Friday, August 30, 2019

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 6 part 4


All content from Channel A




Warning: 21+

Jadilah pembaca yang bijak
Young Jae lagi meeting membahas lukisan Ha Yoon. Mereka akan menggunakannya buat sampul. Karyawan Young Jae mengiyakan. Mereka memberitahu kalo pengarang aslinya sangat menyukai lukisan itu. 

Young Jae menanyakan apa mereka perlu membeli beberapa karya Do Jagga?

Karyawanpria mengaku setuju. Karyawan yang lain juga setuju.

Young Jae tersenyum dengarnya.



Ponselnya bunyi. Jenny mengirim pesan. Katanya dia tahu model lukisan Do Jagganim adalah istrinya.

Ekspresi Young Jae seketika berubah. Dia bangkit dan melihat lukisan itu lagi.

Young Jae nelpon Jenny. Jenny membenarkan. Dia memberitahu kalo malam itu Do Jagganim dan istrinya Young Jae nampak akrab.

Young Jae kaget. Mereka akrab? Jenny mengiyakan. Ia melanjutkan kalo dia juga melihat mereka bersama di tempat parkir pameran.

Young Jae nampak marah. Dia menutup telponnya. Sekali lagi ia melihat lukisan itu.



Ia lalu teringat saat Soo Ah nemuin lukisannya Ha Yoon saat datang ke rumah.

Juga lukisan Ha Yoon lainnya. Ia merasa penasaran dengan model dari lukisan Ha Yoon yang sepertinya orang sungguhan. Apa itu wanita yang Do Jagganim cintai?

Ha Yoon bukannya menjawab malah mengusirnya.

Young Jae nggak bisa nahan lagi. Dia pergi dari sana.


Jung Woo melamun di dekat jendela. Dia llau ngambil ponselnya. Nggak ada pesan yang masuk.

Ia kembali teringat pertanyaan kepala sekolah yang menanyakan siapa Ji Eun? Bukan istrinya Jung Woo?



Di supermarket Ji Eun malah nampak sangat bahagia. Bentar-bentar lihat ponsel sambil senyam senyum.

Clara menghampirinya. Senang? Eh, Ji Eun buru-buru menyimpan kembali ponselnya. Karena bentar lagi pulang jerja Ji Eun jadi nampak senang. Makanya pekerjaan paruh waktu yang terbai. Nggak perlu pusing soal penjualan atau lembur. Ia merasa kalo 24 jam aja nggak cukup. Habis bilang itu Clara pergi.

Ji Eun melanjutkan pekerjaannya. Ponselnya bunyi. Ia buru-buru mengambilnya dan membaca pesannya.


Jung Woo membatalkan janji hari ini dan meminta maaf. Senyum Ji Eun menghilang seketika.

"Seakan bumi berhenti berputar. Untuk sesaat alu kehilangan arah. Bukannya aku nggak tahu kalo aku adalah wanita yang bisa dengan mudah dibatalkan janjinya melalui pesan.



Soo Ah sedang bersiap-siap. Ih, dia kelihatan cantik banget. Ia lalu mengambil ponselnya dan mengirimkan ss pesan yang ia dapat kemarin pada Ha Yoon.

Ha Yoon membaca pesan itu dan merasa aneh.

"Kamu atau bukan kamu. Tapi itu nggak penting. Karena aku dalam perjalanan menemuimu"

Dia merasa bukan dia yang mengirimkannya.

Terdengar suara langkah kaki.


Ha Yoon buru-buru bangkit dan membuka pintu. Dan yang datang adalah Bit Na.

Bit Na merasa heran. Sebelumnya Ha Yoon nggak pernah menyambutnya kayak gini. Bit Na melangkah masuk dan nenanyakan Ha Yoon lagi nungguin seseorang?

Ha Yoon nggak menjawab. Bit Na penasaran. Ada apa? Apa Ha Yoon baik-baik saja? Ha Yoon ternyata nggak dengar Bit Na ngoming apaan. Apa?


Young Jae pulang. Dia nelpob Soo Ah dan menanyakan dia dimana? Soo Ah bilangnya dia di rumah. Young Jae tersenyum. Dia cuman...

Tiba-tiba mobilnya Soo Ah melintas. Berjalan menjauhi rumah.

Soo Ah menanyakan apa ada masalah?

Young Jae menyangkalnya dan memberitahu kalo hari ini dia pulang telat. Soo Ah mengiyakan.

Mobil Young Jae berhenti. Ia lalu mengikuti mobilnya Soo Ah.



Ji Eun mengambil sepedanya dan bersiap pulang. Ibunya Chang Gook tiba-tiba datang dan manggil-manggil.

Ji Eun menanyakan ada masalah apa? Ibu bertanya mereka nggak ada masalah, kan? Ji Eun mengiyakan.

Ibu memberitahu kalo tadi dia tidur siang dan memimpikan bayi. Harimau besar melompat dari tebing ke lautan biru. Kura-kura raksasa berenang dan berteman dengan harimau lalu membawanya ke istana bawah air.

Ji Eun tersenyum. Ia berpendapat kali kayaknya ibu bakal panjang umur. Atau mungkin harus beli tiket lotre?

Ibu mukul lengan Ji Eun dan memberitahu kalo itu mimpi bayi. Kayaknya bayi laki-laki.


Ji Eun malah nangis. Dia meminta agar ibu berhenti ngomonginnya. Ibu kaget lihat reaksi Ji Eun.

Dengan terbata-bata Ji Eun bilang kalo mereka nggak bisa punya anak. Dia memohon agar ibu berhenti ngomongin soal anak.

Ji Eun nggak tahan lagi dan pergi ninggalin ibu.



Ibu langsung nemuin Chang Gook habis nemuin Ji Eun. Chang Gook kesal karena ibu nemuin dia di jam paling sibuk.

Ibu terus terang menanyakan apa Chang Gook nggak bisa punya anak? Chang Gook nggak paham maksudnya ibu apaan?

Ibu meminta agar Chang Gook nggak bohong padanya.

Chang Gook mau kembali ke pekerjaannya dan meminta agar ibu bicaranya nanti aja.

Ibu malah memukul punggungnya Chang Gook. Mukulnya keras banget bukin Chang Gook kesal. Sapi aja bisa pingsan.

Ibu nenarik Chang Gook dan berbisik menanyakan ala dia mandul?

Hah? Chang Gook kaget dengarnya. Ia memberitahu ibu kalo mereka nggak berencana punya anak. Mereka cuman gandengan pas tidur.

Chang Gook lalu jalan ninggalin ibu. Ibu nggak habis pikir. Cuman gandengab pas tidur?

Sstt!!! Chang Gook minta ibu diam lalu pergi. Ibu sendiri masih kaget.


Ji Eun pulang sambil mendorong sepedanya. Tali sepatunya lepas tapi dia sama sekali nggak peduli.

Seorang anak laki-laki naik sepeda dan hampir menabraknya. Sepeda Ji Eun jatuh. Rantainya lepas. Dia menghela nafas dan mencoba memperbaikinya tapi susah.

Ji Eun jadi kesal sendiri. Marah, sedih.

Ia lalu bangkit dan berjalan meninggalkan sepedanya.

"Kapan kami akan menghadapi kebenaran satu sama lain?"


Soo Ah sampai di hotel. Dia mersa ada yang mengikuti tapi saat berbalik nggak ada siapa-siapa.

Young Jae mengikutinya. Dan secara nggak sengaja dia melihat sepatunya Young Jae yang sedang sembunyi.

Soo Ah lalu berjalan dengan terburu-buru. Young Jae langsung mengikuti.

Soo Ah sangat panik. Dia lalu bersenbunyi di toilet. Young Jae nggak bisa masuk dan hanya bisa menunggu di luar.


Di rumah Ha Yoon juga merasa nggak tenang. Dia bahkan nggak mendengarkan Bit Na yang lagi ngomong. Pikirannya hanya tertuju pada Soo Ah.

Ha Yoon merasa nggak bisa tinggal diam.  Dia bangkit dan langsung keluar.


Young Jae masih nunguin di luar. Soo Ah panik. Dia mengirimkan pesan pada Ji Eun dan menjelaskan situasinya pada Ji Eun. Dia merasa harus bertemu sekali aja dan meminta Ji Eun untuk datang membantunya.



Ji Eun berjalan melewati jembatan. Kenangan saat Jung Woo nengikat tali sepatunya nendadak muncul.

Nggak mau berlama-lama hanyut dalam kenangan, ia pun lanjut jalan lagi dan malah bemuin bunga itu lagi. Lagi-lagi dia ingat sama Jung Woo

"Hanyut secara perlahan dan dalam"

Ji Eun ngerasa kalo artinya terasa sunyi. Jung Woo nembenarkan. Dan bahkan nggak berbuah.

"Kalo nggak berbuah, mungkin seenggaknya aku dan kamu bisa saling mengucap perpisahan"



Soo Ah berjalan bersama rombongan wanita yang keluar bersamaan dan berhasil mengecoh Young Jae.

Young Jae meninggalkan toilet dan nemuin Soo Ah lagi nunggu lift. Dia mengejarnya tapi nggak keburu.

Soo Ah sudah naik lift. Soo Ah sendiri nampak nggak tenang di dalam lift.


Ji Eun datang ke hutan. Dia sama sekali nggak nyangka kalo Jung Woo ada disana. Ia berjalan mendekat.

Jung Woo merasakan kedatangan Ji Eun lalu bangkit dan berhenti memotret.

Ji Eun syok.

"Apa ini? Kalo kamu akan datang kenapa...?"

Ji Eun nggak bisa bilang apa-apa. Dia berbalik dan pergi.

Jung Woo nggak sanggup menahan perasaannya. Dia menghampiri Ji Eun dan memeluknya dari belakang.

Ji Eun yang kadung marang melepaskan tangan Jung Woo dan pergi.

Jung Woo menahannya lagi dan nenarik tangannya.

"Mengapa orang terjebak dalam perangkap penarikan diri?"

Ji Eun memutar tubuhnya dan menatap Jung Woo.


Soo Ah sampai di depan kamar yang ia tuju.

"Jika semua orang di dunia hanya boleh mencintai satu orang, apa semua orang akan bahagia?"

Seseorang di dalam langsung menariknya. Pintu langsung ditutup.



Jung Woo menarik Ji Eun dan menciumnya. Mata Ji Eun menatap langit.

"Langit berwarna biru dan aku nggak akan mempersulit diri lagi"

Ia menutup matanya dan menikmati ciuman itu. Tasnya terjatuh.

"Rasa sakit dan kenikmatan. Sukacita dan keputusasaan. Seperti dua sisi uang logam. Meski demikian, disaat ini, aku..."

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 6 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email