Wednesday, May 29, 2019

Sinopsis When Time Stops episode 9 part 2


All content from KBS World


In Seob bangkit. Soo Gyeong protes. Kenapa? In Seob sudah mau pergi? In Seob bilang kalo dia mesti kerja besok. Dia lalu menatap Joon Woo dan memintanya buat beryanggung jawab membawa bongkahan itu pulang. Ngerti?!

Joon Woo mengiyakan. In Seob lalu memberinya sebuah kunci.
In Seob berjalan pulang dan diikutin sama malaikat maut wanita.



Joon Woo menggendong Sun Ah pulang. Sepanjang perjalanan Sun Ah terus saja menggerutu kalo dia malu. Malu banget. Malu dan hina. Ia merasa kalo malu dan hina artinya sama. Joon Woo membenarkan kalo itu artinya sama.

Dia sangat bingung sampai terus mengulangi kata-kata yang artinya sama. Tapi apa Joon Woo paham sama apa yang dia rasakan sekarang? Joon Woo nggak menjawab dan hanya menggeleng. Sun Ah lalu kembali tidur.

Joon Woo tiba-tiba berhenti. Dia merasakan keberadaan Myung Woon. Ia menoleh dan menanyakan apa orang yang menyuruh Myung Woon adalah Dewa?

Myung Woon nggak menjawab. Joon Woo kembali bertanya kenapa Myung Woon terus mengikutinya?


In Seob sampai di rumah. Ternyata dia sudah ditunggu sama dua malaikat maut junior. In Seob langsung tahu mereka siapa. Makanya selama ini dia nggak mau memakai kekuatannya. Malaikat maut wanita mendekat.

In Seob panik dan masuk ke kamarnya. Dua malaikat maut itu menyusul. In Seob sendiri sudah sampai di tempat lain tepatnya di depan bengkel. Rupanya dua malaikat maut itu masih mengikutinya.

In Seob kembali melarikan diri. Dia masuk ke kamar mandi. Malaikat maut membuka pintu itu dan nggak menemukan In Seob.


Joon Woo mengulangi pertanyaannya. Kenapa Myung Woon mengikutinya? Dengan nada datar Myung Woon memberitahu kalo dia bukan orang yang banyak bicara saat sedang bekerja. Myung Woon mendekat.

Joon Woo panik dan menjentikkan jarinya tapi Myung Woon sama sekali nggak berhenti. Joon Woo makin panik. Myung Woon mengangkat tangannya di atas kepala Joon Woo.

In Seob mendadak muncul dan memukul punggung Myung Woon sampai dia jatuh dan lengah. In Seob lalu menyuruh Joon Woo untuk bergegas dan membukakan pintu. Mereka bertiga masuk ke pintu itu bersama-sama.


In Seob membawa Joon Woo dan Sun Ah ke kamarnya. Joon Woo menidurkan Sun Ah di tempat tidur.

In Seob sengaja membiarkan pintunya setengah terbuka. Tujuannya adalah biar mereka nggak bisa ditemukan untuk sementara waktu. In Seob dan Joon Woo sama-sama menatap Sun Ah yang tertidur.


Myung Woon datang ke rumah Joon Woo. Ia hendak mengambil gelang itu tapi ternyata sudah nggak ada. Dua malaikat maut melapor kalo target mereka bahkan merasa nggak takut sama sekali.

Mereka merasa kalo in Seob sudah lama menyiapkan kemungkinan seperti tadi. Myung Woon nggak bilang apa-apa dan berniat pergi. Malaikat maut wanita menahannya dengan mengatakan kalo penghenti waktu juga luar biasa kalo bisa kabur dari Myung Woon. Ia bertanya gimana kalo dia bergabung bersama mereka?

Myung Woon berterus terang bilang nggak mau lalu pergi. Malaikat maut wanita merasa kalo Myung Woon selalu b*rengsek. Myung Woon yang belum benar-benar pergi balik lagi. Malaikat maut wanita sudah panik aja. Tapi Myung Woon hanya bertanya nomor kamar orang yang kabur dengan pintu.

Malaikat maut nampak nggak nyangka Myung Woon bertanya soal itu. Tapi ia tetap memberitahu juga. 101. Myung Woon berterima kasih lalu pergi.


In Seob dan Joon Woo duduk di tepi tempat tidur sambil minum kopi. In Seob merasa kalo malaikat maut akan segera menemukan mereka jadi mereka harus segera pergi.

Ia melihat Sun Ah yang tidur sangat lelap. Dia nggak habis pikir gimana bisa Sun Ah tidur di saat seperti ini. Joon Woo mengatakan kalo Sun Ah sama-sekali nggak tahu apa-apa. Pemiliknya sedang tidur lelap. In Seob protes.

Sun Ah bukan pemiliknya. Namanya Kim Sun Ah. Sampai kapan Joon Woo mau manggil Sun Ah gitu? Joon Woo mengiyakan. Dia akan mulai manggil Sun Ah dengan namanya.


In Seob nggak menjawab dan malah memalingkan wajahnya. Joon Woo bertanya kalo 101 juga punya kemampuan istimewa dari manusia biasa?

In Seob sinis. Joon Woo nggak bisa lihat? Joon Woo memberitahu kalo dua juga punya kemampuan spesial. In Seob mengaku tahu. Karena itulah orang-orang itu mengejar Joom Woo.

Joon Woo nggak nyangka kalo In Seob juga tahu tentang orang-orang itu.


In Seob cerita kalo ayahnya meninggal karena orang-orang itu. Ia mengingatkan kalo Joon Woo juga mesti hati-hati. Kalo enggak Joon Woo bakal menghilang tanpa jejak kalo sampai ketahuan.

Joon Woo mengatakan kalo mereka ingin membawa Sun Ah juga. Ia menanyakan pendapat In Seob. In Seob kaget dengarnya. Mereka lalu sama-sama melihat Sun Ah. In Seob bertanya buat apa mereka ingin membawa Sun Ah?


Myung Woon datang ke tempat In Seob dan melihat foto seorang anak laki-laki.


Hari sudah pagi. Sun Ah terbangun dan merasa kalo kepalanya masih pusing. Ia melihat sekitar dan ada Joon Woo di sampingnya tidur sambil menggenggam tangannya.

Dia lalu ingat apa saja yang dia katakan saat mabuk semalam dan jadi nyesel sendiri. Pelan-pelan dia menarik tangannya dan meninggalkan tempat tidur.


Di luar kamar ternyata ada In Seob yang lagi tidur di sofa. Mendadak dia merasa miris. Kenapa In Seob tidur seperti itu? Dia menyelimuti In Seob lalu berniat pergi.

Joon Woo terbangun dan memberitahu kalo akan bahaya kalo Sun Ah pergi sendiri. Sun Ah berbalik dan memaksakan sebuah senyuman pada Joon Woo.


Sun Ah dan Joon Woo duduk di tangga. Sun Ah minta maaf atas yang kemarin. Joon Woo sih santai. Nggak papa. Sun Ah nggak merasa begitu. Dia nggak baik-baik aja. Dia janji kalo hal kayak gitu nggak akan terjadi lagi.

Joon Woo tersenyum mengiyakan. Ia lalu menjelaskan kalo dia nggak cuek saat ia nerima novelnya Sun Ah. Ia mengaku terlalu senang sampai nggak tahu gimana mesti mengungkapkannya. Tahu kan kalo dia nggak terbiasa dengan hal yang kayak gitu.

Sun Ah santai. Dia nggak papa, kok. Lagian dia juga bukan orang yang suka dendam. Joon Woo lega. Dia akan membacanya kalo mereka balik nanti. Sun Ah mengangguk sambil senyum.

Joon Woo menanyakan gimana Sun Ah bisa tidur di saat seperti ini? Sun Ah nggak ngerti. Emangnya apa yang terjadi?


In Seob tiba-tiba datang dan mengatakan kalo banyak yang kejadian. Dia merasa kalo sekarang bukan waktunya untuk mesra-mesraan. Pertama-tama dia ngajak mereka makan buat ngilangin mabuknya Sun Ah.


Mereka bertiga makan bareng. Sun Ah makannya lahab banget. Joon Woo menatap Sun Ah sementara In Seob malah cuman lihatin makanannya. Joon Woo menanyakan pada In Seob apa yang mesti mereka lakukan sekarang?

In Seob mengaku nggak tahu karena dia akan mengambil jalannya sendiri. Dia nyuruh Joon Woo untuk melundungi Sun Ah dan jangan menggunakan kekuatannya sembarangan. Sun Ah protes. Emangnya dia kenapa?

Sun Ah merasa kalo dia baik-baik saja. Tiba-tiba Sun Ah merasa kalo perutnya sakit dan mau ke toilet. In Seob dan Joon Woo sama-sama bangkit. Sun Ah nggak ngerti dengan dua pria itu. Ia menegaskan kalo ia cukup mampu buat makai toilet sendiri.

In Seob kembali duduk. Sun Ah pergi ke toilet seorang diri. Nampak wajah Joon Woo sangat khawatir. In Seob menyuruhnya untuk mengikuti Sun Ah kalo memang dia sangat khawatir. Joon Woo kembali duduk. Tapi tetap merasa nggak tenang.


Sun Ah keluar dari toilet dan merasa heran ada Myung Woon diluar. Secara itu adalah toilet wanita.

Seseorang datang dan mendorong Myung Woon. Nggak gitu jelas, sih. Mungkin In seob. Joon Woo lalu datang dan menarik Sun Ah pergi.


In Seob sampai di tempat yang berbeda. Myung Woon mengikutinya. Ia mengatakan kalo In Seob punya kemampuan aneh dan sepele. In Seob memaksakan senyumnya. Ia mengaku sangat buru-buru dan sampai di sana.

Harusnya dia nggak menunjukkan tempat itu. Myung Woon mengangguk. Ia lalu menanyakan pintu mana yang akan In Seob pilih untuk keluar?

In Seob melihat dua pintu. Satu di sebelahnya dan satu lagi di belakangnya. In Seob memilih pintu belakang dan langsung masuk.


Sun Ah berlari bersama Joon Woo. Sun Ah menarik tangannya dan berhenti lari. Dia nggak ngerti kenapa mereka mesti lari? Joon Woo memberitahu kalo mereka sedang dikejar-kejar jadi ... .

In Seob tiba-tiba datang dan sambil menunjuk sebuah pintu ia menyuruh mereka untuk cepat karena nggak ada waktu lagi. Joon Woo menurut. Ia menarik Sun Ah dan masuk ke sana. In Seob segera menutup pintu itu.

Myung Woon datang dan menarik In Seob dengan kasar. In Seob santai dan minta Myung Woon untuk pelan-pelan saja. Myung Woon menarik kerah In Seob dan bilang kalo dia sangat menyebalkan. Ia akan membuat In Seob menghilang lebih dulu kalo emang itu yang ia inginkan.

Myung Woon mengangkat wajahnya dan seketika ekspresi In Seob terlihat aneh. Ia memanggil Myung Woon Aboeji. Myung Woon heran In Seob memanggilnya ayah. Sebuah kenangan lalu melintas. Seorang wanita terbaring di rumah sakit.

Seorang anak menggambar di dekatnya. Myung Woon masuk dan anak iti langsung memeluknya sambil memanggilnya ayah. Dia sudah lama menunggu. Myung Woon melepaskan tangannya.

In Seob nggak ngerti kalo ayahnya masih hidup. Ia mengaku sangat merindukannya. In Seob mendekat dan membuat Myung Woon nggak nyaman. Myung Woon lalu pergi.


Myung Woon berlari tapi suara itu masih terdengar. Ayah! Kenangan itu terus saja muncul sampai membuat kepala Myung Woon sakit.

Dia sampai terduduk saking nggak tahannya menahan rasa sakit itu. Akhirnya dia hanya mampu teriak.


Myung Woon tahu-tahu ada di rumah In Seob. Ia memandangi foto In Seob saat masih kecil. Itu adalah wajah yang sama yang ia lihat selama ini. In Seob menghampiri Myung Woon dan merasa kalo Myung Woon pasti nggak mengenalinya.

Myung Woon betbalik dan menatap In Seob. In Seob nggak ngerti kemana saja Myung Woon selama ini. Myung Woon nggak menjawab dan hanya menatap In Seob.


Dewa ternyata mengawasi keduanya melalui tabletnya. Dia merasa nggak habis pikir gimana In Seob bisa ingat semuanya. Apa keluatannya mulai melemah?

Asisten dewa bilang kalo dia akan segera kembali. Ia akan memganggap kalo dewa memberinya perintah jadi ia akan mengikutinya. Dewa nggak bilang apa-apa. Bahkan sampai saat asistennya pergi.


Sun Ah protes karena Joon Woo nggak bilang apa-apa. Ia mengeluh kalo kakinya sakit. Joon Woo manggil Sun Ah dan bilang kalo mulai sekarang Sun Ah harus pergi sendirian. Sun Ah nggak ngerti maksudnya. Gimana dengan Joon Woo?

Joon Woo ngajak untuk pisahan saat itu juga. Sun Ah nggak ngeh, lalu kenapa Joon Woo menyeretnya sejauh itu? Joon Woo nggak menjawab dan hanya menatap Sun Ah. Sun Ah marah.

Joon Woo dengan seenaknya menyeretnya dan sekarang menyuruhnya pergi sendiri? Joon Woo asal bilang kalo Sun Ah sangat mengganggu.


Sun Ah nggak ngerti. Padahal selama ini dia selalu memperlakukan Joon Woo dengan baik. Dia bahkan selalu ngikutin Joon Woo karena sangat menyukainya. Dan Joon Woo bilang kalo dia ngganggu?

Terus kenapa Joon Woo sekarang membuatnya bingung? Joon Woo membentak Sun Ah dan memberitahu kalo mereka dalam bahaya. Joon Woo menyatakan kalo dia nggak bisa melindungi Sun Ah.

Joon Woo pamit. Sun Ah menahannya dan meraih tangannya. Dia minta Joon Woo untuk nggak pergi meninggalkannya. Ia ngajak Joon Woo untuk pergi bersamanya. Joon Woo berbalik dan menatap Sun Ah.

Apa Sun ah pernah nyesel karena telah masuk ke dalam waktunya? Sun Ah menggeleng dan mengaku nggak pernah sekalpun menyesalinya. Joon Woo lalu mendekat dan mencium Sun Ah.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis When Time Stops episode 9 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email