Saturday, September 28, 2019

Sinopsis Vagabond episode 3 part 1


All content from SBS




Pria yang ngambil laptopnya Hae Ri menyiram laptop dan flashdisk pakai cairan yang seketika bikin berasap dan rusak melepuh.
Ponselnya lalu bunyi.

Ada pesan dari Samuel yang bilang kali dia sudah mati. Samuel nyuruh pria itu buat nggak memperlihatkan diri lagi dan memintanya pulang.

Pria itu ragu. Dia lalu nelpon seseorang.



Hae Ri masih sama Dokter Kim dan mendengarkan pembicaraan antara pilot dan co-pilot.

Ia memejamkan matanya dan kayak beberan berada di sana.

Pesawat makin tak terkendali.

Semua tuas nggak berfungsi.

Sayap pesawat meledak.

Semua penumpang berteriak ketalutan.

Menara kontrol berusaha memanggil B357 untuk melaporkan kondisi tapi nggak ada jawaban.

Hoon meninggal.

Pesawat meledak.

Hening. Nggak ada suara lagi.

Dokter Kim mematikan rekamannya.

Hae Ri melepaskan headphonenya. Dokter Kim ngasih yahu kalo ituvadalah akhir rekaman kokpit.

Hae Ri menghela nafas berat.



Gun sama Ho Sik berhenti di pom bensin buat ngisi bahan bakar mobil.

Ho Sik mengaku haus dan lapar. Dia nyuruh Gun buat beli sesuatu.

Gun menurut. Dia turun dari mobil dan pergi ke minimarket.

Seorang pria bawa tas besar masuk ke minimarket habis Gun masuk.

Dia meletakkan tasnya di atas meja kasir dan minta kasirnya buat diam. Dia ngambil senjatanya.

Kasir wanita itu ketakutan dan pergi.

Pria itu melihat CCTV di kasir dan lihat masih ada orang di sana.

Pelan-pelan dia mendekati Gun.

Gun selesai beli makanan ringan dan sekarang mau beli minum.

Dari kaca showcase dia lihat ada pria bawa senjata yang di arahkan padanya.



Gun menghindar dan sembunyi di balik rak.

Pria itu memberondong Gun dengan tembakan.

Tiba-tiba suara tembakannya berhenti. Gun pindah ke rak yang lain. Pria itu menembak lagi.

Pelurunya habis. Ia menggantinya dengan yang baru.

Gun masih diam di tempatnya.

Pria itu melangkahkan kakinya pelan-pelan ke Gun.

Gun mengambil minuman dan memasukkannya ke dalam microwave lalu lari keluar. Ia melompat menabrak jendela.

Pria itu menembaki Gun.

Minuman di dalam microwave meledak.  Menimbulkan api dan membakar tangan penembak.

Ho Sik keluar dan nanyain ada apa?

Sambil lari Gun teriak nyuruh Ho Sik buat masuk mobil.

Ho Sik kena tembak.

Gun menariknya dan memasukkannya ke mobil.

Pria itu terus aja nembak.

Gun mengambil alih kemudi dan pergi dari sana.

Pria itu nggak bisa fokus menembak karena tangan kirinya habis kebakar. Akhirnya dia jatuh.




Dokter Kim berpendapat kalo nggak ada dasarnya Hae Ri nganggap itu serangan teroris cuman dari percakapan itu.

Hae Ri merasa kalo itu kayak kode. Tapi dia masih belum paham.

Dokter Kim bilang ke Hae Ri kalo lebih dari 90% bukti merujuk pada kegagalan pesawat. Ia meminta agar Hae Ri nggak memulai kesimpangsiuran.

Hae Ri mengiyakan. Ia bilang ke dokter Kim kalo dia akan balik dengan bukti yang kuat.

Hae Ri bangkit dan membawa salinan percakapan.

Dokter Kim nengantarkan Hae Ri sampai pintu. Hae Ri berniat pergi setelah bilang terima kasih ke Dokter Kim.

Sebelum keluar dia melihat ruangan itu sekali lagi.

Ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Interval waktu yang memuat kerusakan demi kerusakan pesawat. Dia mencocokkannya dengan yang dikatakan dalam percakapan.

