Sunday, May 26, 2019

Sinopsis When Time Stops episode 8 part 2


All content from KBS World


Soo Kwang memberikan sejumlah uang pada seorang pria. Entah perjanjian apa yang mereka buat.

Soo Kwang sendiri tampak menghormati pria itu. Pria itu mengambil uang Soo Kwang dan janji akan membantunya.


Soo Kwang nelpon anak buahnya. Rupanya Soo Kwang menugaskan anak buahnya untuk terus mengawasi Sun Ah. Anak buah Soo Kwang melapor kalo Sun Ah merasa sedih dan nangis tapi nggak terjadi apa-apa.

Dia juga melapor kalo dia sudah membereskan Wan Ho. Nggak jauh darinya beberapa anak buahnya memukuli Wan Ho sampai babak belur.


Soo Kwang datang ke gedung Sun Ah bersama dengan anak buahnya. Mereka akan mengambil paksa akta gedung Sun Ah dan membawanya ke pengadilan dengan surat perjanjian dan membuatnya tersertifikasi. Anak buah Soo Kwang lega lihat Soo Kwang seperti dulu.


Soo Kwang dan anak buahnya masuk ke rumah Sun Ah dan menggeledah tempat itu tanpa ijin.


Sun Ah sendiri ada di tempatnya Soo Gyeong dan sedang membagikan brosur dengan lesu. Soo Gyeong melihatnya dari dalam dan merasa khawatir.


Ahjumma berusaha menelpon Sun Ah tapi nggak diangkat. Soo Na dan ahjumma rupanya juga sudah nelpon polisi tapi belum datang.


Soo Gyeong mengambil ponsel Sun Ah dan memberikannya. Dia nyuruh Sun Ah untuk istirahat. Sun Ah melepas kepala ayamnya dan nelpon balik ke ahjumma.


Sun Ah buru-buru pulang naik motor. Soo Kwang dan anak buahnya sudah mengobrak-abrik selurih ruangan. Tiba-tiba Soo Kwang menyuruh semuanya untuk berhenti. Dia memikirkan dimana Sun Ah menyembunyikannya.

Sun Ah sampai. Dia bertanya apa yang Soo Kwang lakukan? Soo Kwang memberitahu kalo dia hanya ingin mengambil gedung yang akan jadi miliknya. Nggak ada urusan dengan Sun Ah. Sun Ah melarang Soo Kwang mengambil gedungnya. Dia mengatakan kalo dia akan membayar hutangnya.

Soo Kwang nggak mau peduli. Berapa lama Sun Ah akan membayarnya? Dia nggak bisa nunggu lagi. Anak buah Soo Kwang datang. Ia merasa kalo Sun Ah nggak menyembunyikannya di sana. Ia bertanya apa mereka harus mencari di atap?


Sun Ah panik. Dia buru-buru ke atap. Soo Kwang dan anak buahnya menyusul. Ahjumma dan Soo Na rupanya sudah menunggu di atap. Mereka segera masuk dan mengunci pintu.

Sun Ah mengambil akta tanahnya di laci dapur. Ahjumma sampai heran kenapa Sun Ah menyembunyikannya di sana? Sun Ah harus melindunginya kalo enggak ahjumma akan di usir tanpa dapat kembalian deposit.


Soo Kwang dan anak buahnya berusaha menjebol pintu. Sun Ah panik. Dia lalu nelpon In Seob tapi nggak diangkat.

Ahjumma nggak yakin Soo Kwang akan membunuhnya mengingat selama ini mereka sudah lama hidup bertetangga. Sun Ah memberitahu kalo Soo Kwang bisa.


Soo Kwang dan anak buahnya berhasil masuk. Ia meminta Sun Ah untuk memberikan akta itu padanya. Ahjumma dan Soo Na memeluk Sun Ah.

In Seob tahu-tahu keluar dari kamar mandi dan ngajak Sun Ah, Soo Na dan ahjumma untuk masuk. Sun Ah dan yang lain menurut. In Seob tersenyum menatap Soo Kwang lalu menutup pintu.



Soo Kwang tersenyum lihat Sun Ah yang segitu keras kepalanya. Ia meminta anak buahnya untuk membukakan pintu.

Mereka semua heran karena Sun Ah dan yang lain nggak ada di sana.


In Seob membawa Sun Ah ke rumahnya. Sun Ah sampai melotot. Apa ini? In Seob tersenyum dan bilang kalo ini sulap.

Dia minta Sun Ah untuk nunggu sementara dia pergi. Sun Ah menyusul In Seob dan nggak menemukan in Seob di kamar itu. Ahjumma dan Soo Na juga heran melihatnya.


Anak buah Soo Kwang melapor kalo nggak ada satupun jalan keluar di kamar mandi. Dia berpikir kalo itu karena mantra hantu. Soo Kwang memberitahu kalo dia juga merasakan hal itu.

In Seob balik lagi dengan senyum lebar. Soo Kwang dan anak buahnya sampai kaget lihatnya. In Seob ngajak Soo Kwang untuk bertemu dengan pemilik gedung.


Soo Kwang dan anak buahnya ikut masuk. In Seob nggak ngajak mereka untuk ketemu sama Sun Ah tapi ke kantor polisi lalu pergi.

Soo Kwang juga mau ikut pergi tapi keburu pintunya terbuka dan polisi masuk. Polisi menyatakan kalo mereka semua ditahan.


Joon Woo datang ke rumah Sun Ah dan menemukan surat perjanjian. Ia lalu ingat apa yang dialami oleh Sun Ah selama ini.

Kesulitan-kesulitan yang dialaminya karena Soo Kwang. Joon Woo lalu bangkit dan pergi.


In Seob menjelaskan pada Sun Ah kalo dia bisa pergi kemana saja selama ada pintu. Dia ingin sembunyi sampai akhir tapi sayang situasinya nggak memungkinkan. Ia meminta maaf atas kebingungan yang Sun Ah rasakan.

Sun Ah tersenyum dan berterima kasih. In Seob melihat Soo Na dan ahjumma. Dia akan menjelaskan pada mereka. Sun Ah menanyakan gimana In Seob menjelaskannya?

In Seob tersenyum. Seperti Sun ah. Dia lalu ngajak semuanya untuk pulang dulu. Sun Ah mengiyakan.


Soo Kwang memberitahu polisi kalo dia nggak tahu apa yang terjadi pada mereka. Polisi menyuruh mereka semua untuk pulang. Anak buah Soo Kwang masih nggak ngeh. Dia yakin kalo tadi mereka ada di kamar mandi.

Soo Kwang nyuruh anak buahnya untuk berhenti. Dia berasa mau g*la. Anak buah Soo Kwang berjalan sambil menggumam kalo itu kamar mandi. Kamar mandi. Sudah berasa jadi orang linglung. Soo Kwang sampai pusing lihatnya.



Soo Kwang pulang sendirian. Dia mau masuk rumahnya tapi serasa ada yang aneh. Tahu-tahu Soo Kwang duduk dengan tangan terikat dan mulut dilakban.

Joon Woo menghampirinya. Dia memberitahu kalo ada banyak hal di dunia ini yang nggak bisa dijelaskan. Sama seperti yang dialami oleh Soo Kwang. Ia mengancam akan menunjukkan apa yang nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata dan membuat Soo Kwang mengalaminya kalo sampai muncul di depan Sun Ah lagi.

Joon Woo berbalim mau pergi tapi tahu-tahu dia balik lagi dan menggebrak meja sambil bilang kalo itu bukan mimpi. Seketika Soo Kwang pun pingsan.


Soo Kwang sadar dan dia sudah nggak terikat. Mulutnya juga nggak dilakban. Soo Kwang memeriksa brankasnya dan semua uangnya nggak ada. Yang ada hanya sebuah catatan. Ini bukan mimpi. Hiks hiks...Soo Kwang nangis.

Tiba-tiba ponselnya bunyi. Dari ketua. Soo Kwang nggak bisa menjawabnya. Dia kena stroke dan mulutnya mencong.


Dewa melihat semua yang dilakukan Joon Woo melalui tabletnya. Dewa merasa kalo kekutan Joon Woo sangat luar biasa.

Asisten dewa menanyakan apa yang akan dewa lakukan? Dewa merasa penasaran. Dia akan menanyakannya langsung.



Sun Ah membereskan rumahnya. Dia melihat fotonya bersama ayahnya yang kaca piguranya pecah. Ia hendak mengambil kacanya tapi tahu-tahu seseorang menahan tangannya.

Joon Woo? Mereka saling menatap. Sun Ah menangis dan Joon woo menghapus air matanya.


Joon Woo memberikan sesuatu ke Sun Ah di atap. Dia meyakinkan kalo nggak akan ada lagi yang mengganggu Sun Ah. Sun Ah nggak yakin akan menerima bantuan Joon Woo lagi.

Sun Ah membuka surat perjanjian itu dan merasa kalo itu benar-benar tanda tangan ayahnya. Karena uang itu seseorang akan terluka. Joon Woo mengatakan kalo Sun Ah sudah cukup membayarnya 6 tahun ini.

Sun Ah mengatakan kalo hidup benar-benar sulit. Joon woo meminta Sun Ah mengkhawatirkan orang lain dan hidup untuk diri sendiri.

Sun Ah menatap Joon Woo. Joon Woo melanjutkan kalo Sun Ah bisa menulis apapun dan menunjukkan padanya. Sun Ah tersenyum dan berterima kasih pada Joon Woo.


Joon Woo bertanta kenapa Sun Ah ingin jadi penulis novel? Sun Ah nggak buru-buru menjawabnya. Ia mengaku butuh tempat untuk melarikan diri dari hutang dan kematian ayahnya yang tiba-tiba.

Tiap hari dia sibuk  kerja dan hanya punya sedikit waktu. Dia ingin merasakan kebahagiaan dan karena itulah dia menulis sambil nunggu hari yang akan jadi waktunya sendiri.


Joon Woo terdiam. Kalo tempatnya untuk melarikan diri adalah waktu yang dia hentikan. Selama itu dia terus mencari sesuatu dan membuatnya terobsesi dengan barang antik.

Begitulah dia menghabiskan waktunya selama ini. Buat orang waktu sangat berharga tapi baginya itu nggak ada gunanya. Dan berkat Sun Ah, waktunya yang berhenti mulai terasa berarti.

Sun Ah menatap Joon Woo yang juga menatapnya. Joon Woo berterima kasih karena Sun Ah sudah memberi arti pada waktunya.


Sun ah tahu-tahu mencium pipi Joon Woo. Dia berterima kasih karena Joon Woo telah berada di sisinya. Mendadak Joon Woo jadi gugup.

Dia mengalihkan apa Sun Ah sudah ketemu dengan Hwa Sook dan Seong Joon? Anehnya Sun Ah ternyata nggak ingat pada mereka.


Joon Woo kembali ke rumahnya sambil senyum-senyum ingat Sun Ah. Tapi dia penasaran kenapa Sun Ah nggak ingat dengan Hwa Seok dan Seong Joon?



Lampu meja Joon Woo tahu-tahu nyala sendiri. Joon Woo melihat dewa dan bertanya siapa dia? Dewa menyapa Joon Woo dan memperkenalkan kalo dia dewa.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis When Time Stops episode 8 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email