Tuesday, October 15, 2019

Sinopsis Vagabond episide 8 part 1


All content from SBS





Gedung GA Blok NA


Kepala Gang masuk ke ruang interogasi dan menemui Jessika. Seolleongtang buat sarapan dan gomtang buat makan siangnya. Dia menanyakan apa yang mau Jessika makan buat makan malam? Ia menawarkan sundaetguk.

Jessika tersenyum dan dengan percaya dirinya bilang akan makan malam di rumah karena ia akan segera keluar.

Kepala Gang membantahnya. Jessika salah. Dia juga salah pas menjatuhkan pesawat. Ceroboh.

Jessika santai. Dia melarang kepala Gang untuk menuduhnya tanpa bukti.

Kepala Gang merasa kalo Jessika pasti kenal sama Kim Woo Gi.

Jessika membantahnya dan mengaku nggak pernah ketemu.

Kepala Gang menunjukkan foto Jessika yang sedang bersama dengan Kim Woo Gi dan meletakkannya di atas meja. Sekarang dia dapat salah satu dari kebohongan Jessika.

Jessika hanya melirik foto itu. Beberapa foto nggak akan bisa memenjarakannya.

Kepala Gang mengganti topik. Ia menanyakan apa menurut Jessika Michael sudah mati?

Jessika masih santai. Dia merasa nggak perlu tahu alasan Michael bunuh diri.




Kepala Gang membuka berkasnya lagi. Kali ini dia mengambil foto Michael saat bunuh diri. Ia menunjukkan noda ungu di tangan kanan Michael dan menberitahu kalo itu disebut reaksi difenilamin. Nitrogen dioksida yang terpancar dari ledakan serbuk pistol.

Jessika membenarkan karena dia menembak dirinya sendiri.

Kepala Gang bertanya lagi apa Jessika tahu kalo Michael kidal?

Jessika nggak menjawab. Tapi kayaknya dia juga baru tahu hal itu.

Kepala Gang mendekat dan merasa kalo Michael dibunuh.

Jessika nampak tenang. Tersenyum dan bilang kalo kepala Gang penuh imajinasi. Kalo emang itu benar, apa alasannya?

Kepala Gang memperkirakan Michael nggak kooperatif mengenai serangan itu. Atau Jessika harus membungkamnya secepat mungkin.

Jessika kayak nggak percaya dapat tuduhan kalo ia yang membunuh Michael. Dia tersenyum mengejek apa Kepala Gang dari jaman batu? Dikiranya anggapan metode kuno akan bekerja? Mengarang cerita untuk menjebaknya?

Kepala Gang mengambil bukti yang lainnya lagi, panggilan telpon O Sang Mi dan Kim Woo Gi. Ia memperdengarkan apa yang O Sang Mi katakan sebelum O Sang Mi ditangkap pas di gereja. Kim Woo Gi jelas-jelas menyebut John & Mark dan uang.

Kepala Gang mematikannya sampai di situ dan menyimpan ponsel itu kembali. Itu cerita yang ia punya. Ia mempersilakan Jessika untuk mengoreksi.

Jessika masih aja bisa senyum dan meremehkan bukti kecil yang kepala Gang punya mau menangkapnya? Ia menegaskan kalo kepala Gang nggak bisa mengajukannya ke pengadilan. Ia mendekat dan seolah menantang. Nggak ada yang lain? Bukti yang bisa mengejutkannya?

Kepala Gang hanya bisa menghela nafas menghadapi Jessika.




Direktur menyuruh kepala Gang untuk melepaskan Jessika

Kepala Gang merasa kalo mereka masih harus menahannya lebih lama.

Direktur memberitahu kalo pengadilan membatalkan SP-nya dikarenakan kurangnya bukti.

Kepala Gang tahu kalo mereka pasti memperingatkan untuk nggak menyentuhnya. Ia menanyakan apa direktur tahu siapa yang paling diuntungkan dari semua itu?

Direktur merasa kalo ada yang nggak beres di gedung biru. Tapi ia belum tahu apa itu. Menangkap Kim Woo Gi akan memperjelas beberapa hal.




Gun melompat dan mau meriksa gedung lainnya. Nggak disangka sebuah drone melayang di depan matanya.

Hae Ri yang baru balik ke van langsung nelpon Gun saat tahu kalo Wung dan yang lainnya melihat Gun yang tertangkap kamera drone.

Gun pelan-pelan menarik diri dan sembunyi.

Drone kembali bergerak. Gun protes ke Hae Ri, kenapa drone-nya muncul?

Hae Ri menduga kalo mereka merubah waktu patroli. Dia nyuruh Gun untuk lari.

Gun menghela nafas kesal. Secara nggak sengaja dia malah melihat sebuah gedung yang di luarnya ada banyak botol airnya. Dia lalu menyampaikannya ke Hae Ri kalo ia menemukan botol air mineral.

Hae Ri menanyakan apa Gun melihat Kim Woo Gi? A

Gun melihatnya sekali lagi. Kim Woo Gi nggak ada tapi ia akan masuk. Hae Ri memberitahu kalo rekan setimnya akan segera sampai. Ia khawatir. Kalo sampai Kim Woo Gi nggak ada maka mereka akan...

Gun yakin kalo Kim Woo Gi ada. Itu adalah tangkapan besar. Dia nyuruh Hae Ri buat masa b*do karena dia bertindak sendiri.


Sementara itu di bawah para polisi berusaha masuk ke rumah Kim Woo Gi. Sayang pintunya terkunci.

Seorang pria pemilik gedung datang membawakan kuncinya.

Gun lompat ke gedung itu dan diam-diam masuk.

Pemilik gedung membawa para polisi ke lantai atas.


Gun meriksa rumah itu. Tiba-tiba ada yang menodongkan senjata ke kepalanya. Dia bertanya siapa Gun?  Apa yang ia cari?

Gun mengangkat wajahnya. Dari bayangan di kaca dia melihat kalo orang itu adalah Kim Woo Gi.

Pelan-pelan Gun bangkit dan membuka cadarnya.

"Bisa nggak kita bicara pakai bahasa Korea?"

Gun berbalik dan membuka tutup kepalanya.

"Kim Woo Gi-ssi"

Kim Woo Gi nggak bisa bilang apa-apa.

Para polisi sampai di luar pintu. Kim Woo Gi lengah. Gun memanfaatkan kesempatan itu untuk merebut senjata Kim Woo Gi dan mendorongnya sampai kena kaca.

Nggak sampai di sana. Gun juga menendangi Kim Woo Gi berkali-kali


Kim Woo Gi bangkit dan mencoba buat kabur. Dia keluar lalu memanjat dinding.

Gun mengejarnya dan menariknya. Ia memukuli Kim Woo Gi habis-habisan. Kim Woo Gi memohon agar Gun nggak membunuhnya.

Polisi datang dan menodongkan senjata ke kepala Gun. Mereka nyuruh Gun buat berhenti.

Kim Woo Gi teriak minta tolong pada polisi. Gun hanya menghela nafas lalu kembali menghajar Kim Woo Gi.



Wung dan timnya sampai. Mereka melihat Gun dan Kim Woo Gi sudah ada di tangan polisi.

Se Hun mengenali kalo dialah Kim Woo Gi. Wung meriksa dan emang dia Kim Woo Gi.

Gun menghampiri Wung dan meminta agar Wung nyuruh para polisi untuk melepas borgolnya. Mereka nggak paham bahasanya.

Se Hun bertanya siapa Gun?

Gun memberitahu kalo dia adalah salah satu keluarga korban. Dia juga ada di tv.

Wung menanyakan kenapa Gun ada di sana? Siapa yang mengutusnya?

Gun memberitahu kalo ia kesana untuk mencari pembunuh keponakannya. Apa ada masalah?

Gun dan Kim Woo Gi akan dibawa ke kantor polisi.

