Sunday, October 20, 2019

Sinopsis Fake Affair episode 2 part 4


All content from NTV





Shouko selesai makan dan merasa kenyang banget. Akari datang lagi dan membawakan makanan penutup. Tanpa nunggu lama Shouko langsung nyicip.

Ponselnya bunyi. Yoko menanyakan apa dia mendapatkan cincinnya? Shouko baru ingat kalo dia kesana niatnya buat ngambil cincin. Dia lalu nanya ke Jyo apa dia sudah bisa mendapatkan cincinnya?

Akari langsung menoleh dengar Shouko nyebut soal cincin. Wajah Jyo juga jadi berubah. Nggak senyum lagi kayak tadi.

Shouko mengingatkan kalo cincin itu penting banget buat dia dan minta agar Jyo mengembalikannya.

Jyo hanya menatap Shouko. Ia memaksakan senyumnya dan ngasih tahu kalo cincinnya ada di atas.




Shouko ngambil tasnya dan mengikuti Jyo ke lantai atas. Dia malah jadi nggak enak sendiri, ngikutin pria yang baru dikenal ke kamarnya. Pun kakaknya ada di lantai bawah, apa dia masih bisa ngelakuinnya?

Tapi gimanapun juga dia harus segera mendapatkan cincin itu. Dia nggak boleh terlibat lagi. Bahaya kalo dia ketahuan bohong. Ia nggak boleh jatuh cinta sama Jyo.

Di bawah Erika cemas banget lihat Shouko ke kamarnya Jyo. Ia bertanya pada Akari. Apa itu nggak papa?

Akari santai. Lagian mereka sudah pada dewasa. Ia memberitahu kalo ada pepatah yang bilang kalo orang yang makan banyak itu bukan orang jahat. (Kalo kata aku sih orang yang makan banyak artinya orang itu rakus😁😁😁).

Akari menenangkan kalo mereka nggak akan ngapa-ngapain.

Eh, cincin? Akari baru ingat kalo dia pernah nemu cincin dalam tasnya Jyo.



Jyo membukakan pintu kamarnya buat Shouko.

Shouko melangkahkan kakinya dan langsung disambut sama banyak foto karya Jyo di dinding. Shouko merasa kalo itu luar biasa.

Jyo memberitahu kalo itu adalah tempat yang ia pernah kunjungi. Shouko juga suka bepergian, kan?

Shouko nggak menjawab. Dia takjub sama foto-foto itu.

Jyo menarik kursi dan mempersilakannya buat duduk, Campanella.




Ih, Shouko kaget Jyo manggil dia itu.

Jyo ngambil buku Night on the Galactic Railway. Eh, cincinnya ada di sebelah buku. Habis ketemu Shouko dia jadi tertarik dan membacanya.

Jyo mendekat dan sedikit bercerita kalo temannya Giovanni adalah Campanella yang berarti Bell. Shouko. Dia merasa keren kalo mereka punya nama yang mirip sama cerita itu.

Mata Shouko tahu-tahu berkaca-kaca. Jyo lanjut tentang perjalanan kedua tokoh itu dalam mencari kebahagiaan sejati.

Angin seketika berhembus menyapa keduanya. Dan Shouko jatuh cinta pada Jyo.

Selama 3 tahun ke belakang dia ikut nyari jodoh tapi nggak ada yang kayak Jyo. Mereka kenalan, tukeran email, janjian makan bareng tapi orang yang dia tunggu nggak benar-benar ada di sana.




Jyo membawakannya secangkir cokelat hangat. Dia nggak nyangka bisa ketemu sama orang yang benar-benar baik. Di profil nyari jodoh dia nggak pernah nulis kebohongan.

Tapi di hubungan ini dia dicap sebagai wanita yang sudah menikah. Dia jadi orang yang bahaya, misterius, penuh gairah. Nggak papa.

Jyo menunjukkan fotonya pada Shouko dan Shouko nampak menyukainya.

Shouko mutusin untuk berhenti mencari jodoh. Ia akhirnya bisa mencintai.

Jyo tiba-tiba nanya sampai jam berapa Shouko bisa tinggal? Ia bangkit dan membuka jendela. Ia memberitahu Shouko tentang betapa indahnya malam dari sana. Jembatan yang melintasi sungai Sumida menyala indah. Hari ini cuacanya bagus jadi Shouko juga bisa melihat bintang. Ia ingin menunjukkannya.

Shouko bangkit. Dia akan pulang setelah Jyo mengembalikan cincinnya.

Jyo kelihatan kecewa. Dia menyadari kalo suami Shouko mungkin sedang nunggu. Perjalanan mereka sudah berakhir.



Shouko jadi lemes. Ada banyak salah paham antara mereka. Dia sampai terduduk. Jyo duduk di sampingnya dan minta ditunjukan foto suami Shouko.

Shouko yang lagi minum langsung keselek. Kenapa tiba-tiba? Jyo mengaku hanya ingin melihatnya karena satu alasan.

Shouko jadi gugup. Menurutnya itu tabu.

Jyo cerita kalo dia melihat berita perselingkuhan. Pasangan mudanya mendengarkan keluhan suaminya.

Shouko jadi kesal sendiri. TV macam apa itu? Jyo melanjutkan kalo pria mudanya membunuh suaminya. Ih, Shouko serem dengarnya.

Jyo menenangkan kalo dia nggak akan melakukannya. Dia kan cuman fotografer biasa. Dia biasanya hanya mengambil foto pemandangan. Tapi sering juga dia diminta untuk mengambil potret foto keluarga. Foto pernikahan. Mungkin itulah sebabnya dia ingin lihat foto suami Shouko. Orang kayak apa yang bisa membuat wanita cantik kayak Shouko jadi istrinya?

Shouko mengiyakan. Ia akan menunjukkannya. Ia bangkit dan mengambil ponselnya.




Dia sendiri ragu apa ada foto orang di ponselnya? Dan setelah lama nyari akhirnya ia menunjukkannya pada Jyo.

Itu adalah suami kakaknya.

Foto itu diambil dua tahun lalu. Shouko memotret ayah dan ibu sama Yoko fan Kenji saat baru pindah rumah.

Ia memperbesarnya dan menunjukkannya ke Jyo. Masalahnya cuman itu foto pria yang ada di ponselnya. Yang lainnya cuman ramen sama babi panggang.

Jyo mendekat dan melihatnya. Ia lalu tersenyum. Ia akan mengambilkan cincinnya.

Ia beneran menyerahkannya ke Shouko.

Shouko mengambilnya. Ia berterima kasih lalu pergi. Jyo juga nggak menahannya lagi.




Di luar Shouko lega sudah menemukan cincin Yoko. Tapi tanpa cincin itu apa mereka masih bisa ketemu lagi?

Shouko membuka genggaman tangannya dan menatap cincin itu.

Jyo masih terpaku di tempatnya. Dia sedih. Ia mengambil buku itu.

Angin masuk lagi. Tiba-tiba buku itu jatuh. Jyo nangis.

Shouko menatap ke atas. Tepat ke kamar Jyo.

Jyo megangin kepalanya.

Shouko menggenggam kembali cincin itu. Dia lalu lanjut jalan lagi.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Fake Affair episode 2 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar: