Sunday, May 19, 2019

Sinopsis When Time Stops episode 5 part 1


All content from KBS World


Sun Ah menarik-narik Soo Kwang dan menyuruhnya pergi karena dia sudah melunasi hutangnya. Kalo Soo Kwang nggak mau pergi maka dia harus membayar sewa. Soo Kwang nggak mau. Menurutnya Sun Ah lah yang harus membayarnya karena semua uang itu hilang saat Sun Ah pergi. 

Soo Kwang nggak mau pergi sampai dia menemukan uangnya. Sun Ah nggak peduli. Dia tetap ingin Soo Kwang pergi. Kalo enggak maka dia akan nelpon polisi. Soo Kwang nggak takut. Lihat siapa yang akan menang. Soo Kwang lalu tiduran di depan gerbang dan nyuruh Sun Ah untuk nelpon polisi


In Seob mau keluar. Sun Ah mau minta bantuannya. In Seob melompat melewati Soo Kwang dan pergi begitu saja.

Soo Kwang menyuruh Sun Ah untuk segera nelpon polisi atau mau membelah perutnya? Soo Kwang membuka bajunya dan nyuruh Sun Ah untuk memotongnya. Sun Ah kesal.


Seorang penyewa keluar dan ngeluh kalo kemarin malam dia nggak bisa tidur. Sun Ah meminta maaf. Soo Kwang kembali menyuruh Sun Ah untuk membelah perutnya. Penyewa itu malah meminta ijin Sun Ah untuk membelah perut Soo Kwang.

Pria itu masuk lagi. Mau ngambil sesuatu buat membelah perut Soo Kwang. Soo Kwang bangun. Dikiranya penyewa tadi takut dan melarikan diri. Beberapa saat kemudian dia datang lagi sambil membawa pisau. Soo Kwang pura-pura nerima telpon llalu pergi.


Sun Ah berterima kasih pada pria itu. Gara-gara dia Soo Kwang takut dan pergi. Ternyata benda yang dibawa pria itu bukanlah pisau tapi penggaris.

Dia merasa nggak masalah lalu balik ke rumahnya. Sun Ah lalu ingat sesuatu.


Pria tadi sedang menata boneka. Sun Ah datang membawakan tagihan air dan terkejut lihat pria itu punya banyak boneka di rumahnya.

Ia meletakkan tagihannya di lantai lalu pergi. Kesukaan seseorang harus dihormati.


Pria tadi sudah berganti pakaian dan melihat penampilannya di cermin dengan memegang sesuatu di tangannya. Sepertinya kitab.


Pria itu duduk di gereja dan membuat pengakuan dosa atas apa yang dia lakukan pagi ini. Dia berdoa agar Tuhan mengampuni dosanya.


Selesai berdoa pria itu lalu mengepel lantai gereja, membersihkan kamar mandi, menyapu halaman, dan menyambut para jemaat yang datang. Ia mencuci selimut. Anak-anak berlari melewatinya. Ada seorang anak yang duduk seorang diri.

Pria itu menghampiri sang anak dan memberi sebuah boneka. Ia menyuruh anak itu untuk main dengan teman-temannya. Anak itu langsung bangkit dan berlari menuju teman-temannya.


Pria itu kembali berdoa. Mensyukuri atas apa yang ia dapat hari ini dan hari yang lain.


Sun Ah sudah selesai mengantar makanan. Ia diberi makanan oleh bosnya. Sun Ah berterima kasih lalu pergi.


Sun Ah pulang dan terkejut lihat Joon woo ada di atap. Ternyata Joon Woo memang sengaja nungguin Sun Ah. Hal itu membuat Sun Ah jadi ke-GR-an dan senyum-senyum sendiri.


Joon Woo memberikan sebuah catatan pada Sun Ah.
Senin: jam 5 sore sekitar satu jam,
Kamis: Jam 8 malam selama 2 jam,
Minggu: jam 5 pagi selama 1 jam.

Joon Woo juga memberikan catatan yang munggu lalu yang ia temukan menggelinding di lantai. Ia memberikannya pada Sun Ah dan berpesan agar Sun Ah lebih berhati-hati. Sun Ah meminta maaf dan janji akan hati-hati.



Joon Woo sudah mau pergi tapi nggak jadi saat melihat kotak makan Sun Ah. Sun Ah menawari untuk makan bekal bersamanya tapi Joon Woo menolak dan pergi.

Sun Ah lalu mengambil buku catatannya dan menulis kalo karakter utama pria tiba-tiba muncul di pagi hari.


Joon Woo berpapasan dengan In Seob yang juga ingin menemui Sun ah. Dia duduk di samping Sun Ah dan mengambil bekalnya. Sun Ah terkejut dan menutup bukunya.

In Seob memakan makanan Sun Ah dan meminta Sun Ah untuk jujur kalo dia menyukai ruang bawah tanah. Sun Ah mengelak. Ayahnya bilang kalo hidupnya akan sulit kalo dia menikahi pria berhati dingin. In Seob membenarkan.


Sun Ah tersenyum dan mengakui kalo Joon Woo memang tampan. Tahu kan kalo kadang dia b*doh??!! In Seob kembali menanyakan kalo Sun ah suka pria itu?

Sun Ah nggak masalah. Nggak papa kan kalo dia suka? Dia tampan. In Seob nampak kesal. Sun Ah menduga kalo In Seob masih menyukainya. In Seob makin kesal dan kehilangan selera makan. Dia lalu pergi.


In Seob memasang ban mobil. Dia teringat tatapan Sun Ah saat melihat Joon Woo.

Mendadak dia jadi kesal. Kenapa dia mesti melihat Sun Ah bersama dengan pria itu?


Soo Kwang baru selesai bicara dengan bawahannya. Ia hendak kembali ke rumah nya tapi nggak jadi saat melihat pria tadi pagi. Bawahan Soo Kwang mengenali pria itu.

Dia adalah Wan Ho dari Gang Sang Cheol Yi. Soo Kwang malah nggak tahu apa-apa. Dia bertanya pada bawahannya. Siapa dia? Wan Ho mengelak dan bilang kalo mereka salah orang. Wan Ho berjalan melewati mereka dan masuk ke rumahnya.


Bawahan Soo Kwang memberitahu Wan Ho adalah nomor satu. Master aksi Sang Cheol Yi Gang. Mesin petarung. Satu pukulan, tiga gigi. Dia tahu kalo Wan Ho yang muncul. Kalo enggak, Gang Sang Cheol Yi nggak akan tersebar ke seluruh negeri.

Wan Hoo menghadapi beberapa orang seorang diri. Dia berhasil menghabisi mereka dengan tangan penuh darah.


Soo Kwang nggak percaya. Buat apa orang berbakat itu ada di sana? Bawahan Soo Kwang memberitahu kalo Wan Ho menghianati Sang Cheol Yi.

Dua tahun lalu semua anghota geng ditangkap tapi ternyata mata-matanya adalah Wan Ho. Sang Cheol Yi sudah lama mencari Wan Ho dan akan menghabisinya. Soo Kwang merasa kalo itu menarik. Kalo dia memainkannya dengan benar maka hasilnya akan bagus.


Wan Ho melihat bayangannya di cermin. Ia lalu menyimpan kitabnya. Soo Kwang datang dan mengajak Wan Ho untuk ngobrol.


Soo Kwang memanggil Wan Ho sebagai juniornya. Kalo dulu ia melanjutkan pekerjaannya tanpa terluka maka sekarang ia akan ada di posisi yang bagus. Wan Ho malas. Dia nyuruh Soo Kwang untuk langsung saja.

Soo Kwang meminta Wan Ho untuk mengurus pemilik gedung menggantikannya. Kalo Wan Ho nggak mau maka ia akan menemui Hyungnim Sang Cheol  Yi dan memberitahu kalo Wan Ho ada di sini.


Wan Ho bangkit dan tahu-tahu mencekik Soo Kwang. Kalo Soo Kwang bersikap seperti penindas sekali lagi maka ia akan benar-benar membelah perut babi Soo Kwang.

Wan Ho melepaskan Soo Kwang lalu pergi. Menjijikkan! Soo Kwang berusaha menahan sakit di lehernya. Dia lalu nelpon seseorang dan bertanya apa dia berhubungan dengan geng Sang Cheol Yi?


Wan Ho pergi ke gereja. Ponselnya bunyi tapi ia sengaja mengabaikannya.


Wan Ho datang ke sebuah makam sambil membawa bunga dan boneka. Ia meletakkan bunga dan boneka yang ia bawa ke makam itu. Ia tersenyum dan bertanya apa kamu baik-baik saja?

Itu adalah makam seorang anak perempuan bernama Lwe Soo Jeong. Lahir 29 Juni 2009 dan meninggal 17 Oktober 2016.


Soo Kwang benar-benar menemui Sang Cheol Yi. Soo Kwang mengaku bertemu dengan Sang Cheol Yi adalsh sebufh kehormatan. Hyungnim. Sang Cheol Yi malas. Dia memberitahu kalo dia bukan kakak bagi saudara manapun yang seorang gangster. Itulah filosofi hidupnya.

Soo Kwang lalu menunjukkan foto Wan Ho pada Sang Cheol Yi. Ia berharap Cheol Yi akan berubah pikiran. Soo Kwang mengatakan kalo ia akan membantu Cheol Yi untuk mendapatkan Wan Ho.


Sun Ah mencuci motornya. Wan Ho pulang dengan jalan kaki dan Sun Ah menyapanya. Wan Ho hanya mengangguk tanpa bilang apa-apa lalu masuk. Sun Ah melihatnya dan merasa penasaran.

Beberapa saat kemudian dua pria berpakaian hitam berjalan melewatinya. Mereka mengikuti Wan Ho. Sun Ah jadi bertanya-tanya apa Wan Ho ada rapat hari ini?


Wan Ho duduk di sofa. Dua pria itu berdiri menghadapnya. Wan Ho bilang ke mereka kalo dia hanya ingin hidup damai. Apa mereka bisa pura-pura nggak melihatnya?

Pria yang satunta nggak tahu harus apa. Dia kadung melihat Wan Ho. Harusnya Wan Ho sembunyi lebih dalam. Ia lalu menjawab telpon dari Sang Cheol Yi dan bilang kalo dia ada di tempat Wan Ho. Dia lalu memberikan ponsel itu ke Wan Ho.


Sun Ah diam-diam menguping di luar. Penyewa 201 adalah srorang gangster? Dia malah merasa itu menarik. Dua pria itu tiba-tiba membuka pintu membuat Sun Ah jadi kejedot. Hadeuh, tanpa minta maaf mereka langsung pergi begitu saja.

Wan Ho juga keluar. Sun Ah jadi takut. Dia bilang kalo itu hanya salah paham. Dia nggak denger apa-apa, kok. Wan Ho mengiyakan. Dia nggak bilang apa-apa juga. Sun Ah mengelus jidadnya yang habis kejedot pintu.


Sun Ah duduk dengan Wan Ho di atap. Wan Ho meminta maaf sambil memberikan telur rebus ke Sun Ah. Dia sudah membuat Sun Ah nggak nyaman. Sun Ah menggosokkan telur itu ke jidadnya. Dia nggak sengaja dengar. Wan Ho langsung menatap Sun Ah.

Sun Ah merasa nggak enak. Dia bilang kalo suaranya keras banget. Apa mereka akan kembali? Wan Ho tersenyum. Dia sudah siap untuk ini. Dia adalah orang yang nggak berguna dan bukannya seorang gangster.

Flashback...


Wan Ho membawahi beberapa orang untuk menggeledah sebuah tempat. Seorang pria berlutut di depan Wan Ho. Dia minta sedikit waktu lagi dan janji akan memperbaikinya. Wan Ho mengingatkan kalo orang itu berhutang uang dan harus mengembalikannya.

Anak buah Wan Ho menemukan sejumlah uang dan memberikannya ke Wan Ho. Orang yang berhutang bangkit dan mau ngambil uangnya tapi anak buah Wan Ho malah mendorongnya.


Orang itu memohon pada Wan Ho. Uang itu untuk tagihan rumah sakit bayinya. Wan Ho memukul wajah orang itu pakai uang yang ia temukan.

Nggak ada seorangpun di dunia ini yang nggak punya keadaan mendesak. Bahkan juga dia. Wan Ho memukul wajah orang itu sekali lagi lalu pergi.


Wan Ho bertanya pada anak buahnya, apa pemilik pabrik sudah membayar bunga bukan ini? Anak buah Wan Ho yang sedang main kartu melapor kalo orang yang mereka tagih waktu itu bunuh diri setelah mereka pergi.

Anak buah yang satunya memberitahu kalo putri ketiga orang itu memang ada di rumah sakit. Wan Ho nampak terkejut juga menyesal.


Wan ho datang ke rumah sakit tempat anak pria yang bunuh diri. Perawat memberitahu kalo pihak rumah sakit sudah menentukan tanggal operasi tapi ayahnya meninggak. Kondisinya akan makin bahaya kalo dia melewatkan kemoterapi bahkan satu hari saja.

Wan Ho marah karena rumah sakit nggak merawatnya. Perawat menjelaskan kalo pasien nggak punya wali sehingga nggak ada yang akan membayar biaya perawatannya. Dan bahkan sekarang sudah lewat tenggat waktu.


Seorang anak laki-laki menangis pada seorang dokter kalo dia nggak punya uang dan adiknya diusir maka adiknya akan mati.

Dokter meminta maaf pada Man Ho, nama anak itu, lalu pergi. Wan Ho menatap anak itu.


Wan Ho lalu menanyakan biayanya pada perawat. Wan Ho pergi dan membayar semuanya. Tiba-tiba seorang anak perempuan meraih tangannya dan menanyakan dia siapa? (Lah, itu kan anak yang fotonya ada di makam?)

Anak itu bilang suster memberitahunya kalo pergi ke lantai satu tuan yang nampak menyeramkan sedang membayar tagihan rumah sakitnya. Wan Ho memberitahu kalo dia adalah teman ayahnya. Tapi anak itu malah bilang kalo ayahnya bukan orang yang akan berteman dengan orang seperti Wan Ho.

Wan Ho marah. Memangnya dia seperti apa? Anak itu bilang Wan Ho seperti anggota geng. Tapi dia berterima kasih karena Wan Ho membiarkannya hidup sehari lagi. Wan Ho pergi setelah mengambil kartunya.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis When Time Stops episode 5 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email