Thursday, September 26, 2019

Sinopsis Coffee and Vanilla episode 8 part 3


All content from MBS



Fukami menemani para gadis minum. Mereka malah jatuh cinta padanya.

Gadis yang baju biru bahkan ngajak Fukami buat keluar diam-diam nanti.

Seseorang tiba-tiba datang dan ngajak Fukami buat bicara sebentar.

Fukami meletakkan gelasnya dan mengikuti pria itu. Pria itu membelakanginya. Fukami menanyakan apa yang terjadi di ruang tunggu?

Pria itu nggak menjawab. Fukami tahu-tahu memeluknya.

"Bisa nggak jangan bersikap menggemaskan?"




Fukami memutar tubuh orang itu. Oh, ternyata dia adalah Risa.

Risa merasa malu. Dia menutup wajahnya.

Fukami merasa kalo Risa sangat menginginkannya sampai memakai seragam jelek itu segala.

Risa meminta maaf. Dia mengaku tahu kalo itu cuman pekerjaan tapi...

Fukami menanyakan apa ada seseorang yang melakukan hal aneh pada Risa saat dia nggak ada?

Suara hati Risa: Fukami pasti membencinya sampai nggak mau memanggilnya ibu.

Risa membantahnya dan mengatakan kalo dia baik-baik aja.

Fukami meminta maaf. Ia memberitahu kalo keluarganya beda sama keluarganya Risa. Mereka kehilangan sesuatu. Meski keluarga, ibunya hanya menjadikannya pion catur.

Risa menggenggam tangan Fukami dan menggenggamnya.



Fukami kembali menemani para tamu. Ada masalah. Mereka kehabisan Champagne.

Ibu kaget dengarnya. Mereka diminta untuk segera membelinya. Karyawan ibu pada nggak habis pikir. Pria kayak apa Fukami itu? Sangat mengagumkan.

Ibu tersenyum menatap Fukami melayani pelanggannya.



Malam itu ibu mendapatkan banyak keuntungan.

Para karyawan ibu pamit pulang.

Fukami menemui ibunya. Itu cukup, kan? Ia menyindir kalo dengan jumlah itu ibu bahkan bisa membeli host dari klub lain. Ia lalu ngajak Risa buat pulang.

Ibu manggil Hiroto lagi. Ibu mengatakan kalo dari awal Hiroto emang pingin ibu berhutang padanya.

Fukami memberitahu kalo dia nggak bisa jadi pion caturnya ibu lagi. Ia jalan duluan.

Risa melihat kalo ibu nampak kecewa.

Ibu memasukkan uangnya ke dalam amplop.


Risa tiba-tiba balik lagi. Ia meminta maaf. Apa ibu bisa...

Ibu bangkit. Dadanya terasa sakit. Ia jatuh dan mengerang kesakitan. Ibu meminta maaf karena membuat Risa takut. Ia meminta agar Risa nggak ngasih tahu anaknya.

Sebenarnya ibu ingin meminta maaf pada Fukami untuk terakhir kalinya. Mungkin dia nggak akan punya kesempatan itu.

Risa nampak sangat khawatir. Tetakhir kali? Ia rasa kalo Fukami masih ada di sana dan berniat untuk memanggilnya.

Ibu melarang. Toh dia nggak akan melihat Fukami lagi.

Risa merasa nggak bisa membiarkannya.



Fukami kembali dan melihat ibu yang pingsan di sofa. Fukami tahu kalo ibu cuman pura-pura pingsan.

Tiba-tiba ibu tersenyum. Dia membuka matanya dan duduk seolah nggak ada yang terjadi.

Risa terkejut tahu kalo ibu cuman pura-pura sakit.

Fukami memberitahu kalo ibunya sering melakukannya.

Ibu meminta maaf. Dia nggak nyangka kalo Risa akan percaya padanya.



Risa malah nangis. Ibu kembali minta maaf dan meminta agar Risa nggak marah. Risa akan ngerti kalo tahu alasannya. Buat apa nangis? Nggak masalah apakah dia sakit apa enggak.

Fukami juga nggak ngerti kenapa Risa nangis.

Risa mengaku senang ibu baik-baik aja. Dia tahu ibu melakukannya karena ingin mendapatkan perhatian dari Fukami.

Begitu juga dengan Fukami. Mereka sebenarnya saling peduli satu sama lain. Kalo mereka nggak saling jujur satu sama lain maka mereka akan menyesalinya nanti. Makanya...

Fukami meminta maaf dan menutup mulut Risa biar nggak ngomong lagi.

Ibu meraih tangan Risa dan mennggenggamnya. Menururnya Risa sungguh gadis yang tangguh. Ia harus jujur kan?

Fukami membelakangi Risa dan ibu.

Ibu manggil Fukami dan mau menyampaikan sesuatu.

Fukami menoleh menatap ibu.



Ibu meminta maaf karena sudah menjadi ibu yang nggak berguna. Ibu bahkan sampai membungkuk segala.

Risa menatap Fukami khawatir.

Fukami menghela nafas dan tersenyum. Ia mengaku nggak sakit hati lagi karena sekarang dia sudah punya Risa.

Mata Risa merah. Mungkin dia nggak pantas buat Fukami tapi ia janji akan selalu mendukungnya.

Ibu tersenyum dan mempercayakan Hiroto pada Risa.

Risa mengangguk. Ia menangis dan mengiyakan.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Coffee and Vanilla episode 8 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email