Sunday, September 8, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 5 part 4


All content from jtbc





Jun Woo sampai di minimarket. Sudah ganti baju dan siap buat kerja. Pas merapikan tasnya tahu-tahu dia nemuin sapu tangan yang terakhir di bawa sama Soo Bin.

Soo Bin bilang dia sudah mencucinya.

Dia lalu keinget ekspresi Soo Bin saat yang pingin tahu keadaannya.

Jun Woo jadi nggak tenang selama kerja. Nggak sengaja dia melihat Soo Bin lagi jalan sama teman-temannya. Dia buru-buru keluar dan mengejarnya.

Tapi ternyata orang itu bukan Soo Bin. Jun Woo kecewa.


Sampai rumah Jun Woo masih nggak tenang. Dia masih ingat benar gimana sedihnya Soo Bin atas kata-kata kasarnya.

Ia lalu mengambil ponselnya dan ngambil poselnya. Dia mau ngirim pesan buat Jun Woo tapi bingung mau nulis apa. Akhirnya dia hanya bisa nulis maaf.


Pagi harinya Jun Woo berangkat sekolah kayak biasa. Sampai sekolah dia ketemu sama Soo Bin yang lagi membawa banyak buku. Ia pun langsung membantu meski Soo Binnya bilang nggak usah.

Sesampainya di kelas Jun Woo langsung meletakkannya di atas meja depan lalu duduk di tempatnya. Hwi Young menatapnya nggak suka.

Itu adalah bacaan tambahan IPS. Soo Bin membagikannya pada teman-temannya. Setelah selesai membagikan Soo Binpun kembali ke tempatnya.


Hwi Young bangkit dan maju ke depan. Dia memberitahu tentang ujian yang bentar lagi. Dan biar lebih efektif mereka akan nengubah tempat duduk. Ia meminta mereka untuk melihatnya di ruang obrolan grup.

Pil Sang protes karena Hwi Young nempatin semua yang nilainya buruk di belakang. Hwi Young membantahnya. Justru dia mendekatkan jarak para anggota kelompok belajar.

Ia merasa kalo itu sama aja. Kalo yang kelas 10 sekelas sama dia pasti tahu kalo ini efisien banget.

Ki Tae membenarkan. Palda saat itu nilai mereka naik pesat. Ih, Jun Woo males lihatnya.

Hwi Young nyuruh mereka buat bertukar tempat sekarang.

Soo Bin protes sama Hwi Young. Emang perlu ya kayak gini?


Hwi Young mengingatkan kalo mereka sudah setuju buat ngukutin kepurtyusannya soal pengaturan tempat duduk.

Jun Woo nanya sama Oh Je. Semuanya setuju dengan peraturan tempat duduk? Oh Je ngangguk. Soo Bin, Chan Yeol dia dan orang yang dia kenal nentang itu tapi Hwi Young tetap dapat suara terbanyak jadi mereka terpaksa ngikut. Biar mereka bisa saling membantu dalam belajar. Dan orang yang nilainya bagus pada setuju.



Jun Woo dapat tempat duduk di urutan paling belakang. Oh Ssaem masuk dan kaget lihat kelas. Dikiranya dia salah masuk kelas. Tapi enggak kok.

Ia menanyakan ada apa dengan tempat duduknya? Hwi Young memberitahu kalo mereka bertukar tempat duduk karena UTS bentar lagi.

Oh Ssaem mengingatkan kalo dia adalah wali kelasnya. Hwi Young memberitahu kalo mereka selalu melakukannya.

Oh Ssaem nggak bisa bilangin lagi. Dia lalu mengingatkan soal kelas bahasa Inggris tambahan hari ini. Itu akan di mulai 20 menit lagi.


Hwi Young ngangkat tangannya. Dia memberitahu kalo mereka nggak bisa menghadiri kelas tambahan. Mereka ada kelompok belajar. Itu bukan kelas reguler.

Oh Ssaem lalu meminta mereka buat mengangkat tangan bagi yang nggak mau menghadiri kelas tambahan.

Hampir semuanya ngangkat tangan. Lah, Oh Ssaem heran. Pil Sang juga? Pil Sang memberitahu kalo dia akan belajar sendiri.

Soo Bin tiba-tiba mengangkat tangannya. Dia akan ngikutin kelas bahasa Inggris tambahan. Oh Je, Da Heen, Chan Yeol dan So Ye ikut ngangkat tangan. Ih, Ki Tae langsung sinis lihatnya.

Oh Ssaem melihat Jun Woo dan berusaha ngasih kode biar dia ikut ngangkat tangan juga. Tapi Jun Woo malah nggak ngeh. Da Heen sampai ngerasa kalo Ju Woo nggak peduli sama belajar.


Hwi Young nemuin Oh Ssaem dan bilang kako dia nggak setuju sama keputusannya. Menurutnya itu demi kebaikan nilai mereka.

Oh Ssaem menyindir apa Hwi Young datang ke sekolah buat menyetujui keputusannya? Hwi Young membantahnya. Maksudnya nggak kayak gitu.

Oh Ssaem nanya lagi apa Hwi Young setuju dengan nerima orang malang sepertinya sebagai wali kelas? Hwi Young nggak menjawab. Oh Ssaem melanjutkan kalo ia menyerang balik Hwi Young kayak gini ia seolah-olah mengakui egonya telah mencapai titik terendah.

Oh Ssaem tertawa. Bahkan guru di belakangnya ikut tertawa. Ia lalu meminta Hwi Young untuk mengembalikan tempat duduk seperti semula dan memastikan belajar kelompoknya nggak tumpang tindih dengan kelasnya.

Hwi Young kayak kesal. Tapi dia juga nggak bisa nolak.


Duh Oh Ssaem sampai gemes banget. Dia berdoa sama Tuhan, Budha dan neneknya.

Guru di belakang Oh Ssaem memberi saran agar Oh Ssaem nyuruh anak buat ngawasin Hwi Young.


Jun Woo datang ke kelompok belajar Hwi Young dan bilang mau gabung. Hwi Young memberitahu kalo Jun Woo harus mencapai level tertentu biar bisa gabung. Ia menawarkan bantuan privat kalo emang Jun Woo kesulitan belajar. Ki Tae mengatakan kalo Jun Woo beruntung.

Jun Woo tersinggung soal level. Dipikirnya dia nggak cukup pintar?

Hwi Young meminta maaf. Ia lalu mempersilakan Jun Woo buat gabung. Jun Woo bisa dudu di depan.

Eh, Jun Woo pura-pura ingat sesuatu. Ia melihat jam tangannya. Dia nggak bisa soalnya harus kerja. Dia meminta maaf lalu pergi.

Belum juga nyampai pintu Jun Woo dah balik lagi. Dia bertanya kenapa Hwi Young melakukannya? Bukannya Hwi Young cukup sibuk buat belajar sendiri? Kalo dia ongin tetap jadi nomor satu di sekolah?

Hwi Young tersenyum dan memberitahu kalo dia ...

Ki Tae melanjutkan kalo Hwi Yoyng emang selalu kayak gini. Selalu membantu dan mendukung yang lain. Dia ingin mereka semua bethasil.

Jun Woo menyindir kalo pasti sulit jadi Hwi Young. Ia tersenyum mengejek lalu pergi.


Di luar Jun Woo berpapasan sama ibunya Soo Bin.

Ibu datang ke jelas Soo Bin dan minta ijin buat bicara sama Soo Bin.

Ibu menarik Soo Bin menjauhi jelas dan menanyakan Soo Bin keluar dari kelas pak Son? Dah g*la?

Soo Bin nggak menjawab. Ibu menarik Soo Bin lebih jauh lagi.

Jun Woo yang masih belum pergi melihatnya khawatir.



Ibu memarahi Soo Bin dan memukulinya habis-habisan. Soo Bin syok. Dia nangis. Apa ibu nikah cuman bisa hadir di reuni? Apa ibu melahirkannya buat nyombongin diri? Kenapa nggak nyingkirin dia sekarang juga? Adopsi aja anak pintar yang hebat dalam belajar. Kenapa juga ibu nyiksa dia?

Ibu marah dan mukulin Soo Bin lagi. Dia menyampaikan semua kekesalannya sama ibu. Dan puncaknya ibu nyuruh dia buat pergi. Ibu nggak pingin anak kayak dia.

Soo Bin malah kelihatan yakin banget. Dikiranya dia nggak berani pergi? Terima kasih sudah membiarkannya hidup sesukanya.

Soo Bin pergi. Ibu manggil-manggilvdan nyiruh dia buat balik tapi Soo Binnya nggak peduli.


Jun Woo ternyata dengar semuanya.

Soo Bin menenangkan diri di toilet. Dia mencuci wajahnya.


Soo Bin kembali ke kelas. Dia minta ijin buat pulang. Teman-temannya melihat wajah Soo Bin habis nangis tapi nggak berani buat nanyainnya.




Pas pulang Soo Bin ketemu sama Jun Woo di parkiran yang ternyata lagi nungguin dia.

Soo Bin jalan gitu aja. Dia nyuruh Jun Woo buat pergi aja. Dia lagi nggak pingin bertengkar sama Jun Woo.

Jun Woo nggak mau dengar. Dia menghampiri Soo Bin dan jalan bersamanya.

"Kamu nggak papa?"

"Bukannya aku yang biasanya nanya gitu?"

"Apa nggak bisa aku nanyain itu? Aku ngawatirin kamu. Tadi aku lihat ibumu"

Soo Bin merasa malu. Jun Woo melanjutkan kalo dia nggak sengaja lihatnya.

Soo Bin mengatakan kalo sekarang Jun Woo tahu kan kalo hidupnya nggak semudah yag dia kira. Yang menderita bukan cuman Jun Woo aja.

Jun Woo merasa juga begitu. Soo Bin kesal. Jun Woo meminta maaf perihal kemarin.

Soo Bin minta Jun Woo buat pergi. Dia pingin sendiri.

Jun Woo menggeleng. Dia nggak mau.

Soo Bin terus nyuruh dia buat pergi.



Jun Woo lalu menaiki sepedanya. Lah Soo Bin malah kelihatannya nggak rela Jun Woo pergi. Dia menuntut kenapa Jun Woo nggak minta maaf?

Jun Woo mengatakan kalo baru aja dia nyoba.

Soo Bin menegaskan kalo dia bukan pacarnya Hwi Young. Soo Bin mengakui perasaannya. Dia suka sama Jun Woo. Sekarang apa yang akan dia lakukan?

Jun Woo nggak bisa mengontrol sepedanya. Meluncur begiti saja di jalan menurun.

Soo Bin khawatir dan mengejarnya.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 5 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email