Wednesday, October 2, 2019

Sinopsis Vagabond episode 3 part 2


All content from SBS





Hae Ri sama Gun kaget ada tembakan dari atas gedung. Mereka lari dan sembunyi di balik mobil.

Hae Ri ngambil ponselnya dan nelpon polisi. Dia lalu ngambil senjatanya dari dalam mobil dan mengisi pelurunya.

Gun melihat orang yang nembak mereka. Dia lalu minta Hae Ri buat menyerahkan senjata itu ke dia. Soalnya tangannya Hae Ri gemetaran.

Hae Ri nggak mau. Sambil ngatur nafas dia ngasih tahu kalo Gun adalah warga sipil dan dia agen khusus. Dia nggak akan membiarkan Gun mati. Jadi jangan cemas dan percaya..

Hae Ri mengatur spion buat melihat pelaku tapi malah kena tembak.

Gun asal ngambil senjata Hae Ri dan membawanya lari ke dekat pohon.

Hae Ri ikut lari. Orang itu menembak jadinya Hae Ri sembunyi di balik mobil lain.

Orang itu siap nembak lagi.

Hae Ri mau pindah ketempat Gun. Belum juga sampai dia sudah ditembak lagi.

Sambil merangkak akhirnya Hae Ri sampai ke tempatnya Gun.

Gun menarik Hae Ri.

"Mau mati, ya?"

"Lah kamu? Kalo kamu mati tamatlah riwayatku"

Gun melihat kalo lututnya Hae Ri terluka. Dia mau maju dan nyuruh Hae Ri nunggu di sana.

Hae Ri menahan Gun. Mau ngapain? Gun tahu gimana sulitnya dia berlatih buat ngadepin situasi kayak gini? Cedera kayak gitu doang...

Gun nepok lukanya Hae Ri dan buat dia teriak kesakitan.



Orang itu nembak lagi.

Hae Ri ngasih tunjuk mobil biru nggak jauh dari tempat mereka. Gun bisa kesana dalam 3 detik? Dia ngasih tahu Gun kalo orang ury memakai senapan bolt action. Dia harus mengokang baut tiap kali habis nembak. Selangnya 3 detik. Akan makin sulit kalo targetnya gerak. Kalo mereka kesana maka peluangnya akan berbalik. Karena itu di luar jarak tembak dari atap. Makanya mereka harus bisa ke sana dalam waktu 3 detik. Bisa?

Gun melihat mobil itu lalu melihat Hae Ri. Dia nawar jadi 4 detik.

Hae Ri setuju.

Mereka mengarahkan spion ke wajah penembak dan membuatnya silau. Penembak menembak.

Gun menembak balik dan nyuruh Hae Ri buat lari.

Mereka lari menuju mobil biru. Ih, jauh juga ya ternyata.

Penembak selesai mengatur senjatanya dan mau nembak Hae Ri. Keduanya bergerak dengan cepat tapi nggak mengurangi fokusnya.


Dan saat ia mau nembak tahu-tahu ada yang mau nembak di belakangnya.

Orang itu menoleh. Ternyata wanita yang waktu itu bawa data tentang Gun.


Gun sama Hae Ri sampai ke atas. Gun mau nembak tapi dilarang sama Hae Ri.

Hae Ri mengambil ponselnya dan melihat kondisi.

Ternyata orangnya sudah nggak ada. Gun kesal. Dia melihat ke bawah. Yang ada hanya mobil polisi. Ia melihat sisi yang lain dan nemuin mobil pelaku.


Lah ternyata orang itu adalah orang yang menjatuhkan pesawat.

Wanita yang pernah datang padanya memandanginya.

Pria itu dipakaikan topeng dan seketika semuanya gelap.




Seorang pria berjalan menuju sebuah monumen.

Di kantor BIN beberapa pria jalan dengan terburu-buru. Mereka melakukan penggeledahan.

Pria yang datang ke monumen tadi menata beberapa tangkai bunga.

Di kantor BIN semuanya makin kacau. Masalahnya mereka nyita semuanya. Hwa Suk aja sampai jengah lihatnya.

Pun file di flashdisk dari Hae Ri juga diambil. Hwa Suk berusaha buat minta itu dengan alasan kalo itu adalah foto t*l*njangnya. Entar matanya sakit loh.

Eh, nggak mempan. Katanya dia punya asuransi.

Kepala Min datang dan marah-marah. Orang yang mengepalai penggeledahan ngasih tahu kalo ada pelanggaran.

Kepala Min nanyain siapa yang nyuruh?

"Gi Tae Wung"

Kepala Min nanyain dimana orangnya?

Orang yang lagi ada di monumen itu ternyata Gi Tae Wung. Kepala Min menghampirinya dan marah-marah karena Tae Wung melakukan penggeledahan di kantornya tanpa ijinnya. Lancang!

Tae Wung yang lagi berdoa nggak mau nanggepin. Dia lalu ngasih tahu kepala Min kalo hari ini 7 tahun yang lalu rekannya tewas. Dia yakin kalo Kepala Min kenal. Nama kode Blaise Pascal.

