Tuesday, September 17, 2019

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 10 part 1


All content from Channel A




Ji Eun sama Jung Woo berpisah di bawah hujan. Keduanya nangis. Sama-sama pedih.

"Aku bersyukur kamu nggak mencegahku. Andai srbaliknya mungkin aku berubah pikiran. Kamu dan aku saat ini sama-sama menderita"

Jung Woo menatap Ji Eun jalan menjauhinya tanpa bisa berbuat apa-apa.

"Apa aku benar-benar bersamamu? Apa aku benar-benar ada saat dimana aku memilikimu?"



Soo Ah keluar dari rumahnya. Ia menatap ke atas sambil memejamkan mata. Merasakan tetesan hujan di wajahnya.

Hujan masih turun. Ha Yoon melukis di luar. Nggak peduli air hujan membasahi lukisannya.

"Akankah tiba saatnya ketika semua moment yang kita bagi bersama akan lenyap tanpa jejak?"

Jiwa Kami di Kala Malam



Chang Gook membawakan obat dan air minum buat Ji Eun yang masih di tempat tidur. Demamnya tinggi. Ia menyarankan buat ke rumah sakit aja.

Ji Eun bangun. Dia nggak mau. Dia harus berangkat kerja.

Chang Gook ngomelin Ji Eun sampai kehujanan. Apa payung cuman aksesoris? Ji Eun memberitahu kalo dia nggak punya payung.

Kalo nggak punya beli. Harganya juga nggak gitu mahal. Suara Ji Eun serak. Dia minta maaf.

Ia bangkit. Baru sebentar lantas terduduk kembali. Kepalanya pusing. Bikin Chang Gook nggak bisa tenang.


Jung Woo sedang menulis. Min Young masuk. Ternyata Jung Woo nggak tidur semalaman. Dia nggak ngerti kenapa Jung Woo maksa buat kerja padahal sedang nggak sehat.

Jung Woo nggak bilang apa-apa. Min Young mendekat. Jung Woo membuat soal?

Jung Woo membantahnya.

Min Young melihat kalo Jung Woo berkeringat. Ia meriksa dan merasa kalo Jung Woo demam. Jung Woo nenyingkirkan tangan Min Young dari wajahnya. Ia mau mandi.

Jung Woo bangkit dan mau jalan. Tahu-tahu dia jatuh dan pingsan.

Min Young panik. Dia manggil-manggil Jung Woo tapi Jung Woonya nggal sadarkan diri.



Ha Yoon sedang melakukan pemotretan. Bit Na dan Young Jae mengawasi hasilnya.

Bit Na merasa kalo Young Jae pasti punya sesuatu sampai bisa menyeret Ha Yoon keluar.

Young Jae malas. Bit Na mirip kayak mantan istri. Lah Bit Na malah mikirnya mau jadi istrinya lagi mulai hari ini.

Dia melarang Young Jae buat masukin foto itu ke dalam buku. Ih, Young Jae juga nggak mau. Siapa yang pingin masukin b*jingan...

Oops, Young Jae mengulangi, dikiranya dia pingib masukin wajahnya Ha Yoon ke dalam bukunya yang berharga?

Bit Na menekankan kalo Young Jae harus hati-hati. Dia nggak mau wajahnya Ha Yoon muncul dalam cerita ahjumma yang selingkuh.

Young Jae menatap Bit Na dan nanyain maksudnya apaan?

Belum juga Bit Na menjawab, fotografer keburu manggil dan minta Young Jae buat foto bareng.


Young Jae bangkit dan menghampiri Ha Yoon. Mereka berfoto seolah nggak ada yang terjadi.

Bit Na aja sampai heran lihatnya.


Bit Na jalan sama Young Jae. Dia kagum banget sama Young Jae. Sangat berkarakter. Orang tuanya mendidiknya dengan baik.

Young Jae merendah dan meminta Bit Na biar nggak menyindirnya. Bit Namembantah. Dia serius. Kalo dia nggak bisa kayak gitu.

Young Jae nyaranin Bit Na buat ny*kik Ha Yoon. Bit Na malah pinginnya nyabik-nyabik kalo emang bisa. Oops,...

Young Jae heran Bit Na juga tahu soal itu. Bit Na nggak bisa nyangkal lagi. Dia bukan orang b*doh. Ha Yoon melukisnya biar semua orang lihat.

