Tuesday, October 22, 2019

Sinopsis Fake Affair episode 3 part 3


All content from NTV




Yoko mengambil ponselnya. Shouko nelpon. Yoko merasa aneh karena biasanya Shouko cuman ngirim pesan.

Kenji menyarankan agar Yoko nelpon balik. Yoko mengiyakan. Ia bangkit dan minta Keji memesankan cappucino untuknya dan hidangan penutup.

Yoko berjalan menjauh dan nelpon Shouko.

Shouko ternyata ada di rumah sakit. Dia bertanya apa dia emang harus melakukannya? Ia minta agar kakaknya berhenti aja.

Yoko mengingatkan kalo Shouko harus datang ke rumah sakit. Shouko mengiyakan. Ia menanyakan apa yang harus ia katakan. Ia menderita gastroenteritis akut?

Shouko bangkit. Jangan-jangan kakaknya beneran akan kesana?

Yoko menenangkan. Sekarang dia lagi akting. Shouko nggak habis pikir. Akting? Memanipulasi suami di hari ulang tahun pernikahan?

Yoko nggak peduli. Dia menanyakan Shouko ada di UGD atau apa? Ia merasa harus tahu detilnya. Yoko nyuruh Shouko untuk mengambil foto buat jadi bukti ke Kenji.

Shouko nggak ngeh. Cuman mau ketemu pacar aja butuh detil sampai segitunya. Apa pacarnya ada di ambang kematian?

Yoko memberitahu kalo ia akan sampai dalam 30 menit. Ia lalu menutup telponnya padahal Shouko belum selesai.


Yoko kembali pada Kenji. Kenji menanyakan apa yang terjadi pada Shouko?

Yoko berbohong kalo Shouko sakit perut dan sekarang ada di UGD.

Kenjo jadi cemas dengarnya. Yoko menenangkan kalo Shouko cuman panik karena nggak punya kartu registrasi medis atau kartu asuransi. Ia akan kesana untuk membayar biaya rumah sakit.

Kenji mengatakan kalo ia akan ikut dengan Yoko ke sana. Yoko melarang. Ia akan makan makanan penutup dan pergi sendiri biar Shouko nggak merasa malu.

Kenji masih berat. Makanan penutup mereka datang. Yoko memakannya dan meminta agar Kenji menikmati makanannya.




Yoko menunggu taksi di depan restoran sambil megang cincinnya. Ia teringat hari pernikahannya.

Shouko memberinya ucapan semangat. Ia nggak nyangka kalo kakaknya bisa mendapatkan pria yang tampan kayak Kenji. Sekali lagi ia mengucapkan selamat.

Dan saat pernikahan. Kenji tersenyum memakaikannya cincin.

Taksinya datang. Yoko melepas cincinnya lalu naik.


Kenji masih di restoran. Ia nampak sedih.




Shouko merasa bosan di rumah sakit sendirian. Ia mengambil ponselnya dan mau melihat ig Jyo. Ih, nggak jadi. Shouko mengembalikan ponselnya lagi ke dalam tas.

Ia lalu mengambil dompetnya dan bangkit menuju mesin penjual minuman. Shouko membeli susu strawberi. Ia meminumnya sambil bilang ke diri sendiri kalo dia nggak akan ketemu lagi sama Jyo.

Seseorang tiba-tiba muncul dan menunjuk Shouko. Lah, itu kan pacarnya kakak. Fuuta mendekat dan membuat Shouko takut.

Fuuta menyayangkan susu stawberi yang ternyata sudah habis. Shouko memperhatikannya. Nggak kayak mau mati.

Fuuta lalu mutusin buat beli susu sapi. Tiba-tiba dia melihat Shouko. Eh, bukan ding. Melihat susu strawberinya Shouko tepatnya.

Shouko minta maaf soal itu. Fuuta tersenyum manis dan mengiyakan. Nggak papa.


Shouko lalu duduk. Fuuta menghampiri dan mengeluh kalo rumah sakit nggak ngasih banyak makanan jadi dia sering kelaparan saat malam. Andai ada mesin penjual ramen dia pasti merasa senang.

