Saturday, October 26, 2019

Sinopsis Fake Affair episode 4 part 2


All content from NTV




Jyo masih belum membalas pesan Shouko. Masako ngajak Shouko buat nemuin Jyo. Kakaknya kan punya restoran. Sekalian tanya "kenapa kamu nggak membalas pesanku?"

Shouko merasa kalo itu akan sangat aneh. Gimana kalo nanti dia pikir kalp Shouko adalah wanita yang nggak sabaran?

Masako nggak peduli. Dia tetap mau ke sana. Shouko nyusul. Nggak lupa dia mengambil sate mereka yang masih dua dan memakannya sambil jalan.




Kenji pulang ke rumah setelah bekerja. Ia merasa hampa karena Yoko nggak ada di rumah.

Kenji lalu turun ke rumah sebelah dan menyapa ibu.

Eh, ternyata Yoko sudah ada di rumah dan sedang membuat makan malam. Katanya rapatnya selesai lebih awal.

Ibu memberitahu kalo Yoko membuat sup sapi kentang kesukaan Kenji sebagai permintaan maaf buat hari jadi mereka.

Kenji tersenyum menatap Yoko.

Ibu minta ayah buat berhenti baca koran. Ayah meletakkan korannya dan membantu ibu.

Kenji memberitahu kalo itu bukan salahnya Yoko. Yoko tersenyum membenarkan.


Kenji mengambil minum di kulkas. Dia lega Shouko nggak papa.

Yoko juga merasa kalo itu bukan masalah besar. Shouko langsung merasa baik setelah mendapat infus.

Kenji heran. Kalo bukan masalah besar kenapa Shouko menginap di rumah sakit semalaman?

Yoko bohong. Kata dokter lebih baik istirahat sampai pagi. Dia menghampiri Kenji dan melanjutkan kalo ia ke sana untuk jaga-jaga.

Kenji merasa lucu, adik Yoko masuk UGD di hari jadi mereka. Ia lalu minta maaf. Harusnya dia nggak tertawa.

Yoko merasa nggak papa. Dia nyuruh Kenji buat tertawa aja. Ia lalu meletakkan makanannya di meja makan sambil menghela nafas lega.


Akari seperti marah saat menyajikan makanan. Dia memberitahu kalo Jyo nggak ada. Shouko maklum. Mungkin itu karena Akari pikir dia sudah menikah.

Shouko memberitahu kalo dia kebetulan lewat dan merasa harus makan Paella buatan Akari.

Masako malah nyuruh Akari untuk nelpon Jyo dan ngasih tahu kalo Campanellanya sudah datang.

Akari sama Erika heran dengarnya. Campanella?

Shouko mengalihkan dengan langsung makan dan memuji rasanya. Dia nyuruh Masako buat makan juga. Masako juga merasa kalo makanannya sangat lezat.

Akari menawarkan menu baru ke Shouko. Mau coba? Shouko dan Masako langsung mengiyakan.

Akari mengambilkan makanan untuk mereka.



Erika melihat kalo Shouko nggak pakai cincin dan menunjukkannya ke Akari. Sudah menukah tapi nggak pakai cincin.

Shouko merasa ngeri. Akari mendekat dan melihatnya sendiri. Bukankah cincin yang dimiliki Jyo adalah milik Shouko? Jyo sudah mengembalikannya? Harusnya Shouko selalu memakai cincinnya.

Shouko bingung mau menjelaskannya.

Akari mulai sinis. Shouko ada urusan apalagi? Jyo kan sudah mengembalikan cincinnya?

Masako malah marah. Jadi gara-gara itu Giovanni nggak membalas pesan Shouko? Lah, Akari malah makin bingung lagi.


Jyo pulang. Dia melihat Shouko dan menyapanya.

Masako langsung bangkit. Ternyata Jyo Banno beneran ada. Hhh Jyo bingung.

Erika menyajikan menu baru ke Shouko dan Masako. Masako senang melihat Jyo yang ternyata sangat tampan.



Akari bicata sama Jyo di dapur. Ia mengingatkan kalo Jyo bilang nggak akan ketemu lagi sama Shouko. Kenapa Shouko datang? Apa itu nggak papa?

Jyo nggak ngerti maksudnya nggak papa.

Akari memberitahu kalo itu sedikit g*la. Ia merasa kalo Shouko kayak penguntit.

Shouko dengar semuanya dan dia nggak bisa nahan. Ia bangkit dan ngajak Masako untuk pergi.

Masako nggak mau soalnya makanannya masih banyak. Shouko kembali duduk dan nyuruh Masako untuk segera makan.

Jyo kembali menatap Shouko.


Beberapa orang datang. Jyo mendorong Akari. Dia punya banyak pelanggan.

Jyo menatap Shouko dan nunjuk ke atas. Mungkin maksudnya ngajak Shouko ke kamarnya. Shouko mengangguk.

Nggak lama kemudian Masako malah gabung sama pelanggan Akari yang orang bule.




Jyo membuka jendelanya. Shouko mengaku kenyang. Dia makan banyak banget tadi.

Jyo minta maaf. Makanan Akari emang banyak. Shouko nggak masalah karena emang enak semua.

Jyo melewati Shouko dan membalik laporan kesehatannya dan memberitahu kalo dia masih aja makan makanan Spanyol meski nggak tinggal di Spanyol lagi.

Ia lalu mengambil air panas dari kompor dan membuatkan teh untuk Shouko. Ia berterima kasih karena Shouko sudah datang.

Masako merasa nggak nyaman. Dia langsung datang pada saat Jyo nggak membalas pesannya. Ia meletakkan tasnya dan beralasan kalo ia kesana karena Masako pingin ketemu Jyo.

Shouko menghampiri Jyo dan ragu-ragu menanyakan kenapa Jyo nggak membalas pesannya? Jadi Masako penasaran.

Jyo merasa senang Shouko datang.

"Aku kangen kamu"

Pipi shouko langsung merah.


Sambil bikin kopi Jyo minta maaf karena nggak membalas pesan Shouko. Dia sibuk kerja.

Shouko lega dengar Jyo sudah kerja. Ia merasa kalo Itu luar biasa. Jyo ke Jepang buat bekerja sebagai fotografer. Ia melihat foto-foto Jyo di dinding. Ia ahli dalam memfoto pemandangan. Ia rasa Jyo kayak seorang seniman.

Jyo membantahnya. Dia harus makan makanya dia kerja. Potret, fotografi konser atau pekerjaan lepas. Ia tiba-tiba nanyain pekerjaan suaminya Shouko.

Shouko mulai mengarang bebas lagi. Suaminya karyawan perusahaan, nggak kayak dia.

Sambil menuang air ke kopi, Jyo bertanya apa Shouko merasa salah melakukan itu pada suaminya?

Shouko nggak ngeh. Maksudnya?

Jyo mengulangi. Yang mereka lakukan adalah hal yang sangat buruk. Ia menanyakan apa semuanya berjalan baik dengan suaminya?




Shouko bingung jawabnya. "Nggak baik, kita mau cerai", Shouko takut Jyo nggak akan teryarik lagi padanya dan akhirnya meninggalkannya.

Tapi kalo dipikir lagi, kalo emang dia mesra sama suaminya maka dia pasti nggak akan selingkuh.

Jyo manggil Shouko karena kelamaan jawabnya.

Shouko terus terang kalo mereka nggak baik-baik aja. Setelah menikah selama 3 tahun mereka nggak saling melihat sebagai pria dan wanita lagi tapi lebih ke kakak adik. Suaminya sibuk dan nggak pernah di rumah.

Jyo bangkit dan mengambil gelas. Dia berpikir kalo Shouko pasti merasa kesepian. Ia menatap Shouko dan menanyakannya langsung.

Shouko mengiyakan. Dia tahu kalo itu salah. Tapi dia nggak merasa kesepian kalo sama Jyo.

Jyo menarik kursi buat Shouko duduk. Di sampingnya.

Shouko duduk dan menatap Jyo yang sedang menuang kopi. Dia jatuh cinta. Dia ingin bersama Jyo.


Yoko di depan bak cuci piring dan chatan sama Fuuta. Fuuta mengaku lapar. Dia cuman bisa makan daging rebus. Dia mau makan daging panggang, nasi, ramen.

Yoko melarang. Fuuta nggak peduli. Dia tetap mau makan.

Kenji keluar dari kamar mandi dan ngasih tahu kalo akhir pekan nanti dia ada perjalanan bisnis.



Yoko mengiyakan. Dia mengambil minum di kulkas. Dia tahu kalo Kenji akan ke Osaka.

Kenji menanyakan Yoko mau oleh-oleh apa? Takoyaki?

Yoko menuangkan minuman untuk Kenji dan mengiyakan.

Kenji bertanya Yoko mau kemana akhir pekan nanti? Yoko menjawab di rumah aja. Ia mengembalikan air ke kulkas.

Fuuta mengirim pesan lagi. Katanya dia kelelahan lalu mengucapkan selamat malam.

Yoko tersenyum membacanya.

Kenji menanyakan siapa? Yoko bilang itu asistennya. Tapi habis itu dia malah masuk kamar.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Fake Affair episode 4 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email