Friday, September 27, 2019

Sinopsis Vagabond episode 2 part 3


All content from SBS



Presiden sama perdana menteri bersiap buat main.

Perdana menteri memberitahu kalo para keluarga korban berangkat ke Maroko hari ini.

Presiden seolah nggak peduli karena itu bukan bagian dari bermain go.

Perdana menteri mengingatkan kalo di permainan sebelumnya dia menang besar jadi sekarang dia putih.

Presiden nggak mau warna hitam dan ngambil pinya perdana menteri. Ini gedung biru jadi dia bebas ngelakuin apa aja.

Perdana menteri ngerasa harus melaporkan presiden ke FTC karena penyalahgunaan kekuasaan. Kalo kali ini kalah lagi artinya berikutnya dia warna hitam.


Para keluarga korban melakukan pemakaman di tepi laut. Mereka nangis. Mereka manggil istri, suami, anak dan saudara mereka yang kini sudah nggak ada.

Edward, Hae Ri sama Ho Sik bahkan nggak bisa nahan kesedihan menyaksikannya.

Pun sampai hari gelap mereka masih di sana.



Seorang wartawan menanyakan pendapat pihak Dynamic System yang mengalami kecelakaan dan nggak seharusnya ikut lelang. Sayangnya pihak Dynamic System nggak mau menanggapinya sampai hasil resmi penyelidikan keluar.

Jessika dari John & Mark memanfaatkannya dan menilai kalo B357 dari Dynamic System mengalami malafungsi avionik sehingga mesinnya meledak.

Seorang pria nggak suka mendengarnya dan pergi dari sana.


Seseorang memanggilnya ketua Gang. Eh, bukannya dia ketua BIN? Mereka saling sindir.

Kepala BIN menduga kalo Kepala Gang kesal padanya karena dipindahkan ke Departemen Intelejensi Psikologis. Padahal tugasnya nggak susah. Tinggal ngawasin media, dan meriksa salah ketik dokumen.

Kepala Gang makin kesal dan nyuruh kepala BIN buat nyingkirin wajah menyebalkannya.

Kepala BIN nyium aroma alkohol dan menduga kalo Kepala Gang minum pas siang lagi. Padahal itu adalah alasan Direktur Utama nggak menyukainya. Dia mempermalukan BIN.

Kepala Gang makin gedeg dan nyuruh kepala BIN buat pergi.

Kepala BIN mengaku mengatakannya karena dia adalah temannya. Nggak mungkin ngasih nasehat kalo dia nggak mampu jawab.

Kepala BIN melihat sekretaris Senior Yun lalu meninggalkan kepala Gang gitu aja. Sama kayak tadi, kepala BIN juga sok akrab.

Beda sama ketua Gang, Sekretaris Senior ini nggak mau menggubris dan pergi gitu aja ninggalin kepala BIN.




Kepala Gang hanya bisa menghela nafas dan mau pergi. Ponselnya bunyi. Dari Go Hae Ri.

Hae Ri bilang ke Kepala Gang kalo dia mau melihat kotak hitam pesawat B357. Dia akan mengatakan alasannya kalo Kepala Gang mau janji nggak akan marah.

Kepala Gang melarang Hae Ri mengatakannya karena dia pasti akan marah.

Hae Ri tetap nengatakannya. Ada satu penumpang yang selamat.

Kepala Gang kaget. Apa? Dia nyuruh Hae Ri buat lapor ke Kepala Min dan bukan sama dia.

Hae Ri mengingatkan kalo Kepala Gang  pernah bilang punya kenalan di ICAO. Kepala Gang nggak mau dan mau nutup telponnya.

Hae Ri menyebutkan kalo dia ke Lisboa sama kepala Gang. Berat banget basah kuyup sama yang lainnya. Kebaikan harus dibalas sama kebaikan.

Kepala Gang terpaksa mengiyakan. Dia akan mencobanya tapi jangan terlalu berharap.

Hae Ri berterima kasih. Ia lalu menanyakan apa hasil autopsinya sudah keluar? Dia bunuh diri apa enggak?

Kepala Gang merasa ada yang aneh. Michael bukan tipe orang yang akan bunuh diri. Dia melihat Jessika dan menutup telpon Hae Ri.


Kepala Gang Ju Cheol menghampiri Jessika dan mengaku nelpon Jessika tadi.

Jessikan mengiyakan. Temannya Michael?

Kepala Gang mengiyakan. Ada yang ingin ia tanyakan.

Jessika memberinya waktu 5 menit karena jadwalnya padat.

Kepala Gang memberitahu kalo istrinya Michael nggak menjawab telpon. Apa Jessika tahu alasannya bunuh diri?

Jessika merasa nggak bisa mengatakannya. Seberapa dekatnya kepala Gang sama Michael?

Kepala Gang memberitahu kalo Michael banyak membantunya saat ia masih di CIA.

Jessika memberitahu kalo Michael punya masalah sama teman wanitanya.

Kepala Gang menanyakan siapa nereka dan apa masalahnya?

Jessika nggak bisa mengatakan kelanjutannya karena itu terlalu privasi. Ia meminta maaf lalu pergi.

Kepala Gang menatap kepergian Jessika penuh kecurigaan.



Para keluarga korban pesawat B357 akan meninggalkan Maroko.

Hae Ri nampak sangat perhatian memberikan obat pada mereka. Menepuk punggung mereka.

Edward datang dan menanyakan semuanya sudah ada di sana? Ia nggak melihat Gun dan menanyakannya.

Ho Sik ngasih tahu kalo Gun akan tetap disana buat nangkap teroris.

Edward mengangguk. Ia melihat jam tangannya. Sudah waktunya buat pergi.

Semua orang bangkit dan pergi.

Di tempat yang sama ternyata ada pria yang nabrak Hoon juga. Setelah semua orang pergi ia juga ikut pergi.



Gun masih di hotel. Dia mau mengirimkan video Hoon pada O Cheon dan memintanya untuk menyebarkannya ke internet.

Anehnya videonya tahu-tahu hilang. Sudah nggak ada.

Gun panik. Dia buru-buru naik ke atas.

Ho Sik datang dan menanyakan apa yang terjadi.

"Semua video Hoon di WebCloud hilang"

Ho Sik menduga kalo mungkin nggak sengaja kehapus.

Gun sampai di kamarnya. Semuanya berantakan dan brangkasnya terbuka.

Gun langsung ke balkon dan meriksa sekitar. Di bawah ada pria baju hitam yang lari sambil bawa laptop.

Gun lari dan lompat ke bawah. Dia mendarat tepat di atas meja

Pria yang mengambil laptopnya lari naik motor. Gun mengejarnya.

Ia lalu teringat pada petugas hotel yang menatapnya aneh.



Gun balik lagi ke hotel. Petugas hotel yang dia lihat tadi baru turun dari lantai atas. Pelan-pelan dia mendekat.

Petugas hotel mengambil ancang-ancang dan kabur. Gun mengejarnya dan memintanya buat berhenti.

Petugas hotel lari ke dapur. Gun mengikutinya. Mereka menabrak para koki, bikin semua jadi berantakan.

Gun menendang petugas hotel hingga menabrak piring.  Dia menangkapnya dan melemparkannya ke meja dapur.

Pria itu ngambil pisau dan mengayun-ayunkannya ke Gun.

Gun menangkap tangannya dan melemparkannya ke lemari. Dia kalap banget mukul-mukulin kepalanya pria itu ke meja dapur berkali-kali dan menanyakan siapa yang nyuruh?

Pria itu nggak tahu apa-apa. Gin nggak ngerti apa yang pria itu bilang dan memintanya buat ngomong pakai bahasa Inggris.

Gun nyinggung soal pesawat dan teroris tapi pria itu tetap bilang kalo dia nggak tahu.

Gun seakan nggak mau nyerah. Dia narik pria itu dan mau masukin kepalanya ke penggorengan. Bilang atau dia mati!

Polisi datang dan menodongkan senjatanya ke Gun. Ho Sik juga datang.

Gun ditangkap. Dia berusaha bilang kalo dia nggak salah. Mereka harusnya nangkap pria itu.



Hwa Suk masih meriksa video dari Hae Ri. Ternyata pria yang nabrak Hoon nggak lagi ngomong pakai bahasa Korea tapi bahasa Spanyol.

Hwa Suk mencatatnya dengan serius.

Hae Ri masih tidur saat Hwa Suk nelpon. Hwa Suk ngasih tahu kalo dia sudah mendapatkan percakapan telpon yang Hae Ri minta.

Hae Ri bangun dan menanyakan apa yang dikatakannya?

Hwa Suk mengaku nggak ngerti masalahnya pria itu bicara dalam bahasa Spanyol. Dia nyuruh Hae Ri buat mencatatnya dan dia akan membacakannya.

Hae Ri mau nyari alat tulis. Ada yang nekan bel. Hae Ri nyuruh Hwa Suk buat mengirimkannya lewat SMS aja dan main nutup telpon gitu aja.



Hae Ri membukakan pintu. Yang datang Ho Sik dan ngasih tahu kalo Gun ditangkap polisi.

Hae Ri kaget. Apa? Dia ngelakuin apa kali ini?

Hae Ri sama Ho Sik ke kantor polisi pakai mobil masing-masing.

Eh, ternyata ada pria yang nabrak Hoon. Dia ngawasin Hae Ri.


Pria itu masuk ke rumah Hae Ri selagi yang punya rumah nggak ada. Dia langsung menuju laptop Hae Ri di atas meja. Pria itu melihat video Hoon. Di sana wajahnya terekam jelas.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 2 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email