Saturday, August 17, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 3 part 1


All content from jtbc



Jun Woo masuk ke kelas. Semua orang pada kaget. Guru Oh aja sampai kesal. Dikiranya Jun Woo adalah Kepsek.

Jun Woo meminta maaf. Soalnya pintu belakangnya nggak bisa dibuka.

Guru Oh ninggalin mejanya dan meluk Jun Woo. Bikin Soo Bin jadi senyum lihatnya.

Guru Oh meminta semua siswa buat tepuk tangan atas kembalinya Jun Woo.

Dan pas mereka tepuk tangan Hwi Young malah membisiki Jun Woo. Katanya pindah? Jun Woo bohong?

Jun Woo santai. Soalnya nggak baik melarikan diri.


Jun Woo lalu duduk di sebelahnya Pil Sang.

Soo Bin menoleh ke belakang melihat Jun Woo sambil senyum.

SELALU HUJAN DI HARI SEDIH



Jun Woo berangkat sekolah dengan naik sepeda. Nametagnya mau lepas.

Soo Bin semobil sama ibunya dan bilang kalo beneran nggak mau pergi. Ibu nyuruh Soo Bin buat dapat nilai tinggi di tempat pertama kalo emang nggak mau. Anggap aja beruntung nerima ujian level dari pak Son.

Soo Bin tahu kalo itu gara-gara hari itu pas ibu nemuin ibunya Hwi Young dengan bawa bunga segala.

Ibu merasa nggak ada yang salah dengan itu. Dia bahkan bisa ngelakuin yang lebih buruk lagi biar anaknya bisa ke universitas Nasional Seoul. Ia ingin Soo Bin lulus ujian.

Hadeuh, Soo Bin gedeg dengernya.


Mobil ibu berhenti soalnya lagi lampu merah. Jun Woo tiba-tiba melintas melewati mobil Soo Bin.

Ih, Soo bin jadi nggak konsen sama apa yang ibu bilang dan malah melihat Jun Woo menjauh.



Jun Woo sampai di sekolah. Dia kayak ngelihat seseorang yang dia kenal. Orang itu nggak melihat Jun Woo dan jalan menjauh.

Jun Woo mengambil ponselnya dan menanyakan kabarnya Jung Hoo? Habis itu dia lanjut nyepeda lagi.



Jun Woo memasukkan beberapa buku ke dalam loker. Hwi Young tiba-tiba datang melakukan hal yang sama sambil nyindir. Segitu sulitnya melarikan diri? Dia lalu tertawa kecil.

"Apa itu lucu?"

Hwi Young bilangnya enggak. Nggak kayak Jun Woo sama sekali.

Jun Woo mengaku senang Hwi Young nenganggapnya lucu, padahal semua orang bilang kalo dia membosankan. Kayaknya dia membaik.

"Hwi Young, jangan macam-macam padaku!"

Hwi Young nggak ngeh.

Jun Woo menatapnya. Selama Hwi Young mengabaikannya maka dia nggak akan melakukan apa-apa. Terlalu ngerepotin.


Hwi Young terpancing. Dia menutup lokernya dan balik bilang ke Jun Woo. Jangan macam-macam denganku.

Jun Woo juga menutup lokernya dan menatap Hwi Young makin sinis. B*rengsek ini!

Soo Bin yang baru datang menegur mereka. Lagi ngapain?



Jun Woo kembali pada lokernya.

Hwi Young menanyakan sesuatu tapi Soo Bin nggak menanggapi. Dia malah bicara sama Jun Woo membahas tugas kelompok mereka.

Hwi Young kaget Soo Bin mengumpulkan tugas kelompoknya tanpa diserahkan dulu padanya. Padahal dia mau memeriksanya buat Soo Bin.

Soo Bin merasa sayang dan berterima kasih atas niat baik Hwi Young.

Hwi Young berpesan agar Soo Bin memberitahunya lebih dulu sebelum mengirimkannya.

