Saturday, July 27, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 1 part 4


All content from jtbc



Yuk baca sinopsis sambil denger lagu. Jangan lupa klik video di atas dan subsribe juga ya ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

Hwi Young sampai di kamarnya. Dia meletakkan tasnya lalu duduk. Entah apa yang dia pikirkan hingga ia kembali menggaruk tangannya.

Ia teringat apa yang terjadi di tempat les tadi. Perkataan guru lesnya yang bilang kalo nggak semua orang genius kayak Sang Hoon. Mereka semua membuat kesalahan.



Soo Bin habis mandi dan mengeringkan rambutnya pakai handuk. Ia lalu menemui ibu karena nggak sengaja dengar obrolan ibu di telpon.

Ia menghela nafas kesal. Apa itu dari ibunya Hwi Young? Ibu mengiyakan dan nyalahin Soo Bin. Ia berencana masukin Soo Bin ke kelas Matematika Hwi Young.

Soo Bin malas dan minta ibu nggak melakukannya. Ibu nggak peduli dan minta Soo Bin buat siap-siap. Soo Bin kekeuh nggak mau. Buat apa dia mohon-mohon sama ibunya Hwi Young cuman buat masuk kelas itu? 

Ibu malah tertawa. Menurutnya Soo Bin nggak tahu kenapa dia harus berkembang. Ia mengingatkan kalo Hwi Young itu murid nomor satu sementara Soo Bin ada di peringkat 28. Dia bahkan hampir gagal. Apa Soo Bin merasa kalo dia selevel sama Hwi Young?


Soo Bin meyakinkan kalo ia belajar keras maka ia akan mendapatkan nilai yang lebih baik.

Ibu malah meremehkan, Soo Bin mau butuh waktu berapa lama buat bisa dapat nilai terbaik? Lah, Soo Bin juga nggak tahu. Tapi yang pasti dia nggak mau ikut kelas itu.

Ibu memarahi Soo Bin tapi Soo Binnya sudah nggak mau peduli. Ia berbalik dan ninggalin ibu yang masih aja teriak-teriak. Katanya dia bakal nyariin tutor buat Soo Bin.

"Bodo!!!"


Soo Bin masuk ke kamarnya dan nutup pintunya rapat-rapat. Dia kesal sama ibu yang melakukan semuanya sesuka hatinya.

Ia lalu ngambil ponselnya di sebelah bantal dan membaca pesan dari Da Heen yang bilang kalo dia baru aja ngirimin bagian buat penilaian kerjanya. Ia nggak lagi merepotkan.

Soo Bin tersenyum. Ia mengiyakan dan akan memeriksanya.

"Kamu bakal nugasin apa ke murid baru? Jangan sampai dia jadi beban"

Soo Bin terdiam. Dia juga bingung mau ngasih tugas apa ke Jun Woo. Ia lalu teringat pada apa yang temannya temukan. Tentang penyerangan dan pencurian.

Soo Bin mencoba buat melupakannya dan santai saja. Ia merasa kalo Jun Woo nggak kayak orang jahat. Ia melihat sepeda Jun Woo lagi.




Jun Woo sedang di jalan mengendarai sepedanya. Mendadak ada sebuah mobil yang melintas dan hampir aja menabraknya. Jun Woo buru-buru mengerem.

Pengemudi itu bertanya apa Jun Woo nggak papa? Jun Woo mengangguk. Orang itu meminta maaf. Jun Woo mengangguk lagi. Ia sedikit mundur dan mempersilakan mobil itu untuk duluan.

Mendadak dia jadi ingat sama Soo Bin pas bertanya apa dia baik-baik aja? Soo Bin bahkan memintanya buat melakukan gerakan tangan memutar segala.

Tanpa sadar Jun Woo tersenyum. Bentar doang sih. Habis itu dia lanjut jalan lagi.


Jun Woo sampai di tempatnya. Ia memarkir sepedanya lalu naik ke lantai atas sambil bawa sesuatu. Ternyata dia tinggalnya di atap.

Di depan rumah dia mencium sesuatu lalu senyum. Ia masuk ke rumah sambil manggil-manggil ibunya. Sayang ibunya nggak ada. Yang ada hanya makanan yang sengaja ditinggalkan ibu buat dia. Bahkan ada sup juga di atas kompor.

Jun Woo memakan makanannya. Di dekatnya ada catatan dari ibu untuknya. Jun Woo mengambilnya dan membacanya.



"Nak, harimu nyenengin di sekolah? Gimana sekolahnya? Kamu pasti yang paling tampan di sana. Kkk. Pastikan kamu makan teratur dan belajar giat. Ibu harus pergi sebelum kamu pulang buat urusan restoran. Mian!"

Jun Woo menghela nafas habis baca surat ibu.

Ibu sendiri sedang bekerja di sebuah restoran kecil. Jun Woo mengiriminya pesan.



"Eomma! Eomma tadi kesini lagi? Aku kan sudah bilang jangan terburu-buru. Gimana kalo ibu jatuh lagi?"

Ih ibu malah ketawa. Ibu lalu membalas pesannya Jun Woo.

"Eomma pikir kamu sudah kehabisan lauk. Ibu bahkan nggak membantu saat kamu pindah. Mian"


Tiba-tiba ada pelanggan yang minta tambah soju sama ibu. Ibu mengiyakan.

Ibu lalu memberitahu Jun Woo kalo dia lagi kerja. Jun Woo anak ibu, sayange eh, saranghae.

Jun Woo membalasnya dengan stiker. Nado. Ia lalu melepas sepatunya dan beranjak ke kamar.


Jun Woo mau melepas nametag pada seragam sekolahnya tapi rada susah. Terang aja susah. (Masa melepasnya digigit?!) Jun Woo nyerah dan meletakkannya di atas tempat tidur. Ia lalu duduk.

Nggak lama kemudian Jun Woo sudah ganti baju. Dia mematikan lampu dan bersiap buat tidur. Nggak tahu kenapa dia nggak bisa tidur. Wait! Wait! Apa itu yang ada di sebelahnya? Kayak boneka,..


Kelas musik. Hwi Young memainkan sebuah lagu dengan piano. Anak-anak mendengarkan dengan tenang seolah terhanyut dengan lagu yang Hwi Young mainkan.

Pil Sang yang duduk di sebelah Jun Woo ngasih tunjuk Ro Mi. Katanya Ro Mi adalah gadis paling cantik di kelas. Ia adalah milik Pil Sang.

Jun Woo nggak menjawab. Pil Sang berbisik agar Jun Woo jangan berani-berani meliriknya. Kalo dia mergokin Jun Woo melakukan itu maka ia akan membuat Jun Woo kapok.


Jun Woo menatap pil Sang tapi nggak bilang apa-apa.

Pil Sang lalu nunjuk Soo Bin. Ia memberitahu kalo Hwi Young suka sama Soo Bin. Jun Woo menatap Soo Bin.

Pil Sang memperbolehkan Jun Woo buat menyukai gadis lain, meski ia akan kesulitan dengan wajah kayak gitu. (Heh? Kayak gitu gimana nih maksudnya?)

Hwi Young selesai memainkan lagunya. Anak-anak bertepuk tangan. Guru bangkit dan memberikan pujian pada Hwi Young.

Pil Sang mengangkat tangannya dan minta Hwi Young buat memainkan Let It Go. Guru membentaknya dan nyuruh dia buat diam.

Guru olahraga tiba-tiba masuk dan minta waktu bentar.



Guru olahraga membawa Jun Woo buat ketemu sama Wakepsek. Di sana ada guru les yang waktu itu juga. Tahu kan siapa dia?

Jun Woo hanya diam dan nggak menjawab.


Di kelas Hwi Young merasa nggak tenang. Dia bahkan nggak mendengarkan apa yang gurunya jelaskan. Ia tiba-tiba mengangkat tangannya dan minta ijin buat pergi ke UKS.

Sontak anak-anak melihatnya. Mungkin nggak biasa-biasanya Hwi Young ninggalin kelas.


Hwi Young jalan sambil menggaruk tangannya. Ia melihat mobil guru les di depan dan merasa kayak kesal apa menyayangkan. Dari ekspresinya kayak hadeuh...


Guru les menuduh Jun Woo mencuri jam tangannya. Jun Woo membantahnya. Ia mengaku nggak mencurinya.

Guru Oh masuk. Wakepsek (nggak tahu ding. Apa Kepsek apa Wakepsek. Lupa sama mukanya) ngasih tahu kalo Jun Woo mencuri jam tangannya guru les. Padahal baru aja pindah.

Hwi Young juga datang dan menyapa guru les. Guru les ngasih tahu Hwi Young kalo Jin Woo mencuri jam tangannya pas mengantar paket kemarin.

Hwi Young langsung menatap Jun Woo seolah nggak percaya. Guru Oh bertanya sama Wakepsek apa itu jam tangan mahal? Wakepsek mengiyakan. Jam tangan macam apa yang harganta 25.000.000 won?


