Monday, August 5, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 2 part 1


All content from jtbc





Yuk klik videonya buat nemenin bacanya. Jangan lupa subcribe juga ya Cingu...๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

Hwi Young manggil jun Woo berandal dan Jun Woo membalasnya dengan manggil sampah. Alasannya adalah karena Hwi Young menyalahkannya atas apa yang Hwi Young lakukan. Ia meminta Hwi Ypung untuk jujur dan mengatakan apa yang ia lakukan.

Hwi Young berbalik dan menggaruk tangannya. Ia lalu kembali berbalik menatap Jun Woo sambil senyum. Ia meminta maaf karena terlalu kasar. Ia mengaku hanya terkejut karena itu adalah kesalahpahaman pertamanya.

Jun Woo tersenyum dan nggak sengaja melihat tangan Hwi Young yang digaruk tadi. Hwi Young menyadarinya dan menyembunyikan tangannya ke belakang. Ia bilang ke Jun Woo kalo itu bukan apa-apa.

MOMENT SAAT KU INGIN KABUR


Guru Oh keluar nyari Jun Woo karena Jun Woonya nggak juga kembali padahal dia mau pulang.


Hwi Young meminta Jun Woo buat jujur. Dan kalo sebenernya dia sudah tahu.


Sang Hoon nyari sesuatu di mejanya Ssaem. Hwi Young masuk. Sang Hoon bertanya pada Hwi Young apa dia melihat jam tangan Ssaem?

Hwi Young mengatakan kalo mungkin Ssaem memakainya. Sang Hoon memberitahu kalo Ssaem nggak memakainya. Ia mengatakan pada Hwi Young untuk memberitahunya untuk memberitahunya kalo melihatnya. Ia hanya ingin ngerjain Son Ssaem.

Sang Hoon menatap Hwi Young dan yakin banget kalo pasti pengantar paket tadi yang mencurinya. Hwi Young merasa kalo itu nggak mungkin. Sang Hoon mengaku melihat Jun Woo menyentuh sesuatu di atas meja seolah sedang bersih-bersih. Dasar pencuri!


Sang Hoon mau keluar dan menemui Jun Woo tapi Hwi Young menahannya. Ia yang akan menanyakannya. Sang Hoon meminta Hwi Young untuk melepaskan tangannya. Ia mau menanyakannya sendiri.

Hwi Young memberitahu kalo dia akan mencari tahu. Dia sekelas dengannya soalnya.


Hwi Young lalu keluar menuruni tangga dan mendapati jun Woo sedang mengamati sesuatu di dalam kantong sampah.

Saat itulah Hwi Young memikirkannya. Ia menyadari kalo harusnya nggak membiarkannya dan merasa harus menemukan cara buat membantunya.


Hwi Young kembali pada Sang Hoon. Sang Hoon nggak yakin kalo jamnya masih ada di sana. Mungkin saja sudah di sembunyikan di saku atau pakaian dalam.

Hwi Young membela Jun Woo dan mengatakan kalo dia nggak akan melakukannya. Apanya yang enggak? Sang Hoon mengingatkan kalo ia dengar Jun Woo di paksa pindah sekolah karena pencurian. Dan semua orang juga sudah tahu. Ia melihat kalo wajah Jun Woo seperti merencanakan sesuatu.



Hwi Young bilang ke Jun Woo kalo kayaknya Cho Sang Hoon kelas satu yang sudah ngasih tahu semua guru. Dan akhirnya dia juga tahu. Hwi Young memaki Sang Hoon dan meminta maaf pada Jun Woo. Ia nggak nyangka kalo akan meledak kayak gini.

Hwi Young menepuk pundak Jun Woo seolah simpati. Ki Tae dari jauh melihatnya dan ..kok wajahnya kelihatan aneh, ya.

Hwi Young merasa kalo Jun Woo seperti mencurigainya. Jun Woo menekankan kalo itu bukan cuman rasa curiga. Ia meihatnya.

Sedetik Wajah Hwi Young nampak aneh. Sedetik kemudian dia menutupinya dengan senyum. Jun Woo berpikir kalo Hwi Young mungkin merasa sedikit merasa bersalah. Ia yakin kalo itu pasti ada alasannya. Dan juga dengan cara Hwi Young bersikap sekarang.


Guru Oh manggil Jun Woo dan menyuruhnya buat nyerahin surat permintaan maaf.

Jun Woo menghela nafas dan berjalan menuju guru Oh.

Hwi Young bertanya apa Jun Woo akan ngasih tahu guru Oh?


Jun Woo berbalik dan menatap Hwi Young. Ngasih tahu apa?

"Yang kamu pikirkan"

Jun Woo mengaku nggak tahu. Ia lalu jalan ninggalin Hwi Young.

Hwi Young merasa kesal dan menggaruk tangannya lagi. Ia membanting tasnya dan ngambil sesuatu. Obat kayaknya. Dia geram banget dan membantingnya.


Ia duduk dan nelpon Ki Tae. Ki Tae nggak mengangkatnya dan itu membuatmya makin marah.

Ki Tae tahu-tahu datang dan mengambil apa yang tadi Hwi Young buang. Perban? Ada guntingnya juga? Ki Tae merasa kalo itu pasti sakit.

Hwi Youn menatap Ki Tae. Nggak belajar?

Gimana dia bisa belajar melihat apa yang Hwi Young alami?



Guru Oh membuka surat permohonan maaf Jun Woo. Eh, kok isinya gambar kepik yang sedang menyusuri jalan panjang?

Jun Woo mngatakan kalo sekeras apapaun ia mikirnya, ia tetap nggak berbuat salah.

Guru Oh mengaku terkejut. Menurut guru Oh bakal Jun Woo lumayan. Gambar serangganya bagus. Tapi mereka tetap harus ngirim surat permohonan maaf. Ia nyuruh Jun Woo untuk menulis di kertas lain karena kalo ia ngirim yang ini akan jadi masalah.

Guru Oh ngambil kertas lain memberikannya pada Jun Woo. Jun Woo menolak. Dia merasa nggak punya sesuatu untuk ditulis.

Guru Oh juga melarang Jun Woo buat berpikir soal pindah dulu. Seperti yang Jun Woo tahu. Ia hanya seorang asisten guru. Kalo masalah ini muncul saat ia mengajar dan seorang siswa  pindahan dipindahkan ke sekolah lain, juga kalo ada anak yang mendapat banyak masalah, menurut Jun Woo apa yang akan terjadi padanya? Ia meminta Jun Woo untuk memikirkannya baik-baik.

"Seorang anak baru pindah lagi karena alasan pribadi"

Guru Oh mengaku nggak bisa berpikir begitu karena masalahnya berbeda. Untuk sekarang ia hanya minta Jun Woo untuk menulis sesuatu dan bukannya menggambar.

Ponsel guru Oh bunyi. Kenapa harus sekarang?



Jun Woo main pergi gitu aja padahal guru Oh belum selesai. Ia bangkit dan nyusul Jun Woo. Memintanya buat nulis surat permintaan maaf.

Jun Woo nggak mau dan mau pergi aja. Tahu-tahu guru Oh mengeluh kalo kepanasan dan kakinya sakit.

Jun Woo merasa nggak tega dan berhenti buat menatap guru Oh. Guru Oh memuji keputusan Jun Woo buat berhenti itu bagus.

Jun Woo mendekat. Guru Oh memintanya buat ngambil kertasnya. Jun Woo membungkuk minta maaf lalu pergi.


Ki Tae bilang ke Hwi Young kalo Oh Han Kyeol hanya guru pengganti.

Guru Oh manggil Jun Woo yang tengah lari. Hwi Young menatapnya benci.


Hwi Young nggak sengaja mendengar pembicaraan Sang Hoon dengan temannya yang ngomongin tentangnya.

Teman Sang Hoon mengatakan kalo Sang Hoon akan jadi b*doh kalo dia mengandalkan otak cerdasnya dan nggak melakukan apapun.

Sang Hoon tertawa. Ia mengatakan akan mengalahkan Hwi Young dalam matematika bahkan kalo itu terjadi.

Teman Sang Hoon mengatakan kalo nggak seharusnya Sang Hoon mengejek Hwi Young.

Sang Hoon mengiyakan tapi nggak seharusnya Hwi Young salah menjawab pertanyaan.

Teman Sang Hoon meminta Sang Hoon buat berhenti mengejek Hwi Young.


Hwi Young melamun mikirin itu. Dia bahkan nggak dengar pas Ki Tae memanggilnya menanyakan apa dia baik-baik saja?


Da Heen mengatakan ke Soo Bin kalo apa yang Hwi Young katakan tadi sangat menakutkan. Jangan berprasangaka pada Jun Woo. Kita harusnya percaya dan membantunya.

Yoon Chan menegur Da Heen dan mengingatkan kalo Soo Bin akan menghajarnya kalo dia terus melakukannya. Soo Bin membantahnya. Kenapa dia harus mukul Da Heen? Ia mengingatkan kalo ia dan Hwi Young nggak pacaran. Mereka cuman satu TK.

Soo Bin yang lagi dipakaiin maskara sama Da Heen menambahkan kalo dia setuju sama apa yang Hwi Young bilang kalo mereka harus nyoba nyari cara buat membantu Jun Woo.




Ro Mi baru aja nyoba lipstik warna merah dan ngasih lihat ke temannya tapi nggak ada yang merespon.

Nggak lama Da Heen mamerin hasil make upnya Soo Bin. So Ye mendekat. Menurutnya Soo Bin sangat cantik. Ro Mi melihatnya kayak nggak suka.

Soo Bin melihat jam di ponselnya. Ada banyak pesan dari ibunya yang nyuruh dia buat ikut les. Ibu sudah nyariin tutor buat Soo Bin dan menyuruhnya buat cepat datang.

Soo Bin benar-benar merasa kesal sama ibunya. Teman-temannya mendekat dan bertanya ada apa? Soo Bin sekarang punya tutor? Tutor matematika? Siapa tutornya berapa harganya?


Soo Bin mengaku nggak ingin tapi ibunya terus memaksanya. Ia lalu pamit sama teman-temannya.

Da Heen juga mencoba lipstik. Kalo ibunya beda. Ia bersyukur selama Da Heen nggak melewatkan sekolah.

Ro Mi juga ikut pamit. So Ye mengingatkan kalo Ro Mi kan nggak punya sesi les saat ini. Ro Mi ngasih tahu kalo dia mau pergi ke spa sama ibunya.



Soo Bin jalan sambil nelpon ibu. Dia mengaku nggak pingin tutor. Ia akan bekerja keras sendiri.

Ibu meremehkan. Itulah hasil kerja keras Soo Bin. Sampai kapan nilai matematikanya di tingkat dua? Ibu mengancam akan ngomong sama ibunya Hwi Young kalo Soo Bin terus begini. Ia akan meminta bantuannya biar Soo Bin bisa gabung les matematika.

Soo Bin menolak. Ia akan pergi. Ibu meminta agar Soo Bin sampai disana dalam 10 menit. Soo Bin nggak habis pikir. Gimana bisa 10 menit? Ibu mengingatkan kalo gedungnya ada di depan sekilah Soo Bin. Ibu merasa curiga. Apa Soo Bin nggak di sekolah?

Soo Bin membantahnya. Dia ada di sekolah dan sedang dalam perjalanan. Ia lalu menutup telponnya. Ibu masih mengiriminya pesan. Setiap orang yang belajar dengan tutor masuk ke universitas Nasional Seoul.

Soo Bin menghela nafas. Bagi ibunya punya karir yang bagus itu sangat penting.


Soo Bin mulai berlari karena nggak mau terlambat. Nggak sengaja ia hampir aja ketabrak sama Jun Woo yang lagi naik sepeda.

"Kamu lagi?"

"Iya. Aku lagi!"

"Mau kemana?"

"Kerja paruh waktu"

"Jauh?"

Jun Woo menunjukkannya ke Soo Bin. Soo Bin lega. Dia nyuruh Jun Woo buat memutar balikkan sepedanya. Ia lagi buru-buru dan mau minjam sepedanya bentar.

Sio Bin sudah mau pergi tapi Jun Woo menahannya. Nggak boleh soalnya rumahnya jauh. Soo Bin meyakinkan kalo dia akan mengembalikannya. Jun Woo masih berusaha menahannya tapi Soo Binnya nggak peduli. Dia menaikinya dan ninggalin Jun Woo.

Bersambung.,.

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 2 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email