Tuesday, October 29, 2019

Sinopsis My Robot Boyfriend episode 1 part 2


All content from ZJTV





Mo Bai mau berangkat ke rumah sakit. Ayahnya tahu-tahu nelpon dan ngabarin nggak bisa masuk rumah lagi. Dia habis buang sampah dan tahu-tahu  pintunya yerkunci. Dia minta Mo Bai untuk datang. Mo Bai mengiyakan. Meski malas juga, sih.

Ayah mondar-mandir di depan pintu nungguin Mo Bai yang nggak juga datang. Di belakangnya ada anjing yang kayaknya robot, ngeluh mulu ngikutin ayah.

Nggak lama kemudian Mo Bai datang. Anjingnya ayah, namanya Qq. Dia langsung berlari ke Mo Bai sambil manggil gege.

Ayah khawatir lihat luka di wajah Mo Bai. Mo Bai memberitahu kalo dia habis terbentur. Mo Bai mengiyakan.

Mo Bai mengganti baterai kunci pintu ayah dan pintunya kembali bisa dibuka. Dia memberitahu kalo kunci pintu cerdas punya ayah kalo baterainya lemah akan ngasih peringatan selama 50 kali.

Ayah mengaku nggak tahu. Dia mempersilakan Mo Bai untuk masuk tapi Mo Bai nggak mau. Dia malah bicara sama Qq dan janji akan datang lagi kalo nanti ada waktu.

Ayah berbasa-basi, apa magang sibuk? Mo Bai mengangguk. Ayah bertanya apa hari Minggu nnati Mo Bai ada waktu? Mo Bai nggak bisa janji. Dia bangkit dan pamit sama ayah.

Ayah nyusul Mo Bai dan mau bilang sesuatu. Mo Bai minta ayah untuk mengganti baterainya lalu masuk rumah. Di luar dingin.



Ayah masuk rumah sama Qq. Ternyata ayah tadi bohong. Dia cuman pingin ketemu sama Mo Bai. Qq sampai ngomel. Di luar dingin. Gimana nanti kalo sampai sakit?

Lah ayah malah lebih senang lagi. Karena Mo Bai bisa menemaninya tiap hari. Ayah ngasih baterai yang lama ke Qq untuk dibuang.




Meng Yan nelpon Xiao Jing sambil jalan. Dia nanyain keadaannya Xiao Jing tapi ujung-ujungnya malah nyuruh Xiao Jing untuk nyari dokter yang menyelamatkannya. Lah, Xiao Jing malah nggak lihat wajahnya.

Meng Yan menanyakan ada berapa banyak dokter pria yang punya level tinggi di rumah sakit itu? Dia nyuruh Xiao Jing buat asal nanya dan dia yakin kalo Xiao Jing pasti akan menemukannya.

Xiao Jing nggak tahu orang yang Meng Yan cari kayak apa. Meng Yan ngasih tahu kalo Xiao Jing ketemu orang ini rasanya kayak ada petir, seluruh tubuh meledak, hati pingin keluar, nghak bisa ngomong dan nggak bisa nafas.

Xiao Jing llau melihat Mo Bai jalan ke arahnya. Refleks Xiao Jing melepaskan ikat rambutnya dan mengibas-ngibaskan rambutnya.

Nggak ngaruh. Mo Bai tetap jalan dan nggak sedikitpun melihat Xiao Jing.

Meng Yan manggil Xiao Jing. Xiao Jing memberitahu kalo dia menemukannya.


Meng Yan sampai di tempat kerjanya. Dia hanya duduk. Semua orang sibuk sama pekerjaannya masing-masing.

Seseorang tiba-tiba manggil. Namanya Zhao Bo Ya. Dia mengucapkan selamat karena Meng Yan sudah diterima kerja.

Meng Yan menyalaminya. Dia tahu kalo Bo Ya adalah editor berita yang baru. Dia sudah banyak dengar pas masih sekolah

Bo Ya minta Meng Yan untuk ikut dengannya.

Bo Ya menunjukkan mejanya Meng Yan dan menyuruhnya untuk datang ke ruangannya 10 menit lagi setelah membereskan meja.

Meng Yan mengiyakan. Dia meletakkan tasnya lalu menikmati kursi barunya.



Ayahnya Mo Bai sama ibunya Meng Yan sedang mendengarkan presentasi tentang teknologi terbaru perawatan kecerdasan buatan untuk mendiagnosis data medis, pencitraan medis, pengobatan dasar dan serangkaian fungsi.

Mereka akan bekerja sama dengan rumah sakit besar untuk mendorong pengembangan seluruh industri medis.

Acara selanjutnya adalah sesi tanya jawab.

Seorang wartawan bertanya pada doktor Lin, ia menanyakan batas dari produk itu.

Ayah menjawab kalo produk itu punya penggunaan yang lebih luas dan lebih realistis. Itu adalag sistem pertolongan medis darurat untuk masyarakat.

Nampaknya penjelasan ayah nggak selaras dengan yang diinginkan ibu dan direktur.

Ayah maju dan terus melanjutkan kalo sistem pengobatan kedepannya akan jadi kayak mesin penjual otomatis jalanan. Setiap orang hanya akan mengeluarkan sedikit uang dan bisa menuelesaikan pemeriksaan otomatis. Itu nggak hanya akan mengurangi beban rumah sakit tapi juga bisa mrnambah kehidupan orang di dunia, dan juga kualitas hidup.


Karena penjelasan dari ayah tadi, ibu akhirnya kena marah. Padahal ayah hanya konsultan ilmiah yang mereka suruh untuk datang. Mereka bukanlah perusahaan relawan.

Direktur minta ibu untuk memberitahu ayah agar nggak bicara sembarangan lagi kedepannya apalagi di depan media.

Ibu nggak bisa membantah dan mengiyakan.


Bo Ya manggil Meng Yan dan mempertemukannya dengan Xu Dalu dan Wang Wei Wei. Bulan ini mereka adalah satu kelompok. Mereka ditugaskan untuk mewawancarai kelompok pemotretan berita baru. Pembagian tugas bebas.

Tugas mereka sudah dikirimkan lewat email. Ia akan mengabari kako ada berita terbaru. Mereka bisa melaporkan topik laporan padanya kapan aja.

Meng Yan manggil Bo Ya dan mengaku belum jelas dengan proses kerja dan konten secara hari ini adalah hari pertamanya kerja.

Dalu membenarkan. Dia juga belum gitu paham.

Bo Ya mengonfirmasi kalo Meng Yan dari jurusan berita dan Da Lu dari fotografi. Ia nyuruh mereka untuk nanya ke Wei Wei kalo masih ada yang belum paham. Wei Wei datang sebelum mereka.

Mereka mengiyakan lalu pergi.


Meng Yan minta Wei Wei untuk mengajarinya kalo ada yang nggak ngerti. Eh, ternyata Wei Wei juga sama barunya sama Meng Yan. Cuman lebih cepat 10 menit aja. Dia merasa nggak sebanding sama Meng Yan dan Da Lu dan kedepannya minta bantuan dari mereka berdua.

Meng Yan menengahi. Mereka adalah satu kelompok dan jedepannya harus saling membantu.

Da Lu nemperkenalkan diri lagi pada Meng Yan dan Wei Wei. Dia merasa beruntung bisa satu kelompok sama mereka. Usianya 26 tahun dan masih lajang.

Wei Wei malas dengarnya. Dia mau meriksa email dari editor dulu biar tahu harus ngapain. Meng Yan juga sama. Mereka meninggalkan Da Lu.

Da Lu kecewa karena nggak ada yang mau mengenalkan diri kayak yang ia lakukan. Ia pun ikutan meriksa email.



Para perawat lagi bergosip. Mo Bai datang dan mereka pura-pura kerja. Mo Bai nenanyakan pasien yang ingun bunuh diri.

Perawat yang berambut pendek memberitahu kalo kesehatannya sudah membaik tapi masih belum mau bicara. Kayaknya ia sangat tertekan.

Para perawat menatap Mo Bai aneh. Perawat berambut pendek nengaku dengar kalo lukanya Mo Bai diakibatkan oleh seorang wanita.

Mo Bai nggak mau jawab.

Dokter gemuk datang dan bertanya pada perawat rambut pendek, Xiao Hua. Apa direktur belum datang?

Xiao Hua ngasih tahu kalo direktur akan terlambat karena ada operasi darurat tadi pagi.

Dokter yang gemuk mendekati Mo Bai dan menanyakan lukanya Mo Bai kabarnya gara-gara dipukul sama seorang gadis.

Mo Bai kesal dan menyindir kalo kakak Chen bukan orang yang suka bergosip.

Xiao Hua ngasih tahu kalo bukan dia yang ngasih tahu. Semua orang sudah tahu bahkan bibi penjaga lift juga.

Dokter gemuk mendesak Mo Bai buat cerita.

Mo Bai malas. Dia pesan sama Xiao Hua agar mengabarinya kalo direktur datang. Ia lalu pergi tanpa ngasih penjelasan apa-apa. 

Xiao Hua heran dokter itu nggak tahu apa-apa soal Mo Bai.



Xiao Jing tiba-tiba datang menanyakan siapa dokter yang sudah menyelamatkannya? Dokter gemuk pergi. Rasanya pingin nimpuk Xiao Jing.

Xiao Hua merhatiin Xiao Jing. Apa dikira Xiao Jing yang membuat luka di wajah Mo Bai?


Ibu semobil sama ayah Mo Bai. Ia menyinggung tentang peluncuran produk baru dan memberitahu kalo Direktur sedikit nggak senang.

Ayah mengingatkan kalo dia adalah ilmuan yang melakukan percobaan ilmiah. Ia kengikuti kemajuan dan hasil percobaan guna mendorong pengembangan masyarakat.

Ibu merasa kalo filosofi kereka beda. Seenggaknya bisa menggerakkan pengembangan produk cerdas ayah.

Ayah membenarkan apa yang ibu bilang tapu kerjasama sama direktur membuatnya kendapatkan banyak masalah. Seperti perintah pengendalian, dan nomor perintah yang nggak cocok membuat kerusakan server.

Ibu hanya tersenyum dengarnya. Pun antara orang tua dan anak juga punya perbedaan apalagi dengan rekan kerja.



Ayah ngajak ibu ke rumah. Mereka langsung disambut sama Qq. Ibu merasa kalo rumah ayah berantakan banget dan mau membereskannya tapi dilarang sama ayah.

Ibu lalu duduk. Ayah nyuruh robot-robotnya untuk membersihkannya.

Tiba-tiba ada robot yang menghampiri ibu dengan membawakan segelas jus jeruk. Ibu memgambilnya dan berterima kasih. Robot itu menawarkan ibu untuk mendengar leluconnya atau radio.

Ibu nolak keduanya. Robotnya memuji ibu yang sangat cantik dan memperkenalkan diri. Ia robot pelayan. Namanya so gendut.

Ayah mengaktifkan mode diam lalu nyuruh robot pelayan pergi. Ibu tersenyum lihatnya.

Robot itu berbalik dan pergi. Ayah ngasih tahu kalo itu adalah generasi pertama. Dia nggak punya waktu untuk memperbaruinya jadi rada cerewet.


Ibu lalu melihat foto keluarga ayah dan menghampirinya. Mo Bai masih kecil. Ibu menanyakan hubungan ayah dengan Mo Bai sekarang.

Ayah mengaku baik. Tapi Mo Bai masih sungkan padanya. Ibu rasa kalo mereka butuh waktu. Dia minta ayah buat sabar.

Ayah menghampiri ibu. Dia tahu kalo mereka butuh waktu. Tapi sampai berapa lama? Ayah tahu kalo Mo Bai benci padanya. Kalo ayah jadi Mo Bai, dia juga nggak akan memaafkan dirinya sendiri.

Ayah memberikan beberapa file pada ibu dan memberitahu kalo itu perlu diperbaiki.


