Wednesday, October 2, 2019

Sinopsis Vagabond episode 3 part 3


All content from SBS



Warning: 18+ 

Jadilah pembaca yang bijak


Direktur Umum menanyakan siapa yang mau menangani kasus itu? Kepala Gang minta agar dia aja.

Kepala Min juga mau soalnya Hae Ri adalah bawahannya.

Wung menyatakan pendapatkan kalo ia rasa  Kepala Gang lebih baik tapi Direktur umum nalah mutusin agar kepala Min aja yang menanganinya.

Kepala Min minta agar meriksa videonya dulu yang sekarang ada di bagian inspeksi.


Semua komputer di kantor BIN mendadak pada error. Kemungkinan karena virus.

Kepala Min marah. Gimana bisa mereka nembiarkan virus masuk?

Direktur umum nggak mau tahu. Dia minta agar videonya dipulihkan.

Kepala Min menanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan? Wung ngasih tahu kalo seorang pakar akan datang.

Direktur umum mengingatkan kalo mereka nggak punya waktu. Ia minta agar dipulihkan hari ini juga. Ia minta agar Min merahasiakannya.


Jessika lagi telponan. Ia lega nggak usah mengkhawatirkan tentang BIN lagi. Nggak tahu juga siapa yang lagi dia telpon.

Ia menyebut orang itu shadow. Cara kerjanya kayak jet siluman. Senyap dan tepat.

Sekretaris Jessika mengatakan akan nenyampaikan ke dokter Kevin agar nggak mencemaskan BIN.

Jessika meminta sekretarisnya agar dokter Kevin segera menyimpulkan tentang kegagalan Dynamic System.

Ternyata mereka ke sana buat nemuin menteri pertahanan. Kayak biasanya Jessika sok ramah. Dia ngajak mentei pertahanan buat main golf.

Menteri pertahanan nggak begitu menanggapi. Dia pergi dengan sombongnya ninggalin Jessika.


Jessika dan sekretarisnya melihat video saat konferensi pers. Sekretaris menunjukkan pada Jessika orang-orang yang dekat dengan menteri Park Man Young yang terlibat dalam rencana F-X.

Sekretaris juga menunjukkan kelemahan mereka serta kasus yang mereka pernah alami.

Jessika malah berniat buat mengirimkan kelemahan masing-masing ke yang lain.




Ia juga mengundang 3 orang tersebut tanpa sepengetahuan mereka.

Ia juga mendatangkan beberapa wanita penghibur. Wanita itu pakai hanbok dan melepaskan pakaian di depan bawahan menteri pertahanan.

Awalnya mereka nggak suka. Jessika mempersilakan mereka buat pergi klo nggak suka. Akhirnya mereka masuk ke dalam perangkap Jessika.

Jessika juga ternyata mengundang menteri pertahanan juga. Dia nunjukkin kelakuan bawahannya.

Menteri pertahanan marah dan ngamuk-ngamuk lihat bawahannya lagi sama wanita dan nggak p*kai b*ju. Dia nyuruh mereka buat balik.

Pun sampai bawahannya pergi Menteri pertahanan masih ngamuk-ngamuk. Dia membanting semuanya. Lampu, pot bunga, sampai akhirnya dia menemykan apa yang ia cari. Kamera rahasia.

Jessika ketahuan. Dia malah ngajak Menteri pertahanan buat minum.



Mereka minum berdua. Menteri pertahanan seolah nggak tersentuh. Jessika terpaksa menyebutkan kelemahan bawahan menteri pertahanan tadi. Korupsi, penyuapan, pelecehan seksual.

Kalo menteri pertahanan memilih Dynamic System maka ia akan menyebarkan kelakuan bawahannya tadi. Gimana caranya nanti nengatasi kecaman?

Menteri pertahanan nggak jadi pergi. Ia kembali duduk dan meminum minumannya sampai habis.

Jessika menawarkan sebuah kesepakatan. Menteri pertahanan nampak nggak tertarik.

Jessika menghampirinya dan menawarkan diri sebagai sebuah kelemahan. Ia mencium menteri pertahanan mesra.

Menteri pertahanan kelihatan menikmatinya. Dan itu emang yang Jessika inginkan. Dia berhasil.



Hae Ri sama Gun nggak jadi berangkat. Mereka ketinggalan pesawat dan lampu di rumahnya Hae Ri mati.

Sambil makan Hae Ri nyalahin semuanya ke Gun.

Gun duduk di dekat jendela dan mengawasi situasi di luar.

Hae Ri menawarinya makan tapi Gun diam saja.

Gun menanyakan apa Hae Ri akan terlibat kalo BIN melakukan investigasi?

Hae Ri rada tersinggung. Tentu saja. Kan dia yang menyingkapnya. Nggak percaya? Hae Ri sesumbar kalo dia adalah agen terpercaya. Setelah dia mecahin kasus itu...

Hae Ri ngerasa kalo Gun adalah orang yang sulit percaya. Ia sesumbar lagi kalo bisa menilai orang kayak mesin rontgen. Sekarag Gun penuh keraguan, mudah marah dan selalu semangat.

Gun membalikkan. Hae Ri gimana? Sulit percaya padanya.

Hae Ri mengingatkan kalo itulah pekerjaannya. Ia bertepuk tangan buat kebiasaan buruh Gun yang membawa hasil buat mereka.

Gun nggak menanggapi.

Hae Ri tiba-tiba menanyakan cara Gun ngerawat Hoon. Kayaknya Gun nggak suka anak-anak.

Gun nyuruh Hae Ri buat tidur. Dia akan berjaga.

Hae Ri mengingatkan kalo tugas berjaga bukan buat warga sipil kayak Gun tapi agen khusus kayak dia.



Hae Ri bangkit dan menghampiri Gun. Dia nyuruh Gun buat tidur. Biar dia aja yang jaga.

Gun narik Hae Ri dan menyerangnya. Dia meremehkan kayak gini yang Hae Ri maksud melindungi? Ia meeasa kalo Hae Ri bukan lawannya.

Hae Ri ternyata lebih siap dari yang Gun kira. Dia membawa senjata dan siap nembak perut Gun. Waktu itu dia emang lengah. BIN menggajinya karena suatu alasan.

Gun melepaskan Hae Ri.

Hae Ri masih menodongkan senjatanya ke Gun.

Gun mengaku nggak peduli. Dia nggak tidur sama sembarang wanita. Ia kembali duduk.

Hae Ri merasa nggak habis pikir. Gun juga bukan tipenya. Dia sukanya sama pria jangkung berkulit putih yang cerdas. Sembarang wanita? Gun butuh obat buat daya hayalnya yang tinggi?

Hae Ri kembali duduk di sofa. Lihat aja siapa yang tidur lebih dulu.



Beberapa waktu kemudian malah Hae Ri yang tidur. Sambil mendengkur pula. Saat dia bangun Gun sudah nggak ada di sana.

Hae Ri bangkit dan nyariin Gun. Gin sedang ada di kamar. Dia nangis. Syedich deh aku.

Hae Ri nggak mau mengganggu. Dia menutup pintu itu kembali dan berdiri di luar.



Esok harinya Gun sama Hae Ri ke bandara. Mereka akan kembali ke Korea.

Gun terus melihat sekitar. Dia yakin kalo mereka sedang mengawasinya. Dia lalu melihat pria yang aneh. Hae Ri merasa kalo Gunlah yang aneh. Gun merasa kalo pria itu mencurigakan dan menunjukkannya ke Hae Ri.

Hae Ri mengaku melihatnya. Itulah gunanya kacamata hitam yang ia pakai. Karena itulah dia nggak bisa bekerja sama yang amatiran.

Nggak lama seorang wanita datang dan mengagetkan pria itu. Mereka lalu pelukan.

Hae Ri membenarkan kalo pria itu emang aneh. Dia yakin kako mereka punya hubungan gelap.


Gun menunjukkan paspornya pada petugas. Nggak tahu kenapa petugas malah menatap Gun. Rada lama sampai akhirnya dia memberi stempel.

Di tempat lain ada seseorang yang lagi mengawasi Gun. Dia bahkan tahu semua yang Gun lakukan belakangan.

Orang ini lalu mengawasi orang lain lagi di tempat lain. Kayak ruang bawah tanah.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 3 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email