Sunday, May 26, 2019

Sinopsis When Time Stops episode 9 part 1


All content from KBS World


Joon Woo pulang ke rumahnya sambil senyum-senyum ingat Sun Ah yang tiba-tiba mencium pipinya. Tapi ia merasa aneh.
Kenapa Sun Ah nggak ingat dengan Hwa Sook dan Seong Joon?


Lampu di meja Joon Woo tahu-tahu menyala dan ada seorang pria duduk di sana. Joon Woo bertanya siapa dia? Orang itu mengangkat tangannya dan memperkenalkan diri. Dia adalah Dewa.

Wajah Joon Woo berubah tegang. Dewa memintanya untuk santai saja. Dewa melihat gelang di meja Joon Woo dan menyentuhnya. Joon Woo refleks menjentikkan jarinya. Dewa langsung mematung.


Joon Woo mendekat dan tiba-tiba dewa mengagetkannya. Waktu yang berjalan adalah mutlak bagi manusia.

Dewa melihat gelang Joon Woo dan merasa kalo masalahnya mulai dari situ. Dewa bangkit dan minta maaf. Dia lalu mau pamit karena mesti nemuin orang lain lagi.


Joon Woo mau mendekat tapi tahu-tahu dewa menahannya dengan kekuatannya. Joon Woo seketika nggak bisa gerak. Dewa menanyakan sejak kapan Joon Woo mulai menggunakan kekuatannya?

Joon Woo menjawab kalo masalahnya bukan dari sisi itu. Dewa merasa kalo ada seseorang di belakang Joon Woo. Dia ingin tahu apa Joon Woo bisa bertahan sampai akhir?

Dewa menghampiri Joon Woo. Dia akan pergi untuk ketemu orang lain. Dewa menepuk pundak Joon Woo dan membuatnya bisa gerak lagi.


Dewa tahu-tahu sampai di ruangannya lagi. Asistennya menyambutnya. Ia merasa kalo Joon Woo sebenarnya nggak tahu apa-apa.

Ia lalu meminta asistennya untuk memanggil Myung Woon.


Myung Woon menemui dewa. Dewa memintanya untuk menangkap penghenti waktu dan akan dapat gelang itu sebagai balasannya. Tapi Dewa juga nggak mau tanggung jawab atas apa yang terjadi selanjutnya dengan gelang itu nantinya.

Myung Woon nggak membantah. Dia meminum minumannya lalu pergi. Dewa menambah tugas Myung Woon untuk menangkap gadis yang bersama dengan penghenti waktu. Dewa ingin bicara dengan gadis itu.


Sun Ah bertemu dengan Soo Gyeong dan cerita kalo dia sudah melunasi semua hutangnya. Soo Gyeong nggak habis pikir gimana bisa Sun Ah menang lotete dua kali.

Pasti bantuan dari ayahnya di surga. Soo Gyeong ragu penagih hutang itu nggak akan mengganggu Sun Ah lagi. Secara mereka sangat ingin mengambil gedung Sun Ah.

Sun Ah meyalinkan kalo itu nggak akan terjadi. Mulai sekarang dia akan kembali menulis.


Soo Gyeong menanyakan ruang bawah tana. Sun Ah tersenyum ingat kebersamaannya dengan Joon Woo saat ia mencium pipi Joon Woo.

Soo Gyeong menasehati agar Sun Ah memberitahukan perasaannya. Sekarang pria atau wanita yang pertama menyatakan cinta sama saja. Sun Ah mengaku sudah membuat tanda.


Sun Ah dan Joon Woo datang ke restoran tempat mereka janjian dulu. Dari tadi Joon Woo tampak seperti melamun tapi saat Sun Ah bertanya dia bilang nggak ada apa-apa.

Sun Ah merasa kalo Joon Woo dan In Seob ada di dunia yang nggak dia ketahui. Joon Woo teringat pertemuannya dengan dewa. Dia sampai nggak dengar pas dipanggil.


Makanan mereka sudah datang. Sun Ah makan tapi Joon Woo malah melamun lagi. Sun Ah lalu memberikan tulisannya pada Joon Woo. Joon Woo nggak ngerti itu apa.

Sun Ah mengingatkan kalo Joon Woo ingin melihat tulisannya. Sekarang masih satu bab saja. Joon Woo tersenyum dan mengiyakan. Tapi habis itu malah melamun lagi. Sun Ah jadi kesal melihat reaksi Joon Woo. Padahal dia menulisnya dengan susah payah.


Joon Woo malah penasaran dengan gimana 101 akan menjelaskan ke orang-orang?

Sun Ah kesal dan bilang nggak tahu. Dia lalu memakan makanannya.


Mereka berdua berdiri di halte. Sun Ah terus menepuk-nepuk dadanya gara-gara makan dengan tergesa-gesa tadi. Joon Woo khawatir dan menawarkan air tapi Sun Ah malah menolaknya. Dia mau beli obat dulu dan menyuruh Joon Woo untuk pulang duluan.

Joon Woo mau menahan Sun Ah tapi Sun Ahnya benar-benar marah. Dia nyuruh Joon Woo untuk pulang. Makin cepat Joon Woo pergi maka perutnya akan makin baik. Sun Ah mengambil kembali tulisannya lalu pergi.


In Seob duduk dihadapan ahjumma, Soo Na dan Wan Ho yang siap mendengarkan penjelasannya. In Seob bilang kalo dia punya kemampuan dan selama ini dia menyembunyikan diri dan saat itu situasinya sangat mendesak.

Wan Ho merasa kalo In Seob seperti pahlawan. Ahjumma dan Soo Na mengangguk. In Seob heran Ahjumma, Soo Na dan Wan Ho dapat menerimanya dengan begitu mudahnya. Ahjumma mengatakan kalo itu nggak mudah.



Mereka bertiga malah berpikir kalo selama ini In Seoblah yang sudah menolong mereka. Ahjumma janji akan menjaga rahasia In Seob sampai mati.

Dia lalu minta In Seob untuk menolongnya dan Soo Na sekali lagi. Ahjumma ingin pergi ke luar negeri. In Seob malas. Dia langsung memalingkan wajahnya.



Myung Woon melukis wajah anak yang ada dalam ingatannya. Dan semuanya berakhir pada gelang itu. Dia lalu ingat apa yang sudah dewa janjikan kalo dia berhasil menangkap penggenti waktu.

Gelang itu. Myung Woon memakai topinya lalu pergi.



Joon Woo melamun sambil memegang kotak gelangnya. Ahjussi menanyakan apa Joon Woo mempelajari sesuatu setelah ke Gyeongju?

Joon Woo tersadar dan bilang nggak ada. Ahjussi merasa kalo Joon Woo cuma buang-buang energi. Dia lalu menanyakan oleh-oleh buat dia. Joon Woo memberitahu kalo kayaknya bukan cuman dia yang penasaran dengan gelang itu.

Seseorang menemuinya kemarin di rumah. Ahjussi menanyakan siapa orangnya tapi Joon Woo nggak menjawabnya dan malah minta ahjussi untuk melupakannya. Dia lalu pamit dan bangkit.


Ahjussi masih saja menanyakan oleh-oleh. Joon Woo berbalik dan bertanya gimana kalo dia nggak bisa balik lagi?

Ahjussi nggak ngerti maksudnya apa. Joon Woo cuman senyum dan menasehati agar ahjussi mengurangi minum.

Ahjussi minum teh lalu nelpon seseorang, menanyakan dimana tempatnya.


Asisten dewa sedang membersihkan gelas saat tiba-tiba ahjussi datang minta diambilkan minum. Asisten memberitahu kalo itu bukan tampat yang seperti itu.

Ahjussi marah. Dia merasa diremehkan karena dia tua. Ahjussi minta dipanggilkan presidennya. Dia mau ketemu.

Dewa keluar dari ruangannya gara-gara dengar suara berisik. Dia lalu menyalami ahjussi dengan ramah. Rupanya ahjussi adalah sunbae-nya dewa.


Dewa menjamu ahjussi di ruangannya. Ahjussi protes kenapa ruangannya dewa putih semua? Kayak rumah sakit psikiatrik. Dewa santai. Itu adalah selera pribadinya. Dia lalu bertanya kenapa Ahjussi tiba-tiba datang?

Ahjussi bilang kalo dia cuman pingin minum. Dewa menuangkan minum lagi. Dia menggarapkan kedatangan ahjussi suatu waktu. Apa yang akan ahjussi lakukan dengan gelang itu dan mereka berdua? Ahjussi mengatakan kalo ceritanya akan panjang.


Sun Ah pulang dengan hati yang kesal habis. Dia meletakkan ponsel dan tulisannya di atas meja lalu tiduran di sofa. Tambah kesal lagi pas ingat Joon Woo biasa aja pas dia kasih lihat tulisan itu padahal sebelumnya Joon Woo sendiri yang pingin lihat.

Soo Gyeong lalu mengirim pesan menanyakan gimana dengan pernyataan cintanya? Sun Ah kesal dan menelpon Soo Gyeong dengan kesal. Soo Gyeong langsung menangkap kalo Sun ah ditolak.

Sun Ah merasa kalo gitu kayaknya. Soo Gyeong ngajak Sun Ah untuk minum. Dia akan menutup toko lebih awal dan akan menghibur Sun Ah nanti. Sun Ah mengiyakan.


Sun Ah keluar rumah dan berpapasan dengan In Seob. Melihat wajah Sun Ah yang masam dan bicaranya yang nyolot membuat In Seob menyimpulkan kalo Sun Ah ditolak pria. Dia malah kelihatan seneng.

Mungkin Sun Ah ditolak sama ruang bawah tanah. In Seob mengingatkan kalo sekali lihat dia langsung tahu kalo cintanya Sun Ah bertepuk sebelah tangan. Sun Ah tambah kesel. Nggak gitu!

Sun Ah berbalik dan lihat Joon Woo. Joon Woo bertanya apa Sun Ah mau pergi? Sun Ah menatap Joon Woo sinis dan nggak bilang apa-apa. Sun Ah pergi dan In Seob menyusulnya.


Joon Woo pulang ke rumahnya. Myung Woon menampakkan diri dan melihat Sun Ah bersama In Seob. Ia ingat kalo Sun Ah tahu Joon Woo bisa menghentikan waktu.

Dewa memintanya untuk menangkap Sun Ah dulu sebelum menangkap penghenti waktu. Dia ingin bicara dengan Sun Ah. Myung Woon pun mengikuti Sun Ah dan In Seob.


Sun Ah minum bersama Soo Gyeong dan In Seob. Sepertinya dia sudah minum banyak sampai mabuk. Soo Gyeong mengingatkan kalo ini adalah kesempatan buat In Seob.

In Seob menilai kalo Soo Gyeong menjijikkan. Dia lalu ngambil gelasnya Sun Ah dan melarangnya minum lagi.
Myung Woon memperhatikan Sun Ah dari luar.


Joon Woo menyusul Sun Ah. Sun Ah senang melihatnya dan menyuruhnya duduk disampingnya. Joon Woo menurut. Sun Ah menatapnya sambil senyum.

Soo Gyeong bisik-bisik ke In Seob menanyakan apa dia adalah Ruang Bawah Tanah yang mereka bicarakan? In Seob bilang kalo dia nggak tahu. Sun Ah tahu-tahu tertidur saking mabuknya.

Soo Gyeong menyapa Joon Woo dan mengaku banyak mendengar tentangnya. Joon Woo nggak ngeh. Soo Gyeong memperjelas kalo dia dengar Joon Woo tinggal di gedung yang sama dengan dua temannya.

Joon Woo mengiyakan. Dia menyewa ruang bawah tanah. In Seob sinis bertanya ngapain Joon Woo tiba-tiba datang?

Joon Woo bingung harus gimana menjelaskannya. Sebenarnya dia melihat Myung Woon mengikuti Sun Ah dan In Seob. Tapi dia nggak bisa mengatakannya dan hanya bilang kalo dia sedang jalan-jalan dan mengikuti pemilik gedung.

Soo Gyeong malah nampak senang mendengarnya. In Seob bertanya apa Joon Woo lupa kalo sudah menolak Sun Ah? Mau main tarik ulur?


Sun Ah tahu-tahu bangun. Dia merasa kalo Joon Woo sangat cuek. Hari itu harusnya Joon Woo nggak melakukan itu padanya. Joon Woo nggak tahu apa maksudnya.

Sun Ah bertanya lagi apa Joon Woo tahu gimana dia nulisnya? Dia sengaja nulis itu untuk ditunjukkan pada Joon Woo. Tiap malam dia begadang, nulis dengan cinta dan ketulusan sambil ngetik tiap huruf hidup dan konsonan ke keyboard. Tapi gimana bisa Joon Woo cuman melirik saja?

Joon Woo tersenyum. Dia nggak merasa melakukan itu. Sun Ah membenarkan kalo Joon Woo melakukannya. Karena itulah Sun Ah merasa malu. Joon Woo tersenyum. Sun Ah tiba-tiba jatuh. Joon Woo sigap menangkap kepala Sun Ah.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis When Time Stops episode 9 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email