Thursday, September 12, 2019

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 8 part 1


All content from Channel A





Warning: 18+ 

jadilah pembaca yang bijak


Ji Eun dan Jung Woo berciuman dan berakhir di tempat tidur. Tahu-tahu ponsel masing-masing bunyi. Jung Woo nggak peduli dan nyium Ji Eun lagi.

Ji Eun nggak bisa. Dia menahan Jung Woo

Jung Woo nyuruh Ji Eun buat menjawab telponnya. Gitu juga dengan Jung Woo. Ji Eun keluar.

Jun Woo membaca pesannya. Dari Min Young yang nanyain kapan Jung Woo pulangnya? Larut malam?

Ji Eun menerima panggilan Chang Gook. Dia akan pulang telat. Chang Gook berencana buat menjemput tapi Ji Eun melarang. Masalahnya dia nggak tahu kapan pestanya selesai. Lagian Chang Goo juga kan pasti lelah.

Chang Gook mengiyakan. Ia berpesan agar Ji Eun berhati-hati. Ia lelah dan mau tidur dulu.

Ji Eun mengiyakan lalu menutup telponnya. Dadanya sakit. Ia lalu kembali ke dalam. Suasana jadi nggak sama lagi.


Min Young mengecek kehamilannya. Hasilnya nggak sama sama apa yang dia inginkan. Alat tes kehamilan itu jatuh seketika.


Ha Yoon tersenyum lihat video Soo Ah pas lagi menari di kapal. Sesaat kemudian senyumnya hilang. Ada sesuatu yang menggaggu pikirannya.



Soo Ah baru pulang. Tahu-tahu Young Jae bertanya dari mana?

Soo Ah memberitahu kalo dia habis nonton pertujukan balet. Young Jae ingat kalo Soo Ah dulu belajar balet.

Soo Ah mengiyakan. Ia mengalihkan, Young Jae pulang cepat hari ini? Dikiranya bakal telat karena ada makan malam.

Young Jae malah nyalahin Ha Yoon. Dia bangkit dan ngasih tahu kalo Ha Yoon tiba-tiba pergi pas lagi rapat.  Diiranya mau berak tapi malah nggak kembali.

Soo Ah menanyakan makan malamnya?

Young Jae menatap Soo Ah dan ngasih tahu kalo dia nggak selera. Soo Ah nyuruh Young Jae buat mandi dan istirahat. Dia pasti lelah.

Young Jae merasa penasaran kenapa wanita suka sama pria kayak Ha Yoon?

Soo Ah yang sudah mau peegi jadi nggak jadi (kesindir apa, ya?) Young Jae melanjutkan kalo Kim Banjang menceraikannya tapi masih ngirimin makanan. Buat orang yang n!a apa-apa dia punya banyak wanita.


Ha Yoon terdiam.


Ji Eun naik bus buat pulang. Jung Woo yang duduk di sebelahnya menatapnya.

"Di saat ini kami mungin sedang memimpikan kepunahan total. Bagi pasangan yang nggak diberikan hari yang berakhir bahagia, .. Di hari seperti ini berbalik menjadi hukuman yang makin berat"

Hutan yang Memanggilku


Chang Gook nggak bisa tidur. Dia nungguin Ji Eun. Dia langsung bangkit begitu Ji Eun pulang. Jam 12 lewat lima menit. Ji Eun benar-benar kemaleman.

Ji Eun meminta maaf karena dia sudah lama nggak ketemu sama teman-temannya. Chang Gook santai dan nggak mempermasalahkan. Ji Eun emang butuh hari kayak gini.

Ji Eun minta maaf lagi dan bilang akan lebih hati-hati lain kali.


Chang Gook mendekat dan tahu-tahu meluk Ji Eun. Dia minta maaf karena belakangan sikapnya dingin. Ji Eun membantahnya.

Chang Gook janji kalo dia akan jadi lebih baik lagi.

Ji Eun melepaskan pelukannya dan berbalik.

Chang Gook meluk Ji Eun lagi. Kali ini dari belakang. Dia ingin mereka hidup bahagia selamanya. Ji Eun hanya terdiam.


Jung Woo pulang dan langsung disambut sama Min Young. Menyenangkan? Kunang-kunangnya baik-baik aja? Dia mengulurkan tangannya minta dikasih hadiah.