Guru Oh kaget dengarnya. Ia bertanya pada Jun Woo, kenapa dia mencurinya? Jun Woo langsung menatap Guru Oh karena seolah menganggap kalo ia beneran mencurinya. Ia menekanlan kalo ia nggak mencurinya.

Guru Oh lalu ngasih tahu ke guru les kalo Jun Woo nggak mencurinya. Guru Les malah terpancing. Menurutnya siapa lagi yanh melakukan hal seperti itu? Jin Woolah satu-satunya orang yang masuk ke kelasnya selain murid-muridnya.


Dia lalu menatap Hwi Young dan bilang kalo harusnya Hwi Young tahu. Ia selalu memakai jam tangan itu tiap hari tapi nggak pernah terjadi yang kayak gini.

Hwi Young bertanya pada guru les. Dia yakin nggak menaruhnya di suatu tempat? Ia merasa kalo Jun Woo nggak mungkin mencurinya.

Jun Woo lalu menatap Hwi Young dan teringat saat Hwi Young mengambil kantong sampah darinya saat di tempat les.

Guru les merasa nggak habis pikir. Gimana bisa Hwi Young tahu sedangkan Jun Woo baru aja dipindahkan kemarin? Tepatnya dipaksa pindah.


Wakepsek mengingatkan kalo belum ada buktinya. Ia malah nyuruh guru les buat meriksa kolong kasur. Atau nyari di laci kamar mandinya.

Guru les makin kesal. Tadinya dia berniat mempertimbangkan buat damai tapi sekarang dia berubah pikiran. Ia akan meminta polisi buat menyelidikinya.

Guru les bangkit. Guru Oh, Wakepsek, guru olahraga dan Hwi Young berusaha buat mencegahnya.

Hwi Young meminta guru les buat bicara bentar. Guru les bilang dia nggak bisa karena harus siaran buat kelas online. Ia lalu pamit dan pergi gitu aja.



Hwi Young dan guru Oh mengejar guru les.

Jun Woo dan guru olahraga meninggalkan ruangan Wakepsek. Dari atas dia melihat Hwi Young dan guru Oh masih mengejar guru les dan memintanya buat bicara.

Guru olahraga manggil Jun Woo dan memintanya buat bergegas.


Guru Oh menahan guru les dan memintanya buat mempertimbangkannya lagi. Guru les mrngaku sudah banyak memiirkannya. Dia melihat sepatu Guru Oh dan memintanya buat menggantinya.

Guru Oh melihat sepatunya. Guru les meninggalkannya.


Jun Woo dibawa ke sebuah ruangan. Dia diminta duduk lalu ditinggalin.


Sementara itu anak-anak lain lagi makan siang di kantin. Pil Sang manggil-manggil Ro Mi dan ngasih yogurtnya ke Yo Mi tapi Ro Mi nya nggak nanggepin.

Soo Bin tiba-tiba nanya sama Hwi Young, apa dia beneran yakin kalo Jun Woo pelakunya? Hwi Young mengaku nggak tahu. Tapi dia berharap enggak. Tapi kayaknya gitu

Soo Bin memainkan makanannya dan merasa kako Jun Woo nggak kayak gitu. Hwi Young langsung nenatap Soo Bin. Gimana dia bisa tahu? Soo Bin menggeleng.


Da Hee mengeluh ke Soo Bin, kelompok mereka hancur, kan? So Ye mengangguk. Ro Mi berharap kalo beritanya nggak sampai bocor. Sudah cukup banyak orang pembuat onar (sambil melihat Sang Hoon)

Teman Soo Bin yang rambut pendek membantahnya sambil memperlihatkan ponselnya. Kabarnya sudah menyebar. Da Hee merasa kalo itu gawat.

Ki Tae malah ngomporin

"Kalian nggak kehilangan sesuatu, kan?"

Mereka langsung meriksa ponsel masing-masing. Da Hee yang paling panik. Katanya antingnya ilang. Dia dapat itu sebagai hadiah ulang tahun.


Soo Ye megang kuping kanan Da Hee.

"Maksudnya yang ini?"

Da Hee megang antingnya. Ih, iya. Sambil ketawa malu. Soo Bin memanggilnya. Da Hee mengangguk. Mereka harus selalu hati-hati, kan? Soo Bin mengangguk dan menyuruh Da Hee buat menghabiskan makanannya.

Sang Hoon tiba-tiba datang dan langsung duduk di atas meja. Dia dengar kalo kelasnya Hwi Young dalam masalah besar. Ia merasa kalo guru lesnya pantas mendapatkannya setelah menyombongkan jam tangan mahalnya.


