Tuesday, October 22, 2019

Sinopsis Fake Affair episode 3 part 4


All content from NTV



Warning: 18+ 

Jadilah pembaca yang bijak


Shouko pergi. Dia merasa belum pernah lihat kakaknya bahagia kayak tadi. Ih, apaan ini? Ia memukul kepalanya dan bilang kalo itu salah. Itu nggak benar.

Tiba-tiba bayangannya muncul di kaca jendela rumah sakit. Mengingatkan kalo dia juga bohong.

Shouko kaget lihat bayangannya hidungnya panjang kayak pinoccio. Ia membantahnya. Apa yang ia lakukan bukanlah masalah besar.

Bayangan membantahnya. Bohong ya bohong. Shouko menipunya. Bayangan melepas kacamatanya. Lagian apa dia satu-satunya yang tertipu?

Shouko kaget tiba-tiba bayangannya nggak ada. Dia lanjut jalan lalu duduk.

Kakaknya emang bohong tapi seenggaknya kakaknya jujur pada diri sendiri. Sedangkan Shouko dia malah juga bohong pada diri sendiri.



Shouko lalu mengambil ponselnya dan melihat ig Jyo. Ia ingin melihat Jyo. (Ih, postingannya banyak. Pengikutnya juga. Kan aku iseng kan nyari ig-nya dan ternyata emang ada beneran, Cingu! Sama foto kereta yang mereka pingin naik, pun secincin yang dikasih Jyo ke Shouko di episode entar 😊😊😊. G*la!!!)

Eh, ada postingan terbaru. Shouko mengkliknya. Itu adalah foto sungai yang ingin Jyo perlihatkan padanya tempo hari.

Shouko tanpa sadar nge-DM Jyo. Dan pas dah kekirim dia malah jadi bingung sendiri. Mau dibatalin tapi gimana caranya?




Jyo sedang berdiri di dekat jendela. Ponselnya bunyi. Ia mau mengambil hasil pemeriksaan medisnya. Tapi pas lihat ada pesan masuk ia pun meletakkannya kembali.

Jyo mengambil ponselnya dan membaca pesan dari Shouko yang ngajakin ketemu. Tiba-tiba muka sedih Jyo berubah jadi senyum bahagia.

Shouko sedih. Dia yakin banget kalo Jyo nggak akan membalas pesannya. Eh, tiba-tiba ponselnya bunyi. Jyo membalasnya. Hayuk!!!

Shouko bangkit dan meletakkan ponselnya di dadanya. Ia melihat tangannya yang kosong nggak ada cincinnya.

Shouko memantapkan hatinya. Ia mengambil tasnya dan jalan menuju Jyo. Dia pingin lihat Jyo. Dan ia akan mengatakan yang sebenarnya kalo dia belum nikah.


Jyo terdiam membaca laporan kesehatannya.



Shouko sampai di bawah kamar Jyo. Lampu kamarnya masih nyala. Jyo membuka jendelanya dan melihat Shouko yang ada di bawah.

Shouko mau mengatakannya tapi dipotong sama Jyo. Jyo bertanya apa Shouko lapar?

Jyo dan Shouko masak di dapur. Jyo bilang kalo dia balik ke Jepang dia pingin makan mie somen di hari musim panas. Itu adalah hal yang ia ingin lakukan.

Shouko memasukkan mie ke dalam panci.

Jyo mendadak jadi semangat banget. Dia menanyakan apa yang ingin Shouko lakukan dalam hidupnya? Shouko memberitahu kalo ada.

Tiba-tiba air dalam panci tumpah. Jyo panik. Shouko mengambil cangkir dan mengambil air dalam panci.


Makanan siap. Keduanya memakannya. Shouko merasa kalo itu enak banget. Dia baru nyadar kalo dia belum makan. Beruntung Jyo ngajakin makan.

Jyo lalu mengingatkan kalo mereka sudah ke tempat kelahirannya. Shouko mengangguk. (Eh, ada fotonya Shouko diantara banyaknya foto yang Jyo ambil). Mereka juga pergi ke Asakusa. Menara Tokyo.

Ia lalu bertanya apa Shouko pernah ke pulau-pulau selatan? Shouko memberitahu kalo dulu banget dia pergi ke Okinawa.

Jyo nanyain Hawai. Shouko mengaku belum pernah. Jyo kaget dengarnya. Apa Shouko nggak ke Hawai sama suaminya?


Shouko meletakkan sumpitnya dan memberitahu kalo dia belum pernah ke Hawai. Ia lalu mau mengatakannya kalo dia belum menikah tapi lagi-lagi Jyo memotongnya.

