Friday, October 11, 2019

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 12 part 1


All content from Channel A





Min Young jalan di bawah hujan dengan payung di tangannya. Hatinya sakit. Dia nangis.

Sementara itu Jung Woo sama Ji Eun lagi berduaan di dalam bus sambil genggaman tangan.

"Andai aku kehilangan segalanya dalam hidupku, akibat memilih kebahagiaan sesaat. Akan ku kenang hari ini saat ku genggam tangannya"

Jalan yang nggak bisa dihindari





Hujan sudah reda. Jung Woo dan Ji Eun jalan berdua. Udara terasa segar. Jung Woo nunjukin pelangi ke Ji Eun.

Ji Eun senang bisa lihat pelangi dan Jung Woo senang bisa lihat Ji Eun.

Ji Eun mau membuat permohonan. Ia memejamkan matanya dan mengatakan dalam hati permohonannya.

Nggak tahu apa yang Ji Eun mohonkan tapi senyumnya seketika hilang saat ia membuka mata.

Jung Woo menanyakan apa permohonan Ji Eun.

Ji Eun nggak menjawab.

Jung Woo ngerasa kalo itu pasti rahasia. Dia penasaran.

Ji Eun memberitahu kalo dia ingin nggak mudah dimaafkan.

Jung Woo menatap Ji Eun dalam.

Ji Eun nanya balik. Apa permohonan Jung Woo?

Jung Woo nggak menjawab. Ji Eun merasa kalo itu rahasia juga.

"Aku berharap akan menanggung semua hukuman kita berdua"

Ji Eun langsung menatap Jung Woo.

Jung Woo menatapnya sambil senyum. Ia lalu ngajak Ji Eun buat lanjut jalan lagi.




Min Young sampai rumah. Matanya kosong seolah nggak punya harapan lagi. Dia melihat fotonya sama Ji Eu dan suami.

Saat itu dia nanya kalo itu adalah kali pertama Ji Eun ketemu sama suaminya.

Ji Eun membenarkan.

Mereka lalu mengambil gambar. Dan habis itu keduanya pergi lama banget. Jung Woo alasannya nelpon dan Ji Eun bilangnya mau ke toilet.

Dan pas Ji Eun balik nggak tahu kenapa dia terus memalingkan wajahnya seolah habis nangis.

Jung Woo juga kembali setelahnya. Dia terus menatap Ji Eun.

Min Young merasa aneh tapi dia sama sekali nggak menaruh curiga.

Dan saat Soo Ah menasehati Ji Eun agar nggak terlalu mencintai pria itu.

Ji Eun membantahnya dan bilang kalo mereka cuman teman.

Dan saat di supermarket. Min Young merasa kalo Ji Eun nyembunyiin sesuatu darinya.

Ji Eun membantahnya.

Dan pas malam hari di depan sekolah Jung Woo. Min Young memanggilnya tapi Ji Eun malah pergi menghindar.

Saat Ji Eun membicarakan suaminya seolah kenal dengan Jung Woo.



Min Young baru menyadari semuanya. Jung Woo dan Ji Eun gandengan tangan naik bus.

Dia marah. Ia menjatuhkan payungnya lalu ngambil foto itu dan membuangnya. Dia mengamuk membuang semua benda yang ada di dapur.

Hatinya hancur. Tangannya berdarah. Ia melihat fotonya bersama Jung Woo.


Ibu datang ke rumah dan manggil-manggil Ji Eun tapi Ji Eunnya nggak ada.

Rumah kosong. Ibu bertanya kemana mereka pergi. Soalnya ponselnya juga nggak diangkat. Meja dapur berantakan. Ada bekas kimbap. Ibu jadi mengira kalo Ji Eun lagi piknik sama Chang Gook.

Nggak lama kemudian Chang Gook pulang. Ibu menanyakan Ji Eun padanya.

Chang Gook juga nggak tahu kalo Ji Eun nggak ada di rumah.

Ibu beneran ngira kalo Chang Gook pergi sama Ji Eun. Dia nunjukin kimbap di meja dapur.

Chang Gook memberitahu kalo Ji Eun piknik sama temannya.

Ibu kaget dengarnya.




Ji Eun sama Jung Woo melihat pelangi. Jung Woo memberitahu kalo dalam Alkitab, disebutkan kalo Tuhan mengaruniai pelangi sebagai lambang nggak akan menghukum dunia dengan air lagi setelah air bah Nuh.

Ia melanjutkan kalo mereka juga diperlihatkan pelangi. Seenggaknya mungkin Ji Eun akan dimaafkan. Ia akan naik kereta ke neraka seorang diri.

Ji Eun nggak menjawab dan hanya menatap Jung Woo.

Jung Woo melarang Ji Eun untuk mengejarnya lagi nanti seperti hari ini.

Ji Eun tersenyum dan mengangguk.

Jung Woo tiba-tiba nanya kalo ia kembali melajang, apa Ji Eun bisa datang padanya? Di ruang dan waktu yang sama, ia ingin menua bersama Ji Eun.

Ji Eun nggak bisa berkata-kata.

"Akhirnya aku tahu kata-kata yang selama ini ingin kudengar. Walaupun semua orang di dunia ini kelempariku dengan batu, aku nggak akan takut. Karena kini aku nggak lagi sendiri"

Ji Eun menatap tangannya yang menyatu dengan tangannya Jung Woo.

Jung Woo yang tersenyum padanya.



Sudah malam tapi Ji Eun belum pulang juga. Chang Gook menunggunya di ruang tamu.

Nggak lama kemudian Ji Eun pulang. Chang Gook langsung menanyakan dari mana saja Ji Eun? Seharian nggak menjawab telpon.

Chang Gook bangkit dan menatap Ji Eun dengan tatapan tajam. Ji Eun membuat kimbap tapi nggak dibereskan. Ibunya datang dan sampai harus membereskan semuanya.

Ji Eun hanya bilang maaf.

Chang Gook nggak terima. Dikiranya semuanya akan selesai hanya dengan maaf? Di mana ot*knya? Dah g*la apa? Atau emang bener Ji Eun selingkuh?

Ji Eun yang nggak bisa lagi menahannya akhirnya membenarkan. Dia selingkuh.

Chang Gook syok. Ji Eun meminta maaf padanya. Dia nangis. Ia mengaku nggak bisa mengendalikan diri.

Chang Gook nggak bisa menerimanya. Dia tersenyum perih dan mengira kalo Ji Eun bercanda. Sigimanapun marahnya ada yang nggak boleh dikatakan. Ia melarang Ji Eun untuk mengatakan hal semacam itu.

Ji Eun nangis. Dia sama sekali nggak bercanda. Dia sendiri juga hampir g*la. Dia beneran cinta sama pria lain.

Chang Gook nggak bisa percaya.

Ji Eun menjatuhkan tasnya dan menangis menutupi wajahnya.

Chang Gook bertanya apa karena tiap hari dia manggil Ji Eun ibu?

Ji Eun membantahnya. Enggak.

Apa karena ia selalu menghindar tidur dengan Ji Eun?

Ji Eun membantahnya lagi. Bukan salahnya Chang Gook. Itu karena dia wanita yang bersuami ...jatuh cinta sama pria lain.

Ji Eun nangis. Begitu juga dengan Chang Gook. Chang Gook bahkan sampai berpikir kalo Ji Eun g*la, s*nting. Dia nggak percaya Ji Eub melakukannya.

Tangis Ji Eun kian menjadi. Dia hanya bisa minta maaf. Dia cinta sama pria itu.

Chang Gook sakit. Dia mencoba buat sabar. Dia akan pura-pura nggak dengar itu. Ia lalu jalan nelewati Ji Eun.

Ji Eun masih nangis. Berkali-kali dia bilang maaf ke Ji Eun.




Min Young duduk di sofa dengan tatapan kosong.

Jung Woo pulang dan menyalakan lampu. Dia heran rumah berantakan.

Min ayoung bertanya, sudah pulang? Jung Woo mengiyakan.

Jung Woo berniat buat beres-beres sebelum ada yang luka.

Dengan dingin Min Young bertanya apa Jung Woo bersenang-senang sama Ji Eun?

Jung Woo yang baru mau nulai beres-beres terdiam lalu menatap Min Young.

Min Young melanjutkan kalo ia dengar tamasyanya dibatalkan gara-gara hujan. Terus Jung Woo sama Ji Eun pergi ke mana?

Jung Woo bangkit dan menatap Min Young.

Min Young minum. Dia menghela nafas panjang dan menanyakan sejak kapan? Sudah lama?

Jung Woo membantahnya. Sekitar waktu Min Young pulang dari Amerika.

Min Young bertanya apa Jung Woo kesepian?

Jung Woo membantahnya.

"Lalu?"

"Jantungku berdebar untuk pertama kalinya"

Min Young nggak habis pikir, pertama kali? Terus kenapa Jung Woo menikah dengan wanita yang nggak ia cintai?

Giliran Jung Woo yang menghela nafas. Karena kasihan. Ia terus melihat Min Young harus duduk di belakang kelas karena para senior.

Min Young kecewa. Karena rasa simpati? Ia menoleh pada Jung Woo. Meminta Jung Woo untuk menjawabnya, apa Jung Woo pernah cinta.. Apa Jung Woo pernah suka padanya?

Jung Woo hanya diam. Min Young tahu jawabannya. Nggak pernah. Sekali aja nggak pernah?

Jung Woo meminta maaf.

Min Young marah. Dia melempar gelasnya. Nangis. Harusnya Jung Woo bohong. Harusnya Jung Woo menjawab mencintainya. Ia lalu menanyakan apa yang akan Jung Woo lakukan? Apa wanita itu nyuruh Jung Woo buat bercerai?

Jung Woo membantahnya. Tapi dia nggak bisa hidup tanpa Ji Eun.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 12 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email