Sunday, October 20, 2019

Sinopsis Fake affair episode 2 part 3


All content from NTV



Yoko duduk di meja makan. Di depannya ada banyak makanan. Pria yang sama Yoko menghampirinya dan langsung meluk dari belakang.

Dia berterima kasih pada Yoko. Yoko tersenyum dan nyuruh pria itu buat makan atau makanannya akan dingin.

Pria itu nyiumin Yoko dan bilang bentar lagi.

Yoko tertawa manja. "Nakal!". Dia nyuruh pria itu membuka sampanye dengan kekuatannya yang mempesona. Ia membeli sampanye untuk merayakan hari ini.

Pria itu mengiyakan lalu melepaskan pelukannya.




Nggak lama kemudian mereka sudah duduk berhadapan dan bersulang. Yoko mengucapkan selamat ulang tahun pada pria itu. Namanya Fuuta.

Yoko menanyakan umur Fuuta. 23. Yoko merasa kalo Fuuta masih sangat muda.

Fuuta nanya balik. Berapa umurnya Yoko? 37. Fuuta ngerasa kalo Yoko sangat dewasa.

Yoko membenarkan. Ia sudah menjadi orang tang dewasa dan nggak akan menyangkalnya.

Fuuta mengatakan kalo pacaran dengan Yoko sangat menyenangkan. Yoko cantik, keren dan baik. Yoko juga mengajarinya banyak hal. Yoko juga nggak mengajaknya bertengkar.

Yoko merasa kalo Fuuta juga nggak biasa. Dia tampan. Dan saat ia bertanding ada banyak wanita yang meneriakkan namanya.

Sambil makan Fuuta mengatakan kalo dia nggak suka pacaran sama gadis seusianya. Karena jujur sekarang dia nggak punya uang.

Yoko menyindir Fuuta yang pacaran dengannya karena ia punya uang. Fuuta buru-buru membantahnya. Bukan karena uang. Mmm...

Yoko hanya tersenyum nunggu jawabannya Fuuta.

Fuuta meminta Yoko agar nggak bosan dengannya. Ia merasa lebih baik setelah ketemu dengan Yoko.

Yoko merasa ragu tapi akhirnya ia tersenyum.

Fuuta tiba-tiba nanya kenapa Yoko nggak menikah?

Yoko terdiam sesaat. Ia mengaku nggak tahu. Dia juga nggak pernah memikirkannya. Dia nggak mau terikat.


Shouko nge-DM Jyo. Dia berterima kasih karena Jyo sudah menyimpan cincinnya. Apa Jyo masih di Hakata?

Shouko segera meletakkan ponselnya. Dia ragu mau mengirimnya apa enggak. Akhirnya ia mengirimnya. Habis itu dia malah jadi takut lihat jawabannya Jyo nantinya.




Jyo juga lagi menghadap laptopnya. Dia melihat beberapa foto yang sudah dia ambil. Tahu-tahu fotonya Shouko muncul. Jyo tersenyum lihatnya.

Pesan dari Shouko masuk. Nggak tahu kenapa senyumnya Jyo malah jadi tambah lebar.

Shouko membereskan bantal di kamarnya. Dia cemas nungguin balasan dari Jyo. Tiba-tiba ponselnya bunyi. Shouko buru-buru mengambilnya dan membacanya.

Jyo berterima kasih karena Shouko sudah menghubunginya. Ia ngajak ketemuan minggu ini di Tokyo. Mau?

Shouko kaget. Di Tokyo?




Hari ketemuan tiba. Shouko milih-milih baju. Eh, tapi itu kan bukan kencan?

Lah, habis itu dia malah sibuk dandan. Lagi-lagi dia merasa kalo itu nggak benar. Itu bukan kencan.

Shouko jalan menuju tempat janjian. Dia cuman pingin mendapatkan cincin itu lalu pulang.

Eh, Jyo ternyata sudah datang duluan. Dia dengan kameranya melihat Shouko dan menyapanya.

Shouko tersenyum. Dia tersihir lagi. Mereka saling menghampiri. Jyo berterima kasih karena Shouko sudah mau datang. Dia senang bisa kelihat Shouko lagi.

Shouko tersadar. Dia lalu nanyain cincinnya.

Jyo menenangkan dan menjanjikan akan mengembalikannya. Tapi ada syaratnya. Dia minta Shouko buat ngajak dia keliling jepang selama sehari ini.

Shouko kaget.

Jyo menyinggung kalo dia sudah mengantar Shouko keliling Hakata. Dan sekarang giliran Shouko jadi pemandunya.

Shouko nggak ngeh. Dia mengaku nggak tahu dimana anak muda biasanya nongkrong.

Jyo tiba-tiba bilang Asakusa. Ia mengaku ingin pergi ke sana. Shouko tersenyum mengiyakan.


Shouko ngajak Jyo jalan-jalan. Dia nunjukin Kaminarimon ke Jyo dan Jyo langsung memotretnya.

Serombongan turis tiba-tiba menghampiri Shouko dan pingin ikut Shouko. Shouko bingung dan nanyain ke Jyo. Jyo nggak masalah dan akhirnya Shouko memperbolehkan mereka mengikutinya.

Shouko mengajari para turis buat nyuci tangan dan juga mulut. Jyo memotret mereka. Turis di sebelah Shouko bertanya apa Shouko meminumnya?

Shouko melarang buat diminum. Cuman buat dikumur aja.

Lanjut ke tempat berikutnya. Shouko ngasih tahu mereka buat menghirup asap sambil minta agar diberkati.


Jyo dan Shouko minum teh. Jyo kagum sama Shouko yang tahu semuanya. Dah kayak guide beneran.

Shouko ngasih tahu kalo itu karena dia suka bepergian. Jyo-kun?