Soo Bin menghela nafas dan ngingetin Sang Hoon kalo mereka lagi makan.

Sang Hoon mengangguk. Dia turun dan duduk di sebelah Hwi Young. Hwi Young menatapnya dan bertanya apa Sang Hoon mau bilang sesuatu? Sang Hoon cuman senyum-senyum dan nggak bilang apa-apa.



Seorang siswa laki-laki datang dan ngasih roti ke Hwi Young. Namanya Shim Bok. Sang Hoon heran dia beli roti buat Hwi Young. Apa ibunya tahu soal itu?

Shim Bok mengaku kalo ibunya tahu. Sang Hoon nanya lagi. Gimana dengan ayahnya? Hwi Young ngasih tahu Sang Hoon kalo dia minta bantuannya Shim Bok.

Hwi Young pamit lalu pergi membawa  makanannya.

Sang Hoon nyuruh Shim Bok buat meminum yogurtnya. Ki Tae ikutan pamit. Habis itu Sang Hoon juga pergi.



Polisi datang ke sekolah dan bicara dengan guru Oh selaku wali kelas. Mereka pergi saat Hwi Young datang. Ia menanyakan gimananya sama Guru Oh.

Guru Oh ngasih tahu kalo nggak cukup bukti jadi Jun Woo aman. Dan lagi nggak ada CCTV.

Hwi Young mengiyakan. Syukurlah. Guru Oh mengulangi. Syukurlah? Ia mengingatkan kalo Gyogam Ssaem sangat marah. Dia bahkan mau Jun Woo dipindahkan. Tapi karena Jun Woo baru pindah kemarin jadi dia nggak bisa langsung pindah. Hwi Young mengangguk.

Guru Oh mengambil ponselnya. Ia memberitahu Gyogam Ssaem ingin menemuinya. Ia akan pergi dan minta Hwi Young buat bicara sama Jun Woo.


Hwi Young nemuin Jun Woo yang berdiam di sebuah ruangan sendirian.


Keduanya lalu bicara di taman. Hwi Young ngasih roti sama susu ke Jun Young. Dia tahu kalo Jun Woo melewatkan makan siang. Ia nyuruh Jun Woo untuk memakannya.

Jun Woo mengambil roti dan susu dari Hwi Young dan berterima kasih.

Hwi Young ngasih tahu kalo nggak ada bukti dan sekolah juga baik-baik saja. Ia yakin semuanya akan beres. Guru kursus itu juga nggak sekejam itu.


Jun Woo meminum susunya dan nggak bilang apa-apa. Ia menatap Hwi Young seolah nggak percaya.

"Kamu juga berpikir aku mencurinya?"

Hwi Young tersenyum.

"Tentu saja enggak!"

Jun Woo lalu memakan dan meminum roti dan susunya. Hwi Young menatapnya. Sesaat.


Malam harinya Hwi Young belajar di kamarnya. Dan ia kembali menggaruk tangannya saat ia teringat obolannya dengan Jun Woo tadi siang.

Ibu menghampirinya. Ia meraih tangannya dan meniupnya. Ibu melarang Hwi Young untuk menggaruknya lagi dan memintanya buat menahannya saja. Atopy-nya akan makin parah nanti. Ya?

Ibu tersenyum. Hwi Young menanyakan ibu sedang senang hari ini? Ibu mengiyakan. Ia memberitahu kalo kakak Hwi Young mendapatkan peringkat satu lagi di jurusannya. Gimana dia bisa segitu sempurn? Dia akan mengalahkan semua murid barat yang cerdas. 


Hwi Young yakin kalo ayah pasti bahagia. Ibu memberitahu kalo ayah tersenyum sangat lebar. Padahal sebelumnya ngga pernah melakukannya. Hwi Young tersenyum. Ibu juga sangat bahagia?

Ibu mengiyakan. Ia sangat bahagia dan berharap tiap hari kayak gini. Hw Young mengaku bahagia kalo ibu bahagia. Ibu tersdnyum. Ia meminta Hwi Young untuk melakukan yang terbaik biar ibu bahagia.


Ibu meminta maaf karena telah mengganggu Hwi Young. Ia meminta Hwi Young untuk belajar dengan giat.

"Lakukanlah sebaik yang kakakmu lakukan. Ibu menyayangimu"

Ibu mencium Hwi Young dan mengusap punggungnya. Ia meminta Hwi Young untuk meminum minumannya. Ia lalu keluar.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 1 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email