Young Jae malah ketawa. Jadi cuman dia yang kayak orang b*doh?

"Lebih baik aku b*nuh b*jingan itu!"



Bit Na menatap Young Jae sinis. Setelah ia b*nuh istrinya Young Jae dulu.

Haha, Young Jae malah ketawa. Bit Na menyuruhnya buat tutup mulut kalo pingin mertahanin bukunya. Sama kendaliin istrinya.

Young Jae nggak habis pikir. Kenapa sama para wanita? Apa Bit Na cinta apa iba? Tapi Bit Na ngakunya itu bisnis.

Young Jae langsung ketawa. Bit Na melanjutkan kalo dia dapat kabar dari Barcelona kalo mereka tertarik sama lukisannya Ha Yoon.

Young Jae ngerasa kalo itu kabar bagus.

Bit Na menepuk pundaknya dan bilang kalo Young Jae bisa menjual bukunya dan ia bisa menjual lukisannya. Ia akan mengerahkan semuanya buat Do Jagga. Kalo emang mereka sama-sama pingin menang sebaiknya Young Jae nggak merusak miliknya.




Jung Woo dirawat di rumah sakit. Dokter bilang ia terkena radang paru-paru tahap awal. Nggak perlu rawat inap tapi harus teratur minum obat.

Min Young yang khawatir bertanya apa suaminya akan baik-baik aja? Dokter mengiyakan. Masih muda dan tahapnya masih awal jadi nggak perlu khawatir.


Min Young mengambil resep dan nggak sengaja ketemu sama Ji Eun. Dia sakit?

Ji Eun membantahya. Dia cuman nggak enak badan. Ia nanya balik. Min Young?

Min Young ngasih tahu kalo suaminya mengalami radang paru-paru tahap awal. Dia kehujanan beberapa hari yang lalu. Sudah dewasa tapi kayak anak kecil.

Ji Eun lngsung merasa nggak enak.

Min Young berpesan agar dia meminum obatnya dan hati-hati di jalan.

Min Young ninggalin Ji Eun. Lah, dia lupa. Dia kan harus ke apotik??!



Jung Woo sadar. Nggak jauh darinya dia melihat sepatu kuning punya Ji Eun. Ji Eun duduk di tempat tidur dan menatapnya.

Jung Woo mau bangun. Ji Eun sudah nggak ada. Ternyata dia sendirian di ruangan itu.

Ia kembali berbaring dan memejamkan matanya. Tangannya menggenggam selimut erat.


Ji Eun jalan nyari Jung Woo. Ia menemukannya. Jung Woo tengah tertidur. Ji Eun nggak tega lihatnya. Dia nangis.

Jun Woo tiba-tiba batuk dalam tidurnya. Ji Eun perlahan mendekat.

Min Young selesai ngambil obat.

Ji Eun sedih lihat kondisi Jung Woo. Jung Woo tiba-tiba membuka matanya. Samar-samar dia melihat Ji Eun.


Min Young datang bersama perawat yang mau melepas infus Jung Woo.

Ji Eun panik. Ia segera sembunyi di bilik sebelah.

Perawat ngambil infus Jung Woo lalu pergi.

Min Young membangunkan Jung Woo dan bertanya apa dia bisa bangun? Jung Woo mengiyakan. Ia bangun dengan bantuan dari Min Young.

Jung Woo terdiam ngelihat sepatu Ji Eun. Ia ada di sebelah.

Min Young khawatir lihat Jung Woo. Apa dia nggak papa?

Ji Eun mundur. Sebisa mungkin dia nggak mengeluarkan suara.

"Aku tahu langkah kakinya semakin menjauh dariku. Entah apa dia juga mendengar berat langkahku yang menjauh darinya di hari aku meninggalkannya"


Jung Woo terus diam. Min Young khawatir dan menanyakan apa yang ia rasakan?

Jung Woo menjawab kalo dia baik-baik aja.

Min Young cerita kalo tadi dia ketemu sama temannya di rumah sakit. Kayaknya dia kurang sehat.

Jung Woo nggak gitu tertarik.

Min Young melanjutkan kalo temannya selingkuh. Penampilannya sih nggak gitu. Ia mengingatkan kalo ia pernah cerita. Ia sendiri kaget. Ada banyak wanita bersuami yang selingkuh.


Jenny nemuin Soo Ah. Ia mengingatkan kalo mereka pernah jetemu di galeri seni. Soo Ah ingat dan menanyakan apa tujuan Jenny ada di sana?

Jenny memberitahu kalo Young Jae minta bantuannya buat ngawasin anak-anak selama beberapa hari sampai ada tutor yang tinggal di dalam.

Soo Ah terdiam. Segitu pinginnya Young Jae menjauhkannya sama anak-anak.


Malamnya mereka bertengkar. Soo Ah nggak ngerti sebenarnya Young Jae maunya apa sama dia?

Young Jae menekankan kalo dia cuman pingin Soo Ah diam di rumah.

Soo Ah marah. Dikiranya dia boneka?


Young Jae bingung, apa yang membuat Soo Ah nggak bahagia? Suaminya berpenghasilan besar, punya rumah bagus, punya pembantu dan tutor tinggal di dalam. Terlalu mewah?

Soo Ah mengambil tablet Young Jae biar dia bisa fokus padanya. Ia mendekat dan mengingatkan kalo dia manusia. Dia juga butuh bernafas buat hidup.

Young Jae sedikit paham. Gara-gara itu Soo Ah nemuin pria lain? Karena ingin bernafas?

Young Jae mengambil kembali tabletnya.

Soo Ah membenarkan. Karena hidup bersama Young Jae sangat berat.



Young Jae santai. Dia nyuruh Soo Ah buat pergi ke mereka. Hidup bahagia selamanya tanpa punya apa-apa.

Soo Ah merasa nggak bisa kalo harus ninggalin anak-anak.

Young Jae memotong. Ia melarang Soo Ah buat menjadikan anak-anak alasan. Bilang aja karena uang. Kalo emang mikirin anak-anak apa Soo Ah akan ngelakuin itu?

Soo Ah terdiam.


Ah Ram tiba-tiba masuk sambil nangis. Nanyain kenapa mereka bertengkar?

Soo Ah menghapus air matanya lalu meluk Ah Ram. Ah Ram mengingatkan kalo Eomma selalu bilang sama dia buat nggak bertengkar sama kakaknya. Ibu jahat! Ah Ram menatap ayahnya dan bilang benci sama ayah.

Ahjumma masuk. Soo Ah memintanya buat membawa Ah Ram.

Ahjumma menggendong Ah Ram dan membujuk akan ngambilin es krim. Ah Ramnya nggak mau tapi ahjumma tetap menggendongnya pergi.

Soo Ah duduk di tepi tempat tidur dan nangis.



Ah Jin pulang. Dia lihat Ah Ram nangis digendong sama Ahjumma. Nggak lama Soo Ah keluar dari kamar jalan ke dapur mau nyiapin makan. Ibunya nangis.

Ah Jin ingat kalo ibunya juga nangis saat ada Ha Yoon di rumah.

Young Jae berdiri di pintu. Ah Jin menatapnya sinis lalu jalan nyusul Soo Ah.


Soo Ah menyiapkan makanan sambil menghapus air mata.

Ah Jin menatapnya nggak suka. Ia mengambil makanan dan menjejalkannya ke mulut.

Soo Ah melihatnya khawatir dan mengbilkan minum. Ah Jin mendorong Soo Ah sampai membuat cangkirnya pecah.

Ia ngambil piring dan memuntahkan makanan tadi. Dia bilang ke Soo Ah kalo dia nggak butuh semua itu. Dia akan ngurus dirinya sendiri mulai sekarang. Dia nggak butuh ibu.



Soo Ah syok.

Ah Jin pergi gitu aja. Jenny memanggilnya dan menyusulnya.

Young Jae melihat pecahan cangkir. Dia ngasih tunjuk Soo Ah kalo anak-anak nggak butuh dia lagi. Soo Ah cuman masalah dalam keluarga. Dia nyuruh Soo Ah buat nanya sama orang-orang apa wanita selingkuh itu normal?

Soo Ah menanyakan apa semua akan baik-baik aja kalo dia ninggalin keluarganya?

Young Jae membenarkan. Sekali lagi ia menekankan kalo Soo Ahlah masalahnya. Semuanya akan baik kalo dia nggak ada.

Soo Ah membenarkan kalo semua salahnya. Ia lalu jalan ninggalin Young Jae.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 10 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar: