Saturday, August 17, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 3 part 2


All content from jtbc



Ayahnya Hwi Young lagi main golf di sebuah ruangan seorang diri. Atasannya nelpon dan berterima kasih padanya. Tempatnya kayak hotel.

Ia menanyakan apa Hwi Young baik-baik aja? Ayah Hwi Young mengiyakan. Atasan ayah Hwi Young mengingatkan tentang apa yang ia minta terakhir kali.

Ayah Hwi Young mengiyakan dan meminta atasannya buat nggak khawatir. Atasan kembali berterima kasih sama ayah.


Jam makan siang. Hwi Young jalan di depan dan diikuti Ki Tae dan yang lain. Ia duduk di sebelah Soo Bin cs. Pil Sang ngasih makanan ke Ro Mi dan memintanya makan yang banyak. Ih, Ro Mi malah kesal.

Da Heen mengeluhkan soal tes free talking. Belajar buat ujian aja sudah sangat ngerepotin.

Ro Mi malah nganggap kalo Guru Oh itu nggak kompeten.

Kalo menurut Soo Bin guru Oh malah cukup kompeten.

Hhh, yang lain kompak memandanginya nggak setuju.

Dia lalu tersenyum dan mengiyakan.


Jun Woo jalan sambil bawa makanan dan duduk di meja kosong.

Hwi Young menoleh melihatnya. Jun Woo nggak peduli dan makan.

Chan Yeol malah merasa khawatir sama Jun Woo. Sebagai anak baru apa dia akan baik-baik aja? Da Heen menanyakan apa maksudnya soal jam yang dicuri?

Soo Bin ngasih tahu kalo Jun Woo bilangnya nggak melakukannya. Ro Mi nggak sependapat. Gimana bisa mereka percaya?

Da Heen menambahi kalo mereka nemuin arlojinya. Kok Soo Bin jadi mihaknya ke Jun Woo?


Soo Bin membantahnya. Dia nggak gitu.

Chan Yeol memotong dan ngasih tunjuk Oh Je ke Da Heen.

Da Heen langsung heboh sambil mukulin punggungnya Chan Yeol.



Oh Je jalan sambil mencari tempat kosong. Pil Sang memanggilnya supaya gabung sama Hwi Young.

Ih, Oh Je malas lihat Hwi Young dan lebih milih duduk sama Jun Woo. Heh, Jun Woo sampai heran lihatnya. Kata Oh Je sih dia main basket mulu jadi nggak kebagian tempat.

Pil Sang rada kesal. Padahal mereka sudah nyiapin tempat buat Oh Je.

Hwi Young juga kelihatan kesal. Tapi Soo Bin malah senyum.

Da Heen bertanya-tanya kenapa Oh Je duduk disana?

So Ye rasa nggak ada yang peduli.

Da Heen membantahya.

Jun Woo berbasa-basi menanyakan apa Oh Je suka basket? Oh Je mengiyakan. Suka banget. Dia juga jago.


Oh Je melihat meja Hwi Young dan bilang ke Jun Woo kalo sekolah mereka kayak perusahaan. Hwi Young adalah presidennya dan yang lain adalah bawahannya. Kalo Hwi Young berdiri setelah selesai makan maka yang lain juga akan mengikutinya. Lucu, kan?

Jun Woo melihat Hwi Young. Oh Je meremehkan, gitu disebut laki-laki. Pun kalo ada dua kelompok maka laki-laki akan bertengkar karena hierarki.

Jun Woo bertanya gimana dengan Oh Je? Dia kayak apa?



Oh Je mendekatkan wajahnya dan nanya balik. Menurutmu?

Hhh, Da Heen sampai gemas lihatnya. Dia penasaran. Mereka lagi ngomongin apa? Apa mereka pingin lihat wajah siapa yang lebih kecil.

Jun Woo menjawab nggak lancar. Cuman...seorang pria basket yang baik?

Oh Je memikirkannya sebentar lalu mengiyakan. Dia ketawa. Apa itu pria pemain basket yang baik? Dia belum pernah denger soal itu.


Sang Hoon baru datang dan menyapa Jun Woo. Sambil niruin Jun Woo pas lari dia yakin banget kalo Jun Woo pasti sangat populer di sekolahnya yang lama.

Oh Je malas. Dia mengingatkan kalo mereka lagi makan dan nyuruh Sang Hoon buat pergi.

Sang Hoon meminta maaf sama Oh Je lalu ngambil makanannya Oh Je lalu pergi. Ih, Oh Je sampai nggak habis pikir.



Sang Hoon tiba-tiba balik lagi dan membisikkan sesuatu ke Jun Woo.

Hwi Young melihatnya nggak suka. Apalagi Jun Woo dengarnya sambil menatapnya.

Nafsu makan Hwi Young langsung hilang. Dia meletakkan sumpitnya dan menatap Ki Tae di depannya.

Oh Je menanyakan apa yang Sang Hoon bilang? Jun Woo ngasih tahu untuk makan kacang polongnya. Oh Je melihat kacang di piring Jun Woo dan membenarkan. Oh, kirain apaan.


Hwi Young yang kadung nggak mood langsung bangkit. Sama kayak yang Oh Je bilang, yang lain langsung ikut bangkit dan mengikutinya.

Mata Jun Woo dan Soo Bin nggak srngaja bertemu. Tapi Jun Woo malah buru-buru berpaling dan memakan supnya dengan terburu-buru. Sampai keselek segala. Hahaha


Hwi Young menemui Sang Hoon di taman. Dia bahkan nyuruh Ki Tae dan yang lain buat duluan.

Sang Hoon menghampirinya sambil senyum dan menuduh kalo Hwi Young takut. Hwi Young hanya tersenyum.

Sang Hoon memperjelas kalo tadi Hwi Young takut ia akan ngasih tahu siswa pindahan. Hwi Young pura-pura nggak ngeh. Soal apa?

Sang Hoon tertawa lihat reaksi Hwi Young. Dikiranya dia b*doh? Ya emang betul kalo Hwi Young harus membuatnya jadi menyenangkan.

Dengan tenangnya Hwi Young ngasih tahu kalo Sang Hoon nampak menyebalkan saat ia tertawa seperti itu. Jujur dia nggak tahu apa yang Sang Hoon bicarakan. Tapi ia mempersilakan Sang Hoon untuk melakukan apa yang ia inginkan. Menghajarnya atau apapun itu.


Sang Hoon nggak bilang apa-apa bahkan sampai saat Hwi Young pergi. Tapu pas Hwi Young sudah jauh ia mel*dahinya.


Soo Bin membuat permainan batu gunting kertas untuk mewakili perwakilan perempuan dan laki-laki. Yang kalah akan menulis nama dan yang menang akan memilih.

Seorang siswa protes. Sekelas kan banyakan cowoknya. Soo Bin rasa nggak masalah. Yang tersisa kan bisa jadi pasangan?!

Pertama Ki Tae menang. Kedua Da Heen yang menang. Dan yang ketiga Da Heen yang menang.

Soo Bin nyuruh murid laki-laki untuk nulis nama mereka ke dalam selembar kertas dan memasukkannya ke dalam kotak.


Ki Tae nunjukkin kertasnya yang ada gambar kucingnya ke So Ye. Hwi Young menggambar emot senyum di namanya.

Para pria sudah menulis nama dan mengumpulkannya ke dalam kotak. Selanjutnya Soo Bin berkeliling dan mempersilakan siswa perempuan buat ngambil.

So Ye dapat Ki Tae. Ya wajarlah soalnya kan dia sudah tahu.


Da Heen selanjutnya. Chan Yeol mengingatkan agar Da Heen berdoa dulu. Da Heen malas. Kalo berdoa palingan juga dapatnya Pil Sang.

Pil Sang nyeletuk. Dia juga nggak mau dipasangin sama Da Heen.

Da Heen asal ambil dan malah dapat namanya Oh Je. Wah senangnya bukan main.


Ro Mi. Dia ngambil kertas warna kuning. Nggak tahu kenapa dia malah jadi mrah pas baca namanya. Ia membantingnya lalu keluar.

Chan Yeol penasaran dan mengambilnya. Pil Sang?

Pil Sang langsung bangkit nggak nyangka. Saking senangnya dia sampai nyium temannya. Dia manggil Ro Mi dan nyusulin.

Giliran Chan Yeol. Dia ngambil kartu tarot dan merasa kalo itu nggak bagus. Soo Bin duluan.



Soo Bin mengiyakan. Dia melihat kertas yang tersisa. Ih, Jun Woo sama Hwi Young udah tegang aja.

Soo Bin kayak familier sama salah satunya. Itu punya Hwi Young. Dia pernah memberikannya ke Soo Bin. Katanya dia punya banyak.

Soo Bin tersenyum dan yakin dengan apa yang dia pilih.

Hwi Young tiba-tiba nanyain siapa yang bertanggung jawab membuang sampah?


Soo Bin nyariin Jun Woo. Ternyata Jun Woo lagi memilah sampah. Dia bingung kenapa Jun Woo disana? Bukannya bersiap buat Free Talking.

Jun Woo mengatakan kalo dia akan melakukannya dan menanyakan siapa yang memilihnya?

Soo Bin menghela nafas dan mau menunjukan nama yang ia pilih. Jun Woo pesimis dan mengira kalo nggak ada yang memilihnya.


Soo Bin membukanya dan menunjukkannya. Choi Jun Woo.

Ih, Jun Woo sampai nggak bisa nyembunyiin rasa bahagianya.

Soo Bin menanyakan kapan Jun Woo ada waktunya? Jun Woo bingung jawabnya. Yang pasti nggak sekarang.

Ih, dalam hati Soo Bin kesal. Dia udah milih Jun Woo tapi Jun Woonya malah mempersulitnya.

Seolah tahu isi hati Soo Bin, Jun Woo bilang kalo dia nggak mempersulit Soo Bin. Dia melihat jam tangannya dan ngasih tahu kalo sekarang dia harus kerja.


Soo Bin nggak bisa apa-apa dan terpaksa ngangguk.

Jun Woo mengingatkan kalo dia masih terlalu baru buat minta ijin karena alasan pribadi. Soo Bin mengangguk. Dia mengatakan kalo nggak punya waktu juga. Dia harus pergi.

Jun Woo mengiyakan. Soo Bin berbalik. Dia akan ngirimin pesan nanti.

Eh Soo Bin mendadak balik lagi dan nanyain apa impiannya Jun Woo? Jun Woo mengaku nggak tahu.

Hah? Soo Bin jadi bingung. Gimana? Ia menyuruh Jun Woo untuk memikirkannya karena mereka harus ngikutin tes. Jun Woo nggak menjawab padahal Soo Bin nungguin.


Sebelumnya... Jun Woo emang sengaja menandai kertasnya dengan gambar kacang. Dan itu berhasil.

Dia senang banget sampai nari-nari segala. Nggak tahunya Soo Bin malah balik lagi. Dia tersenyum lihat Jun Woo nari.

Pas Jun Woo melihat Soo Bin dia pun berhenti dan lanjut milah sampah.


Soo Bin pergi dari sana. Sambil ngelihat gambar Jun Woo dia merasa kalo Jun Woo lucu. Dia bahkan tahu gimana caranya mrnggunakan kode rahasia.

Soo Bin ingat kalo gambar itu juga ditambahkan Jun Woo saat mengerjakan tugas yang sebelumnya.


Hwi Young nggak semangat dapat pasangan Chan Yeol. Chan Yeol ngajak Hwi Young buat beli makanan ringan sambil bicara dengan secangkir latte.

Hwi Young menolak. Dia harus pergi. Ia akan membuat skripnya sekalian sama punya Chan Yeol jadi Chan Yeol tinggal menghafalnya saja.

Chan Yeol nggak mau. Apa Hwi Young tahu apa impiannya?

Hwi Young meminta agar Chan Yeol nggak khawatir. Ia akan membuatnya mendapatkan nilai sempurna.



Jun Woo telat sampai di minimarket. Ternyata disana ada ibu. Rekan Jun Woo ngadu ke ibu kalo Jun Woo selalu telat lima menit.

Ibu melarang Jun Woo begitu. Dia dibayar kan nggak untuk itu. Seenggaknya Jun Woo harus datang 15 menit lebih awal buat siap-siap dan ganti seragam.

Jun Woo merasa khawatir dan bertanya kenapa ibu datang? Ibu bilangnya cuman mau mampir aja.

Jun Woo merasa curiga. Harusnya kan ibu sudah pulang. Ibu nggak mau di rumah sendiri. Ia lalu ngajak Jun Woo buat makan.

Jun Woo mengaku nggak bisa. Dia harus kerja.

Rekan Jun Woo ngasih tahu kalo Jun Woo bisa pergi karena dia sudah membujuk bos agar ngasih ijin.


Jun Woo makan bareng ibu.

Ibu meminta Jun Woo agar nggak berkecil hati atas apa yang terjadi di sekolah. Kebenaran akan terungkap suatu hari nanti.

Jun Woo nggak lagi berhubungan dengan anak dari sekolah lamanya kan? Jung Hoo? Apa dia nggak ngubungin Jun Woo?

Jun Woo menggeleng. Ibu lega. Jun Woo kan terpaksa pindah gara-gara dia. Jun Woo tersenyum dan ngasih tahu ibu kalo Jun Woo nggak anak kayak gitu.

Ibu tahu. Dulu dia bahkan sangat mengaguminya. Ibu nangis. Kalo ingat hari itu rasanya nggak adil.


Jun Woo mau ngapus air mata ibu dan mengingatkan kalo ibu nggak akan nangis.

Ibu menampik tangan Jun Woo dan janji nggak akan nangis. Ia meminta Jun Woo buat fokus belajar mulai sekarang. Jangan berurusan dengan sesuatu yang nggak perlu.

Jun Woo ngangguk. Ibu minta Jun Woo buat janji jari kelingking. Jun Woo menurutinya dan meminta ibu untuk nggak nangis.


Jun Woo tersenyum. Dia tahu kalo ibu datang karena khawatir padanya. Ibu membantahnya.

"Ibu bohong?"

"Ibu nggak bohong!"

Jun Woo tersrnyum. Ibu ngapus air matanya dan ikut senyum.

"Makan gih!"



Soo Bin menjalani ujian tes levelnya dan ibu ngawasin dari luar. Sio Bib kesulitan. Dia melihat ibu yang nungguin di luar dan bilang ke diri sendiri untuk mencoba yang terbaik.


Jun Woo jalan sama ibu. Mereka nampak deket banget. Ibu bahkan nata rambutnya Jun Woo biar dahinya bisa kelihatan. Ih, kayak Ma il🙊🙊🙊

Nggak sengaja mereka ketemu sama Soo Bin dan ibunya. Ibu Jun Woo menyapa Soo Bin dan memperkenalkan diri.


Eh, ibu baru nyadar kalo tasnya sama sama punya ibunya Soo Bin. Ibu jadi malu karena tasnya palsu. Ia menyembunyikannya di belakang punggungnya lalu pamit.

Ibu nanyain Jun Woo ke Soo Bin. Dia tampan. Soo Bin ngasih tahu kalo dia murid pindahan. Ibu berpikir kalo ibunya Jun Woo pasti lagi malu banget soalnya tasnya palsu.

Ibunya Jun Woo juga lagi ngomongin itu sama Jun Woo. Yang asli harganya lebih dari 10.000 dolar. Dia kaya?


Jun Woo mengaku nggak tahu.

Ibu Soo Bin malah nanyain apa itu ibu kandungnya? Dia kelihatan masih muda.

Soo Bin pusing. Nggak tahu.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 3 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email