ia harus melindungi waktunya.

Ahjussi mengangguk membenarkan. Tapi menurutnya yang terpenting bukanlah itu. Ia menyarankan agar dewa segera pergi kalo dia nggak ingin semua orang-orangnya menghilang semua.


Teh dewa tahu-tahu berubah jadi merah.
Tangan asisten dewa menyala. Sun Ah yang mulai berubah jadi asap hitam menatap Joon Woo dan memanggilnya.

Joon Woo makin marah dan tiba-tiba dia bisa mengingat masa lalunya. Sun Ah berambut panjang menatapnya sambil senyum. Joon Woo kian marah dan berteriak. Dan dari tubuhnya mengeluarkan cahaya kehitaman.

Teh dewa berubah kembali menjadi jernih. Ia bertanya-tanya apa itu? Ahjussi memejamkan matanya sambil menghela nafas. Ia lalu meminum tehnya dan menanyai dewa kalo belakangan perhatian Tuhan sangat mengganggunya?

Dewa mengiyakan dan merasa kalo manusia nggak membutuhkan perhatiannya. Dan ia hanya perlu mereka untuk menjaga keseimbangan.

Ahjussi bertanya apa dewa bisa mendengarkannya sekali saja? Dewa mengiyakan.

Ahjussi bertanya-tanya kenapa ia harus menghapus ingatan Joon Woo dan mengurus gelang itu sampai Joon Woo ketemu dengan wanita itu dan membiarkan mereka berada dalam waktu. Itu adalah perhatian Tuhan.


Sun Ah duduk sambil memperbaiki sebuaih lukisan. Ia memakai gelang yang selalu kita lihat.

Ahjussi mengatakan kalo gelang itu adalah jalinan takdir yang akan membuat ia ketemu lagi dengan Joon Woo. Itu juga kotak Pandora yang membuat mereka menghadapi ingatan masa lalu yang mengerikan. Adalah pilihan mereka untuk menghadapi ingatan mereka.

Joon Woo memanggil Sun Ah dan tersenyum padanya. Sun Ah menoleh dan ikut tersenyum.


Joon Woo menunggu di luar. Nggak lama kemudian Sun Ah keluar dan menunjukkan sebuah lukisan  ke Joon Woo. Sun Ah mengaku ingin kalo waktu berhenti sehingga gambar-gambar itu akan tetap indah.

Joon Woo melihat lukisan itu lalu menggulungnya. Menurutnya kalo waktu berhenti maka Sun Ah akan sendirian dalam waktu itu. Tanpa kenangan bukannya itu akan menyedihkan?

Dia malah nggak berpikir kalo dunia akan jadi tempat yang mengenangkan. Sun Ah membenarkan. Ia melihat gelangnya dan memberitahu kalo gelang itu dari neneknya setelah meninggal. Neneknya sering bercerita padanys saat ia kecil kalo ada legenda dalam gelang itu.

Gelang itu menyimpan ingatan dari takdir manusia yang terpilih selamanya. Nggak peduli berapa lama. Bukankah itu romantis? Joon Woo hanya tersenyum.

Menurutnya akan jadi maaalah besat kalo takdir itu menjadi hal yang buruk. Sun Ah tersenyum. Ia menatap Joon Woo dan bilang kalo takdir mereka dipenuhi kenangan indah seperti sekarang.

Joon Woo nggak bilang apa-apa dan tahu-tahu Sun Ah mencium pipinya. Joon Woo tersenyum lalu menggenggam tangan Sun Ah. Mereka saling menatap lalu Joon Woo balas mencium Sun Ah.


Dewa terdiam mendengar cerita ahjussi. Ahjussi mengatakan kalo Joon Woo adalah pencabut nyawa yang sangat baik. Ahjussi paling menghargainya diantara pencabut nyawa yang lain.

Joon Woo tersenyum ingat Sun Ah. Ia ketemu dengan Ahjussi. Ahjussi memberinya minuman untuk Joon Woo karena dia sudah bekerja keras.

Joon Woo jatuh cinta pada manusia dan dia nggak menyukainya.

Joon Woo meminum minumannya lalu pergi.

Cangkir itu tahu-tahu jatuh. Ahjussi nggak tahu betapa kejamnya kuasa takdir. Bahkan sebagai dewa saat itu ahjussi nggak tahu apa yang terjadi.


Joon Woo menemui ahjussi bersama para pencabut nyawa.

Dia memberitahu kalo Sun Ah nggak tahu kalo dia seorang pencabut nyawa. Dia juga nggak punya kemampuan khusus.
Joon Woo mengatakan kalo itu hanya hubungan antara manusia dan manusia. Apa yang salah dengan itu?

Ahjussi marah. Dikiranya dia membuat Joon Woo jadi pencabut nyawa buat jatuh cinta? Ia meminta Joon Woo untuk sadar kalo perasaan adalah kemewahan buat pencabut nyawa.

Joon Woo marah. Dia nggak merasa mau jadi malaikat maut. Itu adalah keputusannya. Hanya karena dia mencintai manusia apa masalahnya buat dewa? Dewa tetap tenang dan nggak terpancing.


Seorang anak lari setelah mencuri. Seorang pria mengejarnya dan menangkapnya. Sun Ah tiba-tiba menjentikkan jarinya lalu semua orang mematung.

Ia berjalan menghampiri anak itu
Nggak jauh darinya ada ahjussi yang memperhatikan.


Ahjussi bertanya gimana kalo manusia yang Joon Woo cintai ternyata punya kemampuan khusus. Apa yang akan Joon Woo lakukan sebagai pencabut nyawa?

Akan ada saat Joon Woo membuat orang yang ia cintai menghilang dengan kedua tangannya sendiri. Apa saat itu Joon Woo bisa melakukannya? Joon Woo nggak bisa bilang apa-apa.

Ahjussi mengingatkan kalo pencabut nyawa nggak boleh terjerat di dunia manusia. Joon Woo menatap ahjussi lalu pergi.


Ahjussi menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Joon Woo.


Joon Woo menangani pria berkemampuan yang telah melumpuhkan beberapa malaikat maut. Pria itu menyerangnya tapi Joon woo berhasil menghindar. Ia terus mendekat lalu mengambil jiwa pria itu.

Setelahnya Joon Woo malah teringat apa yang ahjussi bilang kalo akan ada masa dimana Joon Woo akan mengambil jiwa orang yang ia cintai dengan kedua tangannya sendiri. Apa Joon Woo sanggup?

Joon Woo berbalik dengan terburu-buru. Rekannya menghadangnya. Joon Woo memintanya untuk nggak menghentikannya.


Nampaknya Joon Woo berhasil menyingkirkan juniornya. Saat ia sampai di tempatnya Sun Ah, sudah ada ahjussi di sana bersama beberapa pencabut nyawa.
Joon Woo panik dan mendekat.

Ahjussi dan Sun Ah menatapnya yang dibelenggu oleh beberapa malaikat maut. Joon Woo bilang ke ahjussi kalo dia tahu Sun Ah punya kemampuan buat menghentikan waktu. Ia minta satu kesempatan dari ahjussi.

Sun Ah nggak menggunakan kemampuannya dengan cara yang salah. Kekuatan itu bukanlah dari pilihannya.
Ahjussi mengatakan kalo mau itu keinginannya apa enggak tetap saja Sun Ah punya kemampuan itu. Kalo dia mau menggunakan kekuatan itu maka akan ada konsekuensi setelahnya. Itu adalah tanggung jawabnya.

Ahjussi juga memberitahu apa saja yang sudah Sun Ah lakukan selama ini. Memotong jenis nasib dan menengahi konflik. Padahal itu adalah pekerjaannya dan pekerjaan Joon Woo dalam waktunya.

Joon Woo tetap memohon satu kesempatan lagi dan berjanji kalo Sun ah nggak akan menggunakan kekuatannya lagi. Sun Ah nggak bilang apa-apa. Joon Woo bahkan bersedia menghilang demi Sun Ah. Ia akan menyerap kemampuan Sun Ah dan menghilang.

Ahjussi bilang kalo Joon Woo b*doh dan ia kecewa sama Joon Woo. Ahjussi mengangkat tangannya di atas kepala Sun Ah. Sun Ah menoleh ke Joon Woo dan minta agar dia nggak tersiksa karenanya.


Mata Joon Woo tahu-tahu jadi merah kehitaman. Ia menghempaskan tangan malaikat maut yang memeganginya dan mendorong mereka menjadi asap hitam.

Ahjussi sendiri nggak nyangka kalo Joon Woo akan begitu. Tapi ia tetap membuat Sun Ah menghilang. Anehnya Sun Ah menghilang menjadi asap putih.

Gelang yang melingkar di tangannya seketika terjatuh.

Joon Woo nampak syok. Ia terduduk lemas menatap gelang daru wanita yang ia cintai.
Ahjussi hendak mengambil gelang itu tapi ajaibnya gelang itu tak tersentuh olehnya. Dewa hanya tersenyum sambil melihat gelang itu yang bersinar.


Joon Woo berlutut di hadapan ahjussi. Ia mengaku benci pada ahjussi. Ia juga benci menjadi pencabut nyawa. Ia memohon agar ahjussi membawanya pergi.

Sun Ah nggak akan bereinkarnasi dan tanpa Sun Ah hidupnya yang abadi nggak akan ada artinya. Ahjussi merasa harus menghukum Joon Woo karena sudah menyakiti rekan-rekannya. Ia lalu menyuruh malaikat maut yang lainnya untuk keluar dulu.

Ahjussi bangkit dan menghampiri Joon Woo. Ia nggak bisa membuat Joon Woo menghilang meski Joon Woo telah menyakiti teman-temannya.

Joon Woo mengangkat wajahnya dan menatap Ahjussi. Ia mengatakan kalo ahjussi selalu melakukan apapun yang ia mau. Membunuh seseorang dan menyelamatkan seseorang. Ia bertanya apa dia benar-benar punya pilihan?

Ia mempersilakan ahjussi untuk melakukan apapun sebagai pengganti ingatan yang kejam itu. Joon Woo ingin ingatannya dihapus. Dia nggak bisa meneruskan hidupnya.

Ahjussi menghela nafas lalu menuang minuman. Ia lalu menatap Joon Woo.


Ahjussi memberitahu dewa kalo takdir dan ingatan untuknya yang hidup abadi nggak ada artinya. Sebagai dewa bahkan dia nggak bisa mengendalikan takdir mereka berdua.

Gelang itu punya takdir abadi. Karena itulah Sun Ah bisa bereinkarnasi. Selain itu gelang itu juga punya kenangan indah dan sedih merrka berdua.

Ahjussi ingin melakukan sesuatu aras kesalahannya. Dia menghapus ingatan Joon Woo dan menunggu bersama Sun Ah. Ia ingin menyatukan mereka.

Ahjussi merasa dengan meminjamkan Joon Woo kekuatannya menghentikan waktu akan membuat mereka ketemu sekali lagi. Dewa menanyakan gelang itu.

Ahjussi mengaku nggak tahu gelang itu datangnya dari mana. Itu di luar kekuatannya. Gelang itulah yang membuat mereka ketemu lebih cepat dan menghadapi masa lalu yang menyakitkan. Dan sebab itu juga ahjussi berusaha menyembunyikan gelang itu.

Dewa nggak bisa berkata-kata. Dia meminum tehnya dan akhirnya mengiyakan. Dia paham situasinya gimana. Tapi yang ingin ia tanyakan adalah apa arti dari perhatian ahjussi. Itu melanggar aturan dan ahjussi sengaja membuat kesalahan itu. Mereka di luar perhatian dewa dan harus dihancurkan. Dewa bangkit lalu pergi.


Asisten dewa sampai terdiam melihat Joon Woo dengan mudahnya menghilangkan para malaikat maut yang menghadangnya. Dia melangkah menghampiri Sun Ah dan menghilangkan malaikat maut di sekitar Sun Ah.

Dia lalu menatap asisten dewa dan menghilangkannya juga. Gelang Sun Ah terjatuh seketika. Yang tersisa kini hanya malaikat maut wanita (yang nyebelin).

Joon Woo juga hendak menghilangkannya.
Belum juga dia selesai dewa tiba-tiba datang. Langkahnya membuat semua orang sakit dan jatuh pingsan. Dewa marah pada Joon Woo karena berani melawab kuasa dewa. Ia mau nenghilangkan Joon Woo tapi dicegah sama ahjussi.

Ahjussi ingin dewa berhenti dan memberikan waktu pada mereka. Dewa nggak ngerti kenapa ahjussi terus seperti itu. Ia akan pergi. Tapi ia meyakinkan kalo ahjussi nggak akan bisa menghentikannya untuk menyingkirkan mereka.

Dewa lalu pergi bersama malaikat maut wanita yang ia selamatkan.


Dalam mimpi Joon Woo ia melihat Sun Ah menaiki komedi putar dan teringat semua kenangannya belakangan. Waktunya yang berlalu, kehangatannya dan auranya menjadi harumnya sendiri.

Dia datang lagi padanya dan alasannya hanya mengawasi Sun Ah disana. Waktunya selalu menuju pada Sun Ah.

Joon Woo membuka matanya. Samar-samar ia melihat wajah Sun Ah. Kian lama kian jelas. Joon Woo bangkit. Ahjussi menanyakan kalo ingatan Joon Woo sudah kembali. Joon Woo menatap Sun Ah lalu memeluknya.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis When Time Stops episode 11 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email