Sunday, September 1, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 4 part 4


All content from jtbc



Kepala sekolah mendesak Guru Oh agar menghapus ujian tes Free Talking. Alasannya karena para orang tua nggak setuju tes itu ada.

Awalnya Guru Oh membantah. Tapi akhirnya dia nurut juga.

Kepala sekolah nggak ada. Guru Oh menjadikannya kesempatan buat tetap mengadakan tes Free Talking.


Ia ke kelas. Dan pasangan pertama 6ang nelakukan tes adalah Da Heen dan Oh Je.

Impian Da Heen adalag menjadi artis tata rias. Dia suka memakai riasan dan ia senang saat melihat wajah cantiknya setelah dandan.

Hal itu membuatnya menjadi lebih percaya diri dan itulah sebabnya dia mulai berpikir kalo dia juga pingin melakukannya buat orang lain. Dia pungin membuat orang lain bahagia saat melihat wajah nereka di cermin.

Oh Je menyimpulkan kalo impian Da Heen adalah membuat orang lain bahagia. Menurutnya Da Heen akan jadi artis tata rias yang hebat karena dia cantik luar dalam.

Duh Oh Je sampai membelai rambut Da Heen segala. Chan Yeol aja sampai nggak nyangka kalo bahasa Inggris Da Heen sebagus itu.

Soo Bin rasa itu karena kekuatan cinta.


Dan saat oh Je mau balik ke tempat duduknya, mendadak Da Heen bilang kalo dia punya satu impian lagi.  Dan impian keduanya adalah pingin jadi pacarnya Oh Je.

Kontan anak-anak pada nyirakin mereka, pacaran! Pacaran! Oh Ssaem juga ngerasanya sangat romantis. Apalagi Oh Je akhirnya ngangguk.

Kelas makin riuh. Oh Ssaem minta mereka buat diam dan anehnya meteka langsung diam. Oh Ssaem aja sampai heran lihatnya.

Ternyata ada kepala sekolah di pintu.

Anak-anak diminta buat belajar sendiri sementara Oh Ssaem bicara dengan kepala sekolah.


Kepala sekolah memarahi Oh Ssaem karena nggak mendengarkannya. Oh Ssaem beralasan karena anak-anak sudah mati-matian nyiapin diri.

Kepala sekolah nggak ngomong panjang lebar lagi dan nyuruh Oh Ssaem buat datang ke kantornya.



Soo Bin lagi ngumpul sana Chan Yeol, Da Heen sama So Ye. Awaknya nereka ngomongin suksesnya penampilan Da Heen sama Oh Je.

Mereka penasaran orang tua siapa yang berkeras menekan kepsek? Chan Yeol mengaku tahu.

Ro Mi kebetulan lewat dan merasa tersinggung. Dikiranya mereka membicarakannya.

Chan Yeol santai. Dia nggak ngomong itu. Bocah pengadu.

Ro Mi terpancing. Mereka hampir berkelahi. Yang lain buru-buru misahin

Soo Bin tahu-tahu teriak kesal. Padahal dia sudah berusaha keras buat ngajarin si dungu Jun Woo. Tapi semuanya sia-sia.

Saat melihat Jun Woo, dia juga nggak tahu kenapa bisa segitu kesalnya. Apa karena waktu yang ia buang sia-sia?


Kepala sekolah bilang kalo Oh Ssaem nggak bisa lagi ngajar kelas tiga.  Dan itu membuatnya jadi frustasi.

Jun Woo nemuin Oh Ssaem dan menanyakan apa impiannya.

Guru Oh rada bingung jawabnya. Impiannya adalah membuka kemasan barang edisi terbatas seharian. Eh, berhemat dan nungguin diskon akhir tahun dan belanja sebanyak-banyaknya tanpa ragu.

Jun Woo merasa kalo impian Oh Ssaem bukan itu.

Oh Ssaem bingung. Dia juga nggak tahu impiannya apa.

Jun Woo malah tersrnyum. Oh Ssaem sama dengan dirinya. Oh Ssaem telah kehilangan impiannya.

Oh Ssaem membantahnya. Dia jadi banyak minum gara-gara muridnya sampai ingatannya menurun.



Soo Bin tahu-tahu datang dan menyampaikan protesnya atas batalnya tes Free Talking. Dia mau ujiannya disana. Dia sudah mati-matian ngelatih Jun Woo. Nggak adil kalo dibatalin.

Keduanya benar-benar melakukan tes di sana. Dan itu terlihat oleh Hwi Young.

Meski terasa kurang lancar tapi keduanya berhasil melaluinya dengan baik. Oh Ssaem sangat terkesan pada Jun Woo dan itu nggak lepas dari Soo Bin yang telah ngajarinnya.

Oh Ssaem ngasih mereka nilai 100 dan ngajak makan pizza buat merayakannya. Soo Bin langsung setuju. Tapi sayang Jun Woonya harus kerja.


Soo Bin mengingatkan kalo Jun Woo masih punya waktu. Jun Woo lalu mengiyakan.

Dan saat mereka mau berangkat buat makan-makan tahu-tahu Oh Ssaem nerima telpon penting.


Jun Woo buru-buru ke rumah sakit. Jung Hoo sekarat. Oh Ssaem nggak tega membiarkan Soo Bin melihatnya dan nengajaknya pergi.

Jun Woo nangis. Jung Hoo nggak tertolong dan meninggal.

Oh Ssaem membawa Soo Bin, Oh Je dan Hwi Young ke rumah duka buat nemuin Jun Woo.

Jun Woo nggak bilang apa-apa. Oh Ssaem ngajak anak-anak buat nunggu di luar.




Jung Hoo punya ayah tapi belum bisa dihubungi sedang neneknya ada di panti jompo karena mengidap alzheimer.

Oh Ssaem khawatir. Jun Woo mungkin belum makan. Soo Bin mengusulkan buat beli makanan. Oh Je akan beli. Dia mau bangkit tapi nggak jadi saat melihat beberapa orang datang.

Oh Ssaem merasa kalo mereka adalah pelakunya.


Orang-orang itu nemuin Jun Woo. Mereka nampak menyesal. Mereka memberi penghormatan pada Jung Hoo.

Saat mereka mau pergi tiba-tiba salah satunya ngasih tahu Jun Woo kalo Lee Ki Tae ngasih nereka uang agar Jun Woo dikeluarin dari sekolah. Tadinya mereka mau menyudahi setelah sekali pukul.

Jun Woo lalu menatap Hwi Young tajam. Dia tahu kalo Hwi Young adalah dalang dibalik semua ini.



Dia lalu menghampiri Hwi Young dan menukulinya habis-habisan. Oh Je sama Oh Ssaem yang misahin juga nggak dia hiraukan.

Jun Woo baru mau berhenti saat Soo Bin yang minta.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 4 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email