Friday, July 26, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 1 part 3


All content from jtbc





Yuk baca sambil denger lagu. Jangan lupa klik video di atas, ya...

Soo Bin lagi sama teman-temannya. Da Hee bertanya-tanya apa murid pindahan berasal dari planet lain? Dia nggak bisa memuinnya di internet. Soo Min meminta agar Da Hee berhenti melakukannya.

Da Hee merasa harus nyari tahu. Gara-gara Soo Bin dia tiba-tiba masuk kelompok mereka. Teman sebelah Da Hee menuduh kalo Da Hee suka sama Jun Woo. Dia tahu kalo Jun Woo itu tipenya Da Hee.

Da Hee membantahnya kalo itu bukan tipenya. Tapi ia membenarkan kalo dia tampan. Soo Bin yang lagi nulis cuman senyum-senyum aja dengarnya.

Ro Mi mengaku setuju. Dia tahu kalo tipenya Da Hee adalah Jung Oh Je.

Teman Soo Bin yang berambut pendek terkejut nemuin sesuatu doal Jun Woo. Dia nunjukin ponselnya ke teman-temannya. Mereka semua juga kager tahu Jun Woo di paksa pindah atas kasus penyerangan dan pencurian.

Da Hee kembali nyalahin Soo Bin. Dia bingung dan nanya So Ye, mereka harus gimana? Soo Bin masih sepele nganggapnya. Jun Woo kan bukan gangster atau penjahat.

"Siapa yang tahu? Belakangan ada banyak psikopat berjawah tampan"

Soo Bin menilai kalo Da Hee terlalu berlebihan lihatnya.

Teman yang berambut pendek nemuin sesuatu lagi. Sepedanya Jun Woo. Soo Bin membenarkan kalo itu sepedanya.


Jun Woo menaiki sepedanya dan berhenti di depan sebuah minimarket. Twenty Four 7. Sedang di cari pekerja paruh waktu. Jun Woo masuk dan memberi salam pada karyawan wanita di dalamnya.

"Ada lowongan kerja, kan?"

Wanita itu membenarkan. Ia bertanya Jun Woo pelajar? Jun Woo mengiyakan. Ia mengambil kertas dari dalam tasnya dan memberikannya pada wanita itu. Dia adalah pelajar SMA tahun kedua.

Wanita itu bercanda. Bukan anak SMP? Jun woo membantahnya. Wanita itu tersenyum. Cuman bercanda.


Wanita itu membacanya sambil makan apel. Ia menanyakan apa keahlian Jun Woo.

Jun Woo bingung jawabnya. Apa harus punya keahlian? Wanita itu membenarkan. Kalo nggak punya nggak bisa kerja di sana. Jun Woo menggaruk kepalanya, bingung.

Ia lalu melihat pria yang pakai pakaian olahraga memasukkan beberapa makanan ke dalam kantong pakaiannya. Wanita itu juga melihatnya. Dia tahu kalo pria itu adalah pencuri.


Pria itu buru-buru kabur. Jun Woo keluar dan mengejarnya. Pria itu melrmpari Jun Woo pakai makanan yang ia curi tadi. Jun Woo memungutinya sambil terus mengejar. Dia tahu kalo masih ada makanan yang ada pada pria itu.

Pria itu kesal dan memberikan semuanya pada Jun Woo. Jun Woo berhenti mengejarnya setelah mendapatkan semuanya.


Jun Woo mengembalikan semuanya ke minimarket. Wanita itu seneng banget. Menurutnya Jun Woo punya keahlian yaitu berlari.

Ia lalu ngambil keranjang dan menyuruh Jun Woo untuk mengembalikan semuanya ke tempatnya. Jun Woo mengiyakan.

Jun Woo mulai melakukan apa yang disuruh wanita tadi. Ia menanyakan apa dia di terima kerja? Wanita itu bilang tergantung pada gimana Jun Woo bersih-bersih. Dia nyuruh Jun Woo buat cepetan.




Wanita itu menghampiri Jun Woo setelah ngomong di telpon. Ia memberikan rompi pada Jun Woo dan memanggilnya Park Young Bae. Ia punya tugas kecil buat Jun Woo.

"Park Young Bae?"

Jun Woo melihat nama yang ada pada rompi itu. Ada nama Park Young Bae disana. Mungkin dulunya punya Park Young Bae. Jun Woo mengangguk mengiyakan.


Hwi Young ada di tempat les. Ia mendengarkan dengan baik tapi Sang Hoon di belakangnya sangat berisik dan mengganggunya.

Guru les menghampiri Hwi Young dan duduk di hadapannya seusai menjelaskan. Hwi Young terus membuat kesalahan. Jawabannya salah. Ia merasa aneh. Tadinya dia mengira kalo Hwi Young hebat dalam hal itu.

Sang Hoon melongok dan ikut lihat. Ia mengaku lapar dan manggil Hwi Young. Bukannya ibu Hwi Young hari ini akan membelikan camilan? Ia kelaparan. Hwi Young mengiyakan. Ia meyakinkan kalo itu akan segera datang.

Guru marah dan melempar pulpen ke Sang Hoon. Dia nyuruh Sang Hoon buat ngerjainnya juga. Guru lalu nyuruh Hwi Young buat ngerjain selangkah demi selangkah.


Sang Hoon mengiyakan. Ia maju dan melihat kalo jawabannya Hwi Young salah. Padahal itu gampang banget. Kalo Hwi Young terus begitu maka dia bisa dapat peringkat satu.

Hwi Young cuman tersenyum. Guru kesal dan mengancam akan merobek telinga Sang Hoon kalo dia ngomong terus. Ia nyuruh Sang Hoon pergi dan nggak mengganggu Hwi Young.

Sang Hoon menurut. Ia maju ke depan dan ngambil jam tangannya guru. Sok mau mukul guru pakai itu. Guru rupanya tahu meski nggak melihatnya. Ia nyuruh Sang Hoon buat meletakkannya.



Sang Hoon menurut. Ia lalu mengambil spidol dan memecahkan pertanyaan yang sama pakai caranya sendiri.

Hwi Young terus melihatnya. Guru ikut menengok dan mau memarahi Sang Hoon lagi. Ia melihat cara Sang Hoon memecahkannya dan memujinya.

Hwi Young nggak suka dengarnya. Sang Hoon bahkan menjawabnya sambil nyanyi. Dan nggak butuh waktu lama Sang Hoon menemukan jawanannya. 65.

Guru kagum pada Sang Hoon. Sang Hoon tertawa. Guru memuji kalo itu adalah cara yang lebih cepat. Meski cara yang Hwi Young pakai juga benar. Tapi metode yang Sang Hoon gunakan nampak lebih efisien.

Sang Hoon seolah merendahkan Hwi Young. Kenapa sangat sulit memecahkan soal semudah itu? Hwi Young?

Guru mengingatkan kalo nggak semua orang genius kayak Sang Hoo. Hwi Young langsung menatap guru, nggak suka.

Sang Hoon mengiyakan lalu keluar. Guru merasa kalo Sang Hoon akan jadi murid sempurna kalo dia berhenti mer*kok. Ia lalu kembali pada Hwi Young dan berpesan agar dia nggak membuat kesalahan.

Hwi young tersenyum dan mengiyakan. Guru memaklumi kalo semua orang melakukan kesalahan. Ia lalu bangkit dan nyuruh semuanya buat istirahat.

Murid-murid yang lain mengiyakan lalu keluar.


Hwi Young menggaruk tangannya lagi. Ia merasa geram. Ia lalu bangkit.


Jun Woo datang mau mengantar pesanan. Di tangannya ada dua kantong penuh makanan. Ia ketemu sama guru les dan memberitahu kalo dia mengantarkan kiriman dari orang tua.

Guru langsung tahu kalo itu dari ibunya Hwi Young. Ia ngasih tahu tempatnya sama Jun Woo. Kelas dua. Jun Woo mengiyakan dan mau kesana.

