Saturday, August 24, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 4 part 3

All content from jtbc




Jun Woo balik ke sekolah. Di depan pintu kelas guru Oh ngasih tahu kalo Jung Hoo ngirim surat ke dia. Ngasih tahu kalo Jun Woo difitnah dan dipaksa pindah gara-gara dia.

Jun Woo hanya menghela nafas.

Tiba-tiba guru olahraga nongol nanyain ada apa? Jun Woo buru-buru memakai maskernya lagi.

Guru Oh ngasih tahu kalo Jun Woo lagi sakit tanpa ijin. Jun Woo seolah mau meyakinkan dengan pura-pura batuk.

Guru Oh menasehati agar Jun Woo batuk terus. Jun Woo mengiyakan lalu masuk ke kelas.

Soo Bin yang melihat Jun Woo ngerasa lega. Mereka juga saling tatap meski bentaran.

Guru Oh masih di luar ngelihat Jun Woo.

28
Hwi Young menghampiri Chan Yeol dan memberikan naskah buat tes Free talking.

Ki Tae yang lagi ngobrol sama So Ye langsung pamit ngikutin Hwi Young.



Pil Sang mau ngomong sama Ro Mi tentang tes Free Talking tapi Ro Mi malah mendorongnya. Dia nyuruh Pil Sang buat menghafal apa yang sudah dia berikan.

Da Hen sampai nggak habis pikir lihatnya. Dia meminta agar Ro Mi sedikit meredam emosinya.

Chan Yeol rada heran lihat warna bibir Da Heen. Kayak wanita yang mau nikah aja. So Ye aja sampai nggak bisa nahan tawa lihat bibirnya Da Heen. Bukankah Da Heeb satu kelompok sama Oh Je?

Dia lalu menoleh ke Oh Je. Sampai ketemu nanti.

Oh Je cuman ngangguk lalu pergi.


Jun Woo ngambil ponselnya dan nulis sesuatu. Dia lalu nunjukin ponselnya ke Soo Bin. Lah, Soo Binnya malah nggak ngeh maksudnya apaan. Pun nggak ada pesan masuk.

Akhirnya dia ikut bangkit sama Jun Woo dan keluar.

Soo Bin dan Jung Woo jalan di dekat sungai. Soo Bin merasa kalo Jun Woo lagi senang. Dia penasaran tentang apa yang Jun Woo bicarakan sama guru Oh sampai dia nggak masuk kelas.

Jun Woo ngasih tahu kalo mereka nggak ngomong.

"Pertandingan lagi?"

"Bukan! Dia melindungiku dengan cara tertentu"

Ih, Soo Bin bingung maksudnya apaan.




Mereka duduk di salah satu bangku. Jun Woo mengeluarkan sebuah kertas. Itu adalah apa yang dia tulis buat Soo Bin. Tapi saat Soo Bin menyuruhnya buat baca dianya malah nggak mau. Malu.

Soo Bin menyuruhya lagi. Akhirnya Jun Woo membacakannya. Bahasa Inggris Jun Woo kurang bagus jadi banyak yang salah ucap. Soo Bin dengan sabar ngajarinnya ngoming yang benar.

Jun Woo mengaku tahu kata itu. Dia hanya gugup aja. Soo Bin tertawa serasa nggak percaya. Kalo tahu kenapa Jun Woo salah ngejanya?

Tapi kenapa itu impiannya? Jun Woo malah nanya balik. Apa impiannya Soo Bin? Melarikan diri dari ibu?

Soo Bin serasa nggak mau jawab. Dia nyuruh Jun Woo buat berlatih lagi.


Soo Bin dan Jun Woo harus pisahan karena Soo Bin harus ke tempat kursus. Soo Bin mengingatkan Jun Woo buat terus berlatih. Terutama di bagian yang dia tandai.

Jun Woo mengiyakan dan nyuruh Soo Bin buat cepetan berangkat.


Soo Bin kayaknya berat banget ninggalin Jun Woo. Dia sudah mau pergi tapi malah balik lagi buat nambahin sesuatu di catatannya Jun Woo.

Dia nyuruh Jun Woo untuk menandai gambar anggur buat apa yang sudah dia baca. Jun Woo rada heran. Anggur? Dan pas dia hitung ternyata anggurnya ada 50.

