Monday, September 23, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 7 part 3


All content from jtbc



Oh Ssaem minum-minum. Dia keinget sama apa yang Hwi Young padanya. Oh Ssaem tahu apa? Oh Ssaem bahkan bukan lulusan Universitas Nasional Seoul.
Dia kesal banget. Soalnya itu adalah ucapan ibunya 10 tahun lalu. Apa Hwi Young dirasuki arwah ibunya? Kenapa harus Ma Hwi Young?

Oh Ssaem malah jadi nangis ingat ibunya. Dia kangen sama ibunya.

Nggak jauh dari Oh Ssaem Min Ji juga lagi minum. Dia belum pernah pacaran tapi nasehatin orang.

Ada pesan masuk. Lamaran kerjanya ditolak.

Oh Ssaem nangis terus. Min Ji merasa terganggu dan nyuruh Ahjussi buat nangisnya di luar aja. Dikiranya cuman dia aja yang sedih?



Soo Bin di kamarnya. Masih nggak bisa tenang. Dia pingin kejelasan. Tapi kok rasanya sulit?

Ia memantapkan hatinya dan memberanikan diri buat nelpon Jun Woo.

Diangkat.

Ro Mi terkejut ada yang nelpon Jun Woo namanya nggak papa. Dia penasaran dan menjawabnya.

Ro Mi tahu kalo itu suaranya Soo Bin. Tanpa bilang apa-apa dia main nutup gitu aja telponnya.

Soo Bin syok. Jun Woo nutup telponnya?


Jun Woo sendiri juga merasa frustasi di rumah. Kacau semuanya. Dia melihat jamnya. Hari ini belum berakhir.

Dia ngambil laptopnya. Niatnya sih mau log in lewat laptop tapi harus verifikasi akun dengan ngirim kode yang dikirim lewat SMS ke ponsel.

Hadeuh.

Jun Woo lalu keluar. Dia mau ke rumahnya Soo Bin. Tapi dia nggal tahu rumahnya Soo Bin dimana. Hhh...

Akhirnya Jun Woo hanya bisa meratapi diri. Pemilihan waktu yang nggak tepat. Harusnya dia nggak bilang hari ini. Bisa besok. Bisa lusa. Kenapa harus hari ini?a


Soo Bin duduk di jendela sedangkan ponselnya ada di tempat tidur. Dia bingung antara mau ngambil apa enggak v


Semalaman Jun Woo nggak bisa tidur. Ih, mukanya kucel banget.

Dia bangkit dan berangkat sekolah.


Soo Bin lagi sama teman-temannya di depan loker. Da Heen cerita kalo Oh Je menghindarinya.

Chan Yeol menasehati agar Da Heen nggak usah terlalu dekat sama Oh Je karena pria itu gampang muak.

Da Heen nggak ngerti salahnya dimana. Dia merasa kalo semua gadis kayak gitu ke pacarnya.

Oh Je datang. Da Heen langsung menariknya pergi. Dia mau ngomong.

Oh Je mau nolak tapi nggak enak. Da Heen nanyain Oh Je kemana semalam? Kenapa nggak menjawab telponnya?

Oh Je ngasih tahu kalo dia kerja. Da Heennya nanya mulu. Di mana? Di kedai.



So Ye sama Chan Yeol pada pergi. Soo Bin mau ikut tapi malah ada Jun Woo jadinya nggak jadi.

Jun Woo mau ngomongin tentang yang kemarin tapi Soo Bin buru-buru memotong. Dia nyinggung tentang maksudnya menelpon semalam...

Jun Woo kaget. Soo Bin nelpon? Soo Bin cuman mau terima kasih dan minta maaf. Mungkin ujiannya Jin Woo berantakan gara-gara dia. Bicara Soo Bin makin ngelantur tapi kelihat jelas kalo dia kesal. Ia lalu pergi.


Ro Mi datang dan mengembalikan ponselnya Jun Woo. Dia memberitahu kalo nggak ada yang nelpon dan sms.

Jun Woo lalu melihat Soo Bin.

Ro Mi baru ingat kalo ada satu orang yang nelpon. Nggak papa itu siapa? Dia mengangkatnya tapi nggak ada suaranya.

Jun Woo bertanya-tanya kenapa nggak ada yang berjalan sesuai keinginannya? Seolah seluruh semesta menentang keinginannya.

Ro Mi ngajak ngomong Jun Woo tapi Jun Woonya malah mengabaikannya dan terus memandangi So Bin yang bahkan sudah berlalu.


Pil Sang datang bersama temannya dan melihat Ro Mi lagi sama Jun Woo.

Jun Woo pergi dan Ro Mi mengikutinya.

Pil Sang merasa aneh. Ro Mi kesayangannya suka sama murid baru itu? Temannya menghibur. Nggak mungkin. Mustahil.


Ibunya Hwi Young menemui Wakepsek dan guru matematika. Intinya sih dia ingin menekan guru matematika tentang soal nomor 15.

Oh Ssaem datang. Ternyata ibunya Hwi Young juga punya sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Oh Ssaem selaku wali kelas dari Hwi Young.


Ibu pingin diadakan kelas terbuka.

Oh Ssaem memberitahu kalo itu sudah pernah dilakukan di semester satu tapi ibu tetap ingin itu diadakan. Untuk kelas bahasa Inggris.

Oh Ssaem merasa kalo ibunya ingin melihat seberapa kompeten dirinya sebagai guru. Oh Ssaem terang-terangan menolak.

Dia malah berencana mengadakan pertemuan dengan orang tua dan memperkenalkan diri sebagai wali kelas yang baru. Dan kompetensinya nggak perlu diverifikasi oleh orang tua.

Ibu nampak syok. Tapi dia tetap memaksakan senyumnya. Ia menambahkan satu hal lagi. Tentang Oh Ssaem yang selalu mencegah rencana-rencana Hwi Young.

Oh Ssaem nggak paham akan apa yang ibu maksud.

Ibu memberitahu kalo wali kelas yang lama, pak Kim ngasih Hwi Young kendali penuh atas rencana study Hwi Young. Karena itulah kelasnya bisa jadi kelas terbaik selama setahun penuh. Ibi berharap agar Oh Ssaem bisa mendukung Hwi Young.


Guru matematika akhirnya membenarkan semua jawaban buat soal nomor 15. Sang Hoon adalah orang yang paling nggak terima.

Guru berusaha buat ngasih penjelasan ke Sang Hoon. Sang Hoon merasa sayang padahal ia akan jadi murid terbaik kalo jawabannya benar.

Guru ngajak Sang Hoon buat masuk ke ruangan mereka dan janji akan menjelaskannya.

Jun Woo nggak sengaja melihat mereka.


Ibunya Hwi Young ninggalin ruangan Oh Ssaem. Wajahnya nampak kesal.

Oh Ssaem membungkuk pada ibunya Hwi Young seolah hormat banget. Jun Woo nggak sengaja lewat dan melihatnya.

Oh Ssaem buru-buru bangkit dan pura-pura olahraga.


Oh Ssaem masuk kelas. Kelas melihat sangat damai. Kenapa?

Ki Tae ngasih tahu kalo Hwi Young jadi murid terbaik lagi.

Oh Ssaem mengucapkan selamat dan Hwi Young tersenyum berterima kasih.

Da Heen menanyakan tentang soal matematika nomor 15 yang jawabannya benar semua.

Chan Yeol, kalo enggak juaranya Sang Hoon.

Ro Mi merasa kalo Sang Hoon pasti bakal jasi g*la. Harusnya dia yang benar.

Teman sebangku Hwi Young berterima kasih pada Hwi Young. Dialah penyelamat.

Oh Ssaem muak lihatnya. Dia mengumumkan kalo akan ada pemilihan wakil ketua kelas. Anak-anak pasa protes. Mendadak?

Hwi Young menenangkan Oh Ssaem kalo dia bisa mengatasi semuanya seorang diri. Ki Tae sependapat. Dia akan membantu Hwi Young.




Oh Ssaem tetap melakukannya. Dia kasihan sama Hwi Young karena banyak yang harus diurus.

Hwi Young maunya Ki Tae atau Soo Bin...

Oh Ssaem nyuruh mereka buat mengajukan diri atau merekomendasikan yang lain tapi orang itu harus yang saat ini nggak punya jabatan.

Chan Yeol ngajuin Da Heen. Aku mau! Kata Da Heen. Oh Ssaem terus menatap Jun Woo agar dia mengangkat tangannya tapi Jun Woonya sama sekali nggak peka.

Lah, yang ngangkat tangan malah Pil Sang.

Chan Yeol nggak habis pikir, Pil Sang punya hasrat buat kekuasaan?

Ro Mi tahu-tahu mengangkat tangannya dan bilang kalo dia menentang Pil Sang. Dia nyuruh Pil Sang buat nurunin tangannya dan Pil Sang langsung nurut.

Jun Woo tiba-tiba mengangkat tangannya. Dia mau merekomendasikan seseorang. Oh Je melarang Jun Woo untuk merekomendasikannya.

Oh Ssaem nanya siapa?

Oh Je bilang ke Oh Ssaem kalo dia nggak tertarik buat...

"Aku akan merekomendasikan diriku"

Semua orang pada kaget. Lebih-lebih Hwi Young.

Ro Mi setuju. Da Heen juga. Soo Bin. Anak-anak yang lain juga pada setuju. Ketimbang Pil Sang?

Oh Ssaem menggebrak meja dan mutusin kalo Jun Woo sah jadi ketua kelas. Selamat!!! Semua orang seneng. Bahkan Hwi Young juga. Cuman Ki Tae yang nggak suka. Dia manyun mulu lihat Jun Woo.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Moment at 18 episode 7 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email