Thursday, August 22, 2019

Sinopsis Moment at 18 episod 4 part 1


All content from jtbc


Jangan lupa klik videonya dulu sebelum mulai baca

Soo Bin dan Jun Woo berteduh di dalam telpon umum. Jun Woo ngambil sapu tangan dari kantong celananya dan memberikannya pada Soo Bin.

Soo Bin nampak heran Jun Woo punya saputangan. Kata Jun Woo itu ada di dalam saku celananya.

Soo Bin mengambilnya dan rada ragu menggunakannya buat menbersihkan wajahnya.

Jun Woo memberitahu kalo itu bersih. Cuman sedikit lecek aja. Soo Bin tersrnyum dan mengeringkan bajunya. Dia nggak nyangka Jin Woo membawa barang kayak gitu.

Jun Woo beralasan kalo dia harus membawa itu biar kelihatan keren karena dia tinggal sendiri. Itu adalah pesan ibunya.

Soo Bin protes. Justru kelihatan payah kalo Jun Woo membawanya kayak gini. Harusnya disetrika.

"Aku biasanya rajin nyetrika tapi ibuku mengambil setrikanya. Dia tinggal di pedesaan karena pekerjaannya"


Soo Bin kayak terharu dengar cerita Jun Woo. Dia maklum kalo semua seragam sama pakaian Jun Woo selalu jelihatan lusuh dan kotor. Soalnya dia nggak punya seteika?

Jun Woo ngelihat seragam yang ia pakai. Nggak terlalu kotor jadi nggak masalah.

"Siapa yang bilang?"

Jun Woo jadi gugup. Wanita...wanita di sekolah.

Soo Bin menyindir kalo selama ini Jun Woo menikmati ucapan para wanita itu?

Jun Woo membantahnya. Dia nggak pingin dengar itu tapi telinganya mendengarnya. Tahu kan kalo suara mereka lantang banget?

Soo Bin malah ketawa dan membuat Jun Woo nggak lanjut mengatakannya. Mendadak dia jadi sedih.


"Teganya kamu nggak bertanya, masalah apa yang menimpaku. Kenapa aku menyendiri seperti ini"

"Teganya kamu nggak bertanya kenapa aku babak belur kayak gini"

Soo Bin menduga kalo Jun Woo berantem lagi.

Lagi? Jun Woo ngasih tahu kalo dia nggak hobi berkelahi atau nyari keributan.

"Kalo enggak terus kenapa! Olahraga? Bertanding?"

Jun Woo meminta Soo Bin untuk nganggap kalo dia habis bertanding.

Jun Woo nggak bisa menjelaskannya sekarang tapi dia beneran nggak kayak gitu.

Jun Woo ditelpon sama teman kerjanya. Sudah waktunya tapi Jun Woo nggak datang juga.


Sudah nggak hujan lagi. Jun Woo ngambil sepedanya. Soo Bin nggak habis pikir. Gimana bisa Jun Woo lupa sama kerja paruh waktunya?

Jun Woo hanya mengatakan kalo ada urusan mendadak. Dia lalu ngajak Soo Bin buat membonceng.


Soo Bin yang membonceng Jun Woo nggak paham kenapa dia harus ikut sama Jun Woo. lalu pergi dari sana. Jun Woo bilang karena jauh dan mungkin juga akan hujan lagi. Dia nyuruh Soo Bin buat pegangan yang erat. Soo Bin mengiyakan.

Soo Bin menanyakan kelanjutan tentang naskah yang Jun Woo tulis. Jun Woo nggak menjawabnya. Ia hanya tersenyum.

Kebahagiaan dan kesedihan selalu datang dan pergi



Jun Woo ditunggu sama teman jerjanya di depan minimarket. Awalnya dia mau dimarahin. Tapi rekan Jun Woo malah jadi khawatir lihat wajah Jun Woo. Dia langsung mengira kalo itu perbuatan Soo Bin.

Jun Woo membantahnya. Itu karena dia jatuh dari sepeda. Teman Jun Woo malah jadi curiga. Mereka berdua jatuh? Mereka pacaran?

Soo Bin dan Jun Woo menyangkalnya.




Hwi Young datang dan ngajakin Soo Bin buat beragkat les. Selamat dia lulus tes.

Ia ngelihat wajah Jun Woo dan bertanya Jun Woo berantem lagi? Ia meminta agar Jun Woo bilang padanya kalo ada masalah. Jun Woo hanya tersenyum. Kenapa?

Hwi Young mengatakan kalo mereka teman sekelas jadi harus saling bantu. Jun Woo nggak acuh. Dia nggak mau.

Hwi Young lalu ngajak Soo Bin buat berangkat sekarang.



Soo Bin pergi bersama Hwi Young. Dia mendadak berbalik dan minta Jun Woo untuk menyelesaikan naskahnya.

Melihat Hwi Young dan Soo Bin membuat teman kerja Jun Woo jadi berpiir kalo nereka pacaran.

Jun Woo membantahnya. Nggak tahu kenapa dia kayak kesal banget lihat Soo Bin jalan sama Hwi Young.