Soo Bin mengangguk.


Hwi Young ngajak Soo Bin buat barengan ke kelasnya. Soo Bin nyuruh Hwi Young buat duluan soalnya dia mau ke kelas 5 dulu.

Hwi Young kayak ngerasa kesal. Dia menatap Jun Woo lalu pergi.

Jun Woo ngambil beberapa buku lalu menutup lokernya. Rada susah ditutupnya.



Soo Bin tahu-tahu datang dan memukul pintu loker Jun Woo. Jun Woo heran lihatnya.

Soo Bin santai. Kenapa segitu terkejut? Ia suka dengan keputusan Jun Woo untuk nggak melarikan diri. Ia lalu membetulkan nametag Jun Woo yang posisinya miring.

Jun Woo tanpa sadar tersenyum setelah Soo Bin meninggalkannya.


Hwi Young menemui Ki Tae di tempat sepi. Mereka hanya berdua. Ki Tae ditugasin sama Hwi Young buat nyari tahu soal Jun Woo.

Ki Tae ngasih tahu kalo pemindahan Jun Woo bersyarat. Dia akan pergi kalo terlibat insiden lain.

Hwi Young menyimpulkan kalo Jun Woo akan pergi kalo sesuatu yang buruk terjadi lagi. Ki Tae menanyakan gimana caranya.


Hwi Young nggak mau tahu dan nyuruh Ki Tae buat memikirkannya sendiri. Secepatnya.

Hwi Young mau pergi. Ki Tae menahannya dengan menanyakan kenapa Hwi Young ingin ngusir Jun Woo? Menurutnya Jun Woo nggak akan jadi masalah sekalipun Hwi Young membiarkannya.

Hwi Young mengatakan kalo Jun Woo hanya menghalangi sepanjang waktu.

Hwi Young teringat saat Jin Woo bilang nggak berarti nggak papa buat bohong.

Dan saat yang lain Jun Woo menyebutnya s*mpah.

Hwi Young melanjutkan kalo Jun Woo menyebalkan.


Jun Woo nyoba nelpon Jung Hoo tapi nggak diangkat. Akhirnya ia mengirimkan pesan. Bertanya apa Jung Hoo nggak papa? Nggak terjadi apa-apa, kan? Apa dia masih bergaul sama...

Jun Woo jalan tanpa melihat sampai nggak sengaja nabrak guru Oh.

Guru Oh ngambil ponselnya Jun Woo yang jatuh dan nggak sengaja membaca pesan yang Jun Woo tulis. Ia bersyukur ponselya Jun Woo ngga rusak. Dia menyelamatkan sejumlah uang.


Jun Woo menerima ponselnya lalu pergi. Guru Oh tiba-tiba memanggilnya dan bertanya apa nggak ada yang terjadi? Nggak ada kesulitan yang mau dia bilang?

Jun Woo rasa nggak ada. Dia lalu mau pergi.

Guru Oh menahannya lagi. Dia tahu kalo Jun Woo belum bisa membuka diri padanya. Ia menasehati agar Jun Woo menyelesaikannya kalo mengalami masalah dan jangan memendamnya sendiri. Jun Woo bisa membicarakannya secara terbuka dengannya.

Tahu kan kalo punya pengalaman hidup yang lebih banyak dari Jun Woo? Jun Woo mengiyakan. Dia lalu pamit. Belnya udah bunyi.


Guru Oh bingung gimana dia mau bantunya, ngurus diri sendiri aja sudah sangat merepotkan

Ponseonya bunyi. Ada promo diskon musim panas. Guru Oh seneng pas lihatnya. Tapi pas ingat nggak punya uang, ia jadi nggak seneng lagi.


KBM sedang berlangsung. Jun Woo bukannya mendengarkan malah melamun.


Dia keinget pas disidang di sekolahnya yang lama. Dia dituduh mencuri uang.

Ia mengakuinya dan temannya Jung Hoo membenarkan. Para orang tua yang berdiri di belakangnya merasa nggak kaget dan sudah menduganya.

Jun Woo lalu mengatakan kalo dia akan pindah sekolah.


Ibu datang setelahnya. Dia nangis nanyain kenapa Jun Woo ngelakuinnya. Dia yakin banget kalo Jun Woo nggak melakukannya.

Jun Woo ngggak berani mengatakan apa-apa. Cuman bisa bilang mianhae Eomma! Ibu syok. Bisanya cuman nangis.



Pil Sang yang melihat Jun Woo melamun iseng menggodaya dengan memasukkan lintingan kertas ke telinganya.

Guru Oh di luar lagi ngawasin Jun Woo dan melihat Pil Sang mengganggu Jun Woo. Jun Woonya diam aja dan itu bikin Guru Oh jadi menghela nafas.


Guru Oh masuk di jam pelajaran berikutnya. Kelas gaduu banget. Pada nggak lihat apa kalo gurunya sudah masuk?

Guru Oh menepuk meja dan meminta perhatian muridnya. Nggak ada yang mendengarkannya. Tapi pas yang mukul meja Hwi Young, mendadak semuanya pada diam dan kembali ke tempat masing-masing.

Hh, aku aja sampai heran lihatnya. Hwi Young meminta maaf pada guru Oh karena dia terlalu fokus sama bukunya. Guru Oh tersenyum kepaksa. Nggak papa.


Jun Woo rupanya juga mengamati hal itu. Ia melihat betapa anak-anak kayak patuh banget sama Hwi Young.

Guru Oh masih melihat Jun Woo digangguin terus sama Pil Sang. Dia lalu meminta Ki Tae buat tukeran tempat duduk sama Jun Woo.

Ki Tae yang duduk di belakangnya Hwi Young nggak mau. Kenapa? Guru Oh bilang kalo cuman sampai pergantian kursi berikutnya.

Pil Sang juga keberatan. Padahal dia mau membuat kenangan indah sama Jun Woo. Ki Tae juga keberatan. Hwi Young yang nyuruh mereka buat duduk disana.

Da Heen maklum karena Ki Tae adalah anteknya Hwi Young. Guru Oh nggak bisa bilang lagi karena ketua kelas yang ngatur.

Hwi Young sok peduli. Dia mengaku akan memperbaikinya saat pergantian kursi berikutnya. Guru Oh terpaksa mengiyakan. Ia berpesan agar Hwi Young memastikan semuanya tersebar secara merata.

Hwi Young mengangguk mengiyakan.

Guru Oh menatap Jun Woo serasa menyesal nggak bisa memindahkannya atau merasa malu karena dia kalah dihormati ketimbang Hwi Young.


Guru Oh memulai pelajaran. Tapi dia kerasa nggak tenang dan mengatakan kalo mereka tetap harus berganti tempat sampai pergantian kursi berikutnya. Ia bahkan meminta Ki Tae untuk menunjukkan rasa hormatnya padanya selaku wali kelas.

Ki Tae melihat Hwi Young. Ia setuju setelah mendapat kode dari Hwi Young.

Dih, Da Heen aja sampai kasihan lihat guru Oh.

Ki Tae dan Jun Woo bangkit bersamaan dan pindah tempat duduk.

Guru Oh manggil Ki Tae dan berterima kasih.

Ki Tae kayak terpaksa bilang kalo dia harus mendengarkan guru Oh.

Guru Oh tersenyum lihat Jun Woo sekarang sebangku sama Oh Je yang lebih tenang ketimbang Pil Sang. Dia mau melanjutkan pelajaran tapi malah tenggorokannya nggak enak. Dia pamit sama murid-murid buat keluar bentar.

Lah Da Heen aja sampai tahu kalo sebenarnya guru Oh kesal. Pun Jun Woo yang murid baru tahu.