Kepala Min memberitahu kalo ada pemeriksaan keamanan pendahulunya Tae Wung selalu ngasih tahu. Kayak gitu cara kerjanya. Hormati atasannya.

Tae Wung melanjutkan kalo operasinya sukses dan dia sempat kabur. Tapi apa Kepala Min tahu kenapa dia meninggal? Karena komando operasi melanggar aturan remeh.

Kepala Min mau bilang sesuatu tapi ditahan sama Wung.

Temannya mati sia-sia. Dia akan menghapus tradisi yang salah dan mematuhi peraturan.

Wung lalu pamit dan pergi.


Hwa Suk nemuin kepala Gang dan minta bantuan. Dai nyeritain yang srbenarnya pada jepala Gang tapi kepala Gangnya nggak nanggepin. Dia masuk ke toilet pria.

Yah Hwa Suk nggak bisa apa-apa. Dia cuman bisa nunggu. Apalagi kepala Gang di dalam muntah mulu gara-gara minum banyak semalaman.



Hae Ri sama tim dokter mengidentifikasi mayat Ho Sik. Gun sendiri nunggu di luar. Dia ingat sama pesan terakhir dari Ho Sik buat nggak ngelakuin apa-apa. Mereka mengerikan.



Lagi ada rapat para ketua. Mereka membahas masalah intelijen rahasia yang hilang, penggunaan alat tanpa ijin dan peretasan. Totalnya ada 27 pelanggaran. Wung menjelaskan lebih lanjutnya.

Ponselnya kepala Min bunyi. Go Hae Ri nelpon. Tapi dia nggak mau ngangkat.

Hae Ri sendiri lagi ada di dekat pantai sama Gun. Dia kesal dan mau membuat kepala Min nyesel nanti.

Rapat terus berjalan. Wung akan menindak tegas semua alat nggak resmi yang ditemukan selama inspeksi.

Kepala Gang baru datang. Dia minta maaf pada semuanya lalu duduk.

Ketua rapat menyindir agar pulang aja kalo emang telat. Lah, kepala Gangnya malah nganggapnya beneran. Emang boleh? Hadeuh...

Ponselnya Kepala Gang bunyi. Kepala rapat memarahinya kalo matiin telpon pas lagi rapat.

Kepala Gang santai. Dia cuman minta maaf tapi masih ngangkat telponnya.

Hae Ri ngasih tahu kalo kecelakaan pesawat adalah karena serangan teroris. Kepala Gang kaget.

Hae Ri melanjutkan kalo dia baru aja menyingkap rahasia besar dari kotak hitam. Sekarang nereka jadi bahan tertawaan. Tapi kalo Hae Ri sama kepala Gang bisa menangkap teroris itu maka mereka bisa membalas pihak yang mainin mereka.

Kepala Min negur kepala Gang agar mematikan ponselnya.

Kepala Gang bangkit dan ngasih tahu kalo B357 jatuh karena serangan teroris. Semuanya pada kaget. Kepala Gang membawa ponselnya ke ketua rapat.

Dia nyuruh Go Hae Ri buat lapor langsung ke Direktur Umum. Direktur Umum menanyakan apa yang terjadi sebenarnya.

Hae Ri melaporkannya kembali dengan bukti yang ia miliki. Ia akan kembali ke markas dengan detil lebih lanjut.

Kepala Min melarang Hae Ri pulang sebelum nulis laporan detilnya.

Direktur umum malah nyuruh Hae Ri buat pulang sekarang.




Hae Ri mengiyakan lalu nutup telponnya. Dia ngasih tahu kalo dia harus pulang dan ngambil barang-barang di hotel.

Gun nyuruh Hae Ri buat balik sendiri. Dia akan tetap di sana. Teroris sama co-pilot nggak tahu sembunyi di mana. Dia nggak akan pulang sebelum menangkap mereka.

Hae Ri kesal. Dipikirnya mereka di kebun binatang apa? Mereka akan muncul kalo Gun pingin?

Gun yakin kalo mereka akan muncul lagi karena mereka ingin ia mati. Ia akan mengakhirinya kalo bisa menangkap mereka.

Hae Ri meminta Gun buat memahami situasi. Mereka bisa memanipulasi kamera bandara hanya dalam waktu 2 jam. Bukankah itu jelas ada dalang besar di balik itu semua?

Gun menanyakan siapa dalangnya? Kenapa mereka membunuh orang yang nggak berdosa? Kenapa keponakannya harus tewas?

Hae Ri nggak bisa menjawabnya. Dia menghela nafas dan ngasih tahu Gun kalo mereka harus balik ke Seoul buat nyari jawabannya. Di sini mereka nggak bisa ngelakuin apa-apa. Pun nyawa mereka dalam bahaya.

Gun menatap Hae Ri tajam.

Hae Ri melepas kerudungn6a dan ngingetin kalo negaranya Gun punya yang mereka butuhkan. Ia meyakinkan kalo BIN akan menginvestigasi kasusnya. Ia meminta agar Gun nggak cemas dan ikut dia balik ke Seoul.

Gun masih berat. Matahari hampir tenggelam.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 3 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email