Soo Bin nelpon ibunya. Bilang kalo dia bai-baik aja. Nggak kehujanan. Dia hanya jalan-jalan. Nggak usah khawatir.

Hwi Young datang membawakan teh hangat dan baju ganti. Ia meminta agar Soo Bin mengganti pakaiannya.

Soo Bin merasa sungkan. Ia nenolaknya. Nggak papa. Hwi Young tetap meminta agar Soo Bin mengganti pakaiannya. Kalo enggak dia bisa sakit.

Soo Bin bangkit dan ngambil pakaian dari Hwi Young. Ia nunjukin seragam yang ia pakai. Jering. Ia melarang Hwi Young melakukannya lagi. Itu membuatnya risih.

Hwi Young nggak ngerti kenapa begitu? Soo Bin nggak menjelaskannya dan mengajak Hwi Young buat masuk kelas atau mereka akan telat.


Di minimarket Jun Woo jadi kesal sendiri ingat Soo Bin sama Hwi Young. Ia bahkan nggak membalas pesan Soo Bin yang memintanya buat mengirim lanjutan naskahnya.

Soo Bin memintanya untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Ia nggak akan mengejeknya kalo bahasanya nggak bagus.


Soo Bin juga nggak tenang di tempat les gara-gara nungguin pesan balasan dari Jun Woo.

Hwi Young melihatnya dan jadi nggak fokus juga sama pelajaran. Dia bahkan nggak dengar pas guru Son memintanya buat maju dan menyelesaikan soal.

Sang Hoon yang duduk di belakangnya memberitahunya kalo dia disuruh maju sama guru. Guru nggak ngerti kenapa Hwi Young bisa nggak fokus gitu.

Sang Hoon ngasih tahu guru kalo itu gara-gara pacarnya ada di kelas. Sontak Soo Bin langsung menatap Sang Hoon.

Sang Hoon lalu maju menggantikan Hwi Young. Karena dia nggak punya pacar maka ia yang akan menyelesaikannya.

Gadis yang duduk di belakang Soo Bin mengambil pobselnya dan mengirim pesan je Ro Mi kalo hari ini Soo Bin masuk ke kelas guru Son.



Soo Bin pulang ke rumah. Rumah sepi. Ia lalu masuk ke kamar ibunya. Ibu lagi tidur dengan kompres di atas kepalanya.

Soo Bin jadi khawatir. Apa ibu sakit. Dengan mata terpejam ibu ngasih tahu kalo kepalanya terbentur meja saat ngejar Soo Bin.

Soo Bin merasa bersalah dan meminta maaf. Habisnya dia kesal dengan perilaku ibunya ke ibunya Hwi Young.

Ibu juga menyadari kalo dia terlalu mengekang Soo Bin dan itu juga nyebelin. Itu karena dia sangat menyayangi Soo Bin, putrinya satu-satunya. Gimana kalo dia lulus dari universitas yang nggak bonafide? Gimana kalo orang merendahkannya? Gimana kalo dia nggak sanggup hidup di Gangnam? Gimana kalo dia kesulitan?

Ibu mengaku selalu mencemaskan Soo Bin.

Soo Bin menyarankan agar ibunya berbaring. Ia mengambil es batu di atas kepala ibu dan menenangkan kalo ia akan belajar giat.

Ibu membuka matanya setelah Soo Bin pergi. Ada bagusnya juga dia kesakitan.


Soo Bin mendatangi meja yang menyakiti ibunya. Jun Woo membalas pesannya. Ia sudah mengubahnya jadi bahasa Inggris. Dan tentang lanjutannya masih dipikirkan.

Soo Bin tersenyum lihat bahasa Inggris Jun Woo yang buruk banget. Tapi ia menghargai kerja kerasnya.

Jun Woo sedang mengobati lukanya. Soo Bin membalas pesannya. Ia memuji bahasa inggris Jun Woo dan membuat sedikit revisi.


Ia rada kesal. Itu kan nggak dikit? Soo Bin meminta Jun Woo untuk menghafalkannya. Jun Woo nggak boleh tidur kalo belun hafal.

Jun Woo mengambil minum. Ia melihat seragamnya lalu teringat apa yang Soo Bin bilang. Wajar pakaiannya nampak lecek karena dia nggak punya setrika.

Ia lalu menyemburnya dan mengeringkannya pakai pengerung rambut sesuai dengan apa yang dikatakan di internet.


Soo Bin yang lagi belajar mendadak teringat saat Jun Woo memayunginya pakai tangan dan memberinya saputangan. Ia mengambilnya dan menggantungnya biar kering.

Jun Woo menyalin apa yang Soo Bin tulis ke dalam buku lalu menghafalkannya. Nggak seberapa lama dia malah ketiduran.



Pagi-pagi banget ibu nelpon. Jun Woo ingat wajahnya lalu bangun dan memakai sabun. Pura-puranya dia lagi mandi.

Ibu memberinya nasehat. Jangan lupa sarapan, belajar yang rajin. Jangan lupa bawa saputangan.

Jun Woo mengiyakan semuanya. Ia lalu menutup telponnya. Matanya kepedihan.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episod 4 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email