Wung menahan para polisi. Ia bilang ke polisi kalo mereka yang akan menahan Kim Woo Gi.

Polisi memberitahu Wung kalo mereka harus menahan dan menginterogasinya.

Wung maju dan bertanya apa hak kepala polisi melakuakn itu?

Kepala polisi marah dan mengancam mereka kalo mereka main-main dengannya.

Polisi akhirnya kembawa Kim Woo Gi dan Gun dan Wung nggak bisa melakukan apa-apa.



Se Hun baru ingat tentang Gun. Gunlah yang mengungkap tentang kecelakaan pesawat di geding biru. Ia penasaran kenapa Gun di sana?

Hae Ri sedang menyetir. Wung nelpon. Dia nyuruh Hae Ri buat ke kantor polisi sekarang juga karena Kim Woo Gi ditahan di sana.

Hae Ri mengiyakan lalu menutup telponnya. Ia senang dan memuji kerja bagus Gun. Dewa perang. Bruce Chan.




Kantor polisi Tangier


Gun dan Kim Woo Gi diletakkan dalam sel yang berbeda. Gun terus melihat ke arah Kim Woo Gi yang menunduk mulu dari tadi.

Ada seseorang yang datang. Kim Woo Gi yang menatap Gun nampak ketakutan dan kembali menunduk.

Hae Ri datang. Gun menanyakan apa yang terjadi? Hae Ri meminta Gun untuk tenang dan memberitahu kalo Wung sedang bicara dengan kepala polisi. Ia yakin kalo Gun akan bebas.

Gun memarahi Hae Ri. Kalo mereka kerjasama maka mereka pasti bisa menangkapnya.

Hae Ri ngajak Gun buat tos. Gun buru-buru bangkit dan mau nepuk tangannya Hae Ri. Sayang tangannya nggak sampai karena tangan Gun yang lainnya diborgol.

Tahanan yang satu sel sama Kim Woo Gi tiba-tiba bangkit dan menyemangati mereka. Ayo! Ayo! Ayo!

Ih, susah. Gun menanyakan apa mereka perlu melakukan itu?

Hae Ri mengiyakan. Dia senang banget soalnya. Tinggal dikit lagi. Yang lainnya ikut bangkit dan ikut nyemangatin.

Dan setelah bekerja sangat keras akhirnya mereka berhasil tos juga. Para tahanan yang tadi nyemangatin mereka bertepuk tangan dan pada tos masing-masing. Mereka beruntung bisa di sana. (Yang biasanya di sini melihat orang berantem, tembak-tembakan, sinis-sinisan, nggak tahu kenapa lihat begini doang kok rasanya romantis, ya??๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š)



Jessika masih di ruang interogasi. Ia melihat jam tangannya dan bilang ke orang di ruang balik kaca kalo waktunya sudah habis dan minta mantelnya dikembalikan.

Direktur nggak bisa bilang apa-apa lagi. Dia nyuruh Jessika dilepaskan.

Kepala Gang dan direktur keluar. Di luar seseorang ngasih tahu kalo Gi Tae Wung nelpon. Kepala Gang minta disambungkan.

Wung melapor kalo mereka menangkap Kim Woo Gi. Semuanya langsung bertepuk tangan.

Direktur juga senang dan memuji kerja bagus Wung. Dia tahu kalo Wung bisa diandalkan.

Wung memberitahu kalo bukan dia yang menangkapnya.

Direktur kaget dan menanyakan siapa orangnya?

Go Hae Ri dan Cha Dal Gun, salah satu keluarga korban.

Kepala Gang kaget Gun mengikuti Wung sampai sana. Wung membenarkan.

Kepala Gang merasa kalo nggak penting siapa yang nangkap. Tapi keadaan akan berjalan mulus di sini. Dia menugaskan Wung untuk menginterogasi Kim Woo Gi sedetil mungkin sebelum dia kembali.

Wung mengiyakan lalu memutus sambungan. Dia kayak merasa menyesal sekaligus marah karena nggak bisa menangkap Kim Woo Gi sendiri.


Kepala Gang menanyakan pada direktur, apa yang harus mereka lakukan? Jessika mau makan malam di rumah.

Direktur nyuruh kepala Gang untuk mengabaikan tekanan luar dan melakukan tugasnya saja. Dia yang akan melapor pada presiden secara personal.

Direktur menepuk pundak Kepala Gang lalu pergi.


Hwa Suk mengantar Jessika untuk keluar. Kepala Gang menghadang. Ia mengatakan kalo Jessika harus masuk lagi.

Dengan sombongnya Jessika bertanya apa ada yang belum selesai?

Kepala Gang tersenyum membenarkan. Menu makan malam.

Jessika nggak ngeh.

Kepala Gang maju. Dia memberitahu kalo Kim Woo Gi sudah tertangkap.

Jessika kayak nggak nyangka.

Kepala Gang nyuruh Hwa Suk untuk kembali menahan Jessika.

Jessika masa b*doh. Apa hubungannya dengannya?

Hwa Suk menarik Jessika tapi Jessika malah menghempaskan tangan Hwa Suk marah. Nggak tahu kalo mantelnya harganya mahal?

Hwa Suk ikut kesal. Mau dirobek sekalian? Dia asal menarik Jessika.




Gun masih di sel. Hae Ri bicara dengan Wung. Ia mengingatkan kalo Kim Woo Gi tertangkap dan nggak ada yang mati atau terluka. Ia merasa nggak ada yang salah dengan itu.

Wung heran Hae Ri masih belum tahu kesalahannya.

Hae Ri membalikkan kalo Wung bilang dia nggak kompeten dan tanpa rasa tanggung jawab. Ia menekankan kalo Wung salah. Ia telah membuktikan.

Wung malah merasa kalo Hae Ri menyedihkan.

Gun langsung menatap Wung.

Hae Ri menyindir kalo Wung cemas gimana melaporkannya karena dia dan Gun yang berhasil menangkap Kim Woo Gi dan bukannya para agen senior.

Wung nggak gentar. Ia mengatakan kalo dia ingin lihat daya handal Hae Ri dan bukannya kemampuannya. Apa mereka bisa mempercayakan nyawa mereka pada Hae Ri?

Mata Hae Ri berkaca-kaca.

Wung melanjutkan kalo Hae Ri nggak berkualifikasi untuk timnya. Hae Ri gagal.

Hae Ri syok

Wung memberitahu kalo dia melaporkan kalo Hae Ri yang menangkapnya. Hae Ri pasti dapat imbalan yang sangat dia sukai. Ia lalu pergi ninggalin Hae Ri.




Gun angkat bicara. Menurutnya Wung adalah ketua yang berpikiran sempit.

Wung berbalik dan menatap Gun. Gun mengangkat wajahnya dan menatap Wung. Kalo aja Wung percaya sama Hae Ri dari awal maka semuanya pasti baik-baik aja. Agak lucu rasanya ketua tim bicara kualifikasi padahal dia nggak percaya sama timnya sendiri.

Hae Ri nyuruh Gun untuk diam.

Wung nggak mau kalah dan mengatakan kalo Gun selalu mencampuri urusan orang lain.

Gun mengingatkan kalo dia sudah menyelamatkan Wung tapi Wung malah menyalahkannya. Tanpa Go Hae Ri ia yakin kalo Wung nggak akan bisa nangkap b*d*bah itu.

Hae Ri kembali nyuruh Gun untuk diam.

Menurut Wung itu hanya perkara waktu. Tapi Gun malah mencampuri dan merusaknya.

Gun mengingatkan kalo mereka menangkapnya dan Wung hanya membuang waktu.


Wung makin kesal. Dia mendekat dan memperingatkan Gun kalo sampai Gun melewati batas lagi maka ia nggak akan membiarkan.

Gun nggak habis pikir, mencari tahu penyebab kematian keponakannya disebut melewati batas?

Wung hanya menatap Gun tajam. Begitu juga Gun.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episide 8 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email