Xiao Jing menunggu Mo Bai dan mengucapkan terima kasih atas kemarin malam. Mo Bai menenangkan. Itu sudah tanggung jawabnya sebagai dokter.

Mo Bai yang lagi sibuk meninggalkan Xiao Jing. Xioa Jing mengejarnya. Dia punya satu permintaan. Mo Bai jangan nyalahin Meng Yan.

Mo Bai berhenti dan menatap Xiao Jing.

Xiao Jing memberitahu kalo saat itu mereka banyak minum di acara teman sekelas. Meng Yan salah paham padanya. Tapi dia biasanya nggak gitu kok. jadi dia sangat baik dan ceria. Suka anak kecil dan membantu orang tua. Bahkan semut yang mati aja bisa membuatnya sedih.

Mo Bai merasa kalo orangnya beda dengan yang ia temui kemarin. Xiao Jing mengatakan kalo biasanya Meng Yan nggak kayak gitu. Mo Bai akan tahu kalo sudah mengenalnya lama.

Mo Bai mengaku nggak tertarik. Sambil jalan dia bilang akan mengurus Xiao Jing keluar dari rumah sakit kalo dia sudah nggak punya keluhan lagi.



Meng Yan lagi sibuk. Xiao Jing menelpon dan memberitahukan berita terbaru. Meng Yan mengaku nggak tertarik kalo bggak soal pria pujaannya.

Xiao Jing ngasih tahu kalo namanya Lin Mo Bai. Meng Yan mendadak jadi tertarik dan nyuruh Xiao Jing untuk melanjutkannya.

Xiao Jing memberitahu kalo Mo Bai kayaknya belum punya pacar. Nggak hanya pas magang aja. Pas kuliah juga enggak.

Meng Yan senang banget dengarnya. Lanjut ke berita selanjutnya? Xiao Jing memberitahu kalo dia punya banyak dan nggak bisa disampaikan secara singkat. Mereka harus ketemu. Xiao jing minta Meng Yan untuk mentraktirnya nanti.

Meng Yan nggak masalah. Daging panggang? Sabu-sabu? Selama 3 bulan juga nggak masalah.

Xiao Jing lega. Dia dengar kemarin malam demi menyelamatkan Meng Yan, Mo Bai sampai hampir melukai pergelangan tangannya. Dia adalah dokter bedah dimana tangannya sangat penting. Ia mengingatkan kalo Meng Yan berhutang besar pada Mo Bai.

Ia memberitahu kalo Mo Bai malam ini pulang kerja jam 08.30. Meng Yan mengiyakan lalu menutup telponnya. Dia senang Mo Bai belum punya pacar.




Meng Yan menunggu Mo Bai di rumah sakit. Ia mengingatkan namanya Meng Yan. Apa wajahnya Mo Bai masih sakit?

Mo Bai nggak menanggapi dan mau lanjut jalan. Meng Yan menghadang dan meminta maaf atas yang kemarin. Ia dengar demi menyelamatkannya tangannya sampai terluka.

Mo Bai mengiyakan dan lanjut jalan. Meng Yan mengatakan akan mentraktir Mo Bai makan. Mo Bai memberitahu kalo dia menerima permintaan maaf Meng Yan tapi nggak usah mentraktir makan.

Meng Yan mengikuti Mo Bai. Ia memberitahu kalo ia sudah mengirim jas Mo Bai ke tempat pencucian dan akan selesai 2 hari lagi. Dan ia akan mengantarnya ke rumah sakit. 

Mo Bai berhenti dan menatap Meng Yan. Dia nyuruh Meng Yan untuk mengirimkannya lewat paket aja. Meng Yan terus bicara tentang permintaan maafnya.

Mo bai memberitahu kalo dia sudah lelah kerja seharian dan munta agar Mrng Yan nggak mengganggunya.

Meng Yan nggak mengejar Mo bai lagi. Dia mengatakan akan datang ke rumah sakit tiap hari.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis My Robot Boyfriend episode 1 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email