Monday, September 16, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 6 part 4


All content from jtbc



Oh Ssaem di tuang guru sendirian. Malem-malem. Dia melihat data Hwi Young. Ia ingat kalo Jun Woo bilang Ki Tae dikendalikan sama Hwi Young.

Oh Ssaem lalu nelpon Pak Kim, wali kelas yang dulu. Sayang dia belum bisa nerima telpon.



Hari masih pagi. Cuman beberapa murid yang baru datang. Hwi Young lagi belajar sama Ki Tae.

Soo Bin datang dan duduk di kursinya. Nggak lama kemudian Jun Woo masuk. Suasana masih canggung antara Soo Bin dan Jun Woo.

So Ye bangkit.

Dia ketemuan sama Ki Tae. Ki Tae memberinya rangkuman yang harus So Ye hafalkan buat menghadapi ujian. Itu sama sama apa yang dia buat buat Hwi Young.

So Ye berterima kasih. Ki Tae membelai rambut So Ye dan mengajaknya buat menghadapi ujian kali ini dengan baik. So aye mengangguk mengiyakan.



Kelas sudah penuh. Pil Sang melepaskan headphonenya. Dia bosan dan mendekati Da Heen dan Oh Je yang lagi lihat ponsel. Dia ikut lihat. Pebasaran.

Ro Mi tiba-tiba menegurnya karena berisik.

Saat yang lain pada belajar Jun Woo malah menggambar Soo Bin. Tapi pas Ro Mi nengok dia buru-buru menutupnya dan pura-pura belajar.


Jun Woo ke minimarket buat kerja. Lah kok malah ada ibu? Dia juga memakai rompi kerja.

Ibu mengatakan kalo dia akan menggantikan Jun Woo. Ujian kan bentar lagi. Min Ji ngasih tahu kalo ibunya Jun Woo mengganggu bos 3 jam sebelum akhirnya diijinkan.

Lah gimana dengan restorannya? Ibu bilang dia ngambil cuti. Jadi sekarang Jun Woo bisa belajar. Atau gimana kalo ngambil kursus kilat?

Ibu mendorong Jun Woo buat nyari tempat kursus.

Min Ji manggil ibu. Bentar lagi sifnya lho.

Ibu menyayangkan. Dia lalu nyuruh Jun Woo buat belajar di rumah. Ia menghampiri Min Ji dan minta diajarin cara menggunakan mesin kasir.


Jun Woo belajar di rumah. Ia merasa kalo ibu berlebihan.

Ia lalu menulis sesuatu pada gambar Soo Bin yang ia buat tadi. Yoo So Bin. Semoga berhasil.


Soo Bin sendiri juga lagi belajar. Ibu masuk dan ngasih ginseng merah. 8a mengingatkan kalo Soo Bin sudah janji akan mendapatkan nilai tertinggi.

Soo Bin nggak menjawab dan ibu keluar lagi.

Soo Bin ngambil ginseng dari ibu dan meminumnya.


Ibu ketiduran nungguin Hwi Young belajar.


Hari ujian tiba. Seperti biasa baris yang paling belakang mengambil lembar jawaban sampai baris paling depan dan memberikannya ke guru.

Saat mau mengambil milik Hwi Young tiba-tiba Hwi Young nggak ngijinin. Dia malah mengambil jawaban milik yang lain dan membandingkannya dengan miliknya.

Puncaknya Hwi Young mengganti jawabannya nyontek punya yang lain.

Ayah tahu-tahu muncul dan ngambil lembar jawab punya Hwi Young. Semua murid mendadak hilang. Yang ada cuman Hwi Young sama ayahnya.

Hwi Young kaget. Ayah mengingatkan kalo ia akan membunuh Hwi Young kalo nilainya bukan yang tertinggi.


Hwi Young tiba-tiba terbangun dan mengagetkan ibu. Untung cuman mimpi.

Tambah kaget lagi pas lihat ada ayah di samping mejanya. Ayah meremehkan Hwi Young yang ketiduran dan nggak akan bisa dapat nilai tertinggi.

Ibu bangkit dan ngebelain Hwi Young yang sudah belajar giat dan cuman istirahat bentar.

Ayah juga malah marahin ibu yang menurutnya nggak berguna. Dia sudah bekerja keras bia4 mereka bisa hidup nyaman tapi Hwi Young malah tidur sesukanya. Sedangkan tepat di luar pintu ada banyak orang yang nyari peluang buat merebut apa yang jadi milik Hwi Young. Apa Hwi Young nggak bisa fokus?

