Thursday, May 2, 2019

Sinopsis When Time Stops Episode 2 Part 1


All content from KBS World


Sun Ah tersadar dan panik lihat ada darah di tangan dan kakinya. Tapi lebih panik lagi pas lihat makanan yang akan dia antar jatuh berserakan. 

Dia memungutinya dan memasukkannya ke dalam wadah. Mendadak dia merasa sedih dan menangis sambil manggil ayah. Tiba-tiba sebuah truk mengarah ke Sun ah. Sun Ah mengangkat tangannya. Matanya silau kena sorotan lampu truk itu.


Joon Woo menjentikkan jarinya dan seketika waktu berhenti. Ia melihat Sun Ah dan menghampirinya. Ia meletakkan payungnya dan menatap Sun Ah. Joon Woo mau menyentuh Sun Ah tapi tahu-tahu Sun Ah bergerak dan menatapnya. 

Joon Woo kaget sampai matanya melotot. Sun Ah bertanya gimana Joon Woo bisa melakukannya? Joon Woo makin syok. Dia sampai melompat mundur.



Joon Woo bangkit. Sun Ah ikutan bangkit. Dia mau mendekati Joon Woo tapi itu malah membuat Joon Woo takut. Sun Ah melihat tetesan air yang mengambang di udara dan menyentuhnya.


Joon Woo menjentikkan jarinya dan seketika semua kembali berjalan. Air hujan kembali turun dan truk itu kembali melaju. Mereka berdua kebasahan kena air hujan. Sun Ah maju dan Joon Woo mundur. 

Dia menjentikkan jarinya lagi. Waktu kembali berhenti. Sun Ah melihat sekitar. Apa Joon Woo seorang penyihir? Joon Woo nggak menjawabnya dan hanya menatap Sun Ah.


Sun Ah sudah di rumahnya. Hujan madih turun tapi nggak sederas tadi. Ia menengadahkan tangannya dan merasakan tetes air hujan. Ia ingat saat menyentuh tetes air hujan tadi.


Joon Woo sendiri ada di kamarnya dan juga nggak bisa lupa kejadian tadi. Nggak habis pikir gimana bisa Sun Ah nggak membeku seperti yang lain.


Hari sudah pagi. Sun Ah baru saja pulang dari luar. Dia melihat pintu rumah Joon Woo. Dia masih penasaran gimana bisa Joon Woo melakukannya?


Mie Sun Ah sudah mengembang. Dia mengaduknya sambil melihat beberapa surat yang kebanyakan adalah tagihan. Sun Ah sudah menduga kalo dia bakalan kekurangan bulan ini.


Dengan langkah berjingkat Sun Ah melewati rumah Soo Kwang. Sayang dia ketahuan. Tiba-tiba Soo Kwang membuka pintu dan menuduh Sun Ah hendak menunda pembayaran bunga. 

Sun Ah menghindarinya? Sun Ah mengira kalo Soo Kwang selalu bangun awal. Dia sangat rajin. Soo Kwang menanyakan bunganya. Sun Ah meminta maaf. Dia janji akan segera menjawabnya.


Sun Ah menulis sesuatu. Minta In Seop buat mengirinya biaya perawatan pas dia bilang baik-baik. Kalo enggak maka In Seop akan mati. In Seop kebetulan keluar dan menyapa Sun ah. Sun Ah menyapanya balik. In Seop lalu pergi. 

Sun Ah baru nyadar kalo ada yang mau dia sampaikan ke In Seop. Dia pun mengejar In Seop. In Seop larinya kenceng banget dan Sun Ah nggak bisa mengejarnya. Dia jadi kesal. Kali ini dia akan melepaskannya dan dia  janji akan menaikkan biaya sewanya.


Joon Woo keluar dari rumahnya. Sun Ah menyapanya demgan ramah tapi sama sekali nggak digubris sama Joon Woo. Hal itu malah membuat Sun Ah jadi benar-benar penasaran.


Joon Woo datang ke tempat kakek yang sebelumnya. Dia mengaduk sesuatu (sepertinya lem) Kakek menghampirinya dan menyuruhnya buat mindahin tempat kerjanya. Joon Woo bilang akan melakukannya tanpa disuruh. 

Kakek merasa senang. Tapi menurutnya Joon Woo nggak perlu segitunya. Apa Joon Woo mau putus hubungan sama dia? Joon Woo hanya senyum dan nyuruh kakek buat kembali kerja.


Kakek membuka sebuah kotak. Joon Woo mengambil benda di dalamnya. Sebuah gulungan kertas. Kakek berkata kalo itu lebih rusak dari wallpaper. Bilang apa tadi? 

Kakek meremehkan. Apa Joon Woo nggak percaya diri? Kakek nggak bilang apa-apa dan beranjak. Joon Woo menempelkan sesuatu ke kertas itu. Kakek melihatnya dari belakang dan tersenyum.


