Wednesday, October 2, 2019

Sinopsis Vagabond episode 3 part 4


All content from SBS



Pria yang menjatuhkan pesawat diikat tangannya dan dibawa menemui seseorang. Kayak polisi. 
Dia bilang ke orang itu kalo dia bukan penghianat dan sedang berusaha nyari co-pilot. Dia akan menanganinya sendiri. 

Orang itu menghembuskan asap rokok ke orang yang menjatuhkan pesawat. Membuatnya batuk. 

Ia melanjutkan kalo nggak gara-gara Gun dia pasti bisa mengalahkannya. 

Pria itu memberitahu kalo Samuel akan membereskan Gun dan co-pilot. 

Orang yang menjatuhkan pesawat melarang. Dia saja. Ia meyakinkan kalo kali ini nggak ada kesalahan. 

Orang itu menyumpal mulut orang yang menjatuhkan pesawat. Habis itu mulutnya dilakban. 

Seseorang nelpon. Tepatnya orang yang lagi ngawasin CCTV. Entah apa yang dia perintahkan. Karena habis itu orang yang menjatuhkan pesawat ditembak. 




Sekretaris Jessika memberinya segelas minuman. Hae Ri akan ditangani oleh BIN. Gimana dengan Gun?

Jessika santai. Rintangan ada untuk disingkirkan. Lagian mereka sudah ada dalam bahaya. 

Jessika nyuruh sekretarisnya buat nelpon Lily. Nggak ada yang bisa diandalkan selain dia. 

Sekretaris bangkit dan ngambil ponselnya. 

Seorang pria asing lagi sekarat di bak mandi dengan badan penuh darah. 

Di ruangan lain seorang wanita sedang nerima telpon. Dia mengaku akan liburan di Miami menikmati angin pantai. Eh, tapi kok di tangannya bawa senjata? 

Dia mengiyakan dan bilang akan liburan di Korea. Sebagai gantinya dia minta dipesankan tiket pesawat kelas 1. Sekarang dia lagi kerja. 

Wanita itu membuka tirai kamar mandi dan menembak pria tadi. 




Direktur utama Bin dapat telpon. Wajahnya nampak tegang. Kayaknya dia dapat perintah yang bertentangan dengan hatinya. 

Hwa Suk nyari nama orang yang ada di videonya Hoon. Anehnya nama orang itu nggak ada. 8a merasa ada yang nggak beres. 

Wung juga ada di sana. 

Kepala Min sama Wung menemui direktur umum. Ia mengira kalo mereka salah menuduh orang. Daftar penumpang kan nggak pernah salah. 

Wung mengingatkan kalo ada dua orang yang melihat videonya. Mustahil keduanya salah. 

Direktur utama menanyakan apa videonya bisa dipulihkan? 

Wung menjawab enggak. 

Direktur utama nenanyakan siapa lagi yang tahu selain Go Hae Ri?

Kepala Min menjawab semua yang menghadiri rapat dan beberapa staf inspeksi. 

Direktur umum minta kasusnya dibatalkan. Ia minta mereka menganggap kalo videonya nggak pernah ada. 

Kepala Min diminta buat membungkam Hae Ri dan Wung diminta menangani bawahannya. Sisanya ia akan atasi sendiri. 

Wung nggak setuju mengingat 200 orang tewas dalam kecelakaan itu. 108 orang adalah rakyat mereka. Lagian cuman gara-gara videonya ilang...

Direktur umum marah. Dia nyuruh Wung buat melaksanakan perintahnya. Wung kaget. Direktur umum melanjutkan kalo nereka baru aja kehilangan bukti konkludif serangan teroris. Apa menurut Wung mereka nggak akan dapat masalah kalo itu tersebar? Riwayat mereka juga akan berakhir. 

ICAO kan menyimpulkan kalo itu karena malafungsi pesawat. Mereka mulai investigasi kalo mengacu pada serangan teroris. 

Direktur umum berpesan agar mereka nggak ngasih tahu Hae Ri. Terlalu berisiko karena dia pemula. 

Kepala Min mengiyakan tapi Wung nggak bilang apa-apa. 


Kepala Min sama Wung meninggalkan ruangan direktur umum. 

Wung masih nggak paham sama apa yang terjadi. Ia menduga ada...

Kepala Min melarang Wung buat ikut campur. Lagian semuanya sia-sia. Wung merusak peluang promosinya. 

Wung ngerasa nggak habis pikir. Kepala Min cuman peduli sama itu?

Kepala Min malah tersinggung. Ia menyinggung keluarga Wung yang kaya dan hidup nyaman. Tapi promosi itu penting baginya. Ia mengingatkan kalo ngurus anak 3 itu nggak main-main. 

Wung nggak menanggapi dan mau pergi tapi Kepala Min memangggilnya lagi. Ia menanyakan apa menurut Wung videonya sengaja dihancurkan? Waktunya pas banget. File video disita setelah pemeriksaan keamanan dan virus merusaknya. Satu-satunya citra teroris hilang gitu aja. 

Wung tersinggung. Masalahnya Kepala Min kayak nuduh dia. Kepala Min santai. Dia cuman asal ngomong. Siapa juga yang bakal peduli toh mereka akan mengakhiri kasusnya. 


Jessika menonton video Hoon. Dia berhenti di pria yang menjatuhkan pesawat. Ia mau menghapusnya. Tinggal klik doang padahal. 

Lily datang. 

Jessika melepas earphonrnya dan menutup laptopnya. Ia mengucapkan selamat datang dan menghampirinya. 

Lily merasa kalo Jessika menghasilkan banyak uang. Tapi ia semakin tua. 

Sekretaris Jessika mengingatkan kalo Jessika adalah CEO dan minta Lily menghormatinya. 

Jessika merasa kalo Lily masih belum berubah. Masih wanita j*lang. 

Lily nggak mau kalah. Karyawan j*lang buat majikan j*lang.  Ia duduk. Ia mengaku lelah dan ngajak Jessika buat berbisnis. 

Lily dikasih lihat foto-foto Gun, pemeran pengganti. Lily heran dengarnya. Apa ada investasi film yang gagal? 



Jessika menjelaskan kalo keluarganya ada di B357. 

Lily meletakkan foto Gun dan minta dikasih upah besar. 

Jessika mengingatkan kalo mereka nggak sepakat soal itu. 

Lily memberitahu kako dia menetapkan upah biasa buat penjahat dan upah premium buat orang baik. Termasuk layanan lanjutan. Ia akan membereskan dengan sempurna. 

Sekretaris negur Lily. Kalo dia terus...

Lily memotong. Mau apa enggak? Kalo enggak dia akan ikut tur Korea aja. Ia mengaku suka tempat yang banyak makamnya. Tempatnya Gyeongju. 

Lily bangkit dan ngambil kopernya. 

Jessika minta tanpa senjata dan racun. Maksudnya nggak boleh ada jejak pembunuhan. 

Lily kembali duduk dan membuka kopernya. Ada banyak suntikan di dalamnya. Ia mengambil salah satunya dan menunjukkannya ke Jessika. Itu adalah koktail kaliun klorida. Kalo itu masuk ke tubuh melalui pembuluh, akan membuat jantung sulit menahannya. Laporan autopsi akan mengatakan kalo itu serangan jantung. 

Jessika menanyakan maksudnya Lily akan menyuntikkan itu ke lehernya Gun? Apa Lily mampu melakukan tugas sesulit itu? 

Lily meletakkannya. Ia tersinggung. Ia Lily, malaikat kematian. 

Jessika menunjukkan harganya. 10% di muka dan sisanya setelah beres. Lily nggak mau. Biasanya dia dapat separuh di muka. Tapi dia setuju. Ia lalu menanyakan kliennya ada dimana sekarang? 



Gun dan Hae Ri masih ada di pesawat. Gun murung terus. Dia bahkan nggak mau makan. Hae Ri yang sedang makan mengatakan akan makan punya Gun kalo dia nggak mau. 

Hae Ri mau mengambilnya tapi Gun nggak bolehin. Ia mrngambil garpu dan memakannya. Hae Ri lega selera makan Gun sudah kembali. Dia belum makan dari kemarin. Gun memakannya dengan buru-buru. 

Nggak lama kemudian Gun memuntahkan semuanya. Hae Ri nungguin di luar. Dia minta sesuatu pada pramugari. 

Gun kembali ke tempat duduknya. Hae Ri memberikan obat mual. Dia juga mau menusuk jari Gun. 

Gun nenolak dan mengalu baik-baik aja. 

Hae Ri memijat tangan dan menepuk punggung Gun. Dia mengikat jempolnya dan menusuknya pakai jarum. 

Ia meminta agar Gun nggak nyalahin diri srndiri. Dia juga merasakan hal yang sama saat ayahnya nggak ada. Nyalahin diri sendiei membuatnya sedih dan marah. Mereka akan menangkap teroris berkat Gun. Jadi Gin bisa berhenti merasa bersalah. 

Hae Ri melihat darahnya Gun hitam. 

Gun diam dan menghela nafas. 


Hae Ri tertidur. Kepalanya nggak sengaja nyandar ke pundak Gun. Gun mau mendorongnya tapi nggak jadi dan membiarkannya. 

Mereka sampai di bandara. Gun terus mrlihat sekitar kayak sebelumnya. 



Ada dua orang pria mencurigakan. Pria yang pertama mendorong kereta barang dan menabrak Hae Ri. 

Gun membantu Hae Ri buat bangkit. Pria yang lainnya berjalan menghampiri Gun. Ada sesuatu di cincinnya. Ia menepuk leher belakang Gun. 

Gun kejang-kejang dan jatuh. Seseorang datang dan meriksa Gun. Katanya serangan jantung dan nyuruh Hae Ri buat nelpon ambulans. 

Hae Ri nelpon ambulans dan memberitahu posisinya. 

Nggak lama kemudian Gun sudah ada di mobil ambulans. 

Lily juga ada di sana. Dia menyuntik Gun dan tamat. 

Lah, ternyata itu cuman ada di bagian rencananya Lily. Sekeetarisnya Jessika cuman senyum. 


Gun datang. Hae Ri nelpon seseorang dan bilang kalo dia sudah tiba. 

Dua pria siap-siap di tempatnya kayak yang Lily rencanakan. Pria pertama jalan sambil mendorong kereta barang dan menabrak Hae Ri. 

Gun membantu Hae Ri buat bangkit. 

Pria kedua jalan menghampiri Gun sambil nyiapin cincinnya. Gun melihat bayangannya melalui kacamata Hae Ri. 

Gun menghindar dan berhasil melumpuhkan pria itu. Ia bertanya siapa pria itu sebenarnya?

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 3 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email