Ayah mengancam akan ngusir mereka dari rumah tanpa sehelai kainpun kalo sampai Hwi Young gagal mempertahankan peringkat pertamanya.

Ayah menghampiri ibu dan ngambil buku ibu. Ia menggunakannya untuk mukul kepala Hwi Young lalu pergi.


Hwi Young yang kesal kembali menggaruk tangannya.

Ibu menenangkannya dan memintanya buat nggak menggaruk.


Ujian yang sebenarnya tiba. Soo Bin bilang ke diri sendiri kalo dia harus dapat nilai terbaik dan membuktikannya ke ibu.

Nggak tahu kenapa perutnya terasa sakit. Guru bertanya apa dia sakit?

Soo Bin yang nggak bisa menahannya minta ijin buat ke UKS.

Guru mengijinkan. Soo Bin bangkit dan mau jalan. Dia nggak kuat dan akhirnya jatuh. Anak-anak pada khawatir.

Jun Woo bangkit dan bilang ke guru kalo dia akan menggendongnya.

Guru ngambil selimut dan nyelimutin kaki Soo Bin.

Jun Woo menggenggam kaki meja erat lalu bangkit dan segera membawa Soo Bin ke UKS. Dalam perjalanan dia menanyakan ujiannya Soo Bin. Apa bisa dikerjakan di UKS?

Guru mengiyakan. Dia kembali ke kelas dan ngambil kertas ujian punya Soo Bin.


Jun Woo kembali berlari. Ia menenangkan kalo Soo Bin akan segera baikan setelah mendapat obat.

Soo Bin merasa damai. Punggung Jun Woo hangat. Dia ngggak tahu kenapa tapi itu hangat.



Mereka sampai di UKS. Dokter segera meriksa Soo Bin dan bilang kalo Soo Bin kena kram perut.

Guru tadi datang lagi sambil bawa kertas soal punya Soo Bin dan Jun Woo.

Jun Woo  merasa kalo dia nggak memerlukannya. Tapi guru tetap memberikannya karena Jun Woo juga seorang murid.

Keduanya mengerjakan ujian dengan posisi saling membelakangi. Jun Woo lega ka4ena Soo Bin sudah membaik.

Waktunya sudah selesai. Guru mengambil lebar jawab mereka dan akan menyerahkannya pada guru matematika.


Jun Woo bangkit dan menghampiri Soo Bin. Apa Soo Bin sudah baikan?

Soo Bin mengiyakan dan berterima kasih pada Jun Woo. Ia juga meminta maaf. Gara-gara dia Jun Woo jadi kehilangan waktu ujian.

Jun Woo mengaku nggak papa. Lagian dia juga nggak tahu gimana cara ngerjain soal itu. Soo Bin terenyum. Ia lalu nyuruh Jun Woo buat pergi dia bisa sendiri.

Jun Woo nggak mau. Nanti aja kalo perawatnya balik. Ia menanyakan apa Soo Bin merasa nggak nyaman? Soo Bin nggak menjawab. Jun Woo mau pergi kalo emang Soo Bin merasa nggak nyaman.


Jun Woo melihat pulpen Soo Bin jatuh. Ia mengambilnya dan memasukannya ke dalam wadah Soo Bin.

Nggak sengaja Soo Bin lihat tangan Jun Woo terluka. Pasti gara-gara tadi. Lah Jun Woo ternyata nggak tahu kalo tangannya terluka.

Soo Bin menyarankan agar Jun Woo minta perawat buat ngobatin. Kalo enggak nanti bisa infeksi.

Jun Woo tetap ngerasa nggak papa. Soo Bin kekeuh pingin Jun Woo diobatin.

Jun Woo ngangguk. Dia lalu duduk di depan Soo Bin. Suasananya benar-benar canggung.



Soo Bin mengungkit tentang apa yang ia katakan tempo hari. Jun Woo pura-pura lupa. Yang mana?

Soo Bin memperjelas, saat Bumbi rusak. Eh, sebelum Bumbi rusak.

Jun Woo meminta Soo Bin untuk melupakannya saja. Ia juga akan mengatakan tentang hal itu.

Soo Bin nunduk. Dia mengaku tahu Jun Woo mau ngomong apaan. Dia bangkit mau ngambil minum.

Jun Woo berniat membantu tapi Soo Bin nggak mau.



Soo Bin meminta Jun Woo agar nggak usah mikirin hal itu. Lupain aja semuanya.

Jun Woo mengatakan kalo dia suka sama Soo Bin. Soo Bin kaget. Jun Woo mendekat dan mengatakannya sekali lagi.

"Aku menyukaimu"

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 6 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar: