Monday, August 26, 2019

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 5 part 4


All content from Channel A




Warning: 21+

Jadilah pembaca yang bijak. 

Jung Woo duduk menyendiri di ayunan. Dia ngambil ponselnya lalu melihat kontaknya Ji Eun. Mungkin kangen sama Ji Eun. Dia memperbesar foto profil Ji Eun. Sarang dan Mideum.


Jung Woo pulang dan ketemu sama Min Young di depan. Min Young heran Jung Woo belum makan padahal bilangnya ada janji makan malam.

Jung Woo bohong kalo janjinya dibatalkan. Dia ngerjain tugas di sekolah. Min Young berpikir kalo harusnya Jung Woo beli makanan buat makan malam. Dia terpaksa makan sama para profesor karena Jung Woo bilangnya sibuk.

Jung Woo merasa kalo itu bagus.

Min Young mengapit lengan Jung Woo dan berubah manja. Jung Woo mau makan apa besok? Dia mau masakin yang enak dan nungguin Jung Woo kayak ibu rumah tangga yang baik.

Jung Woo nampak nggak gitu terkesan. Liftnya datang. Dia ngajak Min Young buat masuk.



Ji Eun bekerja seperti biasa. Min Young kebetulan lewat dan menepuk pundaknya. Ji Eun menoleh kaget sementara Min Youngnya malah cekikikan.

Min Young ngasih tahu kalo dia mau masak yang enak buat suaminya. Ia menanyakan pendapatnya Ji Eun. Apa ia harusbeli arak masak? Ia melihat resepnya di internet.

Ji Eun menanyakan apa yang mau Min Young masak?

"Galbi Jjim. Kesukaan suamiku"

Ji Eun memberitahu kalo itu bermanfaat buat masakan daging karena bisa menghilangkan baunya. Min Young merasa salut. Ibu rumah tangga emang beda.

Ji Eun menolak dipanggil ibu rumah tangga. Dia kan kerja paruh waktu disana. Min Young lalu neralatnya. Ibu rumah tangga paruh waktu.

Min Young penasaran menanyakan kencannya Unnie Soo Ah pada Ji Eun. Ji Eun nggak mau jawab. Sambil menata barang dia mengaku nggak tahu.

Min Young ngerasa aneh Ji Eun nggak tahu. Dia kan lebih dekat dengan Soo Ah dibanding dia. Ji Eun tetap bilang nggak tahu.

Min Young tersenyum. Dia mengaku tergila-gilapada Soi Ah saat Soo Ah dengan percaya diri mengaku berselingkuh. Menurutnya itu sangat keren. Ia membenarkan kalo hidup ini singkat. Perselingkuhan atau apa, mereka harus percaya diri mencari cinta sejati walaupun harus mati.

Ji Eun mengingatkan kalo itu menyangkut orang lain tapi Min Young sangat mudah mengatakannya. Padahal barusan dia ngomongin soal masak Galbi Jjim buat suaminya.

Min Young tersenyum mengiyakan.




Soo Ah sedang motong mentimun. Pikirannya nggak tenang teringat saat Ha Yoon menahan tangannya kala itu. Jangan pergi.

Saat Ha Yoon melukis wanita yang sedang menari.

Ia mencoba untuk nggak memikirkannya dengan mempercepat potongannya. Mendadak kalimat Ha Yoon kembali terngiang.

"Mungkin aku bisa menemukannya kalo kamu melepas pakaianmu"


Ciuman mereka.

"Kita jangan ketemu lagi"

Soo Ah benar-benar nggak bisa membuangnya. Puncaknya ia memotong jarinya sendiri. Ia melepas celemeknya lalu pergi dari sana.


Ha Yoon sendiri sedang melukis.


Ji Eun pulang. Teringat kembali apa yang Min Young katakan padanya tadi. Hidup itu singkat. Kita harus mencari cinta sejati walau harus mati.

Ji Eun memutar sepedanya lalu pergi lagi.

"Benar. Aku menipu diri sendiri. Aku sangat merindukannya"



Soo Ah sedang menyetir entah mau kemana. Jarinya yang berdarah hanya dia bebat pakai tissue.

Ha Yoon mewarnai lukisannya pakai warna merah. Nggak tahu kenapa tiba-tiba dia merasa marah lalu mencoret-coret lukisannya sendiri.

