Sunday, May 19, 2019

Sinopsis When Time Stops episode 4 part 1


All content from KBS World



Joon Woo datang ke atap malam-malam. Sun Ah nggak ngerti kenapa Joon Woo menemuinya malam-malam? Joon Wo mengaku memikirkan hutangnya Sun Ah.


Pagi harinya Sun Ah membayar semua hutangnya pada Soo Kwang. Semua uang itu ia masukkan kedal dua buah tas. Hutang ayahnya 70 juta wom beserta bunga 45% per tahun selama 7 tahun. Totalnya mencapai 1 miliar 475 juta won. Ditambah bunga yang terlambat beberapa hari ini, 1 miliar 500juta won.

Soo Kwang sampai nggak bisa berkata-kata. Dia menghitung semuanya 1 miliar 380 juta won. Soo Kwang mengiyakan kalo Sun Ah sudah melunasi hutangnya. Selamat. Dia bertanya dari mana Sun Ah mendapatkan semua uang itu? Sun Ah mengaku habis menang lotere. Ayahnya pasti sudah menolongnya dari surga.


Sun Ah lalu mengulurkan tangannya. Soo Kwang mengira kalo Sun Ah mau ngajak salaman tahunya malah minta surat perjanjiannya. Soo Kwang pun memberikannya.

Sun Ah merobeknya lalu melemparkannya ke udara. Sun Ah merasa kalo mereka nggak perlu ketemu lagi. Sun Ah memberi waktu 3 jam untuk keluar dari gedungnya.


Sun Ah suaranya keras banget. Sapai kedengeran dari luar. In Seob aja sampai kaget.


Soo Kwang menaruh uangnya dalam brangkas. Soo Kwang lalu ingat saat ia berada di atas atap bersama anak buahnya.

Ia lalu kembali memnbuka brangkasnya. Lah, ternyata uangnya sudah nggak ada. Dan wajah Soo Kwang juga jadi penuh coretan.


Sun Ah dan Joon Woo keluar dari bank. Sun Ah penasaran apa membweinya bagian akan membuat perubahan?

Joon Woo memberitahu kalo membayar semua hutang Sun Ah sudah cukup. Sun Ah merasa kalo nggak ada akhir untuk keserakahan seorang manusia.


Nggak lama kemudian nenek Hui Joon masuk ke bank. Ia termenung melihat uang di rekeningnya.

Sebuah pesan lalu masuk ke ponselnya meminta wanita itu untuk segera mengirimkan uang.


Nenek Hui Joon pulang. Di belakangnya ada Myung Woon dan juniornya yang mengikuti  diam-diam.


Sun Ah berdiri di depan gedungnya. Ia tersenyum lalu nangis. Terharu, lega. In Seob yang baru pulang menghampirinya. Sun Ah buru-buru menghapus air matanya. In Seob bertanya ada apa?

Ia mengira kalo Sun Ah sudah kehilangan gedungnya. Sun Ah bilang enggak. Dia mengaku sangat senang dan berencana mentraktir In Seob.


Sun Ah cerita kalo dia sudah membayar semua hutangnya. In Seob menanyakan dari mana uangnya?

Sun Ah memberitahu kalo dia menang lotere. Dia menarik In Seob untuk makan. Dia yang traktir.


Sampai di tempat makan pun In Seob masih penasaran dati mana uang itu? Sun Ah tetap bikang kalo dia menang lotere. Sun Ah ngajak In Seob untuk minum guna merayakannya.

In Seob manggik Soo Gyeong untuk pesan yang lain. Sun Ah melarang. Dia nyuruh In Seob untuk bayar sendiri kalo mau makan. Dia maunya traktir minum aja.

In Seob tetap minta traktir (dalam bahasa Korea kedengarannya seperti sosis) atau paling enggak seekor ayam utuh. Sun Ah memasukkan sosis ke mulut In Seob. Itu sosisnya.


Soo Gyeong datang dan membawa sepiring ayam goreng gratis. Sun Ah senang. Dia cinta bosnya. Soo Gyeong menyampaikan kalo orang-orang mengira In Seob pacaran sama Sun ah karena tiap hari terus bersama. In Seob menyangkal.

Soo Gyeong mengingatkan kalo dulu In Seob kan naksir sama Sun Ah. In Seob nggak terima. Kapan dia gitu? Sun Ah juga ingat kalo dulu In Seob suka padanya. In Seob bilang itu kan dulu. Soo Gyeong dan Sun Ah mendadak jadi girang sendiri.

Flashback...


Di dalam kelas In Seob diam-diam memperhatikan Sun Ah sambil senyum. Sun Ah yang duduk di sebelah Soo Gyeong menatap keluar jendela.

Lah, ternyata Sun Ah ketiduran. Soo Gyeong menahan kepala Sun ah dengan tangannya.



In Seob bangkit dan membangunkan Sun ah. Dia minta Sun Ah untuk keluar. Sun Ah nggak ngerti tapi akhirnya dia menyusul In Seob. Dikiranya in Seob ngajak beli makanan.



In Seob memberikan surat dan susu pada Sun Ah. Sun Ah malah nggak ngeh kalo surat dan susu itu buat dia.

Sun Ah buru-buru pergi padahal In Seob belum bilang apa-apa.


Sun Ah membaca surat itu di kelas dan menjadikannya sebagai bahan candaan. In Seob buru-buru merebutnya sebelum Sun Ah selesai. Dia marah dan menyuruh Sun Ah untuk pergi. Sun Ah sendiri nggak nyangka kalo In Seob bakal segitu marah.


Pulang sekolah Sun Ah meminta maaf pada In Seob dan bilang kalo dia hanya bercanda. In Seob hanya meremas suraynya dan nggak bilang apa-apa.


In Seob datang ke rumah duka di hari meninggalnya ayah Sun ah. Dia melihat paman Sun Ah bersama Soo Kwang dan anak buahnya.

In Seob khawatir dan menghampiri Sun Ah. Dia meminta maaf karena datang terlambat. Sun Ah nggak bilang apa-apa. Dia hanya menangis sampaI terduduk.


Sun Ah berhenti sekolah. Sun ah pikir berhenti adalah hal yang benar kalo dia ingin melindungi gedungnya.

Sun Ah berpesan agar In Seob jangan sampai telat bayar sewanya, karena hanya dengan cara itu In Seob bisa menolongnya. Ia lalu pamit. Dia pergi dengan berpura-pura tegar.

Flashback end...


Sun Ah pulang bersama In Seob. Ia yakin karena itulah In Seob nggak meninggalkan gedungnya selama bertahun-tahun.

Sun Ah yang mabuk merangkul In Seob. Apa mereka harus pacaran yang serius kali ini? In Seob menyingkirkan tangan Sun Ah. Dia nggak mau.


Joon Woo datang dari arah yang berbeda sambil membawa sesuatu. Sun Ah menghpirinya dan menanyakan apa yang Joon Woo bawa?

Joon Woo memberitahu kalo itu barang-barang yang ia perlukan. Sun Ah menyusul Joon Woo dan bilang kalo dia punya pertanyaan.


Sun Ah menanyai Joon Woo dan mencatatnya. Joon Woo bisa memperbaiki lukisan yang rusak? Ya. Joon Woo juga bisa memperbaiki tembikar dan lukisan?

Joon Woo malas. Dia bertanya sampai kapan Sun Ah akan mengikutinya? Sun Ah menyadari kalo dia sudah mengganggu Joon Woo. Dia meminta maaf lalu pergi.


Sun Ah menulis apa yang ia dapat dari Joon Woo. Tapi lebih baik kalo Joon Woo bisa ngomong manis semanis penampilannya. Tapi karakter laki-laki yang terlalu baik juga nggak menarik.


Joon Woo habis mandi llalu ngambil minum di kulkas. Tiba-tiba dia ingat Sun Ah yang tanya-tanya tentang dia tadi. Nggak tahu kenapa hal itu malah membuat Joon Woo tertawa. Beberapa detik kemudian Joon Woo menyadari. Dia kenapa, sih?


Wanita yang tempo hari bersama pria kaya lain. Pria itu membawa wanita itu ke apartemen miliknya. Saat mereka naik lift, tiba-tiba pria yang kehilangan uangnya tempo hari menahan pintu lift.

Wanita itu panik dan melarikan diri. Dia masuk ke sebuah pintu. Tanpa ia sadari, malaikat pencabut nyawa sedang memperhatikannya.


Wanita itu nggak menemukan pintu lagi untuk melarikan diri. Ia berpapasan dengan seorang siswi dan merubah diri menjadi siswi itu. Pria yang mencarinya sampai nggak menyadarinya.


Malaikat pencabut nyawa menangkap wanita penipu itu. Ia melihat pergelangan tangannya tapi nggak ada tanda angka 8 di sana jadi ia melepaskannya.


Malaikat pencabut nyawa itu melapor ke Myung Woon. Ia merasa kalo ada orang berkemampuan yang lain. Myung Woon nggak bilang apa-apa dan langsung pergi begitu saja.


Hui Joon sedang bersama dengan seorang wanita. Dia nenelpon seseorang tapi nggak tersambung. Seorang pelayan datang dan marah-marah. Ia meminta Hui Joon untuk membayar tagihannya selama dua hari ini.

Hui Joon marah. Ia mengiyakan. Dia akan bayar. Hui Joon melihat seseorang melintas di luar dan hendak mengejarnya. Pelayan menghadangnya tapi Hui Joon menghempaskan tangannya.



Nenek Hui Joon sengaja mengabaikan panggilan itu. Ia teringat saat memangku Hui Joon keci yang tengah tertidur.

Polisi mengatakan kalo mulai sekarang itu akan dianggap sebagai kasus orang hilang.


Nenek Hui Joon pulang dan mendapati Hui Joon sudah tidur dengan semangkuk mie instan di sampingnya.


Nenek Hui Joon meminta maaf dan mengakui kalo itu adalah salahnya.


Hui Joon mendapatkan orang yang ia cari. Ia memukulinya habis-habisan. Hui Joon meminta orang itu untuk mengembalikan yang 10 juta won miliknya.

Dua pelayan datang. Satu orang menahan Hui Joon dan satu lagi melihat kondisi orang yang Hui Joon pukuli. Orang itu meninggal.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis When Time Stops episode 4 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email