Friday, October 4, 2019

Sinopsis Vagabond episode 4 part 3


All content from SBS


Warning: 18+ 

Jadilah pembaca yang bijak


Edward keluar bersama dengan sekretarisnya Jessika. Keduanya nampak jelas nggak saling menyukai satu sama lain.

Edward nggak nyangka sekretarisnya Jessika akan ngambil kasus itu. Langkah yang bagus.

Sekretaris Jessika memberitahu kalo Edward dulu adalah pahlawannya tapi sekarang malah nggak bisa baca langkahnya. Dia nenyindir kalo sebaiknya Edward pensiun aja.

Edward nggak menjawab. Sekretaris Jessika pergi ninggalin dia.




Lily entah ada dimana. Ada senjata. Sekretarisnya Jessika nelpon dan nanyain apa Lily suka sama peralatannya?

Lily mengiyakan. Semuanya sempurna.

Sekretaris Jessika ngasih tahu kalo Gun sudah mulai bicara sama keluarga korban. Dia nyuruh Lily buat menyingkirkannya sebelum semuanya makin rumit.

Lily sedang mencoba senjata dan ngasih tahu kalovdia sedang menata panggung. Sekretaris Hessika berpesan agar Lily nggak meninggalkan jejak pembunuhan.

Lily bangkit dan melihat foto Gun. Dia merasa kalo sekretarisnya Jessika banyak ngomong. Nggak heran dia jadi pengacara.

Lily minta dikasih bonus besar kalo semuanya sudah selesai. Dia menghampiri beberapa pria yang lagi makan dan ngasih tahu kalo anak buahnya suka makan.

Lily menutup telponnya. Dia nyuruh mereka buat berhenti makan. Sambul nunjukin fotonya Gun dia minta mereka buat nyari orang itu.

Hae Ri nunjukin apa yang ia dapat pada Gun dan Edward. Kim Woo Gi dulu bekerja di JM Pacific, milik Jhon & Mark. O Sang Mi adalah pramugari di sana.




Gun menyimpulkan kalo Jessika merekrut Kim Woo Gi saat ia menderita krisis keuangan. Hwa Suk mengiyakan.

Edward meminta maaf. Harusnya dia percaya sama Gun saat di Maroko. Dia nggak tahu kalo Jessika sekorup itu.

Hae Ri menanyakan apa Edward mengenal Jessika?

Edward ngasih tahu kako perekrut dan mentornya di bidang itu adalah ia. Bagi Jessika hasil akhir selalu membenarkan cara. Dia jadi ambisius dan menghianatinya buat gabung sama John & Mark.

Edward malah nyalahin diri sendiri. Harusnya dia lebih waspada.

Gun merasa nggak habis pikir. Cuman demi lelang jet tempur mereka tega membunuh warga sipil. Apa di bidang itu normal?

Edward cerita kalo beberapa tahun lalu warga sipil dibunuh di Chechnya. John & Mark juga terlibat. Itu dirahasiakan karena pemerintah AS mencemaskan reaksi dunia jadi itu dihapus.

Hae Ri menanyakan apa Edward punya koneksi dengan kepolisian Portugal?

Edward heran Hae Ri menanyakan tentang itu. 

Hae Ri mengingatkan kalo wakil Presdir John & Mark bunuh diri di Portugal, sehari sebelum pesawat jatuh.



Saat itu Hae Ri datang ke lokasi. Polisi mengatakan kalo mereka perlu investigasi lebih dalam tapi itu seperti bunuh diri.

Hae Ri minta ijin buat melihat-lihat.

Hae Ri melihat jenazah Michael. Di tangannya ada senjata.

Hae Ri bahkan meriksa hasil autopsi. Ia melihat tangan Michael. Kata dokter itu reaksi difenilamin. Asalnya dari nitrogen dioksida yang keluar dari ledakan mesiu.

Hae Ri nemotretnya pakai ponsel. Ia menyimpulkan kalo noda ungu itu bukti tembakan bunuh diri? Dokter membenarkan.



Edward merasa kalo itu aneh. Michael bukan tipe orang yang akan bunuh diri.

Hae Ri kepikiran kemungkinan kalo Michael menentang rencana menjatuhkan pesawat?

Gun berpikir kalo mereka membunuhnya dan membuatnya seperti bunuh diri. Edward juga merasa kalo itu mungkin. Dia punya teman di badan intelijen Portugal dan akan memintanya untuk menyelidiki.

Edward menyarankan mereka buat ke tempat rahasianya alih-alih pulang ke rumah. Mereka bisa menggunakannya sebagai rumah aman.

Hwa Suk ngeri dengarnya. Gimana kalo amannya lama?



Edward mengantar Hae Ri, Gun dan Hwa Suk ke tempat yang ia janjikan.

Hwa Suk dapat panggilan dan harus kembali ke kantor.

Hae Ri berpesan agar Hwa Suk ngabarin kalo sudah seleaai.

Hwa Suk malah merasa kalo dia nggak bisa pulang malam ini.

Hwa Suk pergi. Mendadak muncul pria mencurigakan lagi nelpon dan menatap mereka tajam.



Edward bilang ke Hae Ri dan Gun kalo beberapa hari ini mereka akan merasa nggak nyaman. Ia meminta mereka buat menghubungi sekretarisnya kalo butuh sesuatu.

