7/17/2019

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 2 part 3


All content from Channel A





Yuk klik videonya dulu buat nemenin kamu baca sinopsisnya..😘😘😘

Salam Uni Uno

Ji Eun tahu-tahu balik lagi dan menghampiri Jung Woo. Jung Woo seperti heran lihat Ji Eun balik lagi.

"Sejujurnya yang benar adalah..."

Nggak tahu kenapa Ji Eun nggak bisa melanjutkannya.

Jung Woo sendiri tahu kalo Ji Eun bukanlah orang yang suka bohong. Nggak papa. Ia melarang Ji Eun untuk mengatakannya kalo emang sulit.

Ji Eun malah membenarkan kalo dia adalah pembohong. Apa yang murid Jung Woo katakan adalah benar. Waktu itu ia nggak dengan wanita itu.

Ji Eun membungkuk meminta maaf karena telah berbohong.

Lah, Jung Woo bukannya marah malah senyum. Ji Eun nggak ngerti. Kenapa? Apakah Jung Woo tersenyum?

Jung Woo mengaku senang karena Ji Eun mengatakan yang sebenarnya.

Ji Eun juga nampak lebih lega setelah mengatakannya. Ia bahkan bisa tersenyum meski ia menahannya.



Keduanya memandangi bunga yang tadi Jung Woo potret. Ia nenberitahu Ji Eun kali bunga Bindweed adalah tanaman merambat dengan sifat memanjat. Bunganya keluar di antara bulan Juni dan Agustus. Tapi sekarang malah sudah berbunga.

Ji Eun heran gimana Jung Woo bisa tahu dengan baik? Jung Woo merasa aneh dapat pertanyaan seperti itu. Dia Ssaem. Guru Biologi.

Ji Eun mengangguk paham.

"Ditarik perlahan dan dalam"

"Perlahan...dan dalam...?"

Jung Woo memberitahu kalo itu adalah arti dari bunga Bindweed.



Ji Eun mengangguk. Menurutnya itu simbol yang menarik. Jung Woo melanjutkan, karena sifatnya yang memanjat, akarnya membentang panjang dan dalam ke bumi serta bernafas dari sana. Makna itu datang dari sana.

Ji Eun mengangguk paham. Nggak tahu kenapa ia ngerasa kalo artinya terasa seperti kesepian. Jung Woo terdiam memikirkannya.

"Benarkah? Pun nggak bisa menghasilkan buah"

Ji Eun mengangguk.

Ponsel Jung Woo bunyi. Saatnya pergi ke bandara. Ji Eun bertanya seseorang akan datang?





Jung Woo mengiyakan. Istriku datang dari AS. JI Eun seperti kecewa.ia melihat sudah ada cincin di jari Jubg Woo. Jadi Jung Woo adalah pria yang sudah beristri.

Jung Woo menatap cincinnya dan mengiyakan. Kenapa? Apa sepertinya ia hidup sendiri? Ji Eun menyangkalnya. Bukan itu yang ia maksud.

Jung Woo mendadak menanyakan apa Ji Eun sudah menikah juga? Ji Eun langsung menatap cincinnya dan membenarkan.

Suasana terasa sedikit canggung.  Keduanya bangkit. Jung Woo pamit.

Ji Eun menatap bunga itu lagi. Ia lalu menghela nafas.


Jung Woo sudah sampai di bandara. Ia menunggu istrinya bersama dengan ayah mertuanya. Nggak lama istrinya sampai.

Ayah mertua Jung Woo melambaikan tangannya dan memanggil anaknya, Min Young. 

Min Young langsung berlari menuju suaminya dan mengabaikan ayahnya.

Ayah kesal lihatnya. Apa gunanya punya anak perempuan? Ia hanya membesarkannya lalu pergi.

Min Young melepaskan pelukannya dan gantian meluk ayah. Jing Woo melihat ayah dan anak itu lalu tersenyum.


Ketiganya pulang dengan mengendarai mobil. Jung Woo fokus menyetir dan Min Young terus menatapnya sambil senyum.

Min Young ngambek karena ia merasa kalo suaminya nampak nggak senang ia ada disana.

Jung Woo membantahnya dan memberitahu kalo itu nggak benar. Min Young berniat mencium bau suaminya.

Min Young mendekat dan bersandar pada Jung Woo. Ayah yang duduk di bangku belakang sampai senyum sendiri lihat kelakuan anaknya.

"Kamu nggak berbau seperti ada wanita lain"

Jung Woo nampak nggak nyaman dan mengingatkan kalo dia lagi menyetir. Ayah tersenyum dan mengingatkan Jung Woo kalo ia mengawasi mereka.