Mobil Soo Ah sampai di depan rumah Ha Yoon. Dia buru-buru naik ke atas. Ha Yoon merasakan kehadiran seseorang. Ia langsung menoleh ke pintu. Soo Ah menatapnya dengan nafas terengah-engah.

Dia bangkit dan menghampiri Soo Ah. Melihat jari Soo Ah yang berdarah membuatnya khawatir.



Tas yang Soo Ah pegang tiba-tiba jatuh. Ia menghampur memeluk Ha Yoon. Ha Yoon yang juga merindukan Soo Ah membalas pelukannya bahlan lebih erat.

Ha Yoon melepas pelukannya lalu menatap Soo Ah. Keduanya lalu berciuman dengan sangat intens.


Ji Eun sampai di sekolah tempat Jung Woo mengajar. Satpam yang sedang berjaga menanyainya apa ia sedang nyari seseorang?

Ji Eun menyangkalnya lalu pergi.

Ji Eun nggak sengaja melihat Jung Woo yang masih di sekolah. Dia mencoba buat manggil dengan melemparkan batu kecil.

Batu yang pertama hampir kena. Batu yang kedua malah membentur pagar dan mengenai dirinya sendiri. Mungkin rasanya sakit banget. Dia sampai terduduk menahan sakitnya.

Tapi justru suara itu yang membuat Jung Woo jadi melihat ke arahnya. Dia mendekat dan bertanya apa Ji Eun nggak papa?

Ji Eun langsung bangkit seolh nggak papa. Jung Woo lihat rada merah.




Ji Eun meraba keningnya dan mengaku nggak papa. Lah, Jung Woonya malah tertawa.

Ji Eun merasa tersinggung. Kenapa tertawa? Tawa Jung Woo langsung berhenti.

Jimin yang masih ada di kelas nggak sengaja melihat Jung Woo sedang bersama Ji Eun di bawah.

Jung Woo mengonfirmasi kalo hari itu Ji Eun sakit gara-gara dirinya. Ji Eun membantahnya. Sama sekali enggak.

Jung Woo memberitahu kalo dia sangat sakit hati. Ji Eun nggak paham. Kenapa?

Jung Woo menjelaskan kalo bukan hari itu tapi setelahnya. Saat Ji Eun berpayungan dengan pria lain. (Hidih, bilang aja cemburu). Ia sangat sedih setelah mengembalikan payungnya Ji Eun.




Ji Eun terdiam. Dia nggak nyangka kalo itu yang Jung Woo pikirkan. Ia memberitahu yang sebenarnya kalo dia juga sangat sakit hati. Dan sangat malu.

Jung Woo meminta maaf dan mengakui kalo dia yang salah.

Ji Eun sudah bisa senyum lagi. Hal itu bikin Jung Woo ikut senyum juga.

"Cuaca hari ini sangat cerah, kan?"

Ji Eun ngangguk.

"Mau jalan-jalan?"

Ji Eun ngangguk lagi.

Keduanya jalan bersama. Meski ada pagar yang membatasi tapi hal itu nggak mengurangi kebahagiaan mereka.


Min Young mulai masak. Dia mengikuti video di ponselnya.

"Dia punya istri yang manis"


Chang Gook lagi kerja dengan senyum ramah.

"Aku punya suami yang tekun"


Soo Ah dan Ha Yoon bahkan lebih jauh lagi. Mereka saling melepaskan p*k*ian masing-masing.

"Tapi aku masih belum cukup berani untuk bermusuhan dengan dunia"



Ji Eun dan Jung Woo berjalan di antara pepohonan.

"Sekarang ini, pada saat ini, aku berharap dan memohon agar jalan yang kulalui bersamanya bukanlah ujung dunia"

Mendadak Ji Eun berhenti berjalan. Ia menengadahkan wajahnya sambil memejamkan mata.

Jung Woo berbalik dan menatapnya. Ji Eun membuka matanya dan menatap Jung Woo yang tersenyum padanya.


Jung Woo mengeluarkan tangannya dari kantong celananya dan meminta tangan Ji Eun. Ji Eun menatap tangan itu dan pelan-pelan meletakkan tangannya di atasnya.

"Walaupun nggak ada jalan untuk kembali"

Jung Woo tersenyum dan menarik Ji Eun buat jalan lagi.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 5 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar: