Friday, October 25, 2019

Sinopsis My Robot Boyfriend episode 1 part 1


All content from ZJTV





Check doang!!!

Jalannya ditutup. Lagi ada kecelakaan. Ada banyak korban. Beberapa mobil ambulans membawa korban yang perlu penanganan segera.

Beberapa dokter bahkan sampai melakukan penanganan di tempat.

Seorang ibu sama bayunya terjebak di dalam mobil yang kejatuhan papan iklan. Dia mau keluar tapi nggak bisa. Ada kabel putus di dekat pintu mobilnya yang siap menyengatnya dengan listrik tegangan tinggi.

Bayinya nangis mulu. Sang ibu teriak minta tolong.

Seorang dokter melihatnya dan berniat menolong. Dia melihat pesawat mainan seorang anak dan meminjamnya.

Dokter itu menggunakan pesawat itu untuk menarik kabel yang menghalangi pintu. Semua orang tepuk tangan melihat aksinya.

Setelah aman, dokter itu segera berlari, melompati mobil dan mengeluarkan ibu sama bayinya itu.


Dua orang dokter membawa makanan lalu naik ke van dan membagikan makanan itu buat para dokter lainnya.

Dokter yang gemuk ngasih makanan ke dokter yang nyelametin ibu sama bayi tadi. Eh, yang dikasih nolak dan milih minum air putih aja.

Dokter sebelahnya dokter gemuk ngasih tahu kalo dokter itu nggak pernah makan makanan pinggir jalan.

Beberapa wanita lagi jalan bareng. Wanita yang pakai baju biru nakan es krim sementara yang lain enggak. Lagi pada diet.



Eh, bibirnya cemong. Ia lalu membersihkannya sambil berkaca di kaca mobil para dokter, pas banget di depannya dokter yang menyelamatkan ibu sama bayi. Ih, malas lihatnya.

Wanita baju biru malah mendekat dan ngasih ciuman. Ia lalu merapikan poninya. Dokter itu mendekat. Wanita baju biru tahu-tahu bersin dan es krimnya kena kaca mobil.

Dia membersihkannya pakai tangan tapi malah bikin makin berantakan.

Sopirnya kembali dan menjalankan mobil.


Wanita baju biru nggak sempat mengangkat es krimnya dan malah bikin kaca mobilnya kotor sampai belakang.

Teman-temannya menghampirinya dan menertawakannya. Namanya adalah Jiang Meng Yan. Duh, malu banget. Teman-temannya lalu ngajak foto.


Meng Yan lagi pesta sama teman-temannya. Dia minum banyak padahal nggak biasa minum.

Pesta itu buat dia yang berhasil masuk ke web berita baru. Teman-temannya mendoakan agar dia bisa jadi reporter terkenal, jujur, adil, muda dan cantik selamanya.

Meng Yan naik ke atas meja dan bilang dia nggak pingin itu semua. Dia pingin percintaan. Cinta yang dalam, sekuat gempa bumi.

Pacarnya nanti harus pria yang nggak tertandingi, bersih, tampan dan lebih bagus lagi kalo sedikit dingin. Punya kemampuan untuk melindunginya dan ngasih dia rasa aman.

Teman-temannya merasa kalo itu nggak mungkin.

Pesta terus berlanjut dan mereka menari g*la-g*laan.


Meng Yan sama temannya yang muntah terus. Korsetnya terlalu ketat. Meng Yan meninggalkannya untuk beli minuman hangat buat temannya. Eh, kok tasnya Meng Yan ketinggalan.

Teman Meng Yan mau menyusul Meng Yan tapi nggak kuat lagi dan akhirnya jatuh.

Dokter yang menyelamatkan ibu dan bayi tadi lewat dan melihat temannya Meng Yan. Namanya dokter lihat ada yang sakit langsung nolong.

Dia bertanya pada temannya Meng Yan. Apa dia nggak papa? Temannya Meng Yan nggak menjawab dan megangin perutnya.

Dokter itu meriksa leher teman Meng Yan.

Meng Yan baru sadar kalo dia nggak bawa uang. Ia lalu balik lagi.

Dokter itu meriksa perutnya teman Meng Yan. Korsetnya terlalu ketat dan membuat pernafasan nggak normal. Ia membuka pakaiannya dan melepas korsetnya.




Meng Yan balik lagi dan lihat temannya lagi mau diapa-apain sama orang asing. Dia jadi salah paham. Ia mendekat dan mendorong dokter itu.

Dia menarik rok temannya, Xiao Jing dan memanggil-manggilnya. Lah, temannya pingsan.

Meng Yan bangkit dan menuduh dokter itu sebagai orang cabul. Eh, habis itu malah dia yang jadi terpesona lihat wajah tampannya sang dokter.

Dia buru-buru menyadarkan diri. Orang tampan juga bisa jadi cabul. Dia mukulin dokter itu. Dokter masih mau menyelamatkan Xiao Jing.

Meng Yang melompat ke punggungnya dan mengancam akan lapor polisi.


Dokter menjatuhkan Meng Yan. Lihat ada yang jatuh dia mau nolong tapi malah menarik baju Meng Yan dan bikin Meng Yan jadi makin salah paham. Masalahnya dia narik bajunya Meng Yan sampai dadanya kelihatan.

Meng Yan bangkit dan mukulin dokter. Dokter menahan tangan Meng Yan. Meng Yan berusaha buat menendang.

Dokter mengambil ponselnya. Ia menahan kaki Meng Yan dan melapor ke polisi kalo ada orang mabuk. Tapi sebelumnya dia minta dipanggilkan ambulans.



Dokter nunggu di ruang tunggu. Di sebelah ada Meng Yan yang baru bangun. Dia bingung tahu-tahu ada di rumah sakit.

Meng Yan lihat pipi dokter terluka dan menanyakan apa dia habis dipukul orang?

Dokter kesal. Lah yang mukul baru aja ngomong.

Meng Yan kesal karena dokter itu nggak menjawab. Dia lalu bangkit dan mau pulang. Besok harus bangun pagi.

Dokter menariknya. Meng Yan marah. Kenapa menariknya? Ia malah tersenyum dan bertanya apa dokter itu pacarnya?

Dokter ingat sama Meng Yan. Orang yang ngasih dia ciuman pas di mobil.

Meng Yan merasa dapat hadiah besar kalo dokter itu beneran pacarnya.

Eh? Orang dokter cuman mau ngambil jasnya doang.



Seorang dokter dan polisi menghampiri dokter itu. Namanya Mo Bai. Ia menanyakan keadaan pasien yang dia bawa tadi.

Rekannya ngasih tahu kalo dia lagi diet dan menderita gastritis korsetnya terlalu ketat dan membuatnya nggak bisa nafas makanya pingsan. Ia menyarankan agar pasien stay di sana beberapa hari dan besok ia akan melakukan pemeriksaan seluruh tubuh.

Mo Bai berterima kasih, kakak kelas.

Sekarang giliran polisi yang nanya. Apa Mo Bai akan minta pertanghung jawaban atas lukanya?

Mo Bai melihat Meng Yan dan bilang enggak. Dia akan mengurusnya sendiri.

Polisi langsung nyuruh Meng Yan buat minta maaf sama Mo Bai. Meng Yan yang masih mabuk menurut. Polisi menasehati agar kedepannya dia jangan mabuk lagi dan membuat masalah.

Meng Yan hormat sama polisi. Dia minta maaf. Soalnya hari ini ada perkumpulan teman sekelas. Meng Yan jatuh ke kursi belakang. Dia memberitahu kalo besok hari pertama magangnya.

Polisi mengingatkan kalo itu tetap nggak boleh meski Meng Yan mau naik ke surga sekalipun.

Meng Yan nengangguk ngerti.

Mo Bai lalu pamit.


Meng Yan bangkit dan menyusul Mo Bai. Ia memperkenalkan diri dan menanyakan apa lukanya Mo Bai karena dia? Meng Yan minta maaf dan janji akan mentraktir Mo Bai besok.

Mo Bai berhenti jalan. Meng Yan nggak tahu kalo Mo Bai berhenti dan menabrak punggungnya.

Mo Bai berbalik dan menatap Meng Yan kesal. Malas mau ngomong dia lalu pergi gitu aja.

Meng Yan merasa mual dan muntah.

Mo Bai berpapasan sama dua pria. Dua pria itu tertarik lihat Meng Yan yang punggungnya kelihatan.


Mo Bai khawatir lihatnya. Dia menghampiri Meng Yan dan menutupi punggungnya pakai jasnya.

Dua pria itu menghampiri Mo Bai marah. Mereka menuduh Mo Bai merebut punya orang.

Mo Bai santai dan memberitahu kalo kantor polisi dekat sana. Mereka marah dan menyerang Mo Bai. Tapi mereka bukanlah tandingan Mo Bai.

Sebentar doang Mo Bai sudah bisa membereskan keduanya. Dia lalu membawa Meng Yan pergi dari sana.

Sambil lari Meng Yan tersenyum menatap Mo Bai.



Mo Bai menidurkan Meng Yan di bangku taman selagi dia beli yogurt.

Saat ia kembali ia membantu Meng Yan bangkit dan memberikan yogurt, memijat tangannya juga.

Ih, Meng Yan malah senyum sambil memperhatikan Mo Bai.

Mo Bai bertanya apa sudah baikan? Meng Yan ngangguk. Eh, sedetik kemudian malah menggeleng.

Mo Bai melepaskan tangan Meng Yan.

Meng Yan menanyakan namanya. Dia lagi nggak sehat. Apa Mo Bai bisa mengobatinya?

Mo Bai menatap Meng Yan dan memberitahu, minum alkohol bisa menyebabkan cedera hati dan muntah bisa menyebabkan cedera perut. Dia nyuruh Meng Yan buat pulang, minum yogurt dan tidur. Itu sarannya dari dokter.

Meng Yan mengaku nggak mau mengikuti sarannya dokter. Dia maunya dikasih obat. Dia mengklaim kalo Mo Bai adalah obatnya. Melihat Mo Bai akan membuatnya sembuh.

Meng Yan menarik wajah Mo Bai agar menatapnya.

Mo Bai nggak suka. Dia menyingkirkan tangan Meng Yan lalu bangkit.


Eh, Meng Yan malah menarik celananya. Mo Bai minta dilepaskan. Meng Yan nggak mau. Kalo dia melepaskan Mo Bai nanti Mo Bai lari.

Mo Bai menarik paksa tangan Meng Yan dan memarahinya. Wanita minum banyakmalam-malam, bahaya. Kalo ketemu orang jahat gimana?

Mo Bai mau pergi tapi ditarik lagi sama Meng Yan. Kali ini Meng Yan malah nyiumin aromanya Mo Bai.

Mo Bai nggak suka. Dia menarik Meng Yan dan nyiram kepala Meng Yan pakai air mancur.



Kepala Meng Yan basah. Dia sudah sadar dan minta maaf pada Mo Bai. Ia memberitahu kalo dia habis pesta sama temannya jadinya mabuk.

Mo Bai mengingatkan kalo terlalu bahaya buat seorang wanita mabuk malam-malam.

Meng Yan berterima kasih dan menyebutkan namanya, Jiang Meng Yan. Mo Bai melakukan hal yang sama. Namanya Lin Mo Bai. Dia ngasih tahu kalo dia adalah dokter di rumah sakit tadi.

Mo Bai nyuruh Meng Yan buat nyari dia kalo Meng Yan demam nantinya.

Meng Yan mengangguk.

Mo Bai menanyakan apa Meng Yan bisa pulang sendiri?

Meng Yan mengaku takut.




Mo Bai mengangguk. Ia mengambil jasnya dan kembali memakaikannya ke Meng Yan. Dia juga membawakan tas dan yogurtnya Meng yan lalu nganterin dia naik taksi. Dia bahkan membukakan pintu taksi buat Meng Yan.

Di dalam taksi Meng Yan tersenyum dan melambaikan tangannya. Ih, Mo Bainya tersenyum.

Ia berbalik dan pergi begitu taksinya jalan.

Sopir taksi mengira kalo Meng Yan baru aja jadian.

Meng Yan mengiyakan. Pacarnya tampan, kan?

Sopir taksi mengiyakan. Meng Yan minta diputarkan musik. Sopir taksi menurut.

Meng Yan tersenyum sambil meluk yogurtnya.



Sudah pagi. Mo Bai lari pagi dengan penuh semangat.

Sampai rumah Mo Bai langsung mandi.

Habis mandi Mo Bai lalu membut rekaman video. Dia menceritakan apa yang ia alami selama seharian kemarin pada kakak Yu Fei. Tapi pas sampai bagiannya Meng Yan nggak tahu kenapa Mo Bai nggak mengikutkannya ke cerita.

Mo Bai lalu mengirimkannya via email.

Seorang wanita lagi lari di treadmill. Ada email masuk di ponselnya. Eh, itu kan videonya Mo Bai tadi?

Wanita itu senyum lihat videonya Mo Bai.



Mo Bai sudah mau berangkat kerja. Dia mengambil ponselnya di meja. Eh, ada yang terlupa.

Mo Bai mengambil mainan di laci dan membersihkannya. Ia tersenyum memainkannya.

Eh, Meng Yan juga punya mainan yang sama. Ia menggunakannya sebagai gantungan kunci.


Meng Yan berangkat bareng ibunya. Dia semangat banget karena hari ini adalah hari pertamanya magang.

Dan ibu juga akan meluncurkan produk barunya hari ini.

Keduanya saling menyemangati.

Ibu tiba-tiba nyinggung tentang srmalam yang Meng Yan pulang sambil mabuk. Minum sama siapa?

Meng Yan pura-pura mengecek tasnya. Dia bilang ke ibu kalo dia minum sama temannya.

Ibu menangkap kalo Meng Yan gugup. Dia meminum Yogurt. Ibu khawatir karena Meng Yan yang sudah sebesar itu tapi belum punya pacar.

Meng Yan melihat yogurt ibu dan menanyakan dari mana ibu dapat itu. Ibu memberitahu kalo itu ada di atas meja

Pintu lift terbuka dan ibu segera keluar. Meng Yan kesal. Itu kan tanda cintanya...

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis My Robot Boyfriend episode 1 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email