Friday, May 3, 2019

Sinopsis When Time Stops episode 2 part 2


All content from KBS World



Asisten Dewa memberikan minuman istimewa pada dua malaikat maut yunior. Dua orang itu meminumnya lalu tangan mereka bersinar. 

Dewa menanyakan pendapat Myung Woon tentang dua orang yang ia beri kesempatan itu. Kini Myung Woon nggak perlu kerja sendiri. 

Dewa meminta Myung Woon untuk mengawasi mereka berdua. Seperti mentor. Myung Woon nggak bilang apa-apa. Dewa meeasa kalo idenya sangat kreatif. Myung Woon bilang kalo dia tahu. Dewa kesal karena Myung Woon cuman bilang itu aja.


Myung Woon melihat dua orang itu. Agen pria bertanya-tanya sebenarnya orang itu pria apa wanita? Agen wanita merasa kalo itu gadis muda yang sedang menipu atau menggali emas dengan kecantikannya. 

Asisten dewa memberitahu kalo usia dan jenis kelaminnya nggak diketahui. Yang pasti ada tanda 8 di pergelangan tangannya. Dengan itu mereka bisa mengenali orang yang berkemampuan. Asisten Dewa memperlihatkannya lagi melalui tabletnya.



Pria yang ditargetkan sedang nelpon. Ia meminta orang di seberang untuk mengiriminya nomor rekening. Dua malaikat maut yunior melihatnya dan mendekat. 

Pria itu menyadari dan langsung melarikan diri. Malaikat maut pria mengejarnya dan malaikat maut wanita mengambil jalan lain untuk menangkapnya. Myung Woon sendiri hanya mengawasi mereka.


Malaikat maut pria terus mengejarnya tapi kehilangan jejak. Tanpa dia sadari targetnya telah berubah menjadi seorang wanita dan melewatinya dengan santai. 

Seorang ahjumma melewatinya dan sedetik kemudian dia pun berubah menjadi ahjumma itu.



Malaikat maut wanita merasa menemukannya. Ia menarik Ahjumma yang sedang menata gerobak dan mengarahkan tangannya pada kepala ahjumma itu. 

Myung Woon tahu-tahu muncul dan menghempaskan tangannya. Ia memperlihatkan tangan ahjumma dengan kesal. Nggak ada angka 8 di sana. Ahjimma itu ketakutan lalu pergi.


Dewa memarahi dua malaikat maut itu karena nggak bisa membedakan antara orang berkemampuan dengan orang biasa. Padahal ia sudah sering menekankan pada saat pelatihan. Hampir aja mereka membunuh orang yang nggak bersalah. 

Malaikat maut wanita mengakui kalo itu salahnya. Dewa marah. Dia mengancam akan mengirim mereka ke neraka kalo sampai mereka melakukan itu sekali lagi. Ngerti??!!


Myung Woon mengatakan kalo memang benar mereka nggak melakukannya dengan baik. Tapi itu salah bos yang memberi mereka tugas untuk menyingkirkan orang berkemampuan tinggi. 

Dewa seolah tersindir. Myung Woon menanyakan pendapat asisten dewa. Asisten dewa hanya tersenyum. 

Myung Woon menyuruh dewa untuk memberikan tugas yang lain pada mereka. Orang yang berkemampuan itu lebih bahaya dari yang dewa kira.


Myung Woon bangkit dan mau pergi. Dewa menyuruhnya untuk menangani orang itu. Myung Woon mengiyakan. Dia akan menerima perintah itu. Myung Woon lalu pamit.


Seorang pria masuk ke ruangan yang gelap. Dia memakai senter untuk penerangan. Dia nampak  mencari sesuatu. Setelah lama mencari akhirnya dia menemukan apa yang dia cari. Sebuah patung Budha.



Seorang pria memarahi dua penjahat yang sebelumnya melakukan transaksi menjual patung Budha. Selama ini dia hanya mengawasi mereka tanpa menuduh dan menangkap mereka. Sekarang giliran mereka menepati janji. 

Dia memberikan sebuah ponsel pada mereka. Penjahat yang pakai topi mengatakan akan menjual patung Budha dan membagi keuntungan padanya dan polisi. 

Pria itu marah karena hanya dibagi separuh. Dia mengajak mereka untuk balik lagi ke kantor polisi. Mereka nggak mau. Mereka menawarkan keuntungan 6:4. Polisi nggak mau. 7:3. Polisi itu masih nggak mau. Dia mengambil patung itu lalu pergi.


Dua penjahat itu kesal. Penjahat yang pertama bertanya pada temannya yang pakai topi. Apa nggak papa berurusan dengan polisi? 

Pria yang pakai topi mengaku nggak tahu. Dia nyuruh temannya untuk menempatkannya sebagai penjualan mendesak. Temannya mengiyakan dan menulis sesuatu di ponselnya.


Pesan itu sampai ke beberapa orang. Tak terkecuali kakek yang dekat dengan Joon Woo.


Joon Woo datang menemui kakek. Kakek menunjukkan pesan rahasia itu pada Joon Woo. Kakek curiga kalo polisi juga akan terlibat dan mengantongi sejumlah uang. 

Kakek mengingatkan kalo pegawai negeri adalah yang paling buruk. Joon Woo bangkit. Kakek bertanya Joon Woo mau ngapain? 

Joon Woo memberitahu kalo dia akan melakukan yang bisa dilakukannya. Kakek menanyakan apa Joon Woo akan mencurinya lagi? Joon Woo nggak bilang apa-apa dan langsung pergi gitu aja.


Sun Ah menulis sesuatu di laptopnya. Menurutnya kalo dia menulis tanpa bilang ke Jon Woo, maka reaksinya pasti akan luar biasa. Sun Ah nggak peduli apapun reaksinya Joon Woo. Dia kan nggak berada dalam situasi mengkhawatirkan situasi orang lain. 

Sun Ah meyakinkan diri untuk melakukannya. Ia lalu menghayal apa yang akan dia lakukan kalo dia bisa menghentikan waktu. 

Mulai dari memukuli Soo Kwang sampai mengambil uang para pelanggan di tempatnya bekeja. Dia lalu menulis kalo pekerjaan karakter utama adalah pencuri.


Sebuah pesan Soo Kwang masuk ke ponsel Sun Ah. Karena Sun Ah terus menunda pembayaran bunga melewati hari yang dijanjikan maka gedung itu akan menjadi milik Soo Kwang kalo Sun Ah nggak segera membayarnya. Bukankah Sun Ah akan beristirahat di hari liburnya besok? Sun Ah jadi nggak bersemangat lagi gara-gara pesan itu.


Sun Ah makan es krim di luar. Memang inilah kenyataannya. Joon Woo keluar dari rumahnya. Sun ah yang melihatnya yakin 100% kalo Joon Woo adalah pencuri. Apa Sun ah harus melaporkannya?


In Seop pulang dengan membawa motor Sun Ah yang sudah selesai dia perbaiki. Dia akan memotongnya dari biaya sewa. Sun Ah nggak menggubris. Dia memberikan es krimnya pada In Seop lalu pergi dengan motornya. In Seop aja sampai nggak habis pikir.


Dua penjahat sedang di dalam mobil. Mereka nungguin polisi yang nggak kunjung datang. Karena kelamaan nunggu malah membuat mereka jadi bertengkar dan saling menyalahkan. 

Nggak lama kemudian polisi itu datang dan langsung masuk ke mobil. Polisi itu mengingatkan kalo mereka semua akan mati kalo sampai membuat kesalahan. Dia aja sampai mempertaruhkan nyawanya. 

Polisi itu menodongkan pistolnya ke arah dua penjahat itu dan meminta mereka untuk mempertaruhkan nyawa mereka juga.


Tanpa mereka sadari, Joon Woo mengawasi dari atas.


Sun Ah mengikuti Joon Woo tapi malah kehilangan jejak.


Orang-orang yang akan melakukan transaksi datang. Dua penjahat dan polisi itu keluar dari mobil dan menemui mereka. Dua penjahat itu menunjukkan patung Budha itu pada mereka. Orang yang akan membelinya memakai sarung tangan dan memeriksa patung itu. 

Penjahat yang pakai topi meyakinkan kalo itu asli. Orang yang mau membeli memakai kacamata dan memberitahu kalo tetap harus memeriksanya. Dan setelah di periksa ternyata memang benar kalo itu adalah asli. 

Mereka lalu mengambil uang mereka dan siap melakukan transaksi mereka. Pria yang bertopi juga memeriksa uang itu dan memastikan kalo itu asli. Dia lalu mengangguk pada polisi.


Tahu-tahu Sun Ah lewat dengan motornya. Mereka menghampiri Sun ah. Sun Ah takut dan menyuruh mereka untuk melanjutkan apa yang sedang mereka lakukan. Dia bermaksud pergi tapi pria yang memakai topi menghadangnya. Sun Ah makin takut.



Orang yang mau membeli patung Budha itu pergi. Transaksi gagal gara-gara Sun Ah. Dua penjahat itu kesal tapi polisi itu lebih marah. Dia sudah nggak peduli biarpun dia polisi tapi Sun Ah mesti tanggung jawab. Dia lalu menodongkan pistolnya ke arah Sun Ah. 