Shouko mengiyakan lalu berpaling. Dia kesana kan nggak buat ngomong sama Fuuta.

Fuuta bertanya Shouko di sana dirawat apa mau menjenguk? Shouko bingung jawabnya. Dia memberitahu kalo dia sakit perut dan merasa perlu penanganan darurat. Sekarang lagi nunggu giliran.

Fuuta kaget. Lah, Shouko malah lebih kaget lagi. Fuuta merasa kalo Shouko nggak boleh minum itu harusnya dia minun teh hangat. Fuuta menawarkan untuk mengambilkannya.



Shouko kaget. Fuuta bangkit dan beneran mengambilkan teh panas buat Shouko. Shouko pikir dia tahu kenapa kakaknya menyukainya. Fuuta baik. Kenji juga sangat baik. Tapi kebaikan Fuuta beda.

Mereka baru aja ketemu tapi Fuuta sangat ramah. Perasaan itu...

Fuuta selesai mengambil tehpanas dan memberikannya ke Shouko. Shouko memalingkan wajahnya. Fuuta imut banget.

Lah, Fuuta malah khawatir. Ia menanyakan apa perutnya Shouko sakit lagi?

Shouko membantahnya. Dia mengambil tehnya dan meminumnya sampai habis. Ih, kan panas???

Shouko merasa kalo Fuuta bukan tipenya. Guuta khawatir apa perutnya Shouko sakit lagi? Apa perlu dipanggilin dokter?

Shouko teriak sambil mencet susunya sampai muncrat. Fuuta mendekat dan menawarkan mau menggendong Shouko, bikin Shouko beranggapan kalo Fuuta seorang malaikat.


Yoko tiba-tiba datang dan menanyakan apa yang terjadi? Gimana mereka bisa saling kenal?

Fuuta menghampiri Yoko. Shouko ngasih tahu kalo mereka nggak berteman.

Yoko memberitahu kalo Shouko adalah adiknya. Fuuta nggak nyangka kalo Shouko adalah adiknya Yoko, yang lelah nyari jodoh dan nggak melakukan apa-apa selain jalan-jalan.

Yoko mengangguk membenarkan. Shouko makin kesal dan meremas susunya. Fuuta merasa kalo Shouko nggak seperti yang ia pikirkan. Ia sangat cantik.

Shouko bangkit. Dia nggak nyangka ada yang bilang dia cantik.

Yoko minta Fuuta buat nggak ngomong begitu. Shouko bisa menganggap beneran nanti. Fuuta bilang beneran.


Shouko mengambil tasnya dan mau pulang. Dia ngajak Yoko buat bicara nanti untuk mencocokkan cerita ke kakak.

Fuuta kaget. Kakak laki-laki? Dan dengan cepatnya Yoko bohong kalo nereka juga punya kakak laki-laki.

Shouko nggak nyangka kalo kakaknya pintar bohong. Ia lalu menarik Yoko buat bicara bentar.




Shouko kesal. Yoko nggak bilang kalo sudah menikah? Dia menipu anak itu? Yoko mengiyakan dan melarang Shouko ngomong soal itu.

Ponsel Shouko bunyi. Yoko pikir itu dari Kenji karena dia nggak menjawab telpon. 

Benar. Shouko memberikan ponselnya pada Yoko dan minta dia yang menjawab. Yoko nggak mau. Dia mengangkatnya tapi memberikannya pada Shouko.

Kenji bertanya apa Shouko nggak papa? Soalnya Yoko nggak menjawab telponnya.

Yoko menghampiri Fuuta dan minta dia buat istirahat. Nanti dia akan ke sana.

Fuuta mengiyakan lalu pergi.

Kenji merasa khawatir pada Shouko dan akan kesana. Shouko panik. Dia lalu memberikan telponnya pada Yoko.

Yoko dengan sangat tenang bohong kalo Shouko sudah menerima infus dan akan baik-baik saja. Kenji lega dengarnya. Ia menawarkan akan menggantikan Yoko menjaga Shouko.

Yoko buru-buru melarang. Ia akan mengerjakan tugas untuk rapat besok di rumah sakit.

Kenji nggak memaksa lagi. Ia mendoakan agar Shouko lekas sembuh. Ia juga berpesan agar Yoko nggak bekerja terlalu keras.

Kenji lalu menatap bunganya yang bahkan belum ia serahkan pada Yoko.


Shouko menanyakan apa yang kakaknya nggak suka? Sudah menikah, punya suami yang baik, bisa terus kerja, punya rumah sendiri, dan merayakan ultah perkawinan di restoran mewah tiap tahunnya. Ia merasa kalo kakaknya punya segala hal yang akan membuat wanita bahagia.

Yoko bangkit dan mengembalikan ponsel Shouko. Dia nggak yakin kalo itu benar. Ia berbalik menatap jendela. Semua orang mengira kalo ia mendapatkan apa yang wanita inginkan.

Tapi nggak tahu kenapa dia nggak bisa bahagia. Ia menyadari saat mereka ketemu.




Bunga Sakura mulai gugur. Yoko baru turun dari taksi dan mendapatkan kembaliannya. Dia yang sedang buru-buru mengambil dompetnya dari dalam tas dan mau memasukkan uang kembalian.

Tanpa sengaja dia ketemu sama Fuuta yang lagi mau beli minum dari mesin penjual minuman.

Uang Fuuta kurang 20 yen. Dan kebetulan kembalian taksi tadi juga 20 yen.

Fuuta nyari uang lagi di kantong celananya tapi nggak ada. Ia lalu melihat Yoko memegang uang 20 yen.

Yoko menghela nafas dan memberikan uangnya. Fuuta mengambilnya dan berterima kasih. Dia janjia akan mengembalikannya lain kali.

Yoko pikir nggak akan ada lain kali lagi. Ia berbalik dan lanjut jalan.

Fuuta mengejarnya dan memberinya tiket. Ia menunjukkan tempatnya pada Yoko. Yoko mengira kalo Fuuta bekerja paruh waktu di gym itu.

Seseorang manggil Fuuta. Fuuta mengiyakan. Dia ke sana. Eh, balik lagi mengambil susu strawberinya. Sambil melambaikan tangan ia masuk ke tempat latihannya.

Yoko yang lagi buru-buru kembali berjalan.

Yoko kembali di hari lainnya dan melihat Fuuta sedang latihan.

Fuuta melihatnya. Ia melambaikan tangan dan tersenyum pada Yoko.


Shouko kaget tahu Fuuta seorang petinju. Dia melihat tas bawaan kakaknya yang isinya ramen. Dia nggak percaya kakaknya beli ramen buat pacarnya.

Yoko memberitahu kalo cuman malam ini Fuuta boleh makan itu. Biasanya dia akan dimarahi kalo makan itu. Dan malam ini ia akan makan dengan Fuuta.

Shouko nggak paham dengan apa yang dipikirkan kakaknya. Baru aja dia makan di restoran mahal sama suami tercinta di hari ultah perkawinan. Dan sekarang sama Fuuta dia malah pingin makan ramen?

Yoko membenarkan. Ia melepaskan kacamatanya. Shouko bertanya kenapa? Yoko tersenyum dan bilang menyukainya.



Shouko berdiri di luar kamar Fuuta sementara Fuuta lagi makan ramen sama kakaknya. Hanya untuk malam ini. Besok Fuuta akan melanjutkan dietnya.

Bulan depan Fuuta ada pertandingan. Dia bilang ke Yoko kalo dia akan menang buat Yoko. Yoko mengangguk. Ia merasa terharu.

Fuuta tertawa melihat kacamata Yoko yang kena uap ramen. Yoko melepasnya dan tersenyum. Fuuta mengambilnya dan malah memakainya. Dia juga mau makan punya Yoko.

Yoko tertawa lihat Fuuta dan nyuruh dia buat cepat makan. Ramennya mulai dingin.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Fake Affair episode 3 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email