Tuesday, October 8, 2019

Sinopsis Fake Affair episode 1 part 3


All content from NTV





Warning: 18+ 

Jadilah pembaca yang bijak


Shouko malu banget tadi. Dia sama Jyo bikin toko okonomiyaki jadi ramai banget.

Sudah malam tapi kenapa mereka cuman berdua?

Shouko bilang ke Jyo kalo Jyo nggak perlu mengantarnya. Dia bisa kesana sendiri.

Jyo melarang. Dia nggak bisa membiarkan seorang wanita pulang sendiri malam-malam gini.

Shouko merasa nggak tenang. Cuman pulang ke hotel. Soalnya pengalamannya dalam hal cinta sangat sedikit. 

Jyo tiba-tiba tersenyum lihat sesuatu di belakang Shouko. Menurutnya itu indah sekali. Shouko ikut melihat dan memang sangat indah.

Jyo berjalan agak menjauh. Shouko melihat tas Jyo dan jadi berpikir yang enggak-enggak tentang isinya. Katanya lama tinggal di luar negeri. Pembunuh bayaran? Jangan-jangan isinya senjata? Saat jatuh di kepalanya...ia yakin kalo itu adalah sniper rifle.




Jyo tiba-tiba berhenti jalan dan menanyakan apa Shouko punya waktu?

Shouko ketakutan. Jyo membuka tasnya. Ia meminta maaf kalo Shouko merasa terganggu. Dan isinya adalah kamera. Jyo ingin memotret Shouko. Lah, kirain apaan😄😄😄

Rupanya Jyo adalah seorang fotografer. Sebenarnya dia lebih suka memfoto pemandangan. Langit seperti itu dan tripot yang terpasang memperlambat kecepatan rana. Jadi nggak akan blur. Ia meminta Shouko untuk berdiri dengan benar sampai dia bilang ok.

Shouko merasa nggak nyaman. Apa nggak masalah ngambil gambar seorang wanita tua kayak dia?

Jyo dapat satu gambar. Dia nggak ngerti kenapa di Jepang wanita cantik kayak Shouko nyebut diri sendiri tua? Kenapa?

Shouko nggak bisa jawab.

Jyo bertanya lagi, apa karena Shouko sudah menikah? Bukannya sekarang orang menikah dan jatuh cinta?

Shouko nampak tegang.





Jyo menghela nafas dan sedikit bercerita. Saat ia kembali ke Jepang, ia terkejut melihat berita di tv. Aktor jadi penyanyi lalu jadi politisi. (Lah, di sini juga sama, bang)

Jyo berdiri di samping Shouko dan melanjutkan kalo semua orang melakukannya meski sudah menikah. Apa bahasanya buat itu?

Shouko berusaha memahami apa maksud Jyo. Selingkuh?

Jyo membenarkan. Ia menatap Shouko dan memberitahu kalo Shouko bukan wanita tua.

"Maukah kamu selingkuh denganku?"

Shouko nggak bisa bilang apa-apa.

Jyo melanjutkan,

"Disini, ini adalah waktu yang tepat. Di perjalanan ini. Selingkuhlah denganku"

Shouko bingung harus gimana. Dia mau ngasih tahu Jyo yang sebenarnya. Kalo dia...

Jyo kian dekat. Tatapannya makin dalam. Ia membelai wajah Shouko.

Shouko malah berterima kasih atas kebohongan itu. Mungkin ia bisa merasakan apa yang namanya cinta berkatnya. Meski hanya 3 hari. Meski ini cuman mimpi.

Jyo terus mendekat dan akhirnya nyium Shouko.




Mereka melanjutkan jalan mereka. Kali ini Shouko bisa lebih santai. Ia menanyakan apa jadi fotografer itu sulit?

Jyo meraih tangan Shouko dan menggenggamnya. Dia melarang Shouko buat memakai bahasa baku. Dia kan lebih muda dari Shouko

Shouko jadi gugup lagi. Jyo kan nggak tahu berapa umurnya.

Jyo tersenyum santai. Ia lalu menanyakan berapa umurnya Shouko.

Shouko ragu jawabnya. 32. Mau mundur?

Sama sekali enggak.

Ternyata Jyo usia 25. Cuman beda 7 tahun doang.

Shouko merasa kalo itu jauh banget. Jyo muda banget.

Jyo nenyimpulkan kalo suaminta Shouko pasti lebih tua dari Shouko.

Shouko membenarkan

Jyo menanyakan berapa umurnya?

Lah, Shouko bingung jawabnya. Dia juga penasaran seberapa tuanya suaminya.

Jyo heran Shouko bisa lupa umur suami sendiri? Shouko nggak mencintainya? Shouko berat jawabnya.

Jyo mengaku cuman bercanda. Ia merasa kalo ngomongin itu pas selingkuh adalah tabu. Ia lalu minta maaf pada Shouko.


Nggak terasa mereka sudah hampir tiba di hotelnya Shouko.

Shouko menahan Jyo dan bertanya kenapa dia? Kenapa Jyo ingin hubungan tanpa status? Jyo sendiri masih muda dan tampan. Kalo yang sudah menikah nggak melakukan itu.

Jyo mengatakan kalo Shouko sangat cantik. Shouko sangat cantik dan baik. Apa masih perlu alasan lain?



Shouko memesan kamar hotel dan Jyo nunggu nggak jauh darinya. Shouko gugup. Cinta panas yang sudah lelah ia cari tahu-tahu datang pada perjalanan ini. Ia yang selalu berhayal ketemu sama seseorang yang tampan kayak Jyo. Dan Jyo yang jadi fotografer seksi...

Shouko menatap Jyo yang sedang menunggunya. Ia pun memegangi tangan kanannya agar nggak bergetar saat nulis.

Pegawai hotel menanyakan apa Shouko baik-baik aja?

Shouko mengiyakan.

Nggak lama kemudian Shouko mendapatkan kunci kamarnya. Ia lalu menatap Jyo. Jyo juga menatapnya dan tersenyum.


Shouko dan Jyo berjalan bersama menuju kamar mereka. Dalam hati Shouko meyakinkan kalo nggak papa meski Jyo lebih muda 7 tahun darinya. Kalo sepuluh tahun yang lalu ini pasti jadi sebuah kejahatan.

Duh, Shouko jadi bingung. Dia lagi mikirin apa, sih? Apa Jyo merasa kalo dia memberikan kesan yang salah pada pandangan pertama? Ia rasa wajar kalo Jyo mikir gitu.


Keduanya sekarang ada di lift. Shouko akan menghabiskan malam sama Jyo. Ia merasa kalo ini adalah hari keberuntungannya. Kesempatan ini nggak akan terulang lagi.

Sekarang mereka mau masuk kamar. Jyonya santai banget sementara Shouko tegang banget.



Jyo maju dan menatap Shouko dalam. Ia meletakkan tangannya di pundak Shouko.

Shouko memejamkan matanya.

Jyo makin mendekat.

Tiba-tiba telpon bunyi. Keduanya kaget. Itu ponselnya Jyo.

Jyo mengambil ponselnya, dari Akari. Ia pamit sama Shouko lalu pergi.

Shouko langsung lemas. Rasanya jantungnya mau copot. Ia melihat ada banyak minuman di rak.

Jyo belum menjawab telpon itu meski sudah di luar kamar. Ia lalu pergi lagi.

Shouko minum segelas. Belum mabuk. Dia lalu minum segelas lagi.




Seorang wanita pemilik kafe lega akhirnya Jyo mengangkat telponnya. Ia berpesan agar Jyo mengambilkan tonkotsu ramen setelah okonomiyaki besar. Mentaiko juga.

Jyo mau nolak.

Akari menanyakan kenapa Jyo balik ke Hakata?

Shouko sudah mulai mabuk. Dia ngambil minuman lagi. Dan lanjut minun lagi.

Asisten Akari datang dan bilang sesuatu. Akari bilang tunggu dulu. Dia bilang ke Jyo buat bawa oleh-oleh.

Jyo tahu-tahu nutup telponnya.

Asisten Akari nanyain siapa itu? Pacar, ya?

"Adik!"

Jyo balik ke kamar tapi Shoukonya malah udah tepar. Eh, Jyonya malah senyum. Dia ngambil gelas yang masih ada di tangannya Shouko dengan hati-hati.


Pagi harinya saat Shouko terbangun. Ia melihat pakaiannya. Masih utuh. Dia lalu nyari Jyo. Di kamar mandi nggak ada. Di toilet nggak ada. Di dalam lemari, nggak ada.

Apa mungkin Jyo pergi?

Shouko melihat minumannya di meja. Semalam dia pasti mabuk banget. Shouko jadi menyesal. Eh, tapi tasnya masih ada.

Jyo datang. Dia bawa sarapan buat Shouko. Udaranya lagi bagus dan Jyo ngajak Shouko buat jalan-jalan keluar.

Shouko langsung mengiyakan.



Yoko dan Kenji sama-sama meninggalkan rumah dan ketemu sama ibu yang lagi ngobril sama tetangga.

Tetangga mengaku iri sama ibu. Soalnta dia nggak punya menantu laki-laki yang tinggal bersamanya. Dia kagum sama Yoko dan Kenji. Saat semua orang ramai sama perselingkuhan, mereka adalah pasangan yang serasi.

Kenji mengaku penasaran Shouko lagi ngapain sekarang. Apa Shouko pergi ke tempat yang dia rekomendasikan?

Yoko yakin kalo Shouko pasti sudah pergi ke semua tempat.

Kenji tersenyum. Apa Shouko makan dengan baik? Ia lalu mengingatkan Yoko kalo minggu depan adalah hari ulang tahun pernikahan mereka. Apa nggak papa kalo hanya makan di restoran lagi?

Yoko mengiyakan. Dia terserah sama Kenji aja.

Kenji senang mereka akan kencan lagi.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Fake Affair episode 1 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email