Jyo ingat kalo suami Shouko sangat sibuk dan nggak bisa istirahat. Karena itulah Shouko ke Hakata sendirian.

Shouko akhirnya bohong lagi. Suaminya nggak pernah ada di rumah. Di rumah nggak ada yang bisa dimakan.

Setelah ia menikah ia bertanya-tanya apa mereka bisa jalan-jalan berdua?

Jyo meletakkan sumpitnya. Dia menawarkan agar Shouko melakukannya dengannya. Ia ingin pergi ke suatu tempat sama Shouko.



Jyo mengambil buku dan bilang pingin mereka naik Galactic Railway. Shouko heran dengarnya.

Jyo lalu mengambil ponselnya. Ia memberitahu kalo di Iwate ada lokomotif uap yang dimodelkan setelah Galactic Railway. Kereta itu hanya beroperasi di akhir pekan.

Shouko kagum. Itu adalah kampung halamannya tapi dia malah nggak tahu soal itu.

Jyo ngajakin Shouko naik itu kayak Giovanni dan Campanella.

Shouko menatap Jyo. Mereka punya takdir yang unik.

Jyo memberitahu kalo saat ia ketemu Shouko, itulah mimpinya selama ini.


Shouko mengangguk mengiyakan. Ia bersedia pergi. Jyo ngajakin akhir pekan ini. Shouko mengangguk lagi. Dalam hati dia nggak nyangka malah jadi bohong lagi. Tapi dia mencintai Jyo. Sangat.

Jyo melihat ponselnya dan bertanya apa Iwate jauh? Sekitar 3 jam. Shouko memberitahu kalo nggak akan terlalu jauh kalo dengan kereta ekspres.

Jyo tiba-tiba menanyakan apa yang akan suami Shouko katakan nanti? Shouko gugup. Ia menenangkan kalo ia pintar bohong jadi semua akan baik-baik aja.

Mereka lalu lanjut makan lagi.



Malam makin larut. Jyo membawa Shouko ke tempat tidurnya. Ia melihat kalo Shouko nggak memakai cincinnya.

Dan dengan tenangnya Shouko bilang...

"Ini untuk menemuimu"

Jyo tersenyum lalu meluk Shouko.

Shouko merasa kalo dia adalah wanita membosankan tanpa pesona yang menghias diri dengan kebohongan.

Jyo mengatakan kalo bersama Shouko terasa menyenangkan. Ia meleoaskan pelukannya dan menatap Shouko. Itulah sebabnya Shouko harus tinggal bersamanya sedikit lebih lama.

Shouko mengiyakan. Ia juga ingin tinggal bersama Jyo.



Jyo kembali meluk Shouko lalu menidurkannya. Shouko ingin mengatakannya tapi dia takut kalo Jyo akan meninggalkannya.

Jyo mendekat dan nyiumin Shouko.


Jyo masih tidur. Shouko duduk melamun. Bayangannya mendadak muncul. Dia tahu kalo sebenarnya Shouko pingin terus bohong.

Apa nggak papa pergi bareng? Gimana kalo nanti Shouko keciduk lagi kayak di Tokyo? Apa Shouko benar-benar jatuh cinta sama Jyo?

Shouko merasa nggak papa. Dia tahu daerah itu. Ia menoleh menatap Jyo tang lagi tidur. Ia ingin menikmati momen itu sampai Jyo nggak menyukainya lagi.

Bayangan mengingatkan kalo Jyo bilang ingin ingin melakukan hal-hal yang ingin ia lakukan dalam hidup sama Shouko. Bayangan mendadak hilang.


Fuuta melepas kacamata Yoko lalu kembali tidur sambil mandangin Yoko.


Di rumah gelap. Kenji meletakkan bunganya di samping foto pernikahan dan memandanginya.


Hari berubah pagi. Shouko siap-siap buat pergi. Jyo berpesan agar Shouko hati-hati.

Shouko mengiyakan. Ia jalan menuju pintu. Jyo tiba-tiba manggil dan minta nomor telpon.

Jyo mengambil ponselnya dan nggak sengaja menjatuhkan kertas. Shouko mengambilnya tapi Jyo buru-buru merebutnya. Mereka lalu tukeran nomor.



Shouko sudah sampai luar. Jyo melongok dari jendela dan bilang sampai ketemu akhir pekan. Mereka saling melambaikan tangan lalu pisahan.

Dan kertas tadi adalah hasil pemeriksaan MRI. Eh, jangan-jangan Jyo...

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Fake Affair episode 3 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email