Di tempat lain ada orang yang lagi ngawasin mereka. Lily. Seseorang bertanya pada Lily, dia kenal?

Lily cerita kalo Edward bisa jadi kliennya tapi dia nolak. Dia b*r*ngsek.

Gun melepas bajunya mau mandi. Lily malah suka lihat tubuh Gun.

Eh, ada tato di lengannya Gun.

Nafas Gun memburu. Dia marah. Ia ingat saat bertarung dengan pria yang menjatuhkan pesawat.

Saat ia ditembaki di minimarket.

Pesan Ho Sik.

Wartawan itu...

Orang yang mau membunuh Gun...

Hoon yang meninggal di pesawat...

Gun jadi makin geram ingat itu semua.




Hae Ri makan sambil telponan sama adiknya. Dia sesumbar lagi nenangani kasus besar kalo berhasil ia akan kembali ke kantor pusat dan dipromosikan.

Hae Ri minta adiknya buat nggak ngasih tahu ibu kalo dia di Seoul. Sialnya ibunya selalu minta uang.

Gun sudah selesai mandi. Dia jalan sambil mengeringkan rambut.

Hae Ri nutup telponnya.

Gun menanyakan laporannya Hae Ri. Hae Ri pamer kalo dia cerdas. BIN akan kagum saat membacanya.

Hae Ri menengok dan melihat tato di lengan Gun. Dewa perang. Dia meledeknya.

Gun nggak bilang apa-apa.

Hae Ri nanya Gun ingin jadi pengarah bela diri? Ia menyarankan agar Gun mulai akting lagi kayak apa yang Hoon pingin.

Gun terpaku dia nggak nyaman diingatkan tentang itu.

Hae Ri meminta maaf. Ia keterlaluan ya? Dia cuman ingat sama apa yang Hoon bilang di video.

Gun berbalik dan nawarin ramen. Ramen buatannya enak.

Hae Ri nolak. Dia nyuruh Gun buat istirahat aja. Dia pasti lelah.

Mereka saling tatap. Hae Ri merasa nggak nyaman lalu kembali ke laptopnya.

Gun tiba-tiba berterima kasih karena Hae Ri ingat sama Hoon.

Hae Ri nggak menjawab. Gun lalu pergi.

Hae Ri kembali pada pekerjaannya. Nggak tahu kenapa dia malah jadi senyum mulu.



Gun searching tentang John & Mark. Wajahnya berubah tegang baca semua artikel itu. Sampai dia ketemu sama acara amal yang akan Jessika selenggarakan jam 3 sore di rumah sakit Hangang.




Perdana menteri menghadiri sebuah rapat. Dia datang terlambat. Presiden memintanya buat melakukan sesuatu yang sesuai dengan situasi di sana.

Perdana menteri minta sekretaris Yun buat menyajikan alk*hol alih-alih teh. Soalnya pak O suka minum.

Pak O kekeuh kalo sikap mereka tentang rencana F-X nggak akan berubah. Dia nggak ngerti kenapa mereka milih John & Mark dan membayar satu triliun lebih.

Presiden meminta menteri pertahanan buat ngasih penjelasan kenapa dia memilih John & Mark? (What? Pun menteri pertahanan udah mihak sama Jessika?)

Menteri pertahanan mengatakan kalo harganya sepadan sama teknologinya.

Pak O mengungkapkan kalo berdasarkan tim ahli mereka, F-70 milik Dynamic System lebih murah dan lebih bagus.

Menteri pertahanan nggak sependapat. Pada tes yang dilakukannya, jet tempur John & Mark mendapat nilai yang lebih tinggi.

Pak O menegaskan kalo partai oposisi nggak akan setuju dengan tambahan anggarannya.

Perdana menteri mengungkit tentang pendapat publik mengenai Dynamic System setelah jatuhnya pesawat. Pemilihan presiden selanjutnya.

Pak O minta perdana menteri buat nggak mikirin soal itu. Ia yakin kalo mereka akan menang.

Presiden memberitahu pak O kalo prioritas utamanya selama masa tugasnya di Cheong Wa Dae adalah independensi pertahanan nasional. Ia mengaku nggak punya niat lain dan minta Pak O buat bekerja sama dengan mereka.




Presiden bicara berdua dengan perdana menteri. Mereka membahas tentang partai oposisi. Perdana menteri meyakinkan kalo ia akan mendapatkan mereka satu persatu. Mereka bisa memecahkannya selangkah demi selangkah dan minta agar presiden nggak cemas.

Presiden penasaran sama apa rahasia yang sudah melumpuhkan menteri pertahanan. Sekarang dia berubah.

Perdana menteri tersenyum. Apa presiden pingin tahu?

Presiden berharap perdana menteri nggak membagi sesuatu yang harusnya nggak dia bagi.

Perdana menteri ngabil sesuatu dari dalam sakunya dan memberikannya pada presiden. Dia minta presiden buat nelihatnya saat bosan dan sendirian.

Perdana menteri lalu pergi.

Presiden membukanya. Ada foto menteri pertahanan sama Jessika lagi dekat banget. Foto selanjutnya mereka malah lagi ciuman.

Presiden penasaran gimana perdana menteri bisa mendapatkannya. Dia berbakat dengan cara yang aneh.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 4 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email