Menurut Soo Bin malah 50 aja belum cukup.

Jun Woo mengambil catatannya lagi dan menatap Soo Bin dengan tatapan rada takut. Soo Bin menawarkan apa Ju Woo mau nambah 10 lagi?

Jun Woo langsung menggeleng. Itu aja cukup.

Mereka lalu pisahan beneran.



Ibu nelpon Soo Bin. Menanyakan apa itu benar? Soo Bin satu kelompok sama murid baru yang dipksa pindah? Dia nggak ngerti sama maksudnya Oh Ssaem.

Hhh, Soo Bin jadi nggak enak sama Jun Woo. Dia nyoba buat ngasih tahu ibu kalo iti bukan salahnya Oh Ssaem. Mereka menentukan kelompok dengan cara diundi.

Lah ibu malah kaget dengarnya. Soo Bin ngasih tahu kalo itu adalah idenya. Ibu mengingatkan kalo itu adalah ujian. Gimana bisa teman kelompo ditentukan kayak gitu?



Jun Woo sampai di minimarket tapi malah ada ibu di sana. Dia langsung menghindar tapi ibu malah tahu-tahu muncul di depan. Ia melepas maskernya.

Ibu langsung nangis lihat muka Jun Woo. Ternyata ibu emang sudah tahu kalo Jun Woo pura-pura mandi buat nutupin itu.

Jun Woo bingung gimana ibu bisa tahu?

Teman kerja Jun Woo ngasih tahu kaki semua ibu tahu segalanya. Mereka punya insting g*la dan bisa membacapikiran anaknya. Harusnya dia nggak bohong sama ibunya. Eh, teman jerja Jun Woo manggilnya masih Park Young Bae aja.

Jun Woo nampak menyesal sudah bohong sama ibu. Tapi ia masih bisa bilang kalo dia nggak papa. Itu bukan masalah besar.



Jun Woo mengantar ibu keluar. Ibu sedikit tenang karena Jun Woo bilang kalo nggak ada hal serius yang terjadi.

Jun Woo mengiyakan. Ibu malah nangis lagi. Ia mengingatkan kalo ia sudah bersusah payah buat ngeluarin Jun Woo dari situasi itu.

Jun Woo lalu meluk ibunya. Ia meminta ibu untuk percaya padanya. Bukankah kata ibu hanya dia yang dia percaya di dunia?

Jun Woo melepaskan pelukannya dan meyakinkan kalo dia akan baik-baik saja. Dia nyuruh ibu buat berangkat kerja kalo enggak nanti telat. Ibi ngangguk.

Ia membawakan makanan buat Jun Woo di rumah dan meminta Jun Woo jangan sampai lupa buat sarapan. Jun Woo mengiyakan. Dia mau manggilin yaksi buat ibu tapi ibu nggak mau. Dia mau naik bus aja.


Ibu lalu mengingatkan agar Jun Woo jangan sampai berkelahi dengan siapapun lagi soalnya Jun Woo sudah janji sama dia. Jun Woo yersenyum dan mengiyakan.

Ibu pamit dan pergi. Ada sup di kulkas. Ia nyuruh Jun Woo buat memanaskannya. Jun Woo mengiyakan dan melambaikan tangan.

Eh, hampir aja ibu jatuh. Jun Woo minta ibu agar hati-hati.




Soo Bin merasa nggak tenang di tempat les. Hwi Young menghampirinya dan nanyain apa ada yang mengganggu pikirannya?

Soo Bin mengaku ingin brrhenti dari kelas Son Ssaem. Hwi Young merasa kalo itu pasti gara-gara Ro Mi. Ia melarang Soo Bin buat mengambil hati apa yang Ro Mi katakan.

Soo Bin memberitahu kalo itu bukannya soal Ro Mi. Dia hanya merasa nggak nyaman. Hwi Young menanyakan apa masalahnya. Ia memberitahu kalo dia merekomebdasikan Soo Bin karena Soo Bin adalah temannya. Dan lagi Soo Bin bisa masuk karena giat belajar buat tes level.

Soo Bin mau bilang sesuatu tapi nggak enak ngomongnya. Hwi Young nerasa nggak papa dan nyuruh Soo Bin buat ngomong aja.

Soo Bin mengaku pingin berhenti membuat teman-temannya Hwi Young berpikir kalo dia adalah pacarnya Hwi Young.

Hwi Young langsung terdiam. Soo Bin mengaku tahu kalo Hwi Young melakukannya untuk membantunya tapi dia nggak suka.

Hwi Young menanyakan apa yang Soo Bin nggak sukai darinya? Soo Bin merasa risih saat ia ngasih pakaian pas Soo Bin kehujanan. Soo Bin juga nggak mau jadi pacarnya. Soo Bin selalu nerasa risi saat bersamanya.

Soo Bin nggak enak mau bilangnya. Hwi Young nerasa kalo Soo Bin nggak pernah kayak gini sebelumnya. Hubungan mereka selalu baik sebagai teman dekat.


Habis ngomong sama Hwi Young malah bikin pikiran Soo Bin jadi nggak tenang. Dia mengambil ponselnya. Niatnya sih mau ngirim pesan ke Hwi Young tapi malah bingung mau nulis apaan. Akhirnya malah nggak jadi.

Hwi Young main basket seorang diri. Dia merasa kesal pada apa yang Soo Bin katakan. Padahal Hwi Young melakukannya bukan karena hal itu.


Hwi Young pulang. Ibu heran Hwi Young baru pulang padahal kelasnya sudah selesai berjam-jam yang lalu. Hwi Young ngasih tahu kalo dia habis olahraga.

Ibu mengiyakan agar belajarnya Hwi Young jangan sampai terganggu gara-gara Soo Bin. Hwi Young nggak berani mengiyakan. Dia lalu naik ke kamarnya.


Ibu  melihat nilai Soo Bin saat di kelas Son Ssaem  dan sangat puas. Soo bin teringat janjinya pada Ro Mi kalo dia akan berhenti dari kelas itu kalo sampai beneran dia masuk lewat jalur belakang.


Ro Mi mengiyakan. Dia akan menggantikan Soo Bin kalo Soo Bin jadi berhenti.


Soo Bin mau bilang ke ibu kalo dia mau berhenti. Tapi rupanya dia nggak berani ngomongnya. Malah nyinggung soal tes Free Talking. Ia ingin agar ibu nggak membahas tentang hal itu.

Ibu mengiyakan. Tapi ia berpesan agar Soo Bin nggak berteman dengan Jun Woo. Dan Soo Bin harus hati-hati dengan anak kayak gitu.



Soo Bin membaca tulisan Jun Woo di tempat tidur. Soo Bin teringay saat tadi siang dia nanyain kelanjutan soal Jun Woo nggak matiin lampu saat tidur karena...? Dia nebak kalo Jun Woo nggak mau kamarnya gelap saat orang tuanya pulang.

Jun Woo menggeleng. Bukan karena hantu tapi zombi. Hhh...becanda. Itu jadi sebuah kebiasaan. Dia nggak bisa tidur tanpa lampu.

Jun Woo juga ternyata lagi mikirin hal yang sama. Ia teringat nasehat Soo Bin agar ia berlatih tidur tanpa lampu. Lagian kan dia bukan anak bayi. Tagihan listriknya Jun Woo pasti sangat besar kalo Jun Woo menyalakannya sepanjang malam. Jangan boros.

Malam itu Soo Bin tidur dengan nyalain lampu kayak Jun Woo. Karena nggak bisa dia malah nggak bisa tidur. Akhirnya dia mematikan lampunya kembali. Nggak lama dia menyalakannya lagi dan nyoba buat tidur.

Jun Woo juga niatnya mau matiin lampu tapi nggak bisa. Bukan karena dia takut tapi menyalakan lampu membuatnya merasa nggak kesepian.



Jun Woo jalan di sebuah pekarangan rumah. Langkahnya tertuju pada Jung Hoo yang berdiri di depan sebuah rumah sambil menggendong anak anjing. Tersenyum menatapnya.

Jung Hoo ngasih tahu kalo nama anak anjingnya Nasi. Jun Woo meremehkan. Nama macam apa itu?

Dia menggemaskan. Jun Woo tersenyum dan mengelus kepala Nasi.

Alarm Jun Woo bunyi. Dia mematikannya lalu bangun.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 4 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email