Jyo nggak nyaman dan minta Shouko buat manggil Jyo aja. Lah, giliran Shouko yang merasa nggak nyaman.

Shouko nanyain kenapa Jyo jadi seorang fotografer?

Jyo cerita kalo pas dia umur 10 tahun dia jadi model.

Shouko menduga kalo saat Jyo jadi model dia bermain dengan kamera fotografer dan bertanya apa emang itu yang dia ingin? Ia menanyakan apa kalo jadi fotografer harus modis kayak Jyo?

Jyo tersenyum dan membantahnya. Jadi model nggak menghasilkan banyak uang. Karena itulah ia belajar buat sesuatu yang baru yang lebih layak. Ia banyak bekerja melalui referensi. Ia pergi ke sekolah fotografi.

Shouko tersenyum mendengarkan.


Tiba-tiba ada pasangan yang manggil Shouko. Sang pria mengingatkan kalo mereka pernah ketemu di tempat biro jodoh sebelumnya.

Shouko mencoba buat mengingat.

Dan emang bener mereka pernah ketemu. Shouko langsung bangkit. Dia panik sendiri. Jyo juga ikutan bangkit.

Pria itu mengira kalo Shouko juga lagi kencan. Dia senang mereka sekarang sudah punya pasangan masing-masing. Untung dulu mereka nggak jadi pasangan.

Shouko jadi aneh ekspresinya. Segitu nggak diinginkankah dirinya?

Pasangan pria itu melarangnya buat ngomong gitu. Pria itu minta maaf. Ia mendoakan semoga Shouko bahagia. Shouko melakukan hal yang sama. Pasangan itu lalupergi ninggalin Shouko dan Jyo.

Jyo menanyakan apa yang di maksud dengan konkatsu? Shouko langsung jadi lemas. Dia merasa terciduk😢😢😢. Dia lalu bilang ke Jyo kalo orang tadi salah mengenali orang. Tokyo kan kota yang besar😊😊😊.



Shouko duduk dan meminum tehnya. Dia bersyukur Jyo lama tinggal di luar negeri. Ia merasa harus lebih hati-hati. Di sini banyak orang yang mengenalnya. Jangan sampai dia terciduk lagi.

Kalo sampai Jyo tahu kalo dia masih jomblo dan ikut nyari jodoh, maka dia pasti akan kabur. Walaupun bohong soal pernikahan aneh juga. Kalo ketahuan serem, kalo ngelucu garing.

Jyo merasa kalo Shouko bersikap aneh. Ia menduga kalo Shouko lapar. Ia ngajakin Shouko buat makan di tempat yang dia pingin datengin.

Shouko mengangguk.


Yoko pulang. Dia agak ragu pas sampai depan rumah, secara dia nggak makai cincinnya.

Di dalam rumah Kenji lagi sama ayah dan ibu dengan banyak tisu toilet di meja. Yoko heran lihat ada banyak tisu toilet di meja. Kata ibu beli satu gratis satu. Kenji yang beli.

Kenji menanyakan Nagoya ke Yoko. Yoko bilang nggak ada yang istimewa. Ia mengaku lelah.

Kenji mengangguk paham. Dia mau membantu Yoko membawa koper. Yoko naik ke kamar.

Ibu memberi satu tisu buat Kenji. Ia berterima kasih lalu membawanya ke kamar bersama dengan kopernya Yoko.



Jyo ngajak Shouko makan di tempatnya Akari. Akari sendiri heran. Jyo lama nggak di Jepang tahu-tahu bawa wanita.

Pekerja Akari menambahkan kalo wanitanya tua.

Shouko menyapa Akari.

Jyo ngasih tahu kalo Akari adalah kakaknya. Dua tahun lalu dia balik dari Spanyol dan membuka restoran.

Akari mengambilkan makanan ke piringnya Jyo dan Shouko.

Jyo mengenalkan pekerjanya Akari ke Shouko. Namanya Erika. Erika senang Jyo mengingat namanya.

Akari menanyakan di mana mereka ketemunya? Pasti bukan di Spanyol.

Shouko memberitahu kalo mereka ketemu di Hakata. Akari heran dengarnya. Masalahnya Hakata bukan tujuannya Jyo. Ia lalu mempersilakan Shouko buat makan sebelum dingin.


Shouko mengambil sendoknya lalu makan sesuap. Menurutnya makanannya enak. Minyak zaitun, bawang putih, cabai dan makanan laut dalam kaldu yang basah sama nasi. Dan bahan rahasianya adalah cumi fermentasi.

Eh, Akari sampai melotot lihat kemampuan Shouko. Habis itu dia menyajikan banyak makanan lagi buat Shouko.

Shouko sampai bingung mau mulai makan yang mana dulu. Semuanya nampak enak.


Yoko minum sama Kenji. Kenji nanyain oleh-oleh sandwich shachihoko yang dia pesan.

Yoko nggak bilang apa-apa. Dia masuk ke kamarnya dan mengambilkan. Kenji menerimanya dan berterima kasih.

Yoko kembali ke tempat duduknya.

Kenji membuka makanannya dan tiba-tiba nanyain cincinnya Yoko. Belakangan dia nggak pernah lihat Yoko memakainya.

Yoko bingung jawabnya. Dia melihat tangannya dan bohong kalo cincinnya kekecilan. Mungkin dia gemukan karena kebanyakan tugas di luar. Tapi dia akan tetap memakainya walau kekecilan karena Kenji sudah membelikannya.

Yoko bangkit dan meninggalkan Kenji. Kenji memberitahu kalo ia ingin Yoko memakainya pas ultah pernikahan besok.

Yoko mengangguk mengiyakan.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Fake affair episode 2 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email