Guru Oh emang pura-pura. Sebenarnya dia gugup banget ngadepin muridnya. Apalagi Hwi Young. Dia mencoba mensugesti diri sendiri agar mendapatkan kepercayaan dirinya kembali. Dia adalah orang dewasa dan wali kelas mereka.

Setelah merasa tenang ia pun kembali masuk. Baru aja mau mulai pelajaran tiba-tiba Hwi Young mengangkat tangannya, nanyain tentang tes penilaian kinerja Bahasa Inggris. Bikin Guru Oh bingung gimana jawabnya.


Kelas mendadak gaduh soalnya tes itu ditiadakan. Guru Oh meminta mereka buat tenang soalnya Kepsek nanti bosa dengar.

Ia memberitahu mereka kalo sebagai gantinya akan dilakukan tes Free Talking. Hwi Young mengangkat tangannya lagi menanyakan topiknya.

Guru Oh menjawabnya dengan gaya lebai. Oh, my dream. Jadi mereka akan melakukan percakapan dengan bebas dalam bahasa Inggris dengan kelompok yang terdiri dari 2 orang. Soo Bin ditunjuk untuk memutuskan gimana membagi semua orang ke dalam kelompok.

Kelas kembali ribut. Mereka meributin kelompok masing-masing. Guru Oh jadi nggak pede lagi.

Jun Woo menatap guru Oh sambil senyum seolah nyemangatin. Da Heen malah merasa kalo mereka harus segera nemuin wanita buat guru Oh.

Soo Bin menengahi kalo penilaian itu nggak gitu penting.


Guru Oh kembali ke ruang guru. Dia nanya ke guru olahraga apa kelasnya belum nyerahin rencana anggaran? Dia mau membuatnya tapi rupanya itu sudah diserahkan sama ketua kelas tadi pagi. Guru olahraga bahlan merasa kalo itu sangat bagus saat Hwi Young mengurus semuanya saat mereka sibuk.

Guru Olahraga merasa kalo ini adalah tahun keberuntungannya guru Oh.

Guru Oh mengiyakan dan memaksakan senyumnya.


Hwi Young masuk dan nemuin guru Oh. Ia meminta agar guru Oh mempertimbangkan lagi tentang tes free Talking. Alasannya karena waktu tiga hari mungkin nggak akan cukup untuk teman-teman mempersiapkan diri. Dan lagi ujian sebentar lagi.

Guru Oh mengingatkan kalo ini juga kan ujian. Hwi Young berubah lagi. Kali ini ia merasa khawatir tentant pemilihan kelompok.

Guru Oh menenangkan. Hwi Young tetap akan dapat nilai baik siapapun pasangannya nanti. Dan akan lebih baik kalo masing-masing kelompok bisa saling membantu.

Hwi Young nggak bisa bilang apa-apa lagi dan terpaksa mengiyakan.



Hwi Young mau pergi tapi Guru Oh malah memanggilnya lagi. Ia memberitahu kalo rencana anggaran kelas adalah tugasnya untuk menulis dan mengirimkannya. Akan lebih baik kalo Hwi Young mendiskuaikannya dengannya kalo melakukannya.

Hwi Young beralasan kalo Kepsek yang nyuruh dia buat melakukannya. Secara langsung dia bilang kalo Guru Oh hanya asisten guru kereka.

Guru Oh mengiyakan. Ia mengingatkan kalo ia tetap wali kelasya Hwi Young sekarang ini.

Hwi Young mengatakan kalo ia akan lebih berhati-harti lalu pamit.


Guru wanita di belakang guru Oh menasehati agar Guru Oh nggak mempersulit diri. Ia harus melakukan banyak hal sebelum wali kelas mereka kembali.

Kapan wali kelasnya kembali? Guru Oh mengaku nggak tahu. Guru wanita itu lalu kembali pada pekerjaannya.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 3 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email