Sun Ah takut setengah mati. Dua penjahat itu bermaksud melarikan diri tapi polisi itu menyuruh mereka untuk menjaga Sun Ah. Sun Ah lalu disuruh berlutut. Sun Ah menurut. Dia menatap polisi itu dan meminta untuk diselamatkan. Polisi itu nggak bergeming dan menarik pelatuknya.


Sun Ah memejamkan matanya dan tiba-tiba waktu berhenti. Joon Woo melangkah menghampiri mereka. Sun Ah membuka matanya. 

Peluru itu berhenti tepat di depan matanya. Joon Woo mengambil patung Budha itu dan mendekati Sun Ah. Dia menyingkirkan peluru itu lalu mengulurkan tangannya ke Sun Ah. Sun Ah memberikan tangannya lalu bangkit.



Mereka pulang bareng. Joon Woo pamit mau masuk duluan. Sun Ah menegur Joon Woo yang kelewat kejam. Dia hampir aja mati ketembak tapi yang Joon Woo pedulikan hanya patung aneh itu. 

Joon Woo berbalik dan menatap Sun Ah. Memangnya dia nyuruh Sun Ah untuk mengikutinya? Dan dia juga... . 

Sun ah memotong. Kalo aja Joon Woo telat sebentar aja dia sudah mati tertembak! Joon Woo balik membentak Sun ah dan melarangnya untuk bertanggung jawab dan masuk ke dalam waktunya. Sun Ah nggak bisa bilang apa-apa lagi.


Polisi itu melamun di kantor. Maknaenya bertanya apa dia lembur? Polisi itu mengiyakan. Dua rekannya lalu pergi. Polisi itu masih ngdak ngerti apa yang terjadi. Dalam laporannya dia, Cheong Gil Ryeong, menulis kalo peluru hilang.


Dua rekan Gil Ryeong balik lagi dengan wajah tegang. Mereka memperlihatkan berita tentang video yang diambil jam 11 malam tadi di penyimpanan kontainer dekat Gyeonggi-do. Gil Ryeong langsung bangkit lebih-lebih ada dia di sana.



Joon Woo memperlihatkan patung Budha yang dia dapatkan pada kakek. Kakek merasa kalo mereka nggak akan bisa menunjukkan patung itu dalam waktu yang lama. 

Joon Woo mengatakan kalo belum waktunya untuk menunjukkannya. Kakek mengembalikan patung itu kedalam koper. Dia menatap Joon Woo yang terus melamun dan bertanya apa Joon Woo nggak pulang? 

Joon Woo menatap kakek. Kakek merasa kalo Joon Woo baru aja pindah ke sana tapi sudah seperti itu. Joon Woo berniat untuk pindah lagi ke tempat kakek tapi kakek nggak sudi. Kakek bertanya nggak ada yang tetkadi kan hari ini? Joon Woo nggak menjawabnya dengan jelas.

Flashback...


Joon Woo merekam polisi dan dua penjahat itu saat menyuruh Sun Ah berlutut. Dan dia menjentikkan jarinya saat peluru itu ditembakkan.

Flashback end...



Sun Ah pulang kerja dan melihat Joon Woo menunggunya di depan. Sun Ah malas dan melewatinya begitu saja. 

Joon Woo memanggilnya. Dia bangkit dan menghampiri Sun Ah. Ia meminta Sun Ah untuk bicara sebentar dengannya. Joon Woo lalu masuk dan Sun Ah terpaksa mengikutinya.


Sun Ah heran kenapa kamarnya Joon Woo gelap? Joon Woo menyalakan lilin dengan korek api. Dia lalu memperlihatkan sebuah keramik retak ke Sun Ah. 

Ia memberitahu Sun Ah kalo itu adalah pekerjaannya. Sun Ah mengira kalo pekerjaan Joon Woo adalah mencuri barang antik dan menempelkan pecahan keramik. 

Joon Woo menggeleng. Dia menempelkan pecahan keramik sambil memberitahu kalo barang-barang kuno menyimpan kenangan pemiliknya. 

Joon Woo melakukannya dengan sangat hati-hati. Dia menjelaskan ke Sun Ah kalo dia mengembalikan barang itu ke bentuk aslinya maka potongan kenangan yang hilang akan kembali menyatu di permukaan barang antik itu. 

Joon Woo menatap keramik itu dan meyakini kalo pasti ada kenangan yang ingin disimpan selamanya.



Sun Ah mengaku bisa memahaminya. Dia minta maaf karena sudah ceroboh. Joon Woo bersedia menerima permintaan maaf Sun Ah. 

Dia nggak tahu gimana Sun Ah bisa masuk ke dalam waktunya dan mungkin juga Sun Ah akan tinggal lagi di waktunya. Joon Woo ingin membuat kesepakatan dengan Sun Ah. Aturan saat waktu berhenti. 

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis When Time Stops episode 2 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email