Sunday, July 28, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 1 part 5


All content from jtbc




Jangan lupa klik videonya dulu, ya. 
Jun Woo sudah mulai kerja di minimarket. Dia nggak tenang kepikiran omongan guru Oh yang memintanya buat membawa orang tuanya ke sekolah. Ia mau ngirim pesan ke ibunya tapi nggak jadi.

Ahjussi datang dan menandakan berakhirnya jam kerjanya. Jun Woo sudah mau pergi tapi nggak jadi. Ia kembali menatap ahjussi.


Jun Woo membawa ahjussi ke sekolah untuk berpura-pura menjadi ayahnya. Ahjussi berlatih apa yang harus ia katakan nanti.

Jun Woo ngasih tahu Ahjussi kalo namanya bukan Park Young Bae. Ahjussi baru ingat kalo Park Young Bae adalah nama yang ada di rompi.

Ia lalu melihat nama yang ada di seragam sekolah Jun Woo. Lee Tae Ho. Jun Woo kembali memberitahu kalo itu juga bukan namanya. Lah, lalu siapa?



Jun Woo mau ngasih tahu namanya tapi nggak sempat keburu guru Oh datang. Ia mau mengenalkan ahjussi ke guru Oh tapi nggak sempat juga.

Guru Oh ngasih tahu kalo ibunya sudah datang. Ha? Ibu? Jun Woo kaget banget. Guru Oh heran, suaminya ibu datang juga?

Jun Woo jadi nggak enak ketahuan bohong sama ibu. Tiba-tiba ahjussi mengangkat tangannya dan menyapa ibu.

"Annyeong Yeobo!"

Hehe, ibu senyum sambil menatap Jun Woo seolah nanya, apa, nih maksudnya?




Guru Oh membawa Jun Woo, ibunya sama Ahjussi ketemu sama Kepsek. Kepsek ngomongnya panjang lebar tapi intinya ingin memaksa Jun Woo buat pindah.

Tapi sebelum Kepsek sempat mengatakannya ibu sudah lebih dulu mengatakan kalo ia akan memindahkannya. Sontak Jun Woo langsung menatap ibu.

Ibu menggenggam tangan Jun Woo seolah ingin menguatkannya. Ia bekerja di pedesaan dan akan membawa Jun Woo serta bersamanya.

Kepsek mengatakan kalo itu adalah ide yang bagus. Menurut kepsek, anak dengan emosi yang nggak stabil akan lebih baik untuk selalu bersama ibunya.

Ibu males dengarnya.



Jun Woo meninggalkan ruang Kepsek bersama ibu dan ayah pura-puranya. Guru Oh menahan ibu dan meminta agar ibu nggak perlu ngambil langkah tegas kayak gitu. Menurutnya Gyogam Ssaem nggak maksud mindahin...

"Kamu pikir aku menghindari kotoran karena aku takut?"

Guru Oh nggak ngeh. Ahjussi tersenyum dan memberitahu kalo ibu menghindarinya karena itu kotor.

Ibu ngasih tahu kako Jun Woo bukan orang yang akan mencuri barang. Apa artinya sekolah? Tempat yang nerima murid dalam masalah dengan pelukan hangat.

Ibu ngasih tahu kalo sekolah lama Jun Woo juga sama. Sekolah yang nggak mempercayai dan nerima murid adalah sampah. Maksudnya.. Maksudnya itu sangat menyebalkan.

Guru Oh menekankan kalo dia nggak pernah mencurigai Jun Woo.

Ibu ngasih tahu kalo ia akan mencari rumah yang dekat dengan tempatnya kerja dan akan membawa Jun Woo dua hari lagi. Sampai saat itu ia meminta guru buat menjaga Jun Woo untuknya.


Ibu berbalik dan pamit sama Jun Woo. Ia akan kerja. Ia meminta Jun Woo agar nggak berkecil hati karena ibu melarang itu.

Jun Woo mengangguk. Ibu membelai pipi Jun Woo lalu memeluknya. Ia akan nelpon nanti. Jun Woo mengiyakan.


Ibu lalu pamit sama guru Oh lalu mengajak suaminya pergi.

"Ayo Yeobo!"

Lah ahjussi juga ikutan. Ia mengiyakan. Yeobo. Mereka jalan ninggalin guru Oh dan Jun Woo.

Guru Oh meminta ibu buat mempertimbangkannya. Eh, ibu mendadak kepeleset. Untungnya ada ahjussi yang menolong. Jun Woo juga khawatir sama ibunya.


Guru Oh menghampiri Jun Woo menurutnya ibunya sangat bersemangat. Ia menepuk pundak Jun Woo. Jun Woo nggak mewarisinya?


Teman Soo Bin yang berambut pebdek ngasih tahu anak sekelas kalo dia dengar murid pindahan akan pindah lagi. Da Hee bertanya apa masalahnya? Apa itu hobinya?

Ro Mi rasa dia beruntung karena nggak masuk penjara remaja habis nyuri jam tangan mahal. So Ye bertanya-tanya dia yakin mencurinya? Siapa yang kursus di sana?

Da Hee ngasih tahu kalo Hwi Young sama Sang Hoon yang kursus di sana. Siapa lagi?


Guru Oh masuk. Seketika kelas jadi hening. Hwi Young tiba-tiba mengangkat tangannya. Menurutnya bukan tindakan yang tepat ngeluarin Jun Woo kayak gini.

Guru Oh ngasih tahu kalo belum ada keputusan jadi... Hwi Young memotong. Meski sekolah nggak punya pilihan, harusnya mereka nggak bias sama Jun Woo karena dia adalah teman mereka. Harusnya mereka percaya dan memihak Jun Woo.


Jun Woo masuk. Ia duduk di kursinya dan mengemasi tasnya. Hwi Young melarang Jun Woo pergi seperti itu. Ia meyakinkan akan bicara lagi dengan Gyogam Ssaem besok.

Jun Woo menegaskan kalo dia nggak pergi sekarang. Anak-anak langsung melihat ke arahnya. Nggak terkecuali Soo Bin.

Kelas mendadak hening. Guru Oh ngasih tahu kalo Jun Woo akan pindah besok. Ia lalu ngajak semua siswa buat mulai belajar karena UTS bentar lagi tapi mereka belum membuat kemajuan.

Anak-anak kembali semangat dan itu membuat guru Oh jadi senyum lihatnya.



Dan saat itu Jun Woo sama Soo Bin saling curi pandang.


Soo Bin nemuin Jun Woo dan ngasih bahan presentasi kelompok mereka. Apa Jun Woo bisa melihat beberapa buku buat referensi? Ia sudah nandain referensi di bagian belakang.

Jun Woo menatap Soo Bin seolah ngingetin kalo dia akan pindah. Soo Bin memberitahu kalo Jun Woo satu kelompok dengannya. Kalo ingin gabung maka dia harus mempelajari itu.

Jun Woo memberitahu kalo dia akan pergi. Soo Bin mengiyakan. Ia tahu tapi ia tetap nulis namanya Jun Woo di daftar kelompok. Jun Woo bisa ke perpustakaan buat melakukan riset. Tahu tempatnya, kan?



Jun Woo menerima tugas dari Soo Bin dan mengangguk. Soo Bin sudah mau pergi tapi dia keganggu banget dengan nametag punya Jun Woo. Apa dia nggak berniat melepaskannya?

Jun Woo memberitahu kalo itu sulit dilepaskan. Soo Bin nggak bilang apa-apa lagi dan pergi.


Jun Woo ke perpustakaan. Ia mencari beberapa buku untuk membantunya mengerjakan tugas. Ih Jun Woo orangnya ati-ati banget meletakkan bukunya.


Jun Woo sudah selesai mengerjakannya dan mau memberikannya pada Soo Bin. Soo Bin sedang bersama teman-temannya.

Da Hee kayak nggak suka lihat Jun Woo. Dia langsung maju dan seolah nantangin.

"Kenapa? Apa?"


Jun Woo menatap Soo Bin. Soo Bin nyuruh teman-temannya buat duluan. Da Hee khawatir. Apa Soo Bin akan baik-baik saja? Soo Bin tersenyum dan mengiyakan. Ia akan.

Da Hee lalu ngajak yang lain buat pergi.



Jun Woo sama Soo Bin maju. Jun Woo menyerahkan tugasnya pada Soo Bin. Soo Bin nggak nyangka Jun Woo sudah selesai. Dia kan bisa menyerahkannya besok?

"Besok aku nggak akan datang"

Soo Bin mengingatkan bukankah Jun Woo masih ada waktu sampai besok? Jun Woo mengiyakan. Tapi ia sudah mutusin buat nggak akan datang besok. Soo Bin menghela nafas.

"Kamu beetindak sesukamu, ya?"

Ia melihat lagi label nama Jun Woo. Jun Woo memberitahu kalo ia akan mengembalikannya besok. Soo Bin nggak bilang apa-apa lagi.

Jun Woo mengucapkan sampai jumpa lalu pergi. Soo Bin berbalik dan melihat Jun Woo.


Soo Bin jalan sama teman-temannya. Mendadak langkahnya melambat gara-gara lihat Jun Woo.



Gara-gara itu Soo Bin jadi nggak konsen. Ia kembali melihat laporan tugas kelompoknya. Ada namanya Jun Woo. Soo Bin membaliknya dan melihat hasil kerja Jun Woo.

Nggak sengaja ia melihat gunting jahit punya So Ye.




Jun Woo duduk di pinggir lapangan sambil nulis surat permohonan maaf. Habis nukis judul dia bingung mesti menulis apaan.

Tiba-tiba ada seekor kepik yang mendarat di kertasnya. Kepiknya kebalik. Dengan pensil Jun Woo membanti kepik itu buat berbalik.

Bukannya nulis permintaan maaf, Jun Woo malah menggambar kepik itu. Kepiknya jalan-jalan di sekitar gambar kepik Jun Woo. Ih, Jun Woo malah jadi senyum lihatnya.


Soo Bin tiba-tiba nongol.

"Gambarmu bagus. Kepiknya kelihatan imut"

Jun Woo menatap Soo Bin. Ia lalu menjatuhkan kepik itu ke tanah. Soo Bin tersenyum. Soalnya habis menjatuhkannya Jun Woo mengawasinya kayak sayang banget sama kepiknya.




Soo Bin meminta Jun Woo buat berdiri di samping meja. Jun Woo nggak ngeh Soo Bin maunya apa. Kenapa?

Soo Bin kembali nyuruh Jun Woo supaya nurut aja.

Jun Woo menutup bukunya dan melakukan apa yang Soo Bin minta.

Soo Bin maju dan menarik seragamnya Jun Woo sambil mengeluarkan gunting jahitnya. Ih, Jun Woo rada takut lihat Soo Bin bawa-bawa gunting.

"Jangan gerak! Aku nggak akan gigit, kok!"

Jun Woo sedikit rileks dengar lawakan Soo Bin. Soo Bin bertanya Jun Woo itu hantu, ya? Hampir aja nggak kelihatan. Apa Jun Woo nggak kesal jadi bukan siapa-siapa?

Jun Woo nggak bisa jawab




Soo Bin sudah selesai. Ia ngasih lihat label nama itu ke Jun Woo lalu membuangnya. Ia lalu berbalik dan kembali menatap Jun Woo. Kali ini dengan senyuman yang manis banget.

Ih bikin Jun Woo jadi salting. Ia bahkan nggak berani menatap Soo Bin.

"Terima kasih!"



Jun Woo mau kembali duduk. Soo Bin menahannya. Katanya dia belum selesai. Ia meletakkan gunting jahit di atas meja lalu ngambil kertas label di dalam sakunya. Ia menempelkannya pada seragam Jun Woo dan hendak menamainya.

"Siapa namamu?"

"Choi Jun Woo"

Soo Bin menuliskan nama Jun Woo. Ih, Jun Woo senyum.

Soo Bin udah selesai nulisnya.

"Jadi kamu emang bisa senyum?"

Eh, Jun Woo malah menghapus senyumnya dan bersikap biasa aja.

"Sampai jumpa murid baru. Semoga sukses! Teruslah jadi bukan siapa-siapa"

Jin Woo nggak menjawab. Soo Bin ngambil gunting jahitnya So Ye lalu pergi.


Jun Woo ngelihat label dari Soo Bin. Kayaknya...dia berubah pikiran.



Jun Woo jalan sambil bawa kertas surat permintaan maafnya yang kosong. Tiba-tiba dia berhenti.

Apa perlu jadi seseorang? Aku nggak prrnah peduli hal yang kayak gitu seumur hidupku. Untuk apa sekarang aku berubah?

Jun Woo menghela nafas lalu melepas label namanya. Eh, dia senyum lagi??

Jun Woo mau masuk ke ruangan guru Oh tapi nggak jadi saat ia mendengar pembicaraan antara guru Oh dan Hwi Young. Hwi Young menyatakan kalo Jun Woo emang mencurinya.

Guru Oh sendiri merasa nggak yakin. Menurutnya itu nggak mungkin. Hwi Young juga merasa nggak ingin percaya. Tapi Sang Hoon yang juga kursus di sana mengaku melihatnya.

Guru Oh memastikan, maksudnya Sang Hoon murid kelas lain? Hwi Young membenarkan.


Jun Woo merasa nggak percaya. Masalahnya Hwi Young terang-terangan mendukungnya di depannya tapi ternyata di belakang...


Jun Woo menemui Hwi Young pulang sekolah. Hwi Young memberitahu kalo dia sudah menjelaskan semuanya pada Oh Ssaem. Tunggu saja hasilnya. Ia ada kursus.

Jun Woo nggak bilang apa-apa dan terus ngikutin Hwi Young. Hwi Young berhenti dan bertanya apa Jun Woo ingin bicara dengannya?

Jun Woo menatap Hwi Young tajam. Hwi Young melihat jam tangannya dan bertanya ada apa? Jun Woo tetap diam. Hwi Young memberitahu kalo dia akan terlambat dan minta bicaranya besok lagi saja. Maaf.



Hwi Young berbalik dan mau ninggalin Jun Woo.

Jun Woo tiba-tiba bersuara. Ia nyebut nama Hwi Young. Ma Hwi Young. Hwi Young menoleh.

Jun Woo mendekat.

"Jun Woo, gini..."

"Kenapa kamu pura-pura?"

Hwi Young nggak paham dan menanyakan apa maksudnya.

"Kamu orangnya. Kamu yang mencurinya"

Hwi Young masih nggak ngerti. Mencuri apa? Hwi Young langsung ingat pada jam tangan Gyogam Ssaem. Ia malah tertawa dan meminta Jun Woo agar nggak khawatir. Ia mengingatkan kalo ia akan membantu Jun Woo. Jadi tenanglah dan...

Jun Woo memotong. Hari itu, saat Hwi Young mengikutinya menuruni tangga dan menemukan jam tangan di kantong sampah dan mengambilnya. Dikiranya dia nggak tahu?

Hwi Young tersenyum dan mengaku nggak tahu apa yang Jun Woo maksud. Ia meninggalkan Jun Woo.




Jun Woo mengejarnya dan meraih tangannya. Hwi Young menghempaskan tangan Jun Woo.

"B*randal! Mau apa kalo aku pelakunya?"

"Aku mau kamu jujur padaku. Kenapa kamu menyalahkannya padaku padahal kamu yang mengambilnya?"

Hwi Young melihat sekitar dan memastikan nggak ada yang dengar.

"Mau apa kalo aku pelakunya? Dasar sampah!"

"Sampah? Bukannya itu harusnya kamu?"

"Apa? B*randal!"

"Sampah!"

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 1 part 5
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email