Monday, August 12, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 2 part 2


All content from jtbc



Sebelum mulai baca yuk klik videonya dulu. Jangan lupa subcribe juga ya Cingu. ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

Soo Bin ketemu sama guru lesnya. Dan ia bilang akan mundur dari les dengan alasan nggak ingin mencoreng nama baik gurunya. Ia tahu kalo ia nggak sepintar itu. Ia akan bicara dengan ibunya agar dia bisa ngerti.

Soo Bin meninggalkan tempat les dan kembali pada sepedanya Jun Woo. Agar lebih dramatis ia meneteskan teres mata pada matanya.


Nggak lama kemudian Soo Bin sampai di tempat Jun Woo kerja. Ia melihat ke dalam dan nggak ada orang disana. Apa sudah pulang?

Tahu-tahu Jun Woo muncul di srbelahnya dan ikut melihat ke dalam seperti yang Soo Bin lakukan. Soo Bin kaget pas lihatnya.

"Lagi apa?"

"Lagi ngelihat sesuatu"

Soo Bin mengembalikan sepeda Jun Woo. Jun Woo nampak senang dan meriksa sepedanya. Nggak ada yang lecet. Loncengnya juga masih bisa nyala.


Jun Woo lalu membawa sepedanya dan memarkirnya. Soo Bin menghampirinya dan berterima kasih. Ia bolos pelajaran tambahan dan main sama teman-temannya.  Ibunya tiba-tiba nelpon dan ia harus pergi.

Jun Woo juga berterima kasih karena Soo Bin sudah mengembalikan sepedanya. Ia mengucapkan sampai jumpa lalu mau pergi.

Soo Bin tersinggung. Apa Jun Woo mengira kalo dia nggak akan mengembalikannya? Pun kalo dia nggak mengembalikannya malam ini ia akan mengembalikannya besok.



Jun Woo nggak peduli dan lanjut jalan aja. Ih, Soo Bin jadi kesal jadinya. Dia lalu ingat kalo Jun Woo bilang nggak akan datang besok. Soo Bin mengingatkan kalo besok adalah hari terakhirnya Jun Woo.

Jun Woo mengiyakan dan ia sudah mutusin untuk nggak akan datang.


Soo Bin nyusul Jun Woo ke minimarket. Dia mau ngasih tugasnya Jun Woo.

Jun Woo males dan jalan ninggalin Soo Bin sambil mencatat barang. Soo Bin mengejarnya dan menyodiorkan tugas yang Jun Woo kerjakan kemarin.

"Apa itu disebut riset?"

Jun Woo mengaku sudah melakukan yang terbaik.

Soo Bin memberitahu kalo daftar reverensi butuh lebih dari dari sekedar judul buku dan nama penulis.

Jun Woo menunjukkan kalo dia nulis penerbitnya juga. Soo Bin menjelaskan kalo Jun Woo juga harus menambahkan dari mana tepatnya tiap kutipan itu berasal. Apa Jun Woo perbah melakukannya sebelumnya?

Jun Woo nggak menjawab. Soo Bin asal meletakkannya dan meminta agar Jun Woo melakukannya lagi besok.

Jun Woo bangkit dan mengingatkan kalo dia nggak akan datang lagi besok. Soo Bin nggak peduli. Itu masalah Jun Woo. Harusnya kan Jun Woo melakukan tugasnya sebelum pergi. Sama seperti dirinya yang ngembaliin sepedanya Jun Woo.

Jun Woo mengangguk. Soo Bin melarang Jun Woo bilang akan hilang setelah nempatin kelompok mereka dalam masalah. Itu sangat nggak bertanggung jawab tahu!




Jun Woo malas dengarnya dan melanjutkan pekerjaannya. Soo Bin mengingatkan kalo ia adalah ratu penilaian kerja. Ia pindah ngelewatin kardus. Dan karena kehilangan keseimbangan ia nyaris jatuh.

Jun Woo sigap bangkit dan menarik tangan Soo Bin agar nggak sampai jatuh. Ia menunjuk matanya.

"Disini!"

Soo Bin nggak ngeh. Ia malah ngira kalo ada sesuatu di matanya Jun Woo dan mau melihatnya. Jun Woo baru ngeh kalo dia megangin tangannya Soo Bin.


Suasana jadi nggak enak. Ia pun melepaskannya. Soo Bin menawarkan buat melihat matanya Jun Woo. Jun Woo membantahnya. Bukan matanya. Ia lalu ngambil tissue dan menunjuk matanya Soo Bin.

"Di sini"


Soo Bin membersihkan eyelinernya yang luntur. Kesal banget karena Jun woo nggak bilang dari tadi.

Jun Woo sendiri lagi ada di meja kasir. Ia melihat Soo Bin dan senyum.

Soo Bin sudah selesai. Ia mau bilang sesuatu ke Jun Woo tapi nggak jadi gara-gara ada pembeli yang datang.



Soo Bin lalu pamit. Ia berterima kasih atas sepedanya. Pelanggan sudah pergi. Jun Woo menanyakan apa yang tadi pingin Soo Bin tanyakan? Soo Bin berbalik. Ia bertanya apa Jun Woo benar-benar mencuri jam tangan guru les itu?

Jun Woo nggak menjawab. Hal itu membuat Soo Bin berpikir kalo Jun Woo emang nggak melakukannya. Ia lalu berbalik setelah bilang sampai jumpa ke Jun Woo.

Jun Woo tiba-tiba bertanya kenapa?

"Kenapa kamu berpikir aku nggak mencurinya?"



Hwi Young sedang di kamarnya dan melihat sesuatu. Eh ternyata dia yang ngambil jam tangan guru les?

Ia teringat apa yang Jun Woo katakan padanya. Kalo dia dalam masalah dan pasti ada alasan. Pun dengan cara Hwi Young bertindak.

Ayah memaksa masuk ke kamarnya meski ibu sudah ngelarang dan ngasih tahu kalo ia sedang belajar. Eh pas banget milih ayahnya Hwi Young. Mukanya mirip banget.


Ayah Hwi Young kayaknya nggak dekat sama Hwi Young. Kelihatan banget takutnya Hwi Young saat berhadapan dengan ayahnya. Ayah nanyain hasil latihan ujiannya Hwi Young. Belum keluar?

Hwi Young ngasih tahu kalo besok akan keluar. Ibu berusaha buat membela Hwi Young dengan bilang kalo dia sudah bekerja keras.

Ayah nyinggung soal Cho Sang Hoon kelas satu anaknya Cho Bu Jang dan minta agar Hwi Young waspada sama anak genius itu. Anak yang nggak punya apa-apa selain otak yang pintar.

Mereka adalah orang yang paling menakutkan dan ayah mengakui kalo ia adalah salah satu dari mereka. Ayah nggak punya apa-apa selain otak untuk diandalkan sambil berjuang mendaki setinggi sekarang. Ayah ngakunya nggak banyak minta tapi dia pingin Hwi Young melakukan sebaik kakaknya.

Hwi Young mengiyakan. Ayah lalu bergi. Ibu mengikutinya. Hwi Young kesal dan menggaruk tangannya.


Soo Bin pulang. Sampai rumah dia langsung masuk kamar dan mengunci pintu. Ibu mau masuk dan nyuruh Soo Bin untuk membukanya.

Soo Bin nurut dan membukanya. Ibu masuk. Ia menatap Soo Bin dengan tatapan marah. Ibu marah karena Soo Bin bertindak semaunya padahal ia sudah mencarikan guru les.

Soo Bin mengaku kalo dia nggak nyaman sama les privat. Ibu tertawa mengejek. Perasaan Soo Bin nggak nyaman. Ia meminta Soo Bin untuk mikirin nilainya.

Soo Bin merasa kalo nggak ada yang salah. Ia berada di posisi 28 dan itu sama sekali nggak buruk. Kalo anak lain yang ada di peringkatnya pasti sudah dipuji dan jadi kebanggaan orang tua mereka.



Ibu menatap Soo Bin tajam dan mengingatkan apa Soo Bin kayak anak lain? Apa ia boleh masuk sembarang universitas di Seoul? Ia ngasih tahu Soo Bin betapa sulitnya wanita di tempatkan. Soo Bin pikir bisa berdiri di garis yang sama dengan para pria? Nggak mungkin!!!

Ibu lanjut marahin Soo Bin dengan nada tinggi dan itu membuat Soo Bin nampak sangat tertekan. Di tambah dengan kata-kata yang menyakitkan. Di akhir ibu meminta Soo Bin untuk mengatakan sesuatu.

Soo Bin bilang ke ibu akan bekerja keras. Ibu lega seolah itu yang memang dia ingin dengar. Ia lalu nyuruh Soo Bin buat belajar.

Soo Bin mau melepas tasnya. Ia menanyakan kapan ayah pulangnya? Ibu marah lagi. Ngapain nanya ayah? Dikira Soo Bin bisa belajar lebih dikit kalo ayahnya pulang? Konyol!


Soo Bin melepas tasnya dan menghela nafas setelah ibunya pergi. Kita lalu dikasih lihat foto ibu sama ayah sama Soo Bin yang masih kecil. Ketiganya tersenyum bahagia.

Ibu melarang Soo Bin mandi terlalu lama, nanti ngantuk. Ia akan meriksa jam 1 pagi. Soo Bin yang sudah tiduran di tempat tidur asal mengiyakan.

Ibu berjalan dan melihat foto keluarganya. Aneh, tatapannya seolah nggak suka.



Soo Bin bangkit dan pindah ke meja belajarnya. Dia melihat matanya di cermin dan jadi ingat pas Jun Woo menunjuk matanya. Di sini!

Soo Bin meminta dirinya buat nggak mikirin itu tapi malah keinget pas Jun Woo berterima kasih padanya karena telah mengembalikan sepedanya.

Dia jadi bertanya-tanya seberapa berharganya sepeda itu? Cuman rongsokan doang.


Jun Woo sampai rumahnya. Dia mengecek sepedanya lagi. Belnya masih bunyi. Ia tersenyum lalu masuk.

Sampai kamarnya ia mengambil tugas yang di berikan Soo Bin tadi. Ia membukanya dan di dalamnya ada catatan dari Soo Bin kalo harusnya seperti itu.

Jun Woo merasa kalo tulisan tangan Soo Bin bagus.



Ia lalu teringat saat bertanya kenapa Soo Bin berpikir dia nggak mencurinya? Soo Bin bilang ada dua alasan. Yang pertama karena Jun Woo terlihat sedikit terlalu lambat untuk mencuri sesuatu dari orang lain.

Dan yang lebih penting ia pikir Jun Woo akan merasa kalo mencuri itu nyusahin.

Ih Jun Woo senyum. Meski bentar doang sih.

"Kamu senyum lagi?"


Jun Woo menggeleng. Soo Bin tersenyum dan hal itu bikin Jun Woo ikut senyum juga.



Jun Woo tersenyum ingat itu. Ia lalu ngambil seragamnya dari dalam tas dan mengambil label namanya yang dari Soo Bin.

Ingatannya lalu kembali ke saat Soo Bin nulis namanya di sana.

Jun Woo merasa nggak tahu apa yang harus dia lakukan besok. Ia merasa benar-benar nggak ingin pergi.



Ia menempelkan labelnya di atas meja, di depan sebuah foto dua anak laki-laki.

Jun Woo menggantung seragamnya sambil terus bilang kalo dia nggak ingin pergi.

Jun Woo nyoba buat tidur. Ia ngambil kertas tugasnya di bawah tempat tidurnya lalu membelakanginya.



Hari sudah pagi tapi Jun Woonya masih tidur. Dalam mimpinya dia sedang berlari bersama dengan Jung Hoo. Hari ini ibunya nggak ada di rumah.

Jun Woo tersenyum dalam tidurnya sebelum akhirnya ponselnya bunyi dan membangunkannya.

Jun Woo bangkit dan mematikan alarm ponselnya. Ia melihat foto di atas meja. Ada dua anak laki-laki disana. Ia dan Jung Hoo.



Jun Woo berangkat sekolah hari ini. Kayak biasanya dia naik sepeda. Jun Woo ke perpustakaan juga tapi sayang belum buka.

Di sekolah Jun Woo ketemu sama Hwi Young. Jun Woo datang lebih awal? Jun Woo memberitahu kalo dia mau ngerjain tugas. Buat apa? Hwi Young mengingatkan kalo Jun Woo akan pergi besok.

"Aku mungkin nggak akan pergi besok"

"Terus kapan kamu perginya?"

"Nggak tahu

Hwi Young kesal dan merasa kalo Jun Woo mempermainkannya. Ia lalu melangkah ninggalin Jun Woo.


Jun Woo manggil Hwi Young. Ia meminta agar Hwi Young nggak khawatir. Dia nggak akan ngasih tahu siapa-siapa.

Hwi Young kayak panik gitu. Dia melihat kiri kanan takut ada yang dengar. Ia lalu menghampiri Jun Woo.


Guru Oh datang dan menyapa Jun Woo. Ia ngasih tahu Hwi Young kalo ia harus meriksa siswa yang datang telat hariini dan minta Hwi Young buat menjaga kelas untuknya. Hwi Young mengiyakan.

Guru Oh minta Jun WOo buat bilang sesuatu habis lari kayak kemarin. Jun Woo malas. Dia pura-pura nunjuk kalo ada Kepsek. Padahal bohong. Saat guru Oh dan Hwi Young melihat yang ia tunjuk, ia malah kabur. Guru Oh lalu menyusulnya.



Hwi Young kesal banget. Dia ngambil ponselnya dan menelpon seseorang. Ternyata orang yang Hwi Young telpon adalah Ki Tae. Dia nyuruh Ki Tae buat ke sekolah sekarang juga.

Padahal Ki Tae sedang ada di minimarket. So Ye tahu-tahu datang dan mengagetkannya.

"Lagi ngapain?"


Ki Tae ngasih tahu kalo dia ngambil buku rebound. Ia meminta maaf pada So Ye karena ada masalah ia pamit.

Ki Tae pergi tanpa nunggu jawaban dari So Ye. Dia bahkan mungkin nggak dengar pas So Ye nanyain Ki Tae mau kemana. So Ye heran dengan tugas yang tadi Ki Tae bawa. Hwi Young?


Jun Woo lagi di perpustakaan dan ngerjain tugas dari Soo Bin. Guru Oh tiba-tiba muncul dari rak buku sebaliknya dan nyodorin surat permintaan maaf yang harus diisi sama Jun Woo.

Jun Woo srbenarnya malas. Tapi Guru Oh asal menjatuhkannya lalu pergi gitu aja.


Di kelas jam pelajaran baru aja berakhir. Da Heen mengaku lelah dan lapar. Yoo Chan berncanda menanyakan kenapa Da Heen nggak makan rumput aja? Kayak kambing?

So Ye nawarin roti ke Da Heen tapi Da Heennya nggak mau. Ro Mi bilang kalo akhir-akhir ini Da Heen stres. Karena bertambah 500 gram.

Soo Bin nggak ngerti kenapa Da Heen kayak gitu? Apa pentingnya nampak cantik buat orang lain? Da Heen membantahnya. Itu bukan buat sembarang orang. Tapi itu Oh Je. Dia ngasih tahu kalo tipe ideal Oh Je adalah gadis kurus.


Hadeuh, So Ye sampai geleng-geleng dengarnya. Oh Je masuk dan mau duduk. Soo Bin manggil dia dan mau ngomong sesuatu tapi Da Heen melarangnya.

Ya wes, Soo Bin nggak jadi bilangnya.

Da Heen seneng banget sambil muji wajah tampannya Oh Je.


Chan Yeol baru sadar kalo murid baru hari ini nggak datang. Da Heen malah mikirnya sampai kemana-mana. Dipikirnya Jun Woo ketangkap. Ro Mi rasa dia sudah pergi karena katanya akan pindah.

Chan Yeol rasa kalo dia nepatin janjinya.

Soo Bin lalu ingat kalo dia sudah meminta Jun Woo untuk menyelesaikan tugasnya dulu sebelum pergi t dan Jun Woo mengangguk setuju. Tapi kenapa dia malah nggak datang?

Chan Yeol lalu nanya sama Hwi Young apa murid baru beneran nggak datang? Hwi Young mengaku nggak tahu. Chan Yeol menyayangkan. Harusnya dia ngasih tahu mereka.


Soo Bin tahu-tahu bangkit dan keluar. Dia nyari Jun Woo di perpustakaan tapi nggak ada.

Soo Bin lalu nyari di lapangan. Dia kesalkarena Jun Woo nggak nepatin janjinya. Dia mencari tiap sudut pakai kamera ponsel tapi Jun Woonya bahkan nggak kelihatan.





Dan saat Soo Bin mau balik ke kelas tiba-tiba dia melihat Jun Woo jalan ke arahnya sambil senyum. Soo Bin juga ikut senyum jadinya.

Mereka saling menghampiri. Jun Woo lalu ngasih tugasnya ke Soo Bin. Ia sudah meriksa semua bagian yang dikutip. Tapi beberapa nggak bisa ditemukan sumber yang buat The Life of Me.

Soo Bin senyum.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 2 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email