Monday, September 16, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 6 part 3


All content from jtbc



Sampai di sekolah Jun Woo nggak sengaja liht Hwi Young nyuruh anak buat bawain tasnya ke kelas dan ngambil cetakan di ruang guru.



Oh Ssaem jalan menuju kelas. Dia masih ingat saat nyuruh Hwi Young buat mengembalikan posisi tempat duduk kayak sedia kala.

Dan pas masuk kelas dia kaget lihat semuanya masih sama kayak kemarin. Hwi Young ngasih tahu kalo mereka nyaman kayak gitu. Itu adalah keinginan mereka semua.

Mereka semua? Mereka membuat kesepakatan sesingkat itu? Ia menanyakan apa ada yang nggak suka?

Jun Woo mengangkat tangannya. Dia nggak suka. Yang lain langsung melihat ke arahnya. Oh Je sama Soo Bin ikut mengangkat tangannya.


Wakepsek ada di ruang guru. Di berhenti di mejanya. Ada parfum di sana. Mumpung nggak ada yang lihat dia memakainya.



Ada suara rame. Ia menduga kalo itu pasti dari kelas ruang 3.

Anak-anak yang nggak setuju dengan cara tempat duduk Hwi Young pada berdiri di belakang.

Oh Ssaem mengatakan kalo anak-anak yang setuju sama Hwi Young akan duduk di de0an dan yang nggak setuju akan duduk di belakang.

Mereka lalu nyari teman sebangku masing-masing. Da Heen sama Oh Je. Jun Woo mau sama Soo Bin tapi Ro Mi tahu-tahu bangkit dan menghalangi. Padahal tadinya dia ada di pihaknya Hwi Young.

Mereka akan duduk ditempatnya Pil Sang. Mau nggak mau Pil Sang minggir dan terpaksa nempatin tempatnya Ro Mi di depan.

Hwi Young protes ke Ssaem kalo itu akan mengganggu belajar mereka. Tapi Oh Ssaem pikir nggak gitu. Pil Sang aja sampai semangat duduk di depan.



Hwi Young jalan sama Ki Tae. Ki Tae nggak suka sama cara Oh Ssaem. Menurutnya dia cuman pingin menonjol. Kenapa juga wali kelas harus sakit lagi?

Hwi Young mengingatkan kalo sekarang wali kelas mereka adalah Oh Ssaem. Jadi mereka harus patuh. Ki Tae menyayangkan karena sekarang dia menguasai semua murid.

Mereka lalu melihat Sang Hoon yang lagi mamerin sepatu. Sang Hoon menyapa Hwi Young dan bertanya apa dia belajar keras buat UTS?

Hwi Young nggak menjawab dan jalan gitu aja. Sang Hoon memanggilnya dan mengatakan akan merebut peringkat satunya.


Lagi jam matematika. Anak-anak pada ngantuk. Hanya ada beberapa yang mendengarkan.

Da Heen melihat ke Ro Mi yang nggak kayak biasanya. Dia tersenyum sambil nulis buat Jun Woo.

Diam-diam dia ngambil ponselnya dan ngirim pesan ke Soo Bin, So Ye dan Chan Yeol. Lah mereka malah jadi ngomongin Ro Mi, si ratu dingin.

Soo Bin menyudahi dan mengingatkan mereka kalo ada ujian.

Jun Woo sendiri terus merhatiin Soo Bin. Ro Mi yang gemas sampai ngetuk kepalanya pakai pulpen.

Soo Bin menengok ke belakang. Lihat Jun Woo bikin dia ingat sama pernyataan cintanya. Dia nyesel kenapa ngomong gitu?

Soo Bin menjatuhkan kepalanya ke meja, bikin teman-teman pada kaget. Mereka kira itu pil Sang.



Jam pulang. Anak-anak pulang tapi Jun Woo sama Oh Je masih sibuk membersihkan sampah. Oh Je aja sampai merasakan kalo tugas mereka tambah banyak. Itu karena Ki Tae.

Jun Woo merasa nggak enak. Pasti gara-gara dia. Terima aja.

Secara nggak sengaja Oh Je lihat Sang Hoon lagi belajar sama guru matematika. Mereka harus belajar diam-diam. Atau kalo enggak Hwi Young akan iri. Sang Hoon adalah murid kesayangan guru matematika.

Oh Je jalan duluan ninggalin Jun Woo.

Jun Woo melihat Hwi Young lagi nyapu. Seseorang ngambil alih dan nyuruh dia buat belajar aja.

Hwi Young berterima kasih lalu pergi.


Anak itu juga kayaknya kepaksa melakukannya. Seseorang datang nanyain Hwi Young ke dia.

Hwi Young datang ke tempat guru matematika dan mendengar guru muji-muji Sang Hoon.

Sang Hoon merendah. Dia tahu kalo murid kesayangannya guru itu Hwi Young.

Guru membantah dan bilang kalo orang itu Sang Hoon. Guru menyarankan agar Sang Hoon beralih ke jalur IPA soalnya dia jenius matematika.

Sang Hoon bilang ke guru kalo dia akan memastikan kalo Hwi Young nggak akan mendapatkan nilai tertinggi. Menyenangkan bisa menginjak-injak Hwi Young.



Hwi Young nggak tahan lagi. Dia mendekat dan menanyakan guru manggil? Guru membantahnya. Kalo dia mau manggil dia akan mengirim pesan.

Sang Hoon memberitahu kalo dia cuman nanya beberapa hal. Hwi Young pasti sudah selesai. Dia kan murid terbaik.

Guru membelai kepala Sang Hoon dan memintanya untuk menjaga ucapannya.

Hwi Young lalu permisi. Dia marah.




Jun Woo ngelihat Hwi Young jalan dengan terburu-buru. Dia membuka lokernya Sang Hoon dan ngambil sepatunya.

Hwi Young makin marah ingat perlakuan guru matematika ke Sang Hoon dan gimana Sang Hoon bertekad untuk menyalahkannya. Dia ngamuk-ngamuk.

Pas mau kembali dia ketemu sama Jun Woo. Jun Woo menanyakan perasaan Hwi Young. Cemburu? Gelisah? Inikah masalah yang ia miliki? Kalo seseorang membuat Hwi Young marah maka Hwi Young harus menyingkirkan barang paling berharga orang itu? Biar bisa merasa lega?

Hwi Young tersenyum dan bilang kalo itu cuman lelucon. Jun Woo heran dengarnya. Apa nyuri jam tangan guru kursusnya juga lelucon? Hwi Young menjebaknya dan membuatnya dikeluarin dari sekolah juga lelucon?

Hwi Young mengatakan kalo Jun Woo cuman mengada-ada.

Jun Woo tahu kalo Hwi Young melakukannya karena dia hanya peduli pada diri sendiri. Ia meremehkan orang lain yang membuatnya marah.

Hwi Young menatap Jun Woo tajam lalu tersenyum. Menurutnya Jun Woo sangat imajinatif. Ia menanyakan apa rencana Jun Woo. Apa dia akan menyebarkannya? Akan mempermalukannya?

Enggak! Jun Woo akan membuat Hwi Young merasa bersalah sama orang yang ia remehkan.

Hwi Young mendekat seolah mau nyerang Jun Woo.


Ki Tae tahu-tahu datang. Ternyata Jun Woo yang manggil. Hwi Young kan harus menyembunyikan sepatunya Sang Hoon. Sama kayak Hwi Young menyimpan jam tangan guru kursus ke lokernya.

Jun Woo lalu pergi. Hwi Young yang marah mau menyerangnya tapi ditahan sama Ki Tae.


Soo Bin lagi jalan sama teman-temannya. Ro Mi manggil dan marah-marah soalnya tes levelnya gagal. Soo Bin mengaku nggak melakukan apa-apa. Dia bahkan sudah keluar dari kursus itu.

Ro Mi malah nyalahin ibunya Soo Bin.

Oh Je sama Jun Woo mendekat lihat Ro Mi bertengkar sama Soo Bin.


Ro Mi melihat Jun Woo di sebelahnya dan pura-pura pusing mau pingsan. Jun Woo menahan tubuh Ro Mi dan hal itu bikin Soo Bin jadi cemburu. Dia pergi.

Jun Woo nyerahin Ro Mi ke Oh Je lalu nyusul Soo Bin.

Da Heen juga cemburu. Dia nyuruh Oh Je buat nurunin Ro Mi.

Oh Je nurut. Dia nurunin Ro Mi pelan-pelan ke tanah.



Soo Bin berhenti di dekat parkiran sepeda. Chan Yeol memanggilnya dan menghampirinya. Dia ngasih tahu kalo Ro Mi emang begitu sifatnya. Dia gagal tes level karena emang payah.

Tapi yang Soo Bin pikirkan justru bukan soal itu. Soal kedekatan Ro Mi ke Jun Woo. Pas di kelas tadi, pas Ro Mi pura-pura jatuh.

Mendadak dia jadi nyesel. Chan Yeol bingung. Soal apa? Soal keluar dari kursus? Nyesel bertengkar sama ibunya? Soal apa?

Soo Bin nggak mau jawab. Dia punya banyak pikiran.

Bersambung,..

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 6 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email