Jung Woo bingung. Masalahnya dia nggak bawa apa-apa.

Min Young tersenyum lalu mengambil tas Jung Woo. Dia akan mencurigai Jubg Woo habis jalan sama wanita lain.

Jung Woo terdiam.

Min Young melanjutkan kalo ia dengar hanya orang yang berakal sehat yang bisa selingkuh. Orabg kayak Jung Woo nggak akan pernah.

Jung Woo ikut tersenyum. Dia janji kalo lain kali akan beli. Min Young nggak mau. Dia maunya lain kali pergi bareng.

Jung Woo mengiyakan. Min Young menyuruhnya buat cepat mandi. Dia pasti lelah. Jung Woo mengiyakan.



Senyum Min Young hilang pas Jung Woo masuk kamar mandi. Dia membuka tasnya Jung Woo dan ngambil ponselnya. Ponselnya dikunci angka jadi dia nggak bisa bukanya.


Di supermarket Clara ngeluh karena Kang Chul berhenti kerja tanpa ngomong sama dia. Tiba-tiba ada suara gaduh. Clara, Ji Run dan ahjumma pergi buat ngelihat apa yang terjadi.

Ada dua wanita yang lagi jambak-jambakan. Mereka sudah dilerai tapi masih saling serang.

Min Young tahu-tahu datang dan berdiri di sebelah Ji Eun. Dia ngerasa kalo itu perselingkuhan. Apa nereka nggak diajarin di sekolahan? Jambak-jambakan duluan.



Ji Eun ngeri lihatnya. Mendadak dia kayak lihat dirinya sendiri lagi dijambak-jambak.

Ji Eun jatuh dan jadi tontonan banyak orang. Mereka membicarakannya. Dia hanya nunduk dan nggak berani melihat mereka.

"Aku sangat cemas dan takut pada keputusanku"




Ji Eun minum kopi sama Min Young. Dia terus diam ingat kejadian tadi. Min Young khawatir. Apa Ji Eun sakit?

Ji Eun membantahnya. Cuman kaget doang.

Min Young membenarkan. Dia juga akan menjambak orang lain. Ia merasa kalo suaminya punya wanita lain.

Ji Eun menanyakan apa Min Young tahu dia wanita kayak apa?

Min Young mengaku nggak tahu. Dia takut untuk mengetahuinya. Ji Eun menenangkan kalo itu belum pasti.

Min Young membantahnya. Itu pasti. Ia memberitahu kalo insting wanita kayak insting hewan. Mereka bisa tahu kalo pria nggak mencintainya lagi bahkan cuman dari udara yang dia hirup.

Ji Eun menanyakan apa Min Young akan bercerai kalo suaminya beneran selingkuh? Min Young malah nanya balik. Apa gunanya bercerai?

Ji Eun memberitahu kalo rekan kerjanya bilang kalo suami selalu kembali pada istri.

Min Young merasa senang punya teman dari sekolah. Dia bisa cerita walaupun memalukan. Dia nggak bisa cerita sama sembarang orang. Pun sama orang tuanya.


Ponsel Ji Eun bunyi. Ada pesan dari Jung Woo yang ngajakin dia buat nonton barenf besok.

Ji Eum nembacanya sambil nutupin layar ponsel. Bikin Min Young jadi curiga. Dari pria? Ji Eun bilang enggak.

Min Young protes. Dia aja cerita semuanya masa Ji Eun enggak? Ji Eun jadi gugup. Dia ngasih tahu kalo itu cuman teman.

Dia bukan pria yang punya istri kan? Lah Ji Eun yang mau minum jadi nggak jadi. Min Young ngasih tahu tipe yang boleh Ji Eun dekati. Pria lajang, duda cerai, duda mati. Tapi kalo pria beristri jangan. Jangan sampai wanita lain nangis darah.

Ji Eun memberitahu kalo nggak kayak gitu. Min Young tersenyum. Dia mengatakannya karena khawatir sama Ji Eun. Ji Eun nggak menjawab dan meminum minumannya.


Ji Eun pulang jalan kaki dan ketemu sama Soo Ah. Ih Soo Ahnya cantik banget. Soo Ah tersenyum.