Joon Woo sudah selesai melakukannya. Dia nampak kelelahan. Kakek menuangkan secangkir teh buat joon Woo. Dia menanyakan tempat baru Joon Woo. Joon Woo memberitahu kalo dia merasa nggak nyaman. Kakek bertanya apa gara-gara tuan tanahnya?


Joon Woo jadi keinget pas dia menghentikan waktu tapi Sun Ah sama sekali nggak ikut berhenti.


Joon Woo merasa nggak bisa bilang kalo tuan tanahnya membuat masalah. Kakek menyindir kalo Joon Woo harus bisa merasa sulit juga biar bisa tahu segimana baiknya kakek jadi tuan tanah. 

Joon Woo sih cuman senyum aja. Kakek lalu ngasih tahu kalo dia menemukan patung Budha dari era Baekje yang Joon Woo sebutin sebelumnya. Kakek menunjukkan sesuati pada Joon Woo. Dia mengatakan kalo yang pingin patung itu bukan Joon Woo aja. Joon Woo melihat foto yang diberi kakek.


Seorang pria memegang patung Budha itu dan membersihkannya. Seorang pria lain duduk nggak jauh darinya sambil megang raket nyamuk. Pria yang pertama protes kenapa cuman dia yang melakukan itu? 

Pria yang kedua menyuruhnya untuk cepetan keburu yang lain datang. Dia lalu memasukkannya ke dalam koper. Terdengar suara klakson. Mereka lalu keluar.



Seorang pria sedang memeriksa patung itu. Pria bertopi menegurnya. Mereka kan sudah sering bertransaksi. Joon Woo diam-diam mengintip.


Sun Ah tengah tertidur sambil duduk. Temannya yang juga bosnya membangunkannya. Sun Ah seketika bangun dan bilang selamat datang. Lah nggak ada orang. Sun Ah melihat temannya lalu kembali duduk. Dia minta maaf. 

Teman Sun Ah mengatakan kalo Sun Ah mesti tidur nggak peduli seberapa uang yang dia butuhkan. Dia menyuruh Sun Ah untuk pulang. Nggak ada pelanggan juga. Sun Ah menanyakan gajinya di jam dia nggak kerja. Teman Sun Ah janji akan membayarnya dan nyuruh Sun Ah untuk pulang. Sun Ah tersenyum lalu bangkit.


Joon Woo melihat kalo mereka sudah bertransaksi. Ia lalu menjentikkan jarinya.


Sun Ah berjalan pulang setelah mengambil tasnya. Dia janji ke bosnya kalo dia bakal datang pagi banget besok. Lah, ternyata bos Sun Ah membeku. Sun Ah melihat jam tangannya yang juga nggak gerak.


Joon Woo datang ke kantor polisi. Di depan ada banyak orang yang juga membeku. Joon Woo melewati mereka lalu masuk. Dia bertanya-tanya kapan dia bisa mindahin semuanya?


Lah, Joon Woo mindahin beberapa polisi ke tempat transaksi. Setelah semua polisi berada di tempatnya, dia sembunyi lalu menjentikkan jarinya. 

Para polisi bingung lalu menodongkan senjatanya ke arah penjahat dan menyuruh mereka buat angkat tangan. Para penjahat bingung. Gimana para polisi itu sampai di sana?


Sun Ah tidur sambil nungguin bosnya. Bos Sun Ah bergerak lagi. Dia heran melihat Sun Ah. Bukannya pulang. Dia mengetuk meja dan membangunkan Sun Ah untuk pulang. 

Sun Ah melihat jam tangannya yang sudah gerak lagi. Sun Ah lalu pamit. Bosnya berpesan agar Sun Ah jangan melakukan kerja sampingan hanya karena dia memulangkannya lebih awal.


Sun Ah pulang sambil nuntun sepeda motornya. Apa gunanya dia pulang lebih awal kalo ngalamin kesulitan dimanapun dia pergi? Sun Ah kesal. Kenapa semua nggak berjalan baik? Apa dia mesti melakukan upacara pengusiran setan? 

Tiba-tiba In Seop datang dan bilang kalo situasinya akan beda kalo Sun Ah mencobanya. In Seop maju dan menyalakan motor Sun Ah tapi nggak mau nyala. Dia memeriksanya dan langsung tahu kalo Sun Ah jatuh lagi.


Sun Ah membenarkan. Pas dia mengantar makanan. Dia menunjukkan siku tangannya dan bilang kalo cuman terluka sedikit. In Seop hanya menghela nafas lalu mendorong motor Sun Ah. Sun Ah menyusulnya dan mereka berjalan bersama. 

Sun Ah menanyakan apa ada sulap yang bisa menghentikan waktu? Sulap yang bahkan bisa menghentikan tetesan air hujan? In Seop bilang kalo itu gampang. Sun Ah terkejut. Dia mengira kalo In Seop juga bisa melakukannya.


In Seop memarkir motor Sun Ah lalu memantrainya. Sun Ah terkejut sampai nggak gerak. In Seop tiba-tiba menepuk jidadnya dan bilang kalo nggak ada sulap yang kayak gitu. 

Sun Ah lalu melihat Joon Woo baru pulang. Dia menyuruh In Seop untuk memarkir motornya lalu menyusul Joon Woo. In Seop sampai heran. Sun Ah kenapa, sih?


Sun Ah menarik Joon Woo dan bilang kalo Joon Woo menghentikan waktu lagi hari ini. Sun Ah sebenarnya ingin mengabaikannya tapi dia nggak bisa. Sebenarnya itu apa? 

Yang dia dengar nggak ada sulap yang bisa menghentikan waktu jadi itu pasti bukan sulap. Sun Ah merasa itu luar biasa. Joon Woo seperti tokoh dalam film. Itu seperti rekayasa yang sangat nyata.



Joon Woo mengingatkan kalo kemarin dia sudah menyelamatkan nyawa Sun Ah. Harusnya dia bilang terima kasih. Sun ah merasa kalo itu benar. Dia lalu bilang terima kasih ke Joon Woo. 

Joon Woo mengingatkan kalo di tenpat lain Sun Ah jangan bersikap seolah dia tahu kalo Joon Woo punya kemampuan seperti itu. Dan lagi kenapa Sun Ah terus masuk ke rumah orang lain? Sun Sh baru sadar kalo dia barusan nyelonong. Dia minta maaf lalu pergi.


Joon Woo duduk dan teringat kembali pada kejadian malam itu. Sun ah menatapnya seolah nggak percaya. Apa Joon Woo seorang pesulap? Dia juga penasaran. Sebenarnya Sun Ah itu apa?


Sun  Ah nggak bisa tidur. Dia ingat kalo Joon Woo menyuruhnya buat bilang terima kasih karena dia sudah menyelamatkan nyawa Sun Ah. Sun Ah membenarkan dan berterima kasih. 

Joon Woo juga melarang Sun Ah bersikap seolah tahu kalo dia bisa menghentikan waktu. Sun Ah bangkit. Dia nggak habis pikir. Joon Woo itu sungguh dingin dan  nggak punya perasaan. B*rengsek!


Dia lalu melihat poster lomba nulis novel fantasi di dinding kamarnya. Hadiahnya 50 juta won. Dia jadi punya ide. Fantasi.



Seorang pria duduk sambil menghadap kertas. Ia mengangkat tangannya di atas kertas itu dan seketika kertas itu berubah jadi uang. Myung Woon tiba-tiba datang dan memegangi kepala pria itu. Tangannya lalu menyala dan pria itu berubah menjadi asap merah kehitaman lalu hilang. Myung Woon melihat uang-uang itu yang nggak lebih dari secarik kertas lalu pergi.


Asap hitam kembali masuk ke dalam botol. Dewa menutupnya. Dia mengulangi kalimat Myung Woon tadi dan merasa kalo itu adalah kalimat yang bagus. Dia mencoba mengatakannya tapi nggak bisa semenarik Myung Woon.


Seorang pria keluar dari toilet. Dia langsung lari saat melihat polisi. Polisi melihatnya menaiki tangga dan mengejarnya. Sampai di atas mereka nggak menemukan pria tadi dan menanyakannya pada seorang wanita yang mereka lihat. Wanita itu mengaku nggak tahu lalu pergi.



Wanita itu berjalan menuruni tangga sambil nelpon dan tahu-tahu dia berubah jadi pria yang tadi dikejar sama polisi. Dia janjian dengan seseorang dan janji akan membawa barangnya. Di lengannya ada tanda angka 8.


Sun Ah menulis sesuatu di bukunya. Bos Sun Ah menghampirinya dan melihat apa yang sun Ah tulis. Dikiranya Sun Ah sudah sembuh tapi malah kumat lagi. Sun Ah memberitahu kalo ceritanya kali ini benar-benar hebat. Bos Sun Ah mengiyakan. Dia menyuruh Sun Ah untuk cerita. 

Toh nggak ada pelanggan juga. Buruan, gih! Sun Ah nggak jadi menceritakannya karena ingat larangan Joon Woo. Bos Sun Ah mendesaknya buat cerita. Sun Ah mengaku belum menyelesaikan alurnya dan menyuruh bosnya untuk baca sendiri kalo dia sudah menerbitkannya. Bos Sun Ah kesal. Dia melipat tangannya sambil menatap Sun Ah.

Suka pas lihat Sun Ah menyentuh tetes air yang mengambang. Baik Sun Ah ataupun Joon Woo keduanya sama-sama penasaran satu sama lain. Yang Sun Ah penasaran kenapa Joon Woo bisa menghentikan waktu dan  Joon Woo penasaran kenapa Sun Ah nggak membeku seperti yang lain. Kalo aku justru penasaran pada kakek yang selalu Joon Woo temuin.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis When Time Stops Episode 2 Part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email