Sunday, September 22, 2019

Sinopsis Coffee and Vanilla episode 7 part 4


All content from MBS




Hari Minggu. Fukami mengisi paginya dengan baca buku. Risa tahu-tahu menghampirinya dengan pakai celemek. Katanya hari ini dia mau bersih-bersih rumah dan nyuruh Fukami buat istirahat aja.

Fukami melarang. Risa nggak usah ngapa-ngapain. Risa menggeleng. Dia kekeuh pingin melakukannya.

Fukami merasa kalo Risa sangat bersemangat.

Risa teringat saat Fukami mengiriminya parfum saat Fukami berada di Hongkong.

Fukami nggak mau Risa kesepian. Makanya dia mengirimkannya. P

Dan saat Fukami menyelamatkannya dari penguntit. Ialah satu-satunya orang selalu mikirin Risa di dunia.

Dia juga ingin melakukan sesuatu buat Fukami.


Fukami menutup bukunya. Ia akan nyerahin semuanya ke Risa.

Risa tersenyum dan meminta bantuan dari Fukami.

Fukami bangkit. Mereka akan mulai dengan main air.

Eh, mencuci maksudnya. Fukami ngajarin Risa gimana caranya menggunakan mesin cuci.

Selanjutnya masukin handuk ke lemari. Tempatnya tinggi jadinya tangan Risa nggak sampai. Fukami lagi-lagi membantunya.


Fukami sedang membersihkan lantai pakai penyedot debu. Risa tahu-tahu datang dan mau mengambil alih.

Fukami melarang. Risa kekeuh pingin memggantikan Fukami.

Fukami nyuruh Risa buat mengganti tissue di kamar mandi aja. Risa merasa kalo tissuenya kan baru aja diganti.

Fukami memberitahu kalo itu lebih penting dari membersihkan lantai. Ia membisiki telinga Risa dan mengatakan kalo nanti Risa akan memerlukannya.

Risa langsung terdiam. Dia nurut dan akan melakukannya.

"Gadis pintar!" puji Fukami.



Risa ketiduran di pangkuannya Fukami. Kayaknya dia capek banget. Tiba-tiba dia terbangun.

Kok bisa ketiduran gini, sih?

Risa bangun dan menanyakan apa lagi yang harus dia lakukan?

Eh, ternyata Fukaminya juga lagi tidur.

Ada yang menekan bel.

Fukami tahu-tahu bangun. Dia melarang Risa buat kemana-mana. Biar dia yang buka.



Yuki membawakan dokumen buat Fukami. Risa mengintip. Yuki meminta Fukami buat nggak memaksakan diri hari ini. Ia melihat kalo Fukami kayak nggak baik-baik aja.

Fukami membantah dan mengaku baik-baik aja.

Yuki mengingatkan kalo biasanya Fukami tidur di hari libur.

Fukami merasa nggak bisa larena Risa ada di sana.

Risa merasa nggak nyaman. Dia merasa bersalah. Apa gara-gara dia Fukami terpaksa melakukannya?

Fukami kembali lagi habis nemuin Yuki. Lah, Risa sudah ganti baju. Katanya dia mau pergi. Mau ketemu sama Naccan.

Fukami nggak melarang. Dia malah tersenyum.



Risa bohong. Sebenarnya dia nggak nemuin Naccan. Ia merasa kalo kedatangannya melelahkan Fukami. Karena selama ini dia tinggal sendiri.

Ia lalu melihat kakek dan nenek yang sedang bersama. Hal itu membuatnya penasaran apakah ia akan menjadi seseorang yang berada di sisi Fukami sampai akhir hayatnya?


Risa pulang saat sudah petang. Rumah sepi. Dia nyariin Fukami. Ternyata Fukami sedang menelpon.

Saat tahu Risa datang ia segera menutup telponnya dan mengucapkan selamat datang.

Risa meminta maaf karena mengganggu pekerjaan Fukami.

Fukami menyimpan ponselnya dan bilang nggak papa. Ia merasa aneh dengan ekspresi Risa dan menanyakan ada apa?

Risa nggak mau bilang dan bilang mau mandi.

Fukami tahu-tahu mendekat dan nyium kening Risa. Ia mengucapkan selamat malam.

Risa balas bilang selamat malam.

Fukami lalu meninggalkan Risa.



Risa meletakkan ponselnya dan bersiap untuk tidur. Ia bertanya-tanya apa harus membuatkan teh buat Fukami? Atau cemilan?

Ia bangun dan nyari Fukami. Lah, Fukaminya malah tidur di sofa.

Risa merasa nggak enak. Ia merasa Fukami pasti kelelahan sampai tidur di sana.


Risa mencuci piring sehabis mereka sarapan.

Fukami bersiap pergi ke kantor dan pamit sama Risa. Risa mengiyakan dan berpesan agar Fukami hati-hati.

Risa merasa sedih. Menurutnya sikap Fukami sekarang sangat dingin. Dia bahkan nggak nyium Risa dulu sebelum pergi. Apa mungkin Fukami merasa terkekang?

Risa jalan ke depan dan menemukan Fukami lagi nangis di depan pintu. Ia langsung menghampiri Fukami dan menanyakan apa dia baik-baik aja?

Fukami nggak menjawab dan hanya megangin kepalanya.



Fukami sudah ada di tempat tidur. Risa memberikan termometer ke Yuki. 39°.

Ternyata Yuki yang bawa Fukami ke tempat tidur. Dia merasa curiga Fukami nggak segera turun dan langsung ke atas.

Risa meminta maaf. Dia nggak tahu kalo Fukami sakit meski tinggal bersama. Ia merasa gagal jadi wanitanya Fukami.

Yuki mengembalikan termometer ke Risa dan menyerahkan selebihnya pada Risa.

Risa mengambil termometer itu dan mengiyakan. Ia menatap Fukami dan merasa harus melakukan sesuatu. Dia nggak bisa nyerah sekarang.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Coffee and Vanilla episode 7 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email