Sunday, October 27, 2019

Sinopsis Vagabond episode 10 part 3


All content from SBS




Sekretaris Edward membawa Gun, Hae Ri dan Kim Woo Bi untuk pergi ke luar kota. Sampai di perbatasan mereka dihadang sama polisi.

Sebelumnya Jessika berpesan pada kepala polisi agar langsung membunuh Kim Woo Gi kalo sudah ketemu.

Polisi menanyakan tujuan sekretaris Edward. Itu adalah prosedurnya.

Sekretaris Edward nggak mau ngasih tahu. Gun nggak ngerti polisinya ngomong apa. Hae Ri ngasih tahu kalo mereka meriksa tujuan mereka.

Sekretaris Edward nyuruh polisi buat mendekat. Dia menunjukkan tangannya. Polisi itu melihat penumpang di belakang lalu nyuruh mereka buat lanjut jalan.


Seorang tentara menodongkan senjatanya ke kepala polisi. Kepala polisi mohon-mohon agar nggak dibunuh. Dia mau ngasih apapun yang diminta asal nggak dibunuh.

Tentara itu nggak terbujuk. Dia tetap menembak kepala polisi itu.




Pelabuhan Tangier Maroko


Hae Ri mengobati kakinya Kim Woo Gi. Kim Woo Gi-nya teriak kesakitan.

Gun kesal lihatnya dan nyuruh Kim Woo Gi untuk diam.

Sekretaris Edward menghampiri Gun dan memberinya ponsel. Edward mau ngomong.

Gun langsung mengambilnya. Edward lega. Dikiranya sudah terlambat. Dia ngasih tahu Gun kalo kapal kargo akan datang pagi banget. Dia nyuruh mereka naik itu untuk kembali ke Korea.

Eh, ternyata Edward lagi ngawasin mereka.

Gun minta Edward untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.

Edward memberitahu kalo pemerintah Korea ikut campur dalam masalah itu. Gun bertanya apa Edward yakin?

Edward memberitahu kalo sumbernya adalah pejabat kelas atas di gedung biru. Begitulah dia tahu situasi di Maroko.

Gun lalu melihat Hae Ri yang sedang membalut kaki Kim Woo Gi.

Edward mengaku nggak ingin membahayakan Gun dan minta dia untuk berhenti.

Gun nggak mau. Ia ingin Kim Woo Gi diadili. Ia akan memastikannya.

Edward memberitahu kalo O Sang Mi bohong saat konferensi pers, membuat situasi mereka jadi nggak cukup bagus. Mereka nggak bisa percaya sama siapapun. Bahkan media atau polisi. Perang akan sulit dan sepi.

Gun menutup telponnya dan menatap Hae Ri lagi.




Jessika beneran nggak bisa tenang karena masih belum ada kabar.

Min yakin kalo mereka nggak akan bisa ninggalin Maroko. Sekretaris Jessika datang dan memberitahu kalo mereka sudah keluar. Ibrahim ditemukan tewas

Sekretaris Yun menanyakan siapa yang membunuh? Sekretaris Jessika menduga kalo pelakunya adalah Edward.

Min merasa kalo itu konyol. Mengebom lantai kedutaan dan membawa Kim Woo Gi tanpa terlacak militer? Ia yakin kalo pelobi sederhana nggak mungkin melakukannya.

Sekretaris Jessika membantahnya. Kalo emang itu Edward maka itu mungkin banget.

Sekretaris Yun menanyakan siapa pelindung Edward?

Jessika memberitahu kalo Edward adalah orang yang punya jaringan kuat di seluruh dunia kayak mereka.


Sekretaris Yun nyuruh Min untuk meminta surat penggeledahan Dynamic.

Min mengaku sudah melakukannya. Tapi menurut Hakim keterangan o Sang mi nggak cukup buat bukti.

Sekretaris Jessika menginformasikan kalo cabang yudisial juga diam-diam berhubungan sama Edward.

Sekretaris Yun nggak kehabisan akal. Kalo nggak ada bukti maka mereka akan membuatnya. Ia menanyakan kapan Wung kembali?

Min melihat jam tangannya. Mungkin beberapa jam lagi. Sekretaris Yin menenangkan. Di Republik Korea selama ada dia, maka nggak banyak yang bisa Edward lakukan.



Wung dan Se Hun sampai di Korea. Mereka disambut sama Min Jae Sik. Dikasih kejutan dengan diborgol di tempat.

Lily sama Kim Do Su mengikuti di belakang. Lily menyayangkan. Harusnya dia yang membunuh Wung.

Ia mengangkat tangannya seolah megang senjata. Dor!


Sekretaris Yun sedang latihan menembak. Semua tembakannya mengenai sasaran.

Min datang bersama Wung. Ia memuji apa yang sekretaris Yun lakukan. Penembak ulung yang sekali nembak langsung mati.

Sekretaris Yun menanyakan gimana kalo dia membunuh pria itu di sana?

Wajah Wung berubah tegang. Min santai. Tergantung sama gimana mereka akan membersihkannya. Pemberitahuan pembunuhannya akan cukup...

Sekretaris Yun mengangkat senjatanya dan mengarahkannya ke kepala Wung. Dia menanyakan dimana Kim Woo Gi?

Wung seolah nggak takut. Dia nyuruh sekretaris Yun buat nanya sama Direktur. Sekretaris Yun mengaku nggak suka Wung balik dengan selamat.

Wung nggak mau kalah. Dia juga nggak bergabung sama BIN buat disukai sama sekretaris senior.



Sekretaris Yun mengaku bisa melakukan apapun demi negara. Dalam hitungan ketiga ia minta Wung untuk memberikan apa yang ia mau. Itu kalo Wung nggak pingin mati.

"Satu"

"Demi kebebasan"

"Dua"

"Dan kebenaran"

"Tiga"

"Kami membaktikan..."

Sekretaris Yun beneran nembak. Pipinya Wung terluka. Min Jae Sik ngeri lihatnya.



Sekretaris Yun nyuruh Min Jae Sik buat menyuruh Wung menandatangani surat perjanjian. Akan ada konferensi pers malam ini. Dia akan menulis naskahnya.

Anak buah Min Jae Sik membawa Wung pergi.

Min Jae Sik mengingatkan kalo mereka nggak bisa mempercayakan Wung sama media. Dia terlatih dan nggak takut sama peluru.

Sekretaris Yun memberitahu kalo setelah konferensi pers pengadilan nggak akan punya pilihan selain menurunkan surat perintah. Dia nyuruh Min untuk mempekerjakan Wung lagi dan mengawasinya. Kalo berhianat, maka dia pasti meninggalkan jejak.

Min Jae Sik memuji kepintaran sekretaris Yun. Otaknya sendiri hanya setengah darinya.




Kim Woo Gi teriak-teriak minta dikasih obat. Gun di dekatnya lagi browsing. Penembakan di kedubes Maroko.

Dia sendiri nggak habis pikir. Mereka membuat keributan tapi nggak ada satupun artikel soal itu.

Ia lalu ingat sama apa yang dibilang sama Edward kalo penerintah Korea sudah ikut campur sama urusan itu.

Gun melepas headphonenya. Kim woo Gi mohon-mohon minta dikasih obat atau penghilang rasa sakit.

Gun memberitahu kalo Kim Woo Gi harus berhenti mengonsumsi narkoba karena kesaksian pecandu mungkin nggak akan diakui sebagai bukti.

Kim Woo Gi mengaku nggak mau bersaksi. Dia nggak akan melakukannya. Dia minta Gun untuk memberinya obat sebelum dia menggigit lidahnya.

Gun melepas kaos kakinya dan menggunakannya untuk menyumpal mulut Kim Woo Gi. Habis itu ia menutupnya pakai lakban.

Ia bersumpah akan membuat Kim Woo Gi bersaksi di pengadilan. Ia lalu meninggalkan Kim Woo Gi.


Sekretaris Edward sedang nelpon Edward sambil menyiapkan senjata. Ia melapor kalo sejauh ini nggak ada masalah.


Hae Ri sedang duduk sendiri. Ia mencocokkan apa yang Ketua tim Hwang katakan dan apa yang dikatakan oleh Wung. Perintah negara.

Ia lalu ingat sama videonya Hoon. Gun yang nangis kehilangan keponakan tercinta.

Tanpa sadar Hae Ri nangis.




Hae Ri mendatangi Kim Woo Gi. Ia membuka penutup mulut sama kaos kaki di mulut Kim Woo Gi dan menanyakan Cha Dal Gun.

Kim Woo Gi mau ngasih Hae Ri uang kalo dia mau melepaskannya. Dia akan ngasih separuhnya dan Hae Ri bisa hidup mewah seumur hidupnya.

Hae Ri mengaku tahu kalo narkoba itu bahaya.

Kim Woo Gi ngasih tahu kalo para pembunuh itu adalah orang BIN. Seluruh BIN sudah ada di tangan John & Mark. Polisi, pengadilan dan media semuanya ada di bawah kendali mereka. Nggak ada gunanya dia mengaku di pengadilan. Dia nyuruh Hae Ri untuk ngambil uangnya.

Gun muncul di pintu dan nyuruh Kim Woo Gi untuk diam.

Kim Woo Gi mengaku nggak takut sama orang kayak Gun. Gun emang s*nting.

Gun marah. Dia mengangkat tangannya dan mau mukul Kim Woo Gi tapi didului sama Hae Ri.

Kepala Kim Woo Gi membentur tembok dan pingsan. Hadeuh, tangannya sampai sakit. Beraninya nyogok dia. Dia harus membersihkan telinganya.

Gun bilang ke Hae Ri kalo dia mau bicara. Hae Ri juga mau bilang sesuatu padanya.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 10 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

2 komentar

October 27, 2019 at 1:27 PM delete

Gak sabar nunggu episode selanjutnya....
Semangat ya nulisnya....

Reply
avatar
Uno
October 27, 2019 at 1:59 PM delete

Part selanjutnya dulu Cingu... dah ada. Episode selanjutnya nyusul, ya. Hehe..😊😊😊

Anysti😘😘

Reply
avatar