Min Young mengingatkan ayahnya kalo mereka belum bersama selama 3 tahun. Ayah tertawa. Dia nggak bilang apa-apa juga.

Jung Woo menatap ayah dari kaca dan meminta maaf. Ayah tersenyum dan mengaku kalo dia cuman bercanda. Jangan khawatir. Ayah pikir pasti sulit buat pasangan muda berpisah selama 3 tahun. Ayah mempersilakan mereka untuk melakukan apapun dan ia akan menutup mata.

Min Young merasa malu sama ayahnya sementara Jung Woo nampak tak berekspresi.



Ji Eun berjalan sambil nuntun sepedanya. Ia sedikit tersenyum mengingat obrolannya dengan Jung Woo tadi.

"Kamu seorang pria yang sudah menikah?"

"Kenapa? Apa sepertinya aku hidup sendiri?"

Ji Eun menggeleng lalu menghela nafas.

Ia baru sadar kalo barusan melewati kantor suaminya.



Ji Eun memarkir sepedanya lalu nelpon.

"Eomma Sarang, ada apa?"

"Kamu lagi ngapain Appa? Sibuk?"

Chang Gook yang lagi jalan bersama Yoon Ah ngasih tahu kalo dia lagi di luar kantor. Ji Eun bertanya sama siapa? Sendiri? Chang Gook membantahnya dan memberitahu kalo dia lagi sama atasannya.

Yoon Ah rada heran dengarnya. Dia? Atasan?

Chang Gook nanya balik. Ji Eun? Pulang kerja? Ji Eun membenarkan dan menyuruh Chang Gook untuk melihat waktunya. Ia pulang.

Chang Gook menuruni tangga dan bilang kalo dia akan makan di luar. Atasannya akan membeli makan malam.

Ji Eun mengiyakan. Kedengarannya bagus. Chang Gook menutup telponnya.


Ji Eun nggak menyadari kalo suaminya baru aja berjalan di belakangnya. Ia menghela nafas lalu berjalan pulang.



Jung Woo makan bersama istri dan mertuanya. Ibu membawakan makanan dan bertanya Min Young akan tinggal disana selama beberapa hari, kan?

Ayah membenarkan dan menyarankan agar mereka segera mendapatkan rumah baru. Menurut ayah, rumah yang Jung Woo tinggali terlalu kecil buat dua orang karena ia tinggal sendiri selama ini.

Jung Woo merasa kalo nggak sekecil itu. Lagian juga mereka belum punya anak. Ayah manggil Jung Woo dan memintanya untuk nggak usah khawatir kalo itu soal uang. Ia menatap ibu dan bilang akan mengurusnya.

Jung Woo menyatakan kalo bukan itu yang ia maksud. Ia memberitahu ayah kalo tempatnya yang sekarang dekat dengan sekolah dan ia merasa puas.

Ibu mengingatkan Jung Woo kalo ia berada di kota baru. Ada apartemen baru yang lebih besar dan lebih baik di sana. Jung Woo sih cuman senyum dengarnya.



Min Young angkat bicara. Ia memberitahu ibunya kalo mereka akan tinggal di tempat mereka sekarang dengan beberapa perabotan baru. Gimana kalo mereka harus segera pindah ke Seoul?

Jung Woo terkejut dan langsung menoleh menatap istrinya. Min Young menatapnya dan melanjutkan kalo ada banyak sekolah yang ingin mempekerjakan suaminya tapi Jung Woo menolak buat pergi.

Ayah senang mendengarnya. Ibu lalu bertanya kenapa mereka nggak menginginkannya? Ia belajar di AS. Ibu menanyakan berapa lama Min Young tinggal di rumah ibu?

Min Young mengaku nggak tahu sambil menatap Jung Woo. Jung Woo mengatakan kalo Min Young bisa tinggal di sana selama beberapa waktu. Min Young tersenyum dan meminta Jung Woo untuk tinggal juga.

Jung Woo bingung jawabnya. Ia menatap ayah dan ibu yang menantapnya penuh harap.



Soo Ah sedang menyetir. Lampu sedang merah jadi ia berhenti. Ia teringat akan apa yang ia lakukan tadi di hotel.

Ternyata ada Ah Jin di bangku belakang. Ia menanyakan apa yang Soo Ah lakukan? Soo Ah yang lagi melamun tersadar. Ia mengaku nggak banyak. Ia baru saja pulang.

"Hmm. Itu membosankan"

Soo Ah membenarkan. Itulah hidupnya.

Ah Jin ngasih tahu kako dua punya satu pertanyaan matematika yang salah. Itu menyebalkan.

Soo Ah menoleh dan bertanya kenapa? Menurutnya Ah Jin sudah melakukan yang terbaik. Nggak papa mendapatkan kesalahan karena sopan santun.

Ah Jin dengan dinginnya bertanya balik. Gimana kesopanan itu? Ia meminta ibunya untuk segera menemukan guru matematika untuknya. Soo Ah nampak terkejut dengar permintaan anak sulungnya.


Chang Gook jalan bersama Yoon Ah di sebuah rumah susun. Mereka meninjau sebuah rumah.

Chang Giok membuka kulkas dan Yoon Ah membuat catatan. Seorang wanita duduk mengawasi mereka.

Chang Giok menanyakan seberapa sering putra wanita itu menemuinya? Lah, wanita itu malah nggak tahu kalo dia punya putra. Chang Gook sama Yoon Ah labgsung lihat-lihatan.

Chang Gook lalu menanyakan apa wanita itu minum obat secara teratur? Wanita itu tersenyum mengiyakan. Ia meminumnya sepaniang waktu.

Chang Gook sama Yoon Ah tersenyum mendengarkan.

Wanita itu lalu bertanya pada Yoon Ah, kapan ia akan melahirkan? Lah, Yoon Ah kaget ditanya seperti itu. Menikah aja belum.

Wanita itu merasa kalo perut Yoon Ah tampak sama. Bukankah ia bilang sedang hamil 5 bulan saat terakhir kali mereka ketemu?

Hahaha, Chang Gook senyun dengarnya.

Yoon Ah tertawa. Lah dia nggak tahu kalo ngomong itu. Wanita itu nenyarankan agar Yoon Ah melahirkan segera setelah ia hamil biar nggak menyesal.

Yoon Ah tersenyum membenarkan.

Wanita itu menatap Chang Gook dan bertanya, apa Yoon Ah nggak menginginkan anak laki-laki yang mirip sama suaminya?

Chang Gook terkejut dibilang suaminya Yoon ah. Yoon Ah sendiri malah ketawa-tawa.



Ji Eun sedang browsing. Ia mencari bunga yang Jung Woo potret sore tadi. Dan kata-kata Jung Woo terngiang lagi.

"Ditarik perlahan dan dalam. Itulah arti bunga Bindweed. Karena sifatnya memanjat, maka akarnya membentang panjang dan dalam je bumi dan bernafas dari sana. Makna itu pasti datang dari sana"


Ji Eun memejamkan matanya. Tangannya menyentuh bunga itu. Wajah Jung Woo.

"Suara pria itu tetap hidup sepanjang waktu  di telingaku. Aku juga nggak mengerti. Seandainya aku mengatakan kalo aku lega mendengar kako ia sudah menikah, ...apakah itu bohong?"

Ji Eun membuka matanya.


Akan ada jamuan makandi rumah Soo Ah. Ia memberitahu pelayan untuk memposisikan bunga itu di setiap piring. Pelayan Soo Ah mengiyakan.

Soo Ah terus sibuk menyiapkan segala sesuatunya.


Do Ha Yoon sedang membaca sebuah buku.

"Suaminya sedang dalam perjalanan bisnis. Dia bilang akan pergi srlama srkitar satu minggu. Betapa hebatnya kalo selama 7 tahun. Aku pura-pura kecewa tapi jantungku berdetak kencang nggak terkendali. Kamu dimana? Aku menelpon Jae Hoon. Bisa nggak kamu datang sekarang? Tubuhku terbakar bahkan sebelum aku bisa mendengar jawabannya"

Ha Yoon kesal. Siapa yang nyebut itu buku? Ia membuang bukunya kesal. Menurutnya itu cuman sampah.

Ha Yoon menghela nafas lalu mengambil ponselnya. Ia menelpon seseorang. Orang itu mengatakan kalo Ha Yoon nggak seperti dirinya yang menelpon duluan.

Ha Yoon menanyakan apakah nggak ada kemudahan? Ia mengaku nggak bisa kendapat inspirasi dengan sensor sebanyak itu.

Orang di seberang merasa kalo itu terlalu buruk. Apa ia nggak suka buku itu?

Ha Yoon mengaku nggak akan menggambar ilustrasi buat buku itu. Kalo mau tuntut aja dia.

Orang itu malah ketawa. Ia nengaku mengerti dan memberitahu kalo ada yang terjadi di rumah. Kalo Ha Yoon bisa maka datang saja ke rumahnya.

Sebenarnya Ha Yoon masih ingin ngomong malah sudah di putus dari sananya.



Soo Ah menata makanan di meja makan. Ia memanggil suaminya dan ngerasa kalo karyawannya sudah datang. Ia meminta suaminya untuk membuka pintu.

Suaminya nggak menjawab. Ponsel Soo Ah bunyi. Ia melihatnya sambil melihat siapa yang datang melalui interkom.

Orang yang datang bukanlah para karyawan.


Ji Eun baru sampai di rumahnya. Ponselnya bunyi. Ada telpon dari nyonya rumah depan. Ia malas mengangkatnya dan memilih untuk mematikannya.

Ia lalu duduk sambil melipat handuk. Soo Ah kembali menelpon. Soo Ah ngerasa kesal dan terpaksa menjawabnya.

Soo Ah meminta Ji Eun untuk membantunya tapi Ji Eun menolak. Dia nggak mau. Kenapa harus ia?



Suami Soo Ah keluar dari kamar dan nenanyakan siapa yang datang. Apa itu pak Do? Young Jae mau membuka pintu tapi dilarang sama Soo Ah. Biar dia yang buka.

Young Jae mengiyakan dan akan pergi.

Soo Ah menghela nafas panjang.

Pria di luar terus menekan bel. Young Jae keluar. Siapa itu? Pria itu terkejut lihat Young Jae dan jadi gugup. Dia nggak tahu mesti ngomong apa.

Tahu-tahu Ji Eun memangilnya. Young Bae! Ia memberitahu kalo itu bukan rumahnya. Dengan sopan Ji Eun menyapa Young Jae. Dia baru pindah kesana, kan? Ia memberitahu kalo ia tinggal di seberang.

Lee Young Jae mengiyakan sambil melihat rumah yang Ji Eun tunjuk.



Soo Ah ikut keluar. Ia menatap pria itu tajam dan menyapa sopan. Mereka pasti tetangganya. Annyeong! Ia mengajak Ji Eun untuk berteman dengannya. Ji Eun tersenyum mengiyakan.

Ji Eun lalu mengajak pria itu untuk pergi dari sana.

Young Jae juga kembali ke rumahnya. Ia nyuruh Soo Ah untuk menutup pintunya. Soo Ah menutup pintu sambil melihat Ji Eun menarik pria itu.


Pria itu nggak suka Ji Eun menariknya pergi. Ji Eun melepaskannya ketika sudah agak jauh.

"Wanita nggak setia itu dengan rumah dan keluarga yang luar biasa, pantas di hukum. Apa yang aku lakukan sekarang?"

Pria itu nenatap Ji Eun dan memberitahu kalo dia Kang Cheol dan bukannya Young Bae. Ji Eun merasa kalo sekarang itu nggak penting lagi.

"Kamu g*la apa? Kamu pikir kemana kamu pergi?"

Pria itu malah berharap kalo dia beneran g*la. Ji Eun memintanya buat nyerah aja. Ia memberitahu kalo Soo Ah adalah wanita yang sudah menikah.

"Ada apa denganmu anak muda?"

Kang Cheol menatap Ji Eun dan memberitahu kalo hatinya sakit. Soo Ah membuatnya g*la dan kenapa dia nggak boleh melihatnya?



Ibunya Chang Gook nggak sengaja lewat dan melihat perdebatan antara Ji Eun dan Kang Cheol. Ia memutuskan untuk sembunyi dan menguping.

Ji Eun mengatakan kalo Soo Ah menyuruhnya berhenti muncul. Lihat gimana Soo Ah memperlakukannya. Katanya dia nggak kenal sama Kang Cheol.



Kang Cheol menghampiri Ji Eun dan memohon agar membantunya. Dia bahkan sampai berlutut segala. Lah bikin ibu jadi ngeri lihatnya.

Ji Eun melarang Kang Cheol untuk jangan pernah datang lagi je lingkungannya. Kang Cheol mengaku takut dan meminta Ji Eun untuk membantunya sekali aja.



Ji Eun nggak mau dan meninggalkan Kang Cheol begitu saja. Kang Cheol frustasi teriak-teriak manggil Ji Eun.

"Eonni!! Eonni!! Aku jadi g*la! Selamatkan aku! Aku sekarat disini!!!"

Hadeuh, ibu jadi lemes dengernya. Dia sampai terduduk. Syok banget kayaknyaπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 2 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email


EmoticonEmoticon