Soo Ah ngajak Ji Eun ke spa. Itu buat tanda terima kasihnya. Dia sudah menggunakan Ji Eun jadi alasan sama suaminya tiap kali dia ketemuan sama Ha Yoon.

Ternyata Ji Eun juga sama. Dia mengaku bingung dan takut

Soo Ah memberinya petuah. Kalo mendapatkan sesuatu maka harus melepaskan yang lainnya. Itulah yang ia pikirkan belakangan. Untuk mendapatkan yang berharga mungkin harus melepaskan sesuatu yang jauh lebih berharga.


Ji Eun pulang. Ibu tahu-tahu manggil dan bikin kaget. Ibu meminta maaf habisnya ponselnya ketinggalan.

Ji Eun mengatakan kalo ibu kan bisanunggu di dalam. Ibu mengaku lupa sama sandinya. Ji Eun lalu ngajak Ibu buat masuk tapi ibu nggak mau. Ibu menanyakan apa Ji Eun sudah memasukkan jimat yang dia kasih ke sarung bantal? Ji Eun mengiyakan. Ibu nanya lagi, sarung bantalnya Ji Eun apa Chang Gook?

Ji Eun menjawab sarung bantalnya. Ibu langsung ngeluh. Katanya jimatnya bakal percuma. Harusnya kan di sarung bantalnya Chang Gook.


Ji Eun pulang dan mengambil jimat dari ibu. Dia lalu dapat pesan dari Jung Woo yang sudah membeli tiket soalnya Ji Eun nggak membalas pesannya. Ia jadi ingat apa yang Soo Ah bilang kalo untuk mendapatkan sesuatu yang berharga maka harus melepaskan sesuatu yang lebih berharga. Apa yang dapat aku lepaskan?


Pagi hari di rumah Soo Ah. Young Jae sarapan sendiri karena anak-anal sudah berangkat sekolah. Young Jae tiba-tiba nanya kesibukan Soo Ah pagi ini.

Soo Ah memberitahu kalo dia akan ke desa Garam sama tetangga. Di sana ada pasar loak. Young Jae menyindir kalo belakangan Soo Ah sering bergaul sama tetangga.

Soo Ah menekankan kalo dia temannya yang pertama sejak pindahan. Dia baik. Young Jaemenatap Soo Ah seolah nggak percaya.



Young Jae di kantor. Karyawannya ngasih buku mereka yang sudah jadi. Young Jae nyuruh karyawannya buat ngasih buku itu ke Do Jagga buat ulasan terakhir. Dan satu juga buat Kim Banjang.


Ibu ketemuan sama Chang Gook dan ngasih obat (sstt!!). Kata ibu itu pasti bikin sukses. Itu akan membantu di saat malam.

Chang Gook menebak kalo itu juga dikasih tahu sama Son Ae ahjumma. Dan ternyata emang benar. Chang Gook nggak ngerti gimana ibu bisa hidup di dunia yang mengerikan ini tanpa Son Ae ahjumma?


Yoon Ah datang menyajikan minum. Chang Gook buru-buru menyimpan obatnya.

Yoon Ah mengenalkan diri kalo dia adalah juniornya Chang Gook. Chang Gook nyolek Soo Ah dan nyuruh dia buat pergi.

Ibu protes kenapa Yoon Ah manggil dia ibu? Chang Gook belain Yoon Ah. Soalnya ibu adalah ibu dari rekan kerjanya Yoon Ah. Ibu tetap nggak mau Soo Ah manggil dia ibu.

Yoon Ah minta maaf. Ibu makin menjadi dan nuduh Yoon Ah suka sama anaknya.

Chang Gook nggak bisa sabar lagi. Dia menarik ibu pergi dari sana.


Sampai di luar ibu masih memarahi Chang Gook. Dia nggak suka sama Yoon Ah dan menyebutnya rubah. Jangan-jangan Chang Gook bersikap begitu sama Ji Eun gara-gara si rubah.

Chang Gook membantahnya. Ibu mengatakan kalo buah jatuh nggak jauh dari pohonnya. Ia menanyakan apa Chang Gook kayak ayahnya. Chang Gook malah seakan membenarkan. Hadeuh bikin ibu tambah gedeg.

Chang Gook malas dengarnya dan milih pergi.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 8 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email