Tuesday, September 24, 2019

Sinopsis Vagabond episode 1 part 2


All content from SBS



Maroko, Afrika Utara


Go Hae Ri menyetir seorang diri.

Kedutaan Korea di Maroko




Sedang ada rapat yang membahas tentang kedatangan tim demo untuk merayakan 50 tahun hubungan diploatik.

Go Hae Ri tiba-tiba masuk. Dia mengira kalo mereka datang lebih awal. Ia cerita kalo tadi habis ada kecelakaan motor di depan mobilnya.

Ia lalu membagikan jadwal tim demo dan laporan pengembangan pada peserta rapat. Eh, ternyata mereka sudah punya.

Ketua rapat ngasih tahu kalo rapat sudah selesai. Hae Ri kaget. Dia minta maaf pada ketua rapat.

Ponselnya tiba-tiba bunyi. Ketua rapat nyuruh dia buat menjawabnya. Dari ibunya. Dia nyuruh ibunya buat nelpon nanti lagi.

Pria yang duduk di sebelah ketua rapat ngasih tahu kalo para wartawan sudah nunggu.

Ketua rapat nyindir Hae Ri. Kalo nggak kompeten seenggaknya bertindak bijaksana. Baru dia lihat ada orang magang tapi sudah lalai.

Hae Ri menunjukkan wajah sedih dan meminta maaf pada semuanya.

Para peserta rapat bangkit dan meninggalkan ruangan.


Hae Ri jalan paling akhir. Dia mengunci pintu dan seketika ekspresi wajahnya berubah. Ia lalu mengambil telponnya dan ngasih tahu orang di seberang kalo dia akan mengambil dan segera mengirimkannya.

Hae Ri mengambil kursi buat pijakan ngambil gambar bendera Korea. Ada sesuatu di baliknya.

Tahu-tahu ada yang mau masuk. Hae Ri buru-buru mengembalikan gambar bendera Korea ke tempatnya.

Dia duduk dan merobek stokingnya. Orang itu memaksa membuka pintu dan akhirnya berhasil membukanya.

Dia adalah orang yang tadi duduk di sebelah ketua rapat. Dia kaget lihat Go Hae Ri ada di sana seorang diri mengunci pintu.

Hae Ri nunjukkin kakinya dan memberitahu kalo stokingnya sobek.

Pria itu merasa nggak nyaman lihatnya.

Hae Ri mengatakan kalo dia akan segera pergi setelah menggantinya.

Orang itu nyuruh Hae Ri buat cepet menggantinya dan keluar.

Hae Ri ngambil gambar bendera lagi dan ngambil sesuatu di baliknya. Ia memasukkannya ke dalam kotak stempel.



Jessika diberi laporan oleh bawahannnya tentang kinerja Fokker 70 yang lebih baik dari F-15 mereka.

Jessika menanyakan tanggapan Gedung Biru.

Asistennya memberitahu kalo presiden ingin mendukung mereka tapi nggak bisa mengabaikan opini publik. Dia terlalu berhati-hati.

Jessika menjatuhkan laporan itu. Menurutnya itu bukan hati-hati tapi licik. Cuman peduli sama keuntungan.

Jessika meminta agar asistennya membuat Gedung Biru bisa dimasuki sampai semuanya beres. Kalo sampai mereka kalah maka habislah mereka.

Michael Almeida, selaku wakil Presdir John dan Mark Asia sudah menunggunya. Jessika mendatanginya dan mengongatkan alasannya menjadikan penjual biasa kayak dirinya jadi wakil Presdir. Karena dia bekerja buat CIA.

Michael ngasih tahu kalo dia nggak cocok jadi CIA. Karena itulah dia dipecat.

Michael ngambil gelasnya dan mau meminumnya. Jessika menenangkan kalo Michael hanya belum dapat kesempatan buat membuktikan dirinya yang sebenarnya.

Jessika bangkit dan menanyakan apa Michael tahu apa yang harus dia lalui buat bisa kesana jadi dirinya yang sekarang? Michael mengiyakan.

Jessika kekeuh pingin dapat kesepakatan itu gimanapun juga. Kalo enggak mereka akan tamat.

Satu Minggu Kemudian, Seoul




Gun bikin telur mata sapi buat Hoon. Hoon sendiri lagi kemas-kemas. Gun ngajak Hoon buat makan tapi Hoonnya nggak mau.

Gun tetap nyuruh Hoon buat makan. Nanti dia akan nganterin ke bandara.

Hoon menolak. Dia naik bus tim.

Gun menghampiri Hoon. Dia nggak ngerti kenapa Hoon manyun mulu belakangan. Karena sepatu kets? Gun janji akan membelikannya sepulang Hoon dari Maroko.

Hoon nggak menggubris. Dia membawa kopernya melewati Gun.

Gun menarik koper Hoon dan menghentikannya. Ia memberitahu kalo membesarkan Hoon sudah membuatnya cukup stres. Seenggaknya Hoon kan bisa mendengarkannya.

Hoon membalas kalo dia juga nyesel tinggal sama Gun.

Gun kelepasan dan nyuruh Hoon buat balik ke panti asuhan. Hoon terdiam kayak nggak nyangka. Gun juga nyesel dah bilang kayak gitu.

Gun terus ngomong dan Hoon nggak peduli. Dia jalan terus. Gun menghentikannya dan meminta maaf. Dia minta Hoon buat makan dulu srbelum dingin.

Hoon nggak mau makan dan malah terus melihat Gun. Gun mengancam akan memakannya kalo Hoon nggak mau.

Hoon tetap diam. Gun memakan kuning telurnya. Hoon nggak peduli dan jalan.

Gun kepanasan. Dia meletakkan piringnya dan manggil Hoon yang marah banget. Hoon nggak peduli dan menghilang di balik pintu.

Gun hanya bisa menghela nafas mikirin Hoon yang rewel banget. Nggak heran kalo Hoon ponakannya (kayak omnya?)

Gun melihat kalender. Lah, dah tahin 2012? Ada satu hari yang dilingkari. Hari ulang tahun Hoon. Rencananya Gun mau membelikan sepatu di hari itu srbagai hadiah ulang tahun

Lisboa, Portugal



Seorang pria lari ketakutan. Kayak ada yang mengejarnya. Eh, itu kayaknya Michael deh. Dia mau nelpon tapi ponselnya nggak bisa dipakai.

Jalanan sepu. Kayaknya habis hujan. Dan emang bener ada yang mengikutinya.

Tahu-tahu ada yang muncul di hadapannya. Michael buru-buru lari ke samping. Muncul orang lain juga di sana.

Michael terkepung. Dia nggak bisa lari lagi.

Dia lalu melarikan diri dengan masuk ke srbuah klub. Orang-orang tadi masih mengejarnya.

Michael keluar dan naik bus.

Orang yang ngejar Michael kurang cepat dan akhirnya Michael bisa lolos.

Michael ngambil ponselnya dan membuat panggilan. Dia nelpon Bandara Internasional Incheon ngasih tahu kalo akan ada kecelakaan pesawat. Penerbangan B357 ke Maroko malam ini.

Operator nggak menanggapi telpon Michael dan malah memutus sambungan.

Ternyata ponsel Michael sudah diretas. Ia buru-buru membuangnya.




Sementara itu anak-anak yang akan ke Maroko sedang berpamitan pada anggota keluarga masing-masing. Suasana nampak haru.

Hoon doang yang nampak sedih. Dia sendirian. Dia mengambil ponselnya dan ragu mau nelpon Gun. Dia hanya bisa mengetuk-ngetukkan kakinya. Sepatunya Hoon kotor.

Sementara itu ada seorang wanita yang lagi jalan sama suaminya. Wanita itu barusan dapat kabar dan dia senang dengarnya.

Suaminya mengaku merasa cemas. Wanita itu menenangkan kalo dia nggak pergi sendiri. Itu kan tur kelompok.

Ternyata sang suami nggak khawatir sama sang istri tapi khawatir sama dirinya sendiri. Dia nggak bisa hidup tanpa sang istri selama beberapa minggu.

Sang istri ngasih tahu kalo dia hamil. Sudah 5 minggu.

Ih, suaminya langsung jadi senang banget. Dia menggendong istrinya sambil teriak-teriak kalo dia akan jadi ayah.

Sementara itu salah seorang instruktur ketinggalan paspor. Saudaranya datang membawakan. Dia ngomelin sang instruktur.

Instruktur nyuruh dia diam dan mengingatkan kalo dia instruktur. Saudaranya nggak peduli dan minta bayaran uang transportasi.

Instruktur kesal dengarnya tapi tetap memberinya uang.

Instruktur nyuruh semua anak-anak buat siap-siap.

Hoon nelpon Gun dan ngasih tahu kalo sekarang dia akan naik pesawat. Dia ragu Gun akan merindukannya. Tapi kalo emang rindu, ia nturuh Gun buat meriksa Cloud. Dia akan mengunggah videonya.




Lagi hujan. Seseorang di telpon umum nelpon ke kepolisian Bandara Internasional Incheon dan meminta agar  penerbangan B357 ke Maroko dihentikan. Ada teroris disana. Pesawatnya akan jatuh.

Sementara itu ada satu penumpang berpakaian hitam yang nampak mencurigakan.

Tiba-tiba ada yang menyerang Michael dari belakang. Dia menarik Michael sampai dia nggak kelihatan dan menutup telpon. Kayaknya dia wanita, deh.

Wanita yang nerima telpon tadi langsung bangkit. Tiba-tiba alarm kebakaran bunyi. Orang-orang panik menyelamatkan diri.

Wanita tadi mengambil ponselnya tapi tahu-tahu ada yang nepuk punggungnya. Ponselnya jatuh.


Ia mengambil ponselnya dan melapor kalo barusan dia dapat telpon mencurigakan. Akan ada serangan teroris.

Nggak tahu kenapa tiba-tiba wanita tadi jatuh tak sadarkan diri. Orang-orang panik menolongnya.

Wanita yang hamil tadi melarang suaminya pergi ke tempat penamaan. Soalnya mereka belum tahu jenis kelaminnya.


Anak-anak rame banget. Instruktur meminta mereka untuk mengumpulkan ponsel.

Hoon sedang merekam dan nggak sengaja menabrak seorang pria. Eh, itu bukan pria yang tadi ya? Dia mengambilkan ponsel Hoon dan mengembalikannya.

Hoon kembali ke rempat duduknya sambil terus menatap pria itu.


Pilot dan Co-Pilot bersiap di posisi. Mereka heran ada banyak anak-anak. Iya. Tim demo taekwondo ke Maroko.

Ponsel salah satunya bunyi. Ia mengangkatnya dan bicara dalam bahasa Spanyol.

Michael dicekoki minuman oleh seseprang di dalam mobil. Habis itu dia dipegangin senjata api dan dibuat seolah bunuh diri.

Orang itu turun dari mobil Michael dan pergi.

Dermaga Tangier, Maroko



Hae Ri lagi jalan sambil bawa koper. Tiba-tiba ada yang manggil. Orang yang mergokin stokingnya sobek. Temannya akan datang dari Spanyol.

Dia nanyain Hae Ri belum dengar berita? Gae Ri menanyakan berita apa?

Pria itu ngasih tahu kalo Badan Intelijen  Nasional semalam menahan konsul mereka.

Hae Ri kaget. Dia ngelakuin apa?

Dia nerima suap dari geng narkoba lokal dan menyelundupkannya ke Korea.

Lah, orangnya sendiri membantah kalo itu narkoba.

Hae Ri terkejut. Dia merasa nggak heran soalnya konsul itu matanya selalu ngantuk.

Pria itu mengoreksi kalo dia nggak pakai narkoba tapi nerima suap. Hae Ri memperbaiki ekspresinya.

Pria itu jadi mengkhawatirkan anak-anak taekwondo yang akan datang besok.

Hae Ri yakin kalo orang dalam yang membocorkan. Ia menanyakan orangnya ke pria itu. Lah, pria itu malah tersinggung dengan tatapan mata Hae Ri.

Ia neminta agar mereka semua waspada. Hae Rinya sih nggak gitu peduli. Secara mereka hanya pekerja kontrak.

Mereka lalu berpisah.


Pria itu manggil Hae Ri lagi dan menanyakan urusan apa Hae Ri di Portugal?

Hae Ri berbalik dan tetap santai.

Pria itu mendekat dan memberitahu kalo dia lihat Hae Ri diam-diam nelpon di kantor. Apa ada sesuatu di Portugal? Pacar?

Awalnya Hae Ri kayak merasa tertangkap basah. Tapi dia menyembunyikannya. Dia nggak ngerti sama para pria. Apa ada yang mau selingkuh demi dia? Kayaknya aja baik tapi sebenarnya g*la. Kalo dia punya senjata maka dia akan nembakin ke kepalanya.

Pria itu sampai nggak bisa berkata-kata.

Hae Ri pergi dengan kesal.

Pria tadi nggak nyangka kalo Hae Ri beringas. Dia nyemangatin Hae Ri. Di dunia ini masih adapria baik.

Hae Ri memakai kacamatanya sambil jalan. Dia kayak nggak peduli gitu.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 1 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email