13:15, 13:20, 13:23, 13:30.

Waktunya identik. Hae Ri ngasih tunjuk ke dokter Kim. Pukul 13:15 adalah tanda peryama malafungsi muncul. Pukul 13:20 pabel nggak berfungsi. Malafungsi tuas pukul 13:20. Dan puncaknya waktu jatuhnya pesawat pukul 13:30.


Gun membawa Ho Sik ke rumah sakit.Teriak-teriak ke dokter dan perawat pakai bahasa Korea.

Lah nggak ada yang ngerti. Mereka pada nunjukin arahnya ke Gun.

Perawat menghampirinya dan membantu Ho Sik.

Dojer datang dan meriksa Ho Sik. Gin nypba bilang ke dokter pakai bahasa mereka kalo Ho Sik luka tembak. Terlalu banyak ngeluarin darah, pakai bahasa Inggris.

Perawat dan dokter membawa Ho Sik masuk.

Gun mau ikut masuk juga tapi nggak diijinkan.


Hae Ri keluar bersama dokter Kim. Ia bilang ke Dokter Kim buat nemuin kebenarannya demi para korban yang nggak bersalah.

Dokter Kim memberitahu kalo ICAO nggak akan pernah setuju tanpa ada bukti konkret.

Hae Ri melihat sekitar lalu ngasih tahu dokter Kim kalo dia punya rekaman video terorisnya. Dia akan mengirimkannya lewat email nanti.

Dokter Kim memikirkannya lalu ngajak Hae Ri buat melakukannya. Nyelidikin kebenaran tentang kecelakaan itu.

Hae Ri berterima kasih lalu pergi. Dokter Kim kembali ke dalam.



Ponselnya bunyi. Gun ngabarin kalo Ho Sik ketembak. Hae Ri menanyakan rumah sakitnya. Dia bilang ke Gin akan segera kesana setelah pulang ke rumah.

Hae Ri juga ngabarin Gun kalo dia benar. Mereka nemuin bukti dari kotak hitam. Pesawatnya disabotase.

Gun nggak bisa berkata-kata.

Hae Ri lanjut jalan dan akan menjelaskannya nanti.


Dokter Kim menatap Hae Ri aneh dari dalam.


Hae Ri pulang dan mendapati laptopnya nggak ada. Seseorang menyerangnya dari belakang.

Hae Ri melawan dan mendorong orang itu ke kaca.

Orang itu bangkit dan nyerang Hae Ri lagi.

Hae Ri berusaha buat ngambil sesuatu di neja tapi nggak sampai. Ia nendang meja dan membuat orang yang menyerangnya terdorong.

Hae Ri bangkit dan masih mau ngambil sesuatu di meja.

Orang itu menarik Hae Ri dan menjerat lehernya pakai tali.

Tangan Hae Ri meraba-raba. Dia nemu pisau dan menusukkannya ke kaki orang itu.

Orang itu teriak kesakitan. Tangannya longgar dan Hae Ri melepaskan diri.

Orang itu mencabut pisau yang menancap di kakinya lalu nyusul Hae Ri.




Hae Ri menghantam orang itu pakai kursi. Sementara orang itu lengah Hae Ri ngambil senjatanya dari dalam laci meja dan menodongkannya ke orang itu.

Hae Ri nyuruh orang itu buat melepaskan topengnya dan ternyata dia adalah petugas hotel.

Hae Ri baru menyadari kalo apa yang Gun bilang adalah benar.

Hae Ri nyuruh orang itu berbalik dan berlutut.

Orang itu nurut.

Hae Ri nanyain siapa yang nyuruh dia.

Pria itu mengaku nggak tahu. Dia ditawarin 10.000 euro buat membunuh Hae Ri dan membuatnya kayak bunuh diri.

Hae Ri mengancam kalo sekarang dia membunuh pria itu, itu bisa jadi pembelaan diri. Dia nyuruh pria itu buat bicara lagi kalo dia masih pingin hidup.

Pria itu bilang kalo dia sudah mengatakan semuanya. Mereka cuma telponan.

Hae Ri nyuruh dia buat ngeluarin telponnya dan nelpon orang yang nyuruh. Kalo enggak dia bakal nembak.

Pria itu menurut. Selagi dia mencet nomornya Hae Ri membuka senjatanya. Kosong. Dia sedikit lega.

Pria itu ngasih ponselnya ke Hae Ri. Hae Ri mengambilnya.




Ho Sik lagi dioperasi sama tim dokter. Pelurunya berhasil dikeluarkan.

Gun nungguin dengan cemas di luar. Ponsel di dalam tas Ho Sik bunyi. Ternyata ada dua ponsel di sana dan dia mengangkatnya.

Hae Ri heran Gun yang ngangkat.

Gun ngasih tahu kalo Ho Sik masih di ruang operasi.

Hae Ri menyimpulkan kalo itu ponselnya Ho Sik? Gun membalikkan, kan Hae Ri yang nelpon?

Hae Ri syok. Dia ngasih tahu Gun kalo orang yang punya ponsel itu baru aja mencoba membunuhnya.

Lah, giliran Gun yang syok.

Hae Ri nyuruh Gun buat menangkap Ho Sik. Dia mihak sama teroris. Ia meyakinkan kalo mereka bisa membereskan semuanya kalo bisa nangkap Ho Sik.

Hae Ri meletakkan ponselnya di dalam laci lalu mau ngambil peluru.

Petugas kebersihan kabur.

Hae Ri menumpahkan peluru dari dalam kaleng dan membawanya.



Gun masuk ke ruang operasi tapi Ho Sik sudah nggak ada. Dia lalu keliling ke kamar lain dan nggak ada juga.

Gun melihat perawat yang tadi ada di ruang operasi dan menanyakannya. Kayak nggak nyambung ya bicaranya. Yang satu nanyanya ngotot yang satu ngasih tahu tapi yang dikasih tahu nggak mudeng.

Gun mendengar suara ramai di luar dan melihatnya dari jendela. Ho Sik sudah ada di luar.

Gun segera lari dan mengejar Ho Sik.

Ho Sik yang tahu kalo dia lagi dikejar menambah kecepatan larinya.


Kita lalu dikasih lihat kalo Ho Siklah yang mengambil file punya Gun. Dia tahu passwordnya pas lihat Gun log in di webcloud.




Hae Ri ngabarin dokter Kim kalo videonya hilang. Tapi dia sudah mengirimkannya pada temannya dan mereka akan mengidentifikasi terorisnya besok.

Dokter Kim mengiyakan dan akan nunggu kabar dari Hae Ri.

Jessika sedang berendam. Dokter Kim nelpon dan ngabarin kalo ada masalah.

Ho Sik masih terus lari. Pas sampai di jalan dia malah ketabrak sama mobilnya Hae Ri.




Ho Sik melarang Gun sama Hae Ri buat mendekat. Dia ngasih tunjuk sesuatu. Obat apa ah nggak tahu. Kata Ho Sik cuman dengan satu gigitan dia akan langsung mati.

Hae Ri melarang.

Gun nanyain kenapa Ho Sik membunuh keponakannya? Kenapa Ho Sik meledakkan pesawatnya?

Ho Sik mengedarkan pandangannya dan melihat ada pria hitam di atas gedung menghadap ke arahnya.

Orang itu siap nembak Ho Sik.

Hae Ri meminta Ho Sik buat bicara baik-baik. Demi kebaikan istri dan anaknya.

Ho Sik justru melakukannya demi kebaikan istri dan anaknya.

Pria di atas gedung siap buat nembak.

Ho Sik menelan apa yang tadi dia pegang. Habis itu dia langsung meregang nyawa.

Hae Ri menghampirinya. Darah keluar dari mulut Ho Sik.

Ho Sik meminta Hae Ri buat nggak ngelakuin apa-apa karena nereka sangat mengerikan.

Ho Sik meninggal.

Gun mendekat dan memintanya buat ngasih tahu siapa mereka sebenarnya? Siapa yang membunuh keponakannya?

Hae Ri minta Gun buat berhenti.

Bersambung...




Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 3 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email