Guru manggil Jun Woo lagi dan memintanya buat membuang sampah daur ulang di kelas. Iti semua dari tokonya Jun Woo juga. Jun Woo mengiyakan.


Jun Woo sampai di kelas yang dimaksud. Tempatnya kosong. Ia meletakkan makanan yang ia bawa di bawah papan tulis lalu ngambil kantong sampah yang ada di dekat meja guru. Ada yang di atas meja juga. Ia mengambilnya sekalian dan memasukkannya ke dalam kantong.

Jun Woo keluar. Ia ngambil saputangan dari kantongnya dan membersihkan jarinya.


Hwi Young mau balik ke kelas dan melihat Jun Woo. Dia memanggilnya dan bertanya sedang apa Jun Woo di sana? Jun Woo menyimpan kembali sapu tangannya dan memberitahu kalo dia datang untuk mengantar paket.

Hwi Young melihat kantong sampah Jun Woo dan mendekat. Jun Woo menyadarinya dan memberitahu kalo guru tadi nyuruh dia buat membuangnya.

Hwi Young bertanya kenapa dia nyuruh Jun Woo melakukannya? Ia memintanya dari Jun Woo. Biar dia saja yang buang. Jun Woo melarangnya. Nggak papa. Hwi Young memaksa agar Jun Woo memberikannya.

Sang Hoon mendadak datang dan manggil Hwi Young. Hwi Young yang mau ngambil sampah itu jadi nggak jadi.

"Lagi ngapain?"

Sqng Hoon melihat pakaian Jun Woo dan langsung tahu kalo paketnya datang. Ia berterima kasih lalu masuk kelas. Ibunya Hwi Young emang penyelamatnya. Dia lapar banget. Hwi Young ikutan masuk kelas dan ninggalin Jun Woo.



Jun Woo lanjut jalan lagi. Pas sampai di tangga mendadak sampahnya pada jatuh. Ternyata plastinya berlubang. Jun Woo mengambil sampah yang jatuh dan memasukkannya kembali.

Ia memeriksa kantong itu dan nggak sengaja melihat sesuatu. Kayaknya jam tangan. Jun Woo mau mengambilnya tapi nggak jadi.


Hwi Young tiba-tiba datang dan merebutnya. Katanya dia nggak sengaja membuang sesuatu. Hwi Young berbalik dan mengambilnya.

Jun Woo mengawasinya dan menanyakan apa yang dia cari? Hwi Young balik lagi dan mengembalikannya pada Jun Woo. Bukan apa-apa. Ia berterima kasih lalu pergi.

Jun Woo melihat kantong itu lagi. Jam tangan yang tadi dia lihat sudah nggak ada. Ia mencoba mencarinya tapi tetap nggak ada. Apa mungkin Hwi Young yang ambil?


Jun Woo sudah sampai di minimarket dan membuang sampah yang tadi dia bawa. Jam tangan yang ia lihat tadi memang sudah nggak ada. Ia lalu ingat saat Hwi Young ngambil kantong sampah itu darinya. Tapi kenapa saat ia bertanya Hwi Young bilangnya nggak ada? Bukan apa-apa.


Seorang ahjussi datang. Dia nunjuk jun Woo. Pegawai magang, Park Young Bae? Jun Woo melihat nama yang ada di seragamnya. Meski itu bukan namanya tapi ia diam saja.

Ahjussi ngasih tahu kalo dia pegawai magamg buat shif malam. Jun Woo memgiyakan dan memberi salam.



Hwi Young sampai rumah. Pelayan yang barusan ngasih minum ke ibunya ngasih tahu Hwi Young kalo ibunya lagi nelpon. Ia berjalan menuju tangga sambil tersenyum melihat ibu.

Ibu melambaikan tangannya. Hwi Young naik ke atas. Ia sempat berhenti bentar dengar ibu ngomongin soal apa yang ia lakukan tadi di tempat les